[FF] HE part 3

8:31 PM 0 Comments A+ a-

He


Author : RetnoNateRiver
Genre : Romance
Main Cast :     - SNSD Seo Hyun as Seo Joo Hyun
                   - SJ Kyu Hyun as Park Kyu Hyun
Other Cast :    - SJ Ki Bum as Kim Ki Bum
                   - SHINee Min Ho as Choi Min Ho
                   - etc...


*****
“Apapun yang terjadi, aku takkan angkat kaki dari sekolah ini!” ujar Joohyun mantap, ketika ia dan Kibum berada di balkon dan bersandar pada pagarnya.
Kibum memandang Joohyun seraya tersenyum, “Geurae..., kau tidak boleh menyerah...” katanya, “Fighting, Joohyun-ah...”.
Joohyun tersenyum, “Gomawo, Oppa...”.
Masih memandang Joohyun, Kibum mencoba untuk mengutarakan sesuatu, “Um..., sashil...,”.
Joohyun menatapnya, menunggu kelanjutan kata-katanya.
“..., sashil..., nan nôreul..., joh...,”.
*****
Assalammuallaikum, wr. wb.
Annyeong, yeoreobun...!
Nate datang menbawa kelanjutan He part II...! Masih ingat jalan ceritanya, tho...? Kalau lupa, Reader-deul bisa buka lagi part sebelumnya... OK?!^

OK...,
Happy Reading...!

Author

RetnoNateRiver
*****
Masih memandang Joohyun, Kibum mencoba untuk mengutarakan sesuatu, “Um..., sashil...,”.
Joohyun menatapnya, menunggu kelanjutan kata-katanya.
“..., sashil..., nan neoreul..., joh...,”.



“Seo Joo Hyun!!” panggil seorang siswi dari ambang pintu balkon.
Merasa terpanggil, Joohyun menoleh ke arah siswi itu, yang tidak dikenalnya. Penasaran, Kibum juga ikut menoleh ke arah sisiwi itu. Niatnya untuk berbicara pada Joohyun hancur.
“Kim Ye Sung Sônsængnim memanggilmu...” lanjut yeoja itu.
Joohyun mengenali nama itu —eskul vokal—, “Um..., baiklah, tunggu sebentar...” ujarnya pada yeoja itu, “Oppa, aku pergi dulu...” pamitnya pada Kibum.
***
Joohyun dan siswi itu berjalan di koridor menuju ruangan yang siswi itu maksud.
“Oya, sampai lupa...” ujar yeoja itu, “Jôneun Choi Sul Li imnida...! (Aku adalah Choi Sul Li...!) Ban-gawoyo...! (Senang berkenalan denganmu...!)” lanjtunya.
“Ah, Seo Joo Hyun imnida...” ujar Joohyun ramah.
Sulli hanya tersenyum, “Aku tau, kok, dari Taemin...” katanya.
“Taemin?” ujar Joohyun, mengingat ia dan Sulli baru kali ini bertemu alias bukan teman sekelas.
“Geuræ... Bukankah ia bersama Jonghyun Sônbænim dan Kyuhyun Sônbænim sering mem-bully-mu...?” kata Sulli, “Untunglah Taemin tidak ikut eskul vokal sepertimu, kalau ikut bisa berbahaya buatmu...”.
“Kau sahabatnya Taemin?” tanya Joohyun.
Sulli tersipu, “Lebih dari itu...” ujarnya, “Ia namjachingu-ku yang sebenarnya kekanakan dan polos...”.
Polos?” batin Joohyun heran, ia rasa tidak ada kata ‘polos’ di definisi seorang Lee Tae Min dalam kamusnya.
Keduanya kemudian sampai di depan pintu ruang guru. Sulli membukakan pintu dan membiarkan Joohyun memasuki ruangan duluan, baru dirinya sendiri.
Mereka lantas berhadapan dengan ruang santai yang memiliki beberapa sofa dan sebuah meja —biasa digunakan bila ada orang tua/wali murid yang berkunjung ke sekolah karena suatu hal—.
Di sofa paling panjang, duduklah Geunyoung bersama dengan seorang guru pria berkacamata, keduanya kelihatan sedang membicarakan hal yang sangat serius dan pribadi.
Sementara itu, mata Joohyun beralih ke beberapa siswa di depan 2 guru ini, ada sekitar tujuh siswa dan yang paling mengejutkan adalah adanya satu siswa yang selalu membuat hari-hari Joohyun di sekolah seburuk di neraka. Ya, itu Kyuhyun.
“Nô...?! (Kau...?!)” Joohyun dan Kyuhyun saling menunjuk begitu menyadari keberadaan orang yang sangat bertentangan dalam hidup mereka masing-masing. Hal ini membuat keduanya disorot Sulli, enam siswa lainnya, juga kedua guru ini.
“Ehhem...” suara bariton guru pria itu mencairkan suasana yang membeku secara mendadak ini. Ia kemudian menyuruh Geunyoung untuk meninggalkannya. “Kau (menunjuk Joohyun), kau bisa bergabung dengan yang lainnya...” katanya, dan tanpa basa-basi Joohyun segera berdiri bersama tujuh siswa lainnya.
Guru pria itu lantas bangkit begitu Geunyoung meninggalkannya. Ia menorehkan tinta hitam pada whiteboard yang berada di belakang sofa yang tadi ia duduki. Tertulis,

