[FF] HE part 2

2:22 PM 0 Comments A+ a-


He


Author : RetnoNateRiver
Genre : Romance
Main Cast :     - SNSD Seo Hyun as Seo Joo Hyun
                   - SJ Kyu Hyun as Park Kyu Hyun
Other Cast :    - SJ Ki Bum as Kim Ki Bum
                   - SHINee Min Ho as Choi Min Ho
                   - etc...


*****

Joohyun tengah mengobrak-abrik lokernya. Ketika ia menutup lokernya, alangkah kagetnya ia mendapati 2 namja dan 1 yeoja di balik pintu lokernya.
“Jadi ini murid barunya?” ujar yôja tomboy dengan name tag ‘Æmbô’ itu. Nama asing, mungkin dibaca ‘Amber’.
“Ya, Minho-ya, asyiknya kita apakan dia ini?” tanya namja di samping Amber, ber-name tag ‘Kim Key Bum’.
Dan namja yang paling depan…, ya, itu si Choi Min Ho tadi. “Murid sepertimu hanya akan mengotori sekolah ini…!” ujarnya dingin pada Joohyun, “Langkahmu, sentuhanmu…, seluruhnya darimu…, hanya akan membuat sekolah kami ini kotor…!”.

“Hey! Lepaskan tanganku!!” pinta Joohyun.
“Kau takkan bisa lepas dari kami, sebelum kau menyerah dan angkat kaki dari sini!!” kata Minho.
Namun seorang namja datang dari belakang Joohyun, dan dengan cepat namja itu merebut tangan Joohyun dari genggaman Minho.
“Ya!!” gerutu Minho pada namja itu, mendapati tangan Joohyun tak lagi digenggamnya.

“Ini Lee Jong Hyun (menunjuk samping kanannya) dan ini Lee Tae Min (menunjuk samping kirinya)…” ia memperkenalkan 2 namja di belakangnya itu, “Dan aku…, adalah ketua dari kelompok ini…, Park Kyu Hyun iyeyo…” ia memperkenalkan dirinya.

“Kau tak mengerti?” ujar Jonghyun, “Kau bahkan tak tau kami? Kami itu sama dengan kelompok Minho!”
“Mwo?!”
“Jadi, sekarang sama saja, kan? Kau masuk ke kandang singa juga!” tambah Taemin.

Sementara namja tadi mulai mendekat ke jendela. Ia memerhatikan Joohyun –yang tengah mengerjakan soal itu– sekali lagi. “Yeppeuda…” batinnya.

“Tiiin...!” sebuah mobil melaju, dengan segera namja itu menarik Joohyun ke dalam dekapannya, terselamatkan dari kecelakaan yang hampir saja terjadi.

“Ani... (Tidak...)” kata Kibum, “Cuma ingin mengobrol, kok...” lanjutnya.”Oya, kapan hasil ujian kalian akan diumumkan?” tanyanya.
“Naeil... (Besok...)” kata Joohyun, “Besok..., Shin Sonsaengnim akan mengumumkannya akan mengumumkannya di mading utama...”.

*****
Ass.kum, yeoreobun...!
Kyaaaa~~, Nate kembali dengan FF ‘HE’ part II...
Terimakasih buat chingu yang sudah memberikan komentar di akun Facebook Nate!^ Oya, sekali lagi, yang komen di bawah ini dan sudah berteman dengan Nate di Facebook, bakal Nate tag-in post FF SeoKyu di akun Facebook Nate lewat status Nate!^
Jadi, mari dibaca dan tinggalkan saran dan kritik kamu di kolom komentar di bawah ini!^

Jangan lewatkan :

좋습니다!Jotseumnida! (Baiklah!)
Happy reading, yeoreobun...!

