[FF] How do I Kiss You : Wonwoo × Seulgi

"How do I Kiss You"

Wonwoo × Seulgi


Author : Near (RetnoNateRiver)
Genre : Romance
Rating : M
Casts : Seventeen Wonwoo, Red Velvet Seulgi

NO COPY PASTE

Cerita ini murni karya dari otak author


Kalo mau berkarya, usaha dong pake otak kalo masih punya otak
COPAS karya orang lain? Ga punya otak??

Baca juga di
Wattpad | Wordpress




[FF] How do I Kiss You : Dino × Yeri

"How do I Kiss You"

Dino × Yeri


Author : Near (RetnoNateRiver)
Genre : Romance
Rating : M
Casts : Seventeen Dino, Red Velvet Yeri

NO COPY PASTE

Cerita ini murni karya dari otak author


Kalo mau berkarya, usaha dong pake otak kalo masih punya otak
COPAS karya orang lain? Ga punya otak??

Baca juga di
Wattpad | Wordpress



[FF] How do I Kiss You : Mingyu × Kyulkyung

"How do I Kiss You"

Mingyu × Kyulkyung


Author : Near (RetnoNateRiver)
Genre : Romance
Rating : M
Casts : Seventeen Mingyu, Pristin Kyulkyung

NO COPY PASTE

Cerita ini murni karya dari otak author


Kalo mau berkarya, usaha dong pake otak kalo masih punya otak
COPAS karya orang lain? Ga punya otak??

Baca juga di
Wattpad | Wordpress



[FF] How do I Kiss You : Joshua × Irene

"How do I Kiss You"

Joshua × Irene


Author : Near (RetnoNateRiver)
Genre : Romance
Rating : M
Casts : Seventeen Joshua, Red Velvet Irene

NO COPY PASTE

Cerita ini murni karya dari otak author


Kalo mau berkarya, usaha dong pake otak kalo masih punya otak
COPAS karya orang lain? Ga punya otak??

Baca juga di
Wattpad | Wordpress



[FF] How do I Kiss You : Dokyeom × Yuju

"How do I Kiss You"

Dokyeom × Yuju


Author : Near (RetnoNateRiver)
Genre : Romance
Rating : M
Casts : Seventeen Dokyeom, GFriend Yuju

NO COPY PASTE

Cerita ini murni karya dari otak author


Kalo mau berkarya, usaha dong pake otak kalo masih punya otak
COPAS karya orang lain? Ga punya otak??

Baca juga di
Wattpad | Wordpress



[FF] How do I Kiss You : Vernon × Eunwoo

"How do I Kiss You"

Vernon × Eunwoo


Author : Near (RetnoNateRiver)
Genre : Romance
Rating : M
Casts : Seventeen Vernon, Pristin Eunwoo

NO COPY PASTE

Cerita ini murni karya dari otak author


Kalo mau berkarya, usaha dong pake otak kalo masih punya otak
COPAS karya orang lain? Ga punya otak??

Baca juga di
Wattpad | Wordpress



[FF] Paper Plane (Let's Meet Again) - Part V : Let's Meet Again

Paper Plane
(Lets Meet Again)
Part V : Let's Meet Again


Author : Near
Genre : Sad-Romance, Angst/Hurt
Length : Mini chaptered (5 chapters)
Main Cast : Kang Seul Gi, Jeon Won Woo
Other Cast : Irene, Joshua, etc...

Baca juga di

Wordpress | Wattpad

[WARNING]
Near itu suka banget sama genre Angst, dan
Near cukup percaya diri kalau bikin fanfiction ber-genre Angst.
Jadi, jangan baper, ya.

***

Siapa itu Seulgi? Siapa itu Wonwoo?
Yeoreobun,
bagi yang ketinggalan, silahkan baca part dan/atau teaser sebelumnya!^^


Happy reading!



***

기다림은 내겐 사소한 일일 뿐인 
(gidarimeun naegen sasohan iril ppunin geol)

“Menunggu hanyalah hal sederhana buatku”



***



Gelap, gelap sekali, tak ada bedanya jika aku menutup maupun membuka mata ―sama saja gelapnya. Perlahan namun pasti, aku melihat butiran cahaya. Otakku berusaha mencerna benda-benda berkilau apa kiranya yang ada di sekelilingku ini.

