[FF] HE part 7

1:14 PM 0 Comments A+ a-


He
Author : RetnoNateRiver
Genre : Romance
Main Cast :     - SNSD Seo Hyun as Seo Joo Hyun
                   - SJ Kyu Hyun as Park Kyu Hyun
Other Cast :    - SJ Ki Bum as Kim Ki Bum
                   - SHINee Min Ho as Choi Min Ho
                   - etc...


***
Annyeong, yeoreobun...!
Mana yang penasaran Joohyun mau dibawa ke mana sama Minho, angkat jempol...!! ^^ini FF apa dangdutan, sih...?^ Kikiki..., opening pict-nya SeoKyu kembali, ya~...!^
OK, Nate bawa langsung, nih, kelanjutannya...! Nate rasa Reader-deul masih pada ingat, kan, sama jalan ceritanya...? Yang kurang-kurang inget, silahkan ku kasih waktu buat liat part sebelumnya~~~...

teaser
part 1
part 2
part 3
part 4
part 5
part 6

OK...
Happy Reading...!

Author

RetnoNateRiver
***

Minho menarik Joohyun ke suatu tempat, hingga keduanya keluar kelas.
“Lepaskan tanganku!!” seru Joohyun, mengguncang kuat tangannya dan berhasil melepaskan diri dari genggaman Minho.
Keduanya sampai di koridor belakang sekolah yang sepi memang, karena semua murid tengah berada di kelas masing-masing.
“Aish...” gerutu Minho mengacak-acak rambutnya.
Sementara Joohyun hanya memandangnya heran. “Kau ini kenapa, sih? Aku, kan, memintamu untuk ikut membersihkan kelas! Kenapa kau membawaku ke sini?!” protesnya.
Minho kemudian menatap Joohyun, “Ya! Dengar!” ujarnya, kemudian memojokan Joohyun pada dinding, “Ada yang ingin aku tunjukan padamu...!”.
Minho sengaja memajukan wajahnya itu pada Joohyun. “M, mwo, mwoya...? (A, apa, apa-apaan ini...?)” ujar Joohyun.
Tapi Minho tidak peduli. “Kau tau kenapa aku membawamu ke sini? Kau tau kenapa aku melarang Key dan Amber untuk mengganggummu..?” tanyanya dingin, “Itu karena...,


aku menyukaimu..., Seo Joo Hyun...”.


Joohyun menatap Minho kaget, “Mwo...?” ujarnya, “Apa aku...,”.
Minho memajukan wajahnya lagi, membuat kata-kata Joohyun terpotong. Niatnya, ia ingin mencium bibir yôja itu.
Joohyun makin ngeri ketika Minho makin mendekatkan wajahnya.