Kim Ye Sung
Guru pengajar bidang vokal dan seni musik di Haneul School

“Selain membimbing dalam kegiatan ekstrakulikuler, aku juga mengajarkan Seni Musik di Haneul High School dan Haneul University...” lanjut guru pria itu, Kim Ye Sung. “Oya, aku hampir lupa... Tiga siswa di kiriku (termasuk Kyuhyun) adalah senior kalian. Dan kita punya satu siswa yang memiliki talenta yang luar biasa dalam kegiatan ekstrakulikuler ini...”.
Joohyun melirik ke kanannya, mencari siswa yang dimaksud Yesung.
“Yakni..., Park Kyu Hyun...” lanjut Yesung.
Joohyun terkejut, memalingkan wajahnya, “Mwo?!” batinnya. Joohyun kemudian melirik ke arah Kyuhyun yang hanya tersenyum puas mengetahui bahwa Joohyun sudah mengenal kalau ialah kebanggaan eskul ini.
*HE*
Minho, Key, dan Amber menghalangi langkah Joohyun untuk memasuki kelasnya.
“Wæ?” tanya Joohyun.
“Sebelum sempat Kyuhyun Sônbænim sampai di sekolah, kami ingin meminjammu...!” kata Minho.
“Mwo?” ujar Joohyun.
“Pergi ke mejaku sekarang!” suruh Minho, menunjuk ke arah mejanya.
Joohyun hanya memandang ke arah yang Minho tunjuk. “Tunggu apa lagi? Ppalliyo!! (Cepat!!)” Key menarik Joohyun masuk ke kelas dan menghadapkannya pada meja Minho yang berdebu dan penuh coretan.
“Kenapa dengan meja ini? Apa yang harus aku lakukan?” tanya Joohyun.
“Bersihkan mejanya!! Kau lihat, kan? Kotor dan sangat tidak enak dipandang!” ujar Key.
“Tapi...,”.
***
Kali ini bukan lagi ‘hanya’ membersihkan mejanya Minho, tapi Joohyun malah disuruh membersihkan seisi ruang kelas sendirian.
“Fuh...” Joohyun menyeka keringatnya dengan punggung tangannya, kemudian melanjutkan pekerjaannya : mengelap jendela.
“Kau manis juga, ya?” ujar Minho yang sedari tadi memperhatikan kerja Joohyun dari samping.
Joohyun mendengus, “Aku tak butuh kata-kata itu...!” katanya sambil menunjuk ke arah Minho dengan lap ditangannya.
“Ya, apa yang kau lakukan?!” tegur Amber pada Joohyun, “Cepat kembali ke pekerjaanmu!” lanjutnya.
Joohyun tak merespon apa-apa. Ia kemudian kembali ke pekerjaannya. Dalam waktu semenit, pekerjaannya kini sudah selesai. “Nah, sudah puas, kan?” ujarnya pada dua orang ini, “Aku sudah menuruti kata-kata kalian...!”.
“Joha... (Bagus...) Kembali ke tempatmu...!” suruh Minho.
Joohyun berbalik, bermaksud menghadap ke tempat duduknya. Namun ia tak mendapati meja dan kursinya yang selalu ada di samping meja dan kursinya Minho itu.
“Kalian ke manakan kursi dan mejaku?!” protes Joohyun.
“Sudah ku bilang, kan?” ujar Minho dingin,”Kembali ke tempatmu!!”.