Author

RetnoNateRiver


*****
Kabar bahwa putra pemilik Haneul School ‘menantang’ (?) seorang murid baru tentu dengan cepat tersebar luas di Haneul School, terutama di Haneul High School.
Joohyun memasuki wilayah sekolah seperti biasanya. Ia melangkahkan kakinya menuju mading utama Haneul High School. Rupanya, di sana sudah banyak  murid-murid berkerumunan menyimak pengumuman baru di mading itu.
Joohyun mencoba menerobos kerumunan itu, “Shillye hamnida... (Permisi...)” ujarnya, menyela diri dalam kerumunan.
Akhirnya, Joohyun bisa berada di depan mading itu. Ia menyimak dengan baik pengumuman dari Shindong, yang merupakan pengumuman hasil ujiannya —melawan Kyuhyun—

Pengumuman Hasil Ujian
Seo Joo Hyun        :       9,7
Park Kyu Hyun     :       9,8
Guru Pembimbing

Shin Dong Hee

Mwo...?! (Apa...?!) batin Joohyun, terkejut, “Hanya beda..., 0,1saja...?”.
“Otteoke, (Bagaimana,) Seo Joo Hyun...?” Joohyun mendengar suara yang paling menyebalkan di dunia ini baginya.
Sontak mendengar suara itu, murid-murid yang ada di depan mading itu meninggalkan lokasi dan tertinggalah Joohyun di situ.
Joohyun berbalik. Ia mendapati Kyuhyun —pemilik suara tadi— yang duduk di atas pagar tanaman —yang fungsinya juga untuk duduk-duduk— bersama Taemin dan Jonghyun yang berada di samping kiri dan kanannya.
“Rupanya kau hebat juga, ya...?” ujar Kyuhyun, bangkit dan menghampiri Joohyun, “Tapi sayang..., kali ini kau tidak beruntung...”.
Namja ini...?!” batin Joohyun kesal.
“Chukhahae..., (Selamat, ya...,) kau menjadi budak kami...” ujar Kyuhyun, “Hm..., apa, ya, tugas pertamamu...?” pikirnya.
“Belikan kami makanan di kantin...!” seru Jonghyun.
“Ah! Geurae! (Benar!)” Taemin sependapat.
“Mwo?!” Joohyun kelihatan tidak terima.
“Hm..., tugas yang bagus...” ujar Kyuhyun, “Baiklah, belikan kami Jajangmyun di kantin segera...” suruhnya.
“Mwo?!” Joohyun kembali tak terima.
Kyuhyun tersenyum (evil), “Tenang, Seo Joo Hyun..., kami yang bayar, tapi 15%nya kau yang bayar...”.
“Jadi, hitunglah sendiri berapa harga yang harus kau bayar, ya...!” ledek Taemin, yang kemudian terkekeh bersama Jonghyun dan ber-Hi-5 dengannya.
“Kau punya waktu 10 menit untuk sampai di hadapan kami...” tambah Kyuhyun, “Terlambat sedikit pun, kau akan mendapatkan hukuman...”.
“Hukumannya adalah membayar makanan kami seluruhnya...!” sahut Jonghyun, mengajukan hukuman yang sudah direncanakan sebelumnya.
“Ya! Ige mwoya?! (Hei! Apa-apaan ini?!)” Joohyun jengkel.
“Ingat, hanya 10 menit dari sekarang...” ujar Kyuhyun sambil tersenyum evil khasnya, membuat Joohyun hanya mendengus.
“Temui kami di balkon atas sekolah, ya...!” tambah Jonghyun.
***
Sepuluh menit kemudian...
Ketiga namja yang bagi Joohyun tidak kenal belas kasihan ini menyantap makanan yang mereka pesan. Ketiganya makan di meja yang ada di balkon ini.
Sementara Joohyun hanya memandangi mereka jengkel. Bukannya ia tidak mendapat ganti bayaran 85%nya, tapi sebelum Kyuhyun menyuruhnya pergi ia tak boleh ke mana-mana.
“Kau boleh juga, ya...?” ujar Kyuhyun dengan mulut penuh Jangmyun, yang bagi Joohyun tampangnya sudah seperti anak TK. “Kau lari matathon, ya...?”.
“Apanya yang lari marathon?” ujar Joohyun jengkel.
“Habis, kau bisa sampai di sini dalam waktu kurang dari 10 menit...” kata Jonghyun yang tampangnya tidak seburuk Kyuhyun meski keduanya memang tengah makan-makan.
“Aish...!” gerutu Taemin, menjauhkan piring Jajangmyun-nya, “Ini bukan makan namanya!”.
“Waeyo, (Ada apa,) Taemin-ah...?” tanya Jonghyun memastikan.
“Kenapa tidak ada nasinya?!” komplain Taemin pada Joohyun.
Joohyun makin jengkel, “Ya! Namja cantik!” ujarnya, “Kau tadi tidak bilang padaku kalau aku juga harus membelikan nasi untukmu!!”.
“Mwo?! Apa kau bilang?! Namja..., cantik...?!” Taemin ikut kesal, “Ya!! Kau siapa?! Dan apa hakmu memanggilku dengan panggilan yang tidak ku suka itu, ha?!” ujarnya, “Sebagai hukumannya, belikan aku nasi dan bayar seluruhnya!!”.
“Mwo?! Shirhô!! (Apa?! Takkan!!)” ujar Joohyun.
“Ya, Joohyun-ah...” kata Kyuhyun, “Turuti, atau kau..., akan menyesal...” ia menatap Joohyun dingin.
Joohyun hanya memandanginya dengan tatapan heran, tak terima, jengkel, dan semuanya menjadi satu.
***
Jam pulang...
Joohyun tengah meletakan buku-bukunya di lokernya.
“Kau penggemar kodok, rupanya...?”.
Suara namja yang benar-benar dikenali Joohyun itu membuat yeoja ini terperangah, lalu berbalik untuk melihat si sumber suara yang benar-benar seorang Park Kyu Hyun.
Rupanya, Kyuhyun, Jonghyun, dan Taemin kedapatan melihat isi loker Joohyun yang ditempeli stiker kodok hijau yang biasa dipanggil Keroro atau Keropi itu.
“Apa yang kalian lakukan?!” seru Joohyun
Kyuhyun mendekati Joohyun, “Sejak kapan kau menggemari kodok hijau ini, huh...?” ujarnya sinis.
Joohyun tak terima, “Ia bukan hanya seekor kodok! Tapi...,”.
“Oya, Kodok Jelek (Joohyun), bukankah waktu itu lokermu berantakan...?” tebak Kyuhyun.
Ish, dasar Namja Evil!!” batin Joohyun kesal.
***
“Park Kyu Hyun!!” Sungmin menyeruak ke dalam kamar Kyuhyun.
Namun, tak ada respon yang berarti dari nam dongsæng-nya (adik laki-lakinya) itu. Kyuhyun masih saja terfokus pada layar monitornya, asyik dengan game-nya.
Sungmin lalu menghampiri Kyuhyun, “Apa yang kau perbuat di sekolah?!” omelnya.
“Huh...?” ujar Kyuhyun, masih tidak memberi respon serius pada Sungmin.
Hal ini hanya membuat Sungmin mendengus, “Kau jadikan siswi baru sebagai budakmu dan kelompokmu?!”.
“Geurigo...? (Terus...?)” ujar Kyuhyun yang masih serius dengan game-nya. Matanya terfokus pada satu titik dengan mulut yang agak terbuka saking seriusnya.
Sungmin hanya menghela nafas, sudah mengerti akan sifat jelek adiknya ini. “Itu akan mencemarkan nama baikmu! Nama baik sekolah! Terlebih lagi, itu perbuatan yang tidak baik!!”.
“Habis, ia kalah tanding denganku, sih...”.
“Park Kyu Hyun!!!”.
Sungmin kemudian mendorong Kyuhyun, menyebabkan namja ini menjauh dari meja komputernya dan menghadap Sungmin —kursinya beroda—.
“Hyông-ah, mwoya?!! (Kak, apa-apaan, sih?!!)” akhirnya Kyuhyun memberi respon yang berarti.
“Kau keterlaluan!!!” omel Sungmin.
“Hyông!!” Kyuhyun bangkit, “Ini urusanku!! Kau tak usah ikut campur!!” ujarnya.
Ia kemudian beranjak keluar kamar dan dengan sengaja menabrak bahu Sungmin. Ia tak memperdulikan game-nya maupun abangnya itu.
Sungmin berbalik badan, mengarah ke Kyuhyun yang sudah memunggunginya, “Ingat!! Kau harus ingat bahwa penyesalan datang belakangan!! Dan yang terpenting, hukum karma masih berlaku, Park Kyu Hyun!!” ujarnya, namun Kyuhyun tiada peduli.
***
Joohyun memasuki ruang rawat itu.
“Kau sudah pulang rupanya...?” sambut yôja yang terbaring di atas ranjang ruang rawat itu.
Joohyun duduk di kursi yang berada di dekat ranjang, “Ah, Yoona Ônni...” ujarnya, “Ônni tidak apa, kan...?” tanyanya.
Yôja itu, Im Yoon Ah, tersenyum, “Tak usah khawatir...” katanya.
Joohyun ikut tersenyum, “Senang mendengarnya...” katanya.
“Oya, Joohyun-ah, bagaimana hari-harimu di sekolah? Menyenangkan?” tanya Yoona.
Mendengar pertanyaan itu, senyum Joohyun perlahan redup. Tidak, harinya sama sekali tidak menyenangkan. Namun berkata jujur hanya akan membuat Yoona khawatir akan dirinya. “Tentu! Menyenangkan, Ônni!” Joohyun kemabli tersenyum, tapi palsu dan Yoona mempercayainya.
Yoona memang bukan kakak kandung Joohyun, mereka tinggal satu panti. Karena kecelakaan dua minggu kemarin yang menimpa Yoona, membuat Yoona koma beberapa hari dan baru tersadar 3 hari kemudian. Akibat kecelakaan ini, Yoona mendapat luka yang parah.
*HE*
“Beri aku nomor ponselmu!” todong Kyuhyun pagi-pagi ini pada Joohyun yang baru duduk di kelas, dengan 3 namja yang berdiri mengelilinginya.
“Mwo?” Joohyun heran.
“Wae? (Kenapa?) Kau tak mau memberikannya?” ceplos Kyuhyun begitu saja.
“Ani, bukan itu masalahnya... Hanya saja...,” Joohyun ragu, “..., aku tidak punya ponsel...” lanjutnya polos.
Kata-kata itu membuat Jonghyun dan Taemin tertawa, sementara Kyuhyun hanya terkekeh dengar smirk yang menghiasi senyumnya.
“Sudah ku duga...” ujar Kyuhyun.
Lalu dengan tak sopannya, Kyuhyun melesatkan ponsel ber-casing merah muda pudar itu  ke atas meja Joohyun. Ya, tentu saja itu ponsel baru. Joohyun hanya memandangi ponsel yang bertuliskan ‘LG’ di bawah layarnya itu.
“Ini buatmu, dan aku sudah menyimpan nomor kami di SIM-ya... Aku juga sudah menyimpan nomornya di ponselku, begitu juga dengan Jonghyun dan Taemin...” ujar Kyuhyun, “Geuræsô, (Jadi,) kami bisa memanggilmu di mana saja untuk melakukan tugas yang kami minta...”.
“Hei, Nona Kodok! Jangan norak, ya, dengan gadget itu~~...!” sindir Taemin.
Joohyun pun cuma menggerutu dalam hati.
***
“Apapun yang terjadi, aku takkan angkat kaki dari sekolah ini!” ujar Joohyun mantap, ketika ia dan Kibum berada di balkon dan bersandar pada pagarnya.
Kibum memandang Joohyun seraya tersenyum, “Geuræ..., kau tidak boleh menyerah...” katanya, “Fighting, Joohyun-ah...”.
Joohyun tersenyum, “Oppa, gomawo... (Makasih, Kak...)”.
Masih memandang Joohyun, Kibum mencoba untuk mengutarakan sesuatu, “Um..., sashil..., (sebenarnya...,)”.
Joohyun menatapnya, menunggu kelanjutan kata-katanya.
“..., sashil..., nan neoreul..., joh..., (..., sebenarnya..., aku..., meny...,)”.
*****
To be Countinued
*****
Kyaaa~~...
Kayanya, part ini terlalu cepat untuk TBC, ya~~...?
Tapi apa boleh buat... Potongan kata-katanya Kibum ini pas banget buat dijadikan ending~~... ~_~ ^^iyadah, terserah kau, thor...!^ Biar bikin penasaran gitu, Kibum mau bilang apa ke Joohyun...
Gomapseumnida, for read, yeoreobun...! Tinggalkan kritik dan saran kamu di kolom komentar di bawah ini ya! Nate tunggu!^

Author : RetnoNateRiver

감사합니다^^

감사합니다^^
Jangan lupa untuk berkunjung lagi!!^