[FF] HE part 4

8:41 PM 0 Comments A+ a-


He

Author : RetnoNateRiver
Genre : Romance
Main Cast :     - SNSD Seo Hyun as Seo Joo Hyun
                   - SJ Kyu Hyun as Park Kyu Hyun
Other Cast :    - SJ Ki Bum as Kim Ki Bum
                   - SHINee Min Ho as Choi Min Ho
                   - etc...


*****
Annyeong, Reader-deul...!
Nate lagi-lagi datang membawa part lanjutan dari He part III...! Aku sengaja gak ngasih flashback sama Reader-deul karena suatu alasan...
Pasti masih ingat dengan part sebelumnya, kan...? Kalau lupa, boleh, deh, liat part sebelumnya...
OK...,
Happy Reading...!

Author

RetnoNateRiver


*HE*
Sebuah pesan singkat masuk di ponsel Joohyun.

Ya~~!
sender : Namja Evil

Tapi Joohyun yang masih tidur-tiduran di atas kasurnya hanya mengabaikan pesan dari Kyuhyun itu. Ia kembali meletakan ponselnya di atas meja yang ada di samping kasurnya.
Hari ini hari Minggu, kemarin Joohyun baru saja menghadiri pemakaman Yoona, dan menjadi orang yang paling terakhir meninggalkan pemakaman.
Kamar Joohyun ini mempunyai dua kasur, yang mana yang satunya dulu ditempati oleh Yoona. Tapi kini kasur itu kosong.
Joohyun menempati kamar yang ada di pantinya ini sendirian sekarang. Yoona merupakan sahabat sekaligus kakak baginya. Ia benar-benar menyayanginya.
Tak lama, kembali sebuah pesan singkat masuk di ponsel Joohyun.

Ya...! Mwo haeya? Berdiam diri di kamar? Kau pikir Ônni-mu akan suka?
sender : Namja Evil

Joohyun menghela nafas membacanya. Sebenarnya ia malas juga untuk membalas pesannya, apalagi yang mengirim adalah Park Kyu Hyun si Namja Evil yang selalu menghancurkan hari-harinya. Tapi..., apa boleh buat...?
Dengan malasnya, Joohyun kemudian membalas pesan itu.

Jika bukan karena namja semanja dirimu, semua ini takkan terjadi...!
send to : Namja Evil