Nafasku seperti terhenti ketika menyadari mereka semua adalah butiran bintang, berkerlap-kerlip dan berkilauan. Nyata sekali. Aku terkejut ketika mendapati tubuhku melayang-layang di antara mereka. Aku terkejut ketika aku mendapati diriku di ruang hampa tanpa udara, di ruang hampa tanpa gravitasi, di ruang hampa tanpa siapapun di sini. “Di mana aku sebenarnya?

Belum sempat aku mengucapkan kalimat itu dengan bibirku, aku terdiam melihat jejeran debu yang berwarna-warni, sangat indah dan bersinar. Mereka membuatku takjub dan terpana. Mereka ada beberapa kumpulan, seperti debu atau awan yang menyembul-nyembul, beberapa membentuk seperti sebuah gambar. Tapi, aku tidak tau apa namanya?

Lalu ada lagi, sebuah pusaran, berputar-putar secara teratur dan juga bersinar, seperti ada ribuan bahkan jutaan bintang mengikuti rotasinya. Tidak hanya satu, namun ada banyak lagi pusaran, bentuknya pun bermacam-macam. Tapi, aku juga tidak tau, apa namanya?

Wonwoo, dia yang tau apa-apa saja semua benda langit ini. Hanya dia yang tau benda-benda apa ini, yang begitu asing di mataku. Dialah yang selalu mengajariku tentang langit, dialah yang menjanjikanku untuk terbang bersamanya.

Andaikan saja ada Wonwoo di sini, dia pasti akan memberitauku : apa nama benda yang berbentuk debu itu, apa nama benda yang berbentuk pusaran itu? Dan terlebih lagi, di manakah aku berada saat ini?

Ketika aku bertanya dan berharap, aku merasakan kakiku berpijak. Aku merasakan gravitasi menggenggam tubuhku. Aku merasakan kehadiran ―kehadiran yang tak ku duga sebelumnya. Aku berputar ke sekeliling, dan aku melihat sesosok di hadapanku.

Otakku mulai menganalisa. Tubuhnya tinggi dan tegap, dia mengenakan stelan jas kehitaman. Dan oh, aku juga melihat beberapa benda-benda kecil menempel pada jasnya. Sepertinya dia mengenakan sebuah topi yang tak asing di mataku.

Sekarang, pandanganku mulai jelas, aku mulai mengenali beberapa benda yang dikenakannya. Stelan jas itu, topi itu, dan benda-benda kecil yang menempel pada jasnya.

Seketika aku membekap mulutku karena terkejut.

Seorang pria, dengan pakaian maskapai penerbangan, lengkap dengan emblem di jasnya, lengkap dengan topi berlambang garudanya. Air mataku berjatuhan ketika aku mengenali siapa pria yang berbalik dan menatapku dengan senyumannya yang khas itu.

Dia, Jeon Wonwoo.



[FF] Paper Plane (Let's Meet Again) - Part IV : One of these Nights

Paper Plane
(Lets Meet Again)
Part IV : One of these Nights


Author : Near
Genre : Sad-Romance, Angst/Hurt
Length : Mini chaptered (5 chapters)
Main Cast : Kang Seul Gi, Jeon Won Woo
Other Cast : Irene, Joshua, etc...

Baca juga di

Wordpress | Wattpad

[WARNING]
Near itu suka banget sama genre Angst, dan
Near cukup percaya diri kalau bikin fanfiction ber-genre Angst.
Jadi, jangan baper, ya.

***

Siapa itu Seulgi? Siapa itu Wonwoo?
Yeoreobun,
bagi yang ketinggalan, silahkan baca part dan/atau teaser sebelumnya!^^


Happy reading!



***

기다림은 내겐 사소한 일일 뿐인 
(gidarimeun naegen sasohan iril ppunin geol)

“Menunggu hanyalah hal sederhana buatku”



***



Seulgi mengangkat nomor internasional itu, “Hello?”

“Gom-ah.” suara yang dirindukannya.

“Wonwoo?” dan Seulgi mengenalinya.