Key —yang duduk di atas meja di depan meja Minho— cuma tertawa kecil, “Huh, cari meja dan kursimu sana!!” ujarnya ketus.
Joohyun kesal. Ia melempar lap di tangannya pada Key, lalu berlari keluar kelas untuk mencari meja dan kursinya.
Joohyun menyusuri tiap-tiap lantai di Haneul High School ini, dari lantai dasar sampai lantai tiga. Tapi sekolah ini memiliki lima lantai.
Masih di lantai tiga, Joohyun menyusuri koridor yang terbuka dan berhadapan langsung dengan luar itu. Rasanya, ia ingin berteriak dan membunuh ketiga orang yang baginya sama menyebalkannya dengan Kyuhyun itu. Ya, walaupun bagi Joohyun, Kyuhyun tetaplah manusia —atau yang lebih sering disebutnya evil— yang menyebalkannya tiada duanya di dunia dan di akhirat (?). ^^duh, bahasanya lagu dangdut bangad, dah~~~ ( —_—) ?^
Pandangan Joohyun beralih pada benda di dekat tiang sana, meja dan kursinya! Dengan girangnya, Joohyun menghampiri dua benda yang sangat dicarinya itu. Joohyun baru saja akan menarik meja dan kursinya untuk kembali ke kelasnya yang ada di lantai empat, namun meja dan kursinya tidak berpindah meski ditariknya kuat-kuat.
Selidik diselidik, rupanya kaki meja dan kaki kursinya itu terikat rantai yang juga diikatkan pada tiang di sampingnya.
Emosi Joohyun meluap, “Gggrrrr!!!! Choi Min Ho, Kim Key Bum, Amber!!! Jugeul kôya!!! (Kalian semua akan mati!!!)” ujarnya.
Namun kemudian terdengar suara murid-murid menertawakannya dari lantai empat yang tepat ada di atasnya. Joohyun menoleh ke arah mereka. Rupanya, mereka semua adalah teman-teman sekelasnya yang diketuai oleh kelompok Minho.
Terlihat Key dan Amber saling ber-Hi-5 sambil tertawa geli, sementara Minho tertawa dingin sembari memandangi Joohyun.
Rasanya, Joohyun ingin menangis dan membunuh mereka semua. “YA!!!” teriaknya pada mereka semua yang tak memperdulikan suaranya itu dan masih saja menertawakannya. “YA!!! KALIAN SEMUA MENYEBALKAN!!” lanjutnya, namun lagi-lagi mereka tetap tak peduli dan masih menertawakannya.
“Apa kalian tidak dengar?!!” terdengar suara lantang yang berat dari belakang Joohyun, suara Kibum.
Seruannya berhasil membuat murid-murid itu dan kelompok Minho terdiam memandanginya. Sementara Joohyun —yang hampir menangis— menoleh padanya.
“Kibum Oppa...?” ujar Joohyun.
“Apa kalian tidak punya perasaan?!! Joohyun teman kalian!!!” omel Kibum pada mereka, “Tapi apa yang kalian lakukan?!!”.
“Ya! Kibum Sônbænim!!” ujar Key, “Ini tak ada sangkut pautnya denganmu~~...!”.
“Ôh..., atau jangan-jangan..., kau menyukai yôja miskin itu, ya~~...?” tebak Amber, membuat dirinya ditatap tajam oleh Minho.
Kata-kata itu membuat Kibum bingung untuk melakukan apa, “Ya! Kalian...,”.
“Eih, sudahlah, Sônbænim~~...!” potong Key.
Kemudian Kibum memandang Joohyun yang tengah tertunduk, bingung harus melakukan apa agar mereka berhenti berkata macam-macam seperti ini.
Lantas, Kibum menggenggam tangan Joohyun, membuat yôja ini terkesiap. “Ini tak bisa dibiarkan, Joohyun-ah...” katanya, “Cepat ikuti aku...!”. Ia kemudian menarik Joohyun pergi dari situ dengan sorak-sorakan murid-murid itu. Tapi ia tak peduli, ia pun juga tak peduli dengan Joohyun yang memanggil-manggilnya.
Namun, baru tiga langkah, Kibum terhalang oleh Kyuhyun yang baru saja datang. Keduanya saling berpandangan. Apalagi Kyuhyun menatap Kibum dengan tatapan yang mematikan. Sementara Joohyun hanya terdiam memandangi dua orang ini. Dan sorak-sorakkan itu lenyap.
Kyuhyun melirik ke arah Joohyun, kemudian kembali menatap tajam Kibum, “Apa yang kau lakukan pada Joohyun, huh?!” tanyanya dingin pada Kibum.
Joohyun mencoba meluruskan keadaan, “Ya! Dia ini...,”.
“Aku minta, kau jawab aku!!” protes Kyuhyun pada Kibum, membuat Joohyun terpaksa membungkam mulutnya dalam-dalam.
Kibum masih memandangi Kyuhyun, “Kau..., kelompokmu..., kelompok Minho..., dan mereka...,” katanya, “kalian semua sama saja...”.
Kemudian, Kibum melanjutkan langkahnya yang tertunda masih dengan Joohyun dalam genggamannya. Ia berlalu melewati Kyuhyun yang masih terpaku di tempatnya.
“Sônbænim! Lepaskan tangannya!” perintah Kyuhyun pada Kibum.
Kibum tak memperdulikanya.
“Lepaskan dia, Kibum-ah!!!” bentak Kyuhyun.
Kali ini, langkah Kibum terhenti. Joohyun kemudian melepaskan tangannya dari genggaman Kibum.
“Lepaskan saja aku, Oppa...” kata Joohyun pada Kibum, membuat Kibum memandangnya.
Lagi-lagi terdengar suara sorak-sorakkan dari murid-murid itu, kecuali kelompok Minho. Apalagi melihat ini semua, membuat Minho marah.
Joohyun berjalan ke arah Kyuhyun dengan berat hati.
Kyuhyun kemudian berbalik ke arah Joohyun. Ia menatapnya dalam, “Nôn paboya...” ujarnya dingin pada Joohyun.
Entah kenapa, baru kali ini Joohyun merasa takut pada Kyuhyun yang seakan ingin membunuhnya itu.
Tanpa basa-basi, Kyuhyun menggenggam tangan Joohyun dan membawanya pergi dari situ, bersama dengan sorak-sorakan yang mengiringi mereka. Sementara Kibum hanya bisa memandangi mereka.