Kemudian, Joohyun kembali meletakan ponselnya itu tanpa peduli bagaimana mendaratnya ponsel itu, tapi kali ini ia meletakanya di atas kasur.
Di lain pihak, Kyuhyun memandangi pesan yang baru sampai di ponselnya itu.
“Geuræ, Kodok Jelek... Geuræ...” gumam Kyuhyun, “Geuræ... Ini memang kesalahanku..., menunda-nudamu yang ingin bertemu Ônni-mu yang sangat membutuhkanmu...”.
Kyuhyun yang juga tengah tidur-tiduran di kasurnya itu membuang ponselnya di atas kasurnya. Ia kemudian bangkit, duduk di atas kasurnya.
“Aish...1 Park Kyu Hyun! Nôn jinjja paboya...! (Kau benar-benar bodoh...!)” gerutu Kyuhyun sendiri, sambil mengacak-acak rambutnya.
Ia kemudian termenung sesaat. “Apa..., aku..., ” batinnya, “..., apa aku...,”.
***
“Seo Joo Hyun...!” panggil suara seorang wanita di depan pintu kamar Joohyun, ialah Ibu Panti yang merawat Joohyun dan anak-anak yang lain.
“Ne, Omoni...? (Iya, Ibu...?)” sahut Joohyun dari dalam kamarnya.
“Ada namja teman satu sekolahmu di luar...!” lanjut wanita itu, “Ppali... Ia menunggumu...!”.
Untuk beberapa detik, Joohyun berpikir, “Teman satu sekolah...? Nugu...? (Siapa...?)” pikirnya, “Apa jangan-jangan..., Kibum Oppa...?”.
“Joohyun-ah...?” panggil wanita itu memastikan.
Joohyun terkesiap, “Ne, Omoni...!” sahutnya, “Aku segera menemuinya...!” lanjutnya.
Joohyun kemudian turun dari kasurnya. Ia lalu berjalan keluar kamar untuk menemui orang yang dimaksud Ibu Pengasuhnya itu. Joohyun lantas melangkahkan kakinya ke teras panti tempat tinggalnya, lalu matanya mencari namja yang tadi Ibu Pengasuhnya katakan.
Namja yang tadinya ia kira adalah Kibum, rupanya ia adalah Kyuhyun yang tengah berdiri di depan kap mobil terbukanya yang tepat diparkirkannya di depan teras panti yang Joohyun tinggali. Ternyata mobil itu tidak digerek petugas ketertiban yang ada di rumah sakit tempo hari. ^^ish, masih inget aja lagi~~..? _—)^.
Semangat Joohyun luntur begitu mengetahui namja yang menungguinya adalah Kyuhyun, orang yang masuk dalam kategori Paling Tidak Ingin Dilihat Saat Ini dalam kamusnya.
Merasakan kehadiran Joohyun, Kyuhyun yang tengah melipatkan kedua tangannya di depan dadanya itu segera menoleh ke arah Joohyun.
Joohyun mendesah. Kemudian, Kyuhyun menghampirirnya. Lebih dari itu, Kyuhyun juga menarik tangan Joohyun, berjalan menuju mobil terbukanya bersama Joohyun dalam genggamannya.
Joohyun berseru, “Ya! Ya! Mwo haeyo?! (Hei! Hei! Apa yang kau lakukan?!)”.
“Diam saja!” kata Kyuhyun.
Setelah berhasil membuat Joohyun menempati jok di bagian kanan mobilnya, Kyuhyun kemudian duduk di jok yang ada di sebelah kiri, di hadapan stir. Lalu ia memakai belt-nya.
“Pakai sabuk yang ada di dekatmu...!” suruh Kyuhyun tanpa menatap Joohyun.
“Tapi, kita mau ke mana? Aku belum meminta izin pada Omoni...!” sela Joohyun.
“Sudah, pakai saja!!” kata Kyuhyun.
Kemudian, Kyuhyun —yang sudah beres dengan belt-nya— memakaikan Joohyun belt yang ada di dekatnya.