Namun...,


“YA!!” tiba-tiba Kyuhyun datang, menarik paksa Minho dari hadapan Joohyun. Ia benar-benar terlihat kesal dan marah.
Begitu Minho menyingkir dan hampir terjatuh karena tarikannya, Kyuhyun memukulnya, benar-benar memukulnya, hingga Minho tak mampu membalasnya.
Joohyun berseru, “Omo!! Kyuhyun Oppa!! Geuman!! Oppa!!” serunya, tapi Kyuhyun masih memukul Minho.
Mau tidak mau Joohyun mendekat pada dua namja ini, dan mencoba menjauhkan Kyuhyun dari Minho.
“Oppa!! Geumanhæ!! Geuman!!” seru Joohyun sekali lagi.
Dari kejauhan sana, rupanya Kibum kebetulan lewat dan melihat kejadian ini. Ia lantas mendekat, dan meleraikan Kyuhyun dan Minho.
“Geuman!! Aku bilang, geuman!!!” ujar Kibum ketika ia berusaha melerai dua namja itu.
Kyuhyun dan Minho berhasil dilerainya. Kyuhyun masih terlihat marah, sedang Minho hanya terduduk di atas lantai sambil menyeka darah dari ujung bibirnya.
“Kau... Kau, Choi Min Ho!!!” Kyuhyun menunjuk Minho, “Jika aku melihatmu begitu lagi..., aku takkan pernah melepaskanmu dari genggamanku dan memukulmu lebih dari itu!!!”.
“Park Kyu Hyun!” seru Kibum, “Sudah, hentikan!”.
Kyuhyun kemudian menatap tajam Kibum, “Mwo...?” ujarnya, “Kau siapa, huh?! Kau tak berhak mencampuri urusanku!!” bentaknya, “Araji?!!”.
Kibum hanya terdiam, membiarkan Kyuhyun berkata sesukanya.
Kemudian, Kyuhyun meraih tangan Joohyun dan menggenggamnya. Lagi-lagi, ia membawa pergi yôja itu, seperti kejadian beberapa waktu yang lalu.
Ketika keduanya tak ada di lokasi itu, Kibum memandang ke arah Minho. Ia mengulurkan tanganya pada Minho untuk membantunya bangkit.
“Gwænchanha...?” tanyanya pada Minho, “Aku rasa, kau harus ke UKS...”.
Minho menepis uluran tangan itu. Ia kemudian menatap Kibum sinis. “Aku tak perlu bantuanmu...” katanya.
Kemudian Minho bangkit dan berjalan meninggalkan Kibum yang hanya terdiam.
***
Kyuhyun menyuruh Joohyun duduk di bangku kayu itu.
“Kenapa kau tidak mendorong atau memukulnya ketika ia hendak menciummu seperti yôja-deul lainnya?!” tegur Kyuhyun.
“Kenapa kau begitu?! Bukankah kau tak suka aku?!” kata Joohyun, “Kenapa kau kelihatannya begitu khawatir ketika aku berada di dekat namja lain?!”.
“Itu karena aku  tak mau ada yang menyuruh-nyuruhmu selain aku!!” Kyuhyun beralasan. “Kau tau, kan, kalau Minho dan kelompoknya itu paling senang menyuruh-nyuruhmu tanpa sepengetahuanku?! Pokoknya, tidak ada satupun orang yang bisa menyuruhmu, kecuali aku!!”.
“Lalu apa alasanmu ketika kau menarikku menjauh dari Kibum Oppa tempo hari?!” sodor Joohyun.
“Jôge..., jôge..., (Itu..., itu...,)” Kyuhyun terlihat berpikir, kali ini alasannya habis, “Itu karena..., bisa saja, kan, kalau ia akan menyuruhmu?!”.
“Kibum Oppa tidak seperti itu!!“.
“Ya! Kau siapa bisa bilang begitu, ha?!!” omel Kyuhyun, membuat Joohyun membungkam. Mendapati hal itu, Kyuhyun melembutkan sedikit suaranya, “Ya, dengar.. Kau, kan, murid baru di sini... Jadi bagaimana bisa kau tau karakter tiap murid di sini...!”.
Joohyun hanya terdiam dengan kata-kata itu.
“Ah, sudahlah... Kembali ke kelasmu...!” suruh Kyuhyun, “Gara-gara Taemin memberitahu hal ini padaku, aku jadi kelewatan pelajaran matematika...”.
“Mwo? Taemin...??”.
***
“Ah, Choi Min Ho dan Park Kyu Hyun...” kata Shindong, begitu dua namja itu mengahadapnya. “Aku mendapat laporan kalau kalian berkelahi..., benar?”.
“Ia yang memukulku...” tuduh Minho.
“Itu karena kau yang berulah...!” tuduh Kyuhyun balik, “Kalau kau tak begitu, aku takkan memukulmu...!!”.
“Cukup!!” seru Shindong.
“Ah, Shin Sônsængnim...!” gerutu Kyuhyun.
“Hm, hm, hm...” Shindong menggelengkan kepala, “Kepala Sekolah menyuruhku untuk memperlakukanmu seperti siswa yang lainnya...”.
“Aish...” gerutu Kyuhyun pelan.
“Berkelahi di tengah jam belajar...” ujar Shindong, memandang ke lembar laporan beberapa siswa yang melihat kejadian itu, “Ini bisa berkali lipat...” gumamnya. Ia kemudian menatap Minho dan Kyhuhyun, “Tolong ke ruang KepSek sekarang juga...”.
“Mwo?!” kedua namja ini terkejut, apalagi Kyuhyun.
***
“Tok, tok, tok...” Kyuhyun mengetuk pintu ruang khusus KepSek itu.
“Masuk...” seru suara dari dalam.
Kyuhyun lalu membuka pintu. Dengan ragu, ia dan Minho masuk ke dalam ruangan itu. Sampai di dalam ruangan, pintu tertutup.
Ruangan yang rapi, segar, dengan meja lengkap bersama kursinya. Meja denga name stand ‘Park Jung Soo’ itu tengah kosong tanpa pemiliknya.
Rupanya, si pemilik tengah berdiri di dekat jendela. Ya, ayahnya Kyuhyun yang merupakan pemilik juga kepala sekolah Haneul School itu, Park Jung Soo.
“Ah, kalian...” Jungsoo menoleh pada ‘tamu’nya itu.
Kyuhyun berdiri sejajar dengan Minho di sampingnya, menghadap Jungsoo.
“Aku sangat berterimakasih pada siswa-siswi ini yang melapor pada Shin Sônsængnim...” Jungsoo memandangi lembar laporan di tangannya. Wajahnya yang asli cerah itu semakin bersinar ketika pantulan cahaya matahari memantul dari lembaran itu ke wajahnya, terlihat lembut dan ramah.
“Kim Ki Bum...?” tebak Kyuhyun, mengira salah satu dari pelapor itu adalah namja yang disebutnya.
Jungsoo memandangnya, “Ne?” tanyanya.
“Aku..., hanya menerka...” Kyuhyun beralasan, “Mungkin saja, ia salah satu yang melapor...”.
Jungsoo hanya tersenyum, “Kau ini...” ujarnya. Ia kemudian kembali membaca laporannya sebentar, “Berkelahi di tengah jam belajar...?” ia membacanya, “Kalian bisa keluar kelas di saat seperti itu...?”.
“Kelas saya sedang mengadakan bersih-bersih...” Minho beralasan.
“Aku izin meninggalkan kelas sebentar...” Kyuhyun beralasan.
“Minho, apa kau tidak ikut bekerja bersama teman-temanmu...?” serobot Jungsoo, “Dan, Kyuhyun, kau meninggalkan kelas hanya untuk menghajarnya...?”.
Kata-kata itu hanya membuat Kyuhyun dan Minho terdiam.
“Untungnya, Shin Sônsængnim menyuruh kalian menemuiku..., kalau tidak masalah ini pasti akan lebih jauh diketahuinya dan guru-guru yang lain...” kata Jungsoo, “Kalian memperebutkan ‘sesuatu’..., benar...?”.
“Animnida...!” seru Minho.
“Anieyo...!!” berbarengan dengan seruan Kyuhyun. ^^ya, Kyu Appa!! bicara yang sopan, dong...!^
Jungsoo hanya menghela nafas. Ia kemudian berjalan menuju kursinya. Setelah meletakan kertas itu di atas mejanya, ia duduk.
“Apa selama ini kalian mengira, aku tidak akan tau apa saja yang dilakukan sekolah ketika aku tidak ada...? Kalian kira, aku tidak tau...?” ujar Jungsoo.
Minho terdiam, sementara dalam hati Kyuhyun berujar bak ingin mengutuk Minho.
“Aku ini punya ‘seribu mata’... Jadi jangan khawatir..., aku akan tau segalanya meski tak ada di sekolah...” kata Jungsoo, membuat kedua namja itu sedikit heran, “Baiklah..., kali ini aku tak usah banyak bicara dan segera memberi kalian hukuman...”.
Minho terperangah, sementara Kyuhyun..,
“Ah, Abôji...!! (Ah, Ayah...!!)” gerutunya pada Jungsoo.
“Park Kyu Hyun! Aku bukan ayahmu di sini...!” tegas Jungsoo, “Di sini, kau sama dengan semua murid di mataku...”.
***
Joohyun melangkah menjauhi lokernya. Ketika ia berjalan, ia melewati Key dan Amber.
“Minho ke mana, ya?” ujar Key.
“Minho?” tanya Amber pada Key.
“Hu-uh...” Key mengangguk kecil, “Dia ke mana, ya? Apa dia pulang duluan...?”.
“Bukankah..., ia dihukum Kepala Sekolah bersama Kyuhyun Sônbænim...?” ujar Amber.
Joohyun terkejut mendengarnya.
“Mwo?! Kenapa bisa?” ujar Key kaget, “Amber-ah, malhæbwa... (beritahu aku...) Kenapa ia bisa begitu...”.
Mendengar kata-kata Key, Joohyun mempercepat langkahnya, takut kalau Amber menceritakan kejadian tadi yang ada kaitannya dengan dirinya juga. Ia tak mau kenapa-napa jikalau kedua orang itu menyadari keberadaanya di sekitar mereka dan mulai melakukan hal yang tidak-tidak.
Namun kemudian karena terlalu cepat berjalan, Joohyun menabrak sesorang.
“Joesonghamnida...! (Saya minta maaf...!)” Joohyun membungkuk sopan pada orang itu, kemudian melanjutkan langkahnya.
Namun, orang itu menarik tangan Joohyun, “Ikut aku...” kata orang itu.
Joohyun terkesiap, suara namja yang tak asing buatnya. Joohyun menoleh pada orang itu, dan ia agak terkejut mendapati orang itu —yang tadi ditabraknya— adalah Kyuhyun.
“Ikut aku...” kata Kyuhyun sekali lagi.
Joohyun hanya memandanginya heran.
***
Kyuhyun dan Joohyun berada dalam mobil yang Kyuhyun kendarai.
“Kau dihukum..., Kepala Sekolah...?” Joohyun membuka mulut pertama. Memang dari sepuluh menit yang lalu tak ada percakapan di antara keduanya.
“Huh...” smirk milik Kyuhyun muncul, “Besok pagi pasti berita ini sudah tersebar luas...” lanjutnya, yang juga berarti ‘ya’ buat pertanyaan Joohyun.
Joohyun hanya menghela nafas. Ia yang duduk di samping Kyuhyun itu kembali memandang ke luar jendela.
Ia terkejut ketika melihat gang pantinya terlewat. “Ah, Oppa! Berhenti!” ujarnya, “Kau melewatkan gang rumahku...!”.
“Memang kau pikir aku akan mengantarmu pulang...?” kata Kyuhyun cuek.
Joohyun menatap Kyuhyun heran. “Mwo?! Lantas, kau akan membawaku ke mana?” tanyanya.
“Aku tidak tau...” ujar Kyuhyun, masih cuek.
“Geurôm, (Kalau begitu,) turunkan aku segera...!” pinta Joohyun.
“Sudah, kau diam saja...” suruh Kyuhyun.
Joohyun sudah bingung memikirkan bagaimana caranya agar Kyuhyun mau menurunkannya segera, jadi ia terdiam dan mengunggu ke mana Kyuhyun akan membawanya pergi.
Tak berapa lama, hujan turun, membasahi seluruhnya yang ada di bawahnya termasuk mobil Kyuhyun. Dalam hati, Joohyun menggerutu. Harusnya ia tak berada di luar ketika hujan, tapi setidaknya ia tidak kebasahan di sini.
Lima menit kemudian, mereka berhenti di dekat Sungai Han.
“Apa yang akan kau lakukan di sini...?” Joohyun heran.
“Bukan hanya aku..., tapi kau juga...” Kyuhyun tak memandang Joohyun.
Joohyun menatap Kyuhyun terkejut. Kemudian ia kembali melemparkan pandangan ke luar jendela.
Tapi perlahan, tangan Kyuhyun mulai menggenggam tangan Joohyun. Begitu tangan namja itu terasa di punggung tangannya, Joohyun kaget, benar-benar kaget dan langsung menarik tangannya.
Ia menatap Kyuhyun, “Oppa mau apa sebenarnya?!” katanya.
“Diam saja...” Kyuhyun menggerakkan tangannya untuk menyentuh pipi Joohyun.
Tapi dengan segera, Joohyun menepis tangannya. Ia ngeri. Kemudian ia buru-buru keluar dari mobil. Ia tak peduli rintikan hujan membasahi tubuh, seragam, dan tasnya, yang penting ia ingin pergi jauh-jauh dari Kyuhyun segera.
Kyuhyun tak ingin melepaskan Joohyun begitu saja. Ia juga keluar dari mobil, juga tak peduli kalau hujan membasahi seluruh tubuhnya.
Ia berhasil mengejar langkah Joohyun, dan menariknya dalam dekapannya.
Joohyun hampir terperangah, semenatara wajahnya bertemu dengan wajah Kyuhyun. Namja ini menatapnya dalam.
“Sashil..., sulit untuk mengakui ini... Tapi ini benar-benar terjadi padaku...” kata Kyuhyun, “Aku..., sulit untuk mengungkapkan..., ini...,”.
Mata Joohyun membulat ketika Kyuhyun yang memejamkan matanya mencium bibirnya.
***
To be Countinued
***
Kyaaa~~~....!!
Wires, pada girang, tuh~~...!!
Hayyo, hayyo..! Nyebut, nyebut... Senengnya jangan kelewatan, OK...?!^
Hm, apa rating FF ini bakal naik gara-gara scene ini? ^^kaya drakor aja, dah?^
Nate tebak, pasti pada demen, ya, baca scene tadi berulang-ulang~~...? ^^yee, dasar?^ Hehehe, itu menurut dugaanku aja, sih