Melihat ini, Minho marah. Ia meremas tangannya. Kemudian ia pergi meninggalkan murid-murid itu dan Key serta Amber. Melihat ketua mereka pergi dengan ekspresi seperti itu, Key dan Amber saling berpandangan. Dan lantas mengikuti ke mana Minho pergi.
***
“Môgô... (Makanlah...)” suruh Kyuhyun pada Joohyun sembari menyodorkan semangkuk sup di atas meja pada yôja itu. Ia mencoba menghindari tatapan Joohyun.
Joohyun memandang sup itu, kemudian ia beralih pada Kyuhyun yang ogah menatapnya tersebut. “Na? (Aku?)” ia menunjuk dirinya sendiri.
Kyuhyun menghindari tatapan polos itu, “Geu, geuræ...” katanya, “Môgô...”.
Joohyun tersenyum tipis, ia beralih ke supnya. “Gomawo...” katanya.
Kyuhyun meliriknya, “Ôh?” ujarnya.
“Gomawo~~...” Joohyun menatapnya, “Aku bilang ‘gomawo’ karena kau telah membelikanku sup ini...” ujarnya, yang lalu mengambil sendok dan mulai menyantapnya.
Kyuhyun terkesiap, ia baru sadar kalau ia baru saja membelikan budaknya semangkuk sup dan ia tak tau mengapa ia melakukannya. Ia melirik Joohyun yang masih menikmati sup pemberiannya itu.
Kenapa..., aku bisa tergerak untuk membelikannya sup...?” batin Kyuhyun, memandangi Joohyun, “Yeppôyo..... Aish!! Ya, Park Kyu Hyun!! Apa yang kau pikirkan, sih?!! Ia, kan, miskin dan terlebih lagi ia adalah budakmu!! Tapi..., kalau dilihat-lihat...,”.
“Ah!” pekik Joohyun pelan ketika tak sengaja kentang di sendoknya jatuh tercebur kembali ke supnya dan memercikan kuahnya pada wajah Joohyun, terlihat sangat manis seperti anak kecil.
Mata Kyuhyun membulat, menyadari satu rahasia paling tersembunyi yang ada pada diri seorang Seo Joo Hyun yang benar-benar tak diketahuinya : kepolosannya yang membuat yôja ini terlihat sangat manis dan cantik.
Joohyun mengambil tisu dan mengelap wajahnya. “Omo, Seo Joo Hyun, cara makanmu berantakan!” tegurnya pada dirinya sendiri.
Kyuhyun menggelengkan kepala kecil, “Andwæ! Tidak boleh, Kyuhyun pabo!” batinnya.
***
Joohyun mengunci lokernya. Kemudian ia berjalan menjauh dari lokernya untuk pulang. Tak lama terasa ponselnya yang ada di dalam saku bajunya berdering.
Joohyun segera mengambilnya dan mengangkat panggilan yang rupanya dari rumah sakit tempat Yoona dirawat itu.
“Yôboseyo.....? (Halo......?) Ne..... Ah?! Yoona Ônni?!!” pekiknya, “Ôh, ôh...! Tunggu saya... Saya akan ke sana secepatnya...! Mohon bantuannya.....!Ne..... Ne, gomapseumnida...!” Joohyun mengakhiri panggilannya.
Ia tak lagi berjalan biasa, ia segera berlari ke gerbang sekolahnya untuk segera menemui Yoona yang dalam keadaan kritis di rumah sakit itu.
Namun, lagi-lagi ponsel di tangannya berdering.