Barulah, setelah semua sudah aman baginya, Kyuhyun menyalakan mesin mobilnya. Dan beberapa saat kemudian, ia melajukan mobilnya.
***
Kyuhyun tak memperdulikan kata-kata Joohyun yang meminta dirinya diturunkan segera. Tapi kali ini kata-kata Joohyun membuatnya terpaksa memberhentikan mobilnya.
Ia menginjak rem mendadak, tepat di pinggir taman Sungai Han.
Tapi Joohyun tak peduli. Ia melepaskan belt-nya dan beranjak keluar dari mobil. Ia benar-benar tidak peduli.
“Ya!” Kyuhyun melepas belt-nya dan mengikuti ke mana Joohyun pergi.
Kyuhyun menarik tangan Joohyun, tapi Joohyun tak lantas mengomelinya atau memintanya untuk melepaskan tangannya. Malah dengan mata yang berair, Joohyun menatap Kyuhyun dalam.
“Kau tau..., aku tarik kata ‘gomawo’-ku hari itu ketika kau membelikan aku semangkuk sup...” ujarnya, “Kenapa hari itu aku harus berterimakasih padamu..., di mana di hari itu juga kau membuatku kesal setengah mati... Lebih dari kata-kata pedasmu yang menyuruhku ini-itu dalam waktu 10 menit dan lain sebagainya...”.
Tangan Kyuhyun semakin melemah untuk menggenggam tangan Joohyun, “Joo, Joo...,”.
Sebutir air mata Joohyun jatuh. “Apa kau punya kakak di rumah...?” ujarnya, [► Super Junior - Coagulation] “Pasti ada, kan...? Dan semua orang pasti tau akan hal itu... Kau punya orang tua lengkap dan mempunyai kehidupan yang lebih dari cukup... Harusnya kau bersyukur dan tidak menyia-nyiakannya, tau...!” lanjutnya, “Kau pernah lihat orang tuaku? Pernah lihat bagaimana orang tuaku memanjakanku? Kau tak pernah tau bahwa Yoona Ônni adalah hatiku... Yang selalu menguatkanku setiap hari dan setiap kau membuatku kesal...!”.
Kali ini, Kyuhyun tak mampu lagi menggenggam tangan Joohyun. Rasa bersalah seakan memakan tenaganya.
Joohyun terisak. “Kamu tidak tau bagaimana hidupku yang sudah menyedihkan ini ditambah lebih menyedihkan lagi dengan kehadiranmu, juga kepergian Yoona Ônni...”.
Kyuhyun menggigit bibir bawahnya, menahan emosinya.
“Kau tidak tau seberapa pentingnya keluargamu sebelum kau kehilangan mereka semua, Namja Evil....!!!” ujar Joohyun masih terisak, “Kau tidak akan pernah tau seberapa berharganya keluargamu sebelum mereka meninggalkanmu...!! Mereka itu lebih berharga daripada apapun, Park Kyu Hyun...!!! Kamu tidak akan pernah tau seberapa mereka menyayangimu sebelum kau menyesal...!!”.
Kyuhyun menunduk, merasa malu atas kata-kata Joohyun yang benar-benar akurat itu.
Joohyun menyeka aliran air matanya yang tak bisa berhenti mengalir itu. “Ônni... Ômma..., Appa...” ujarnya.
“Geuman... (Sudahlah...)” ujar Kyuhyun yang kemudian memeluk Joohyun, meredakan tangisannya dalam dekapannya. “Aku salah, Seo Joo Hyun... Mianhamnida...” bisiknya.
Tapi Joohyun masih terisak. Memang kata ‘maaf’ saja tidak akan menggantikan apa yang telah Kyuhyun lakukan pada Joohyun, Kyuhyun mengakuinya.