“Hei, um, jam berapa ya di sana?” mula-mulanya dia, Wonwoo, berujar, “Sayang, apa kau sedang menungguku di sana? Di bandara? Aku sedang di New York, dan sekarang sudah tengah malam.”

“Wonwoo,”

“Sayang, maaf aku belum bisa pulang hari ini. Pulanglah terlebih dahulu, nanti ku kabari jika―”

“Wonwoo, kau lagi jet lag?”

“Uh?”

“Suaramu aneh ―apa kau kena jet lag?”

“Tidak, tidak.” Wonwoo segera menyangkal, “I’m fine, gwaenchaneunde ―jeongmal. Aku hanya―”

“Sayang, tapi suaramu parau sekali.”

Terdengar Wonwoo mendesah, nafasnya berhembus dengan beratnya. “Ok, sorry.” ralatnya, “Ya, aku kena jet lag. Beberapa rekanku juga. Untungnya kami masih punya waktu sedikit untuk istirahat ―seharusnya kami bisa kembali ke Korea dan sampai di sana hari ini juga. Jadi kami tidak buru-buru mengejar jam terbang dan kembali ke bandara Incheon.”

“Oh.” Seulgi tak bisa apa-apa, selain bergumam saja.

“Sayang, maaf, aku membuatmu harus menunggu lebih lama lagi.” Wonwoo kembali menyesal.

“Tidak, kesehatan kalian terpenting.” hibur Seulgi, yang tanpa sadar memelintir tali tasnya, “Istirahatlah ―aku akan selalu menunggumu.”

“Seulgi?”

“Mm?”

Mianhada.

Mianeul hajima.” kata Seulgi. Lalu dia berucap lagi dengan nada yang lebih ceria, “Wonwoo, aku menyayangimu!”

Kedengarannya Wonwoo terkekeh, “Gom-ah~..”

“Serius! Aku menyayangimu!”

“Mengaku sajalah ―kau mau aku bilang apa?”

“Wonwoo~~..” dan Wonwoo kembali tertawa mendengar aegyo sori-nya.

“Baiklah, aku akan mengatakannya.” ucap Wonwoo akhirnya, “Kang Seulgi, aku juga menyayangimu.”

“Ah~...” Seulgi bersuara seperti tersipu.

Wonwoo hanya terkekeh, membayangkan bagaimana wajah manis Seulgi yang bersemu merah ditambah aegyo-nya yang lucu ―pasti sangat menggemaskan!

“Sudahlah, katanya kau kena jet lag? Istirahat sana!” Seulgi berusaha mengakhiri obrolan.

“Serius? Kau tidak ingin berbicara denganku lebih lama?” goda Wonwoo.

“Ah, Yeowoo-ya!”

Wonwoo terkekeh lagi. “Mm. Kau juga ―istirahatlah, jangan menungguku terus di sana. Duduk terlalu lama juga capek, kan?” tanpa Wonwoo ketahui, Seulgi mengerucutkan bibirnya ―kecewa tertahan, “Jaga pola makanmu, ya. Jangan terlalu paksakan bekerja, nanti kau kelelahan. Ingat, kau juga butuh istirahat.

Dan terlebih lagi, jangan nakal, ya, Gom-ah.”

Bibir yang mengerucut itu perlahan tertarik ke samping kanan dan kiri, membentuk kurva manis dan mengundang warna merah muda bersemu di kedua pipinya.

“Iya, Yeowoo-ya.” jawab Seulgi.

“Anak pintar.” nada bass yang Seulgi rindukan itu. “Pulang, ya.”

“Iya.”

Jal ga.”

“Mm. Kau juga, jal ja.”

***

[Seulgi POV]

Aku, sambil terduduk sendirian di salah satu kursi kesayanganku di bandara Incheon, termangu sambil memainkan body ponselku ―seakan-akan menunggu seseorang menghubunginya.

Setiap bulan, kira-kira di tanggal ke tujuhnya, aku selalu duduk di sini sejak matahari terbenam selama beberapa jam. Seperti sebuah ritual yang ku lakukan selama bertahun-tahun, aku menunggu Wonwoo pulang mengudara di sini.

Ya, menunggu Wonwoo pulang.



감사합니다^^

감사합니다^^
Jangan lupa untuk berkunjung lagi!!^