Panggilan Masuk
Namja Evil

“Aish, orang ini...?!” gerutu Joohyun mengetahui Kyuhyun lah yang menelponnya. Ia kemudian mengangkat panggilan itu.
“Ya, belikan aku cappucino! Ppalli!” suruh Kyuhyun sebelum sempat Joohyun mengatakan halo.
“Aku tidak bisa sekarang, Paboya!!” kata Joohyun, “Ônni-ku...”.
“Ppali!!” gertak Kyuhyun.
“Ah, shirhô!!!” ujar Joohyun.
“Ppali, belikan aku cappucino!!” tiba-tiba saja suara namja itu terasa di dekat Joohyun.
Kemudian Joohyun berbalik dan mendapati Kyuhyun sudah ada di belakangnya dengan ponselnya di telinga—yang rupanya merk dan tipenya sama dengan punya Joohyun—.
“Kau dengar, kan? Belikan aku cappucino!!” gertak Kyuhyun sekali lagi.
“Hajiman, (Tapi,) Ônni-ku membutuhkan aku!!” ujar Joohyun.
Kyuhyun menghampirinya, “Aku tak mau tau!! Ppalli!!” katanya.
“Ha, hajiman...,”.
Kyuhyun memutarkan badan Joohyun agar Joohyun segera melaju untuk membelikannya segelas cappucino.
“Ya! Tapi Ônni-ku...,”.
“Ppalli!” potong Kyuhyun segera.
***
Kyuhyun menunggu Joohyun tepat di depan gerbang sekolah, lebih tepatnya ia menunggu cappucino-nya.
Tak lama, Kyuhyun melihat Joohyun sudah berada di seberang jalan sana, bersiap menyeberangi jalan dengan segelas cappucino di tangannya, tapi Joohyun terlihat marah dan Kyuhyun? Ia tak peduli dengan ekspresi itu.
Belum sempat Joohyun menyeberang, ia kembali mendapat panggilan masuk dan segera mengangkatnya. Kyuhyun tak tau itu dari siapa, yang penting ekspresi Joohyun berubah kaget dicampur cemas ketika mendengar kata-kata dari orang yang menelponnya itu.
Joohyun mengakhiri panggilan. Ia menatap dalam Kyuhyun dan menggeleng padanya, menandakan ia tak bisa menghampirinya sekarang.
Kyuhyun terkesiap, “Ya! Ôdi ga?! (Hei! Mau ke mana kau?!)” teriak Kyuhyun pada Joohyun.
Tapi Joohyun menggeleng dan wajahnya terlihat cemas. Ia kemudian berlari dari situ ke halte bis, dengan cappucino itu di tangannya.
Kyuhyun kembali terkesiap, “Ya!! Mau kau ke manakan cappucino-ku?!!” teriaknya, tapi Joohyun tetap saja berlari.
Tak mau membiarkannya, Kyuhyun segera beranjak ke mobil terbukanya untuk mengejar Joohyun.
Ketika Kyuhyun berusaha menyalakan mesin mobilnya, Joohyun sudah menaiki bis dan berlalu. “Ya! Jamkkanman!! (Hei! Tunggu!!) Cappucino-ku!!” seru Kyuhyun, meski memang Joohyun takkan bisa mendengarnya.
Setelah mesin mobilnya menyala, Kyuhyun segera melajukan mobilnya untuk mengejar bis yang Joohyun tumpangi.
Di jalan, Kyuhyun berusaha menyenyajarkan posisi mobilnya dengan bis yang berhasil dikejarnya itu, ia sejajarkan di samping kanan bis tepat di mana Joohyun duduk.
“Seo Joo Hyun!!!” seru Kyuhyun, tapi Joohyun pura-pura tak mendengarnya, “Ya, Kodok Jelek!!”.
Bis itu kemudian berhenti di depan sebuah gedung rumah sakit. Joohyun segera turun di halte terdekat dan lantas berlari memasuki gedung tersebut.
Kyuhyun memarkir asal mobilnya, tidak peduli kalau petugas ketertiban akan mengerek mobilnya yang diparkir di sembarang tempat. Ia kemudian mengejar Joohyun.
“Ya, Seo Joo Hyun!!” Kyuhyun berhasil menarik tangan Joohyun ketika keduanya berada di depan sebuah lift di dalam gedung itu.
Joohyun mencoba melepaskan genggaman itu. “Lepaskan aku!!” ujarnya.
“Berikan cappucino-ku!!” gertak Kyuhyun.
“Ige!!! (Ini!!!)” Joohyun menyerahkan gelas cappucino itu dalam genggaman Kyuhyun dan berhasil melepaskan tangannya dari genggaman namja itu. “Kau puas, kan?! Galkke...! (Aku pergi...!)”ujarnya, kemudian beranjak dari situ tergesa-gesa.
“Ei, jamkkanmanyo...! (tunggu sebentar...!)” Kyuhyun kembali menarik tangan Joohyun.
“Ya!! Mwoya?!! (Hei! Apa-apaan, sih?!!)” omel Joohyun.
“Kau tak boleh pergi sebelum ku perintah, tau!!” ujar Kyuhyun.
Joohyun hampir menangis. “Ya! Dengar, ya, Namja Evil!!” katanya, “Aku punya kakak perempuan yang tengah kritis dan memerlukan kehadiranku secepatnya!! Araji?! (Mengerti, kan?!) Secepatnya!!!”. Ia lantas menggoyahkan tangannya, dan berhasil terlepas dari genggaman tangan Kyuhyun. Ia kemudian kembali berjalan tergesa-gesa menuju lift yang segera terbuka ketika ia menekan tombolnya.
“Ya, Seo Joo Hyun!!” seru Kyuhyun ketika Joohyun memasuki lift. Tak mau kehilangannya, Kyuhyun ikut memasuki lift yang hanya terisi oleh Joohyun itu.
Sesampainya mereka di lantai enam —tempat yang Joohyun tuju— lantas mereka segera keluar dari lift. Tapi lagi-lagi Kyuhyun menarik tangan Joohyun.
“Ish, mwoya?!!!” Joohyun marah, “Apa kau tak pernah merasakan punya kakak, ha?!! Aku tau, kok. kau itu punya kakak!! Jadi mengertilah keadaanku saat ini, Park Kyu Hyun!!” ujarnya.
“Aniyo! (Bukan!) Bukan itu!” kata Kyuhyun, “Kau mau ke mana? Kalau aku ingin menyuruhmu lagi, bagaimana?” tanyanya.
Kali ini, Joohyun benar-benar marah dan ingin menangis. Ia kembali mengguncang tanganya dan berhasil melepaskan diri dari genggaman Kyuhyun. “Jangan sampai aku memanggil satpam ke sini!!” katanya.
Joohyun kemudian berlari menuju ruang rawat Yoona, dengan Kyuhyun di belakangnya. Dalam hati Joohyun berharap Yoona tidak apa-apa dan dalam keadaan baik-baik saja.
Joohyun akhirnya sampai di depan pintu ruang Yoona dirawat dengan seorang dokter dan perawat di situ.
“Uisanim!! (Pak dokter!!)” panggil Joohyun pada dokter itu yang lantas menoleh padanya.
Joohyun sampai di dekat mereka berdua dengan terengah, dengan Kyuhyun yang seakan-akan membuntutinya di belakang.
“Seo Joo Hyun?” ujar dokter itu.
“Ne, ini saya, Uisanim...” kata Joohyun, “Uisanim, bagaimana keadaan Yoona Ônni...? Ia baik-baik saja, kan...?” tanyanya.
Mendengar pertanyaan itu, dokter tersebut saling bertatapan dengan perawatnya. Perawat itu hanya membalas tatapannya dengan tundukan.
Dokter tersebut kemudian memandang ke arah Joohyun, “Joohyun-ssi...,” ujarnya, “kami minta maaf sedalam-dalamnya... Kami sudah berusaha, tapi takdir berkata lain...”.
Joohyun terkesiap, begitu dengan Kyuhyun. “M, ma, maksudnya...?” ujarnya, “Uisanim, apa yang terjadi pada Yoona Ônni..?! Ia tak apa, kan?” harap Joohyun.
Tapi dokter menggeleng. “Joesong hamnida, Joohyun-ssi... (Maafkan kami, Joohyun...)” ujarnya.
Bulir air mata mengumpul di pelupuk matanya, [► Super  Junior – Bitter Sweet] “Mwo...?” ujar Joohyun tak percaya.

달콤한     죽이는    가만히 깨물면 쓰디쓴   그만해...”
“dalkomhan ni geu mal nal jukineun ni geu mal gamanhi kkæmunmyôn sseudisseun geu mal geumanhæ...”

Dokter dan perawat itu menunduk pamit pada Joohyun, dan kemudian berlalu meninggalkan Joohyun dan Kyuhyun di tempat.
Sekujur tubuh Kyuhyun terasa membeku oleh rasa bersalah pada Joohyun yang tengah terisak, terlihat jelas dari gerak bahunya yang naik-turun.

미워하지 못해 사랑하지도 못해 결국 도망쳐버린단   제발 그만 그만해...”
“miwohaji mothæ saranghajido mothæ gyôlguk domangchyôbôrindan geu mal jebal geuman geumanhæ...”

Dengan langkah berat, Joohyun memasuki ruang tempat Yoona dirawat. Kyuhyun mengikutinya dari belakang.
Keduanya mendapati tubuh seseorang di atas ranjang di ruangan itu yang diselimuti kain putih itu.
Joohyun memberanikan diri membuka bagian atas kain itu. Dan tangisannya terdengar jelas begitu mendapati wajah Yoona yang ada di balik kain putih itu. Kaku tanpa nafas maupun detak jantung.
Lagi-lagi, Kyuhyun membeku mendengar tangisan Joohyun. Rasa bersalah menusuk dadanya.

삼킬  없었던 그토록 뜨겁고 독했던   ...”
“samkhil su ôbsôdôn mal, geutorok tteugôpgo dokhættdôn ni geu mal...”

“Ônni...!! Yoona Ônni...!!” Joohyun masih menangis, “Ônni, kajima...!! Kajimaseyo...!! (Tolong jangan pergi...!!)”.
Baru Kyuhyun tau, beginilah rasanya bila kehilangan orang yang paling disayangi. Ia teringat, kalau ia masih punya Sungmin yang begitu perhatian padanya, tapi ia malah mengacuhkan kata-katanya.
Joohyun kehilangan kekuatan untuk berdiri. Ia terjatuh di atas lantai, terduduk masih sambil menangis. “Ônni~~...” ujarnya.
Kyuhyun merendah untuk memeluk Joohyun dari belakang. “Uljimaseyo... (Tolong jangan menangis...)” ujarnya pada Joohyun sambil mengusap sayang kepalanya.

 잔인한 입술남은  미련마저 차갑게 자르고 가니...
 가슴 얼어붙은  곁엔 사라지는   뿐이야...”
“geu janinhan ipsul, nameun næ miryônmajô chagapge jareugo gani...
on gaseum ôrôboteun nl gyôte sarajineun gôt deul ppuniya...”

Tapi tangisan Joohyun tak bisa reda begitu saja, “Ônni~~... Kajimaseyo~~...” ujarnya.
Kyuhyun menunduk dalam. “Mianhamnida, Seo Joo Hyun... Mianhae... (Maafkan aku, Seo Joo Hyun... Maaf)” bisiknya dalam hati.

차라리 우리 처음부터 아무 것도 아니었다면...”
“charari uri chôeumbutô amu gôtdo aniôttdamyôn...”

[■ Super Junior – Bitter Sweet]
*HE*
To Be Countinued
*****
Kyaaa~~~
Wires, mana tisunya~~...?! ^^ish, kenapa lagi? kirain mau digoyang malah nyariin tisu..?^
Ah, ottaeyo (gimana), Reader-deul...? Kali ini Nate bikin ending yang bagiku, sih, agak kejam... ^^agak,, mbak...?! O.o^ Hehehe, karena part yang lalu terasa kependekan, jadi yang ini agak panjangan, ya~~...!
OK, gak banyak-banyak ngomong, deh...!
Gomapseumnida, yeorebun...!

Author : RetnoNateRiver

감사합니다^^

감사합니다^^
Jangan lupa untuk berkunjung lagi!!^