—“Kehilangan orang yang kau cintai..., pasti itu sangat berat...”,

“Ônni~...” ujar Joohyun.
Kyuhyun mengusap perlahan kepala Joohyun, mencoba meredakan tangisnya.

..., “Tapi ada satu hal lagi yang pasti lebih berat dari itu... Benar-benar lebih berat dari itu...”,

Tangisan Joohyun mulai mereda. Pikir Kyuhyun, yôja ini pasti sudah kelelahan mengomeli atau yang lebih tepat menegurnya tadi. Ditambah emosinya yang selama ini ditahannya meluap begitu saja pada Kyuhyun. Aku Kyuhyun, ini memang pantas buat Joohyun.

..., “Yakni...,


memaafkanku...”— (Park Kyu Hyun)

[■ Super Junior - Coagulation]
*HE*

“Bægopayo... (Aku laper...)” keluh Taemin, “Ya, Kyuhyun Hyông...! Kenapa kita tidak boleh menyuruh Joohyun untuk membelikan kita makanan...?”.
“Sudah ku bilang, kalau lapar beli makanan sendiri sana...!” tegas Kyuhyun.
Jonghyun heran. “Ya, Kyuhyun-ah... Ada apa dengan kalian berdua...? Kau tak terhasut olehnya, kan?”.
“Ani... (Enggak...)” kata Kyuhyun segera, “Hatinya tengah hancur saat ini...”.
“Lalu apa peduli kita...?” timpal Taemin.
Kyuhyun menatap Taemin. “Ia tengah berduka cita...” ujarnya santai.
***
Kelas di mana Joohyun belajar.
Saat ini, Geunyoung tengah memberi materi pada murid-muridnya itu. Tapi ada satu yang diherankan kelas ini : Geunyoung kelihatan tidak begitu ceria, tak seperti hari-hari biasanya.
Hari ini, Geunyoung kelihatan kurang aktif, hanya duduk di kursinya, yang biasanya selalu melangkahkan kaki di kelas untuk memeriksa pekerjaan murid-muridnya di kelas X.B ini, kelasnya.
“Moon Sônsængnim...,” ujar Joohyun ketika ia diminta Geunyoung untuk membawakan buku-buku tugas B. Korea kelas X.B itu, “kelihatannya..., Anda hari ini kurang sehat...? Ada apa, Sônsængnim...?”.
Geunyoung hanya tersenyum, “Sudah, jangan dipikirkan...” katanya, “Oya, soal Kakak angkatmu itu..., aku sudah mendengar beritanya... Aku turut berduka cita, ya...”.
Mendengarnya, Joohyun hanya tersenyum tipis, “Sônsængnim, Gamsa hamnida...” ujarnya.
“Yang penting, jangan jadikan kepergiannya sebagai batu penghalang bagimu untuk meraih pendidikanmu...” kata Geunyoung, “Justru kau harus terus semangat agar ia tidak mengkhawatirkanmu di sana... Ia harus beristirahat tenang dan bisa melihatmu menjadi orang yang berguna...”.
“Sekali lagi, Sônsængnim, gamsa hamnida...” kata Joohyun.
Keduanya terus berjalan menyusuri koridor sekolah, namun beberapa saat kemudian Geunyoung terlihat tidak fokus dan hampir terjatuh.
“Moon Sônsængnim...!” seru Joohyun, menjatuhkan buku-buku di tangannya dan menghampiri Geunyoung, “Sônsængnim, gwaenchanhseumnikka...? (apa Anda tidak apa...?)” tanyanya, membantu Geunyoung bangkit.
Geunyoung akhirnya berdiri, ia tersenyum, “Jangan khawatir, Joohyun-ah...” katanya.
“Moon Sônsængnim~...”.
“Gwaenchanha... (Tidak apa...)” kata Geunyoung, memastikan Joohyun, “Sudah... Mari kita ke ruang guru...” ingatnya.
Joohyun masih khawatir, tapi ia harus menuruti apa kata wali kelasnya itu. “Ne, Sônsængnim...”.
***
Kyuhyun memasuki ruangan tempat Yesung berada.
Ia melongokan kepalanya dari pintu, dan menemukan Yesung bersama beberapa anggota eskul Vokal di ruangan itu, termasuk Joohyun.
“Kim Sônsængnim..., Anda memanggilku...?” tanya Kyuhyun.
“Masuklah...” suruh Yesung, yang berarti ‘ya’.
Kyuhyun memasuki ruangan, ia berdiri sejajar dengan teman-teman satu eskulnya itu. Sementara Yesung berdiri di depan mereka, memegang lembaran-lembaran partitur lagu.
“Baiklah... Aku tau ini jam pulang kalian, tapi aku memanggil kalian karena ada hal penting mengenai eskul kita ini...” ujar Yesung, sebagai preambul-nya. “Aku memegang beberapa partitur lagu yang akan hadir di pertemuan pertama kita di tahun ajaran baru ini, tepatnya di hari Sabtu... Tapi sayangnya, aku berhalangan hadir hari itu, dan telah meminta izin pada Kepala Sekolah Park untuk memberiku cuti sementara... Jadi, aku berikan partitur ini pada kalian agar kalian bisa berlatih di rumah untuk pertemuan kita di minggu berikutnya... Sehingga kalian sudah siap dengan materi yang akan aku berikan...” lanjutnya, sebagai intinya.
“Um..., Sônsængnim...” ujar Kyuhyun, “Tapi kelihatannya..., partitur di tanganmu cuma beberapa...? Apa hanya beberapa murid saja yang kau beri partitur...?” tebaknya.
Yesung hanya tertawa kecil, sudah tau kalau bocah ini memang cerdas. “Benar, Kyuhyun! Ini hanya beberapa... Tapi tiap partitur akan dipegang oleh dua orang...!” jelasnya.
“Maksud Anda..., duet...?” tebak Joohyun.
Yesung terkekeh, tepat dugaannya mengenai Joohyun yang memang pintar itu. “Tepat sekali! Ini juga akan melatih kerja sama kalian sebagai tim..., ya, kan...?” katanya. “Baiklah, daripada lama-lama, berbicara panjang lebar, dan kalian bosan..., aku akan membagikan partitur ini pada satu perwakilan dari satu pasang anggota...”.
Kemudian, Yesung membagikan partiturnya pada mereka, dan juga pada Kyuhyun, sementara Joohyun dan beberapa anak lainnya tidak mendapatkannya.
Kyuhyun membaca bagian atas partiturnya.

Way Back Into Love
Sing by   Park Kyu Hyun
               Seo Joo Hyun

“Aku berduet dengan Joohyun?” ujar Kyuhyun.
“Mwo? Aku berduet dengannya?” ujar Joohyun.
Sementara Yesung hanya tersenyum, sudah tau kalau keduanya tidak akan menyetujui pendapatnya itu. Tapi Yesung tak ambil pusing.
“Baiklah... Sampai di sini dulu...! Kita akan bertemu minggu depan dengan lagu yang ada di tangan kalian... Dan ingat, kalian harus saling bekerja sama...!” ujar Yesung, sebagai penutupnya.
Kemudian ia pergi meninggalkan ruangan dengan senyuman usil di wajahnya.
“Kim Sônsængnim!!!” panggil Kyuhyun dan Joohyun bersamaan, tidak terima.
***
Kyuhyun dan Joohyun berjalan bersama menuju gerbang sekolah, masih memikirkan soal lagu yang harus mereka nyanyikan bersama itu.
“Kim Sônsængnim itu memang sering menyebalkan!” gerutu Kyuhyun, “Kenapa aku harus dipasangkan denganmu, sih?”.
“Aku juga tak sependapat dengan Kim Sônsængnim, tapi apa boleh buat...?” ujar Joohyun.
Sebuah mobil hitam bermerk Nissan itu melewati Joohyun dan Kyuhyun, membuat langkah keduanya terhenti karena terhalang olehnya.
Ketika kaca mobil terbuka, terlihatlah Yesung di baliknya.
“Kim Sônsængnim...?” ujar Kyuhyun dan Joohyun berbarengan.
Yesung tersenyum, “Selamat berlatih, ya, dengan lagu kalian...!” katanya, “Jangan lupa untuk saling berkomunikasi agar latihan tetap lancar...!”.
Kemudian, terlihat seorang yeoja di samping Yesung, itu Geunyoung. “Oh, rupanya ada Kyuhyun dan Joohyun, ya...?” ujarnya.
“Moon Sônsængnim...?” ujar Joohyun.
“Ku rasa, Kim Sônsængnim tidak salah memilih pasangan duet, ya...?” kata Geunyoung, “Kelihatannya, kalian cocok juga~~...”.
“Ah, Sônsængnim...!” gerutu Kyuhyun.
Geunyoung hanya tertawa kecil, sementara Yesung hanya tersenyum. “Baiklah, sampai jumpa..! Dan hati-hati di jalan...!” pesannya.
Kaca mobilnya mulai menutup. “Kalian juga...!” balas Joohyun. Kemudian, mobil itu melaju meninggalkan mereka berdua.
“Kita cocok?” gumam Kyuhyun, mengingat kembali kata-kata Geunyoung.
Joohyun memandang ke mana arah mobil hitam itu melaju. “Kelihatannya..., Moon Sônsængnim dan Kim Sônsængnim itu sangat dekat, ya~~...?” ujarnya, “Mereka sangat serasi~...”.
“Kau tidak tau...?” ujar Kyuhyun, “Mereka itu sudah menikah dua tahun yang lalu...!”.
“Mwoyo?!!!” Joohyun memandang ke arah Kyuhyun, kaget.
                                                                  *HE*

To be Countinued

*****
Kyaaa, Reader-deul~~....!
Ottaeyo...? Jotseumnikka...? (Bagaimana menurut kalian...? Bagus tidak...?)
Lagi-lagi, Nate emang gak bisa lepas dari YeMoon couple, couple favoritku... Maklumi, ya...! Nate masih aja menyertakan mereka berdua sebagai tokoh di FF SeoKyu ini... Gak apa-apa, ya~~...?^
Nate gak nuntut banyak, kok... Nate cuma butuh kritik dan saran kalian yang membangun~~... Yang meninggalkan komenya bakal Nate tag-in FF-nya SeoKyu di Facebook, makanya add FB Nate dulu, ya!^^

Ok... Gomapseumnida, yôrôbun...!

Author : RetnoNateRiver

감사합니다^^

감사합니다^^
Jangan lupa untuk berkunjung lagi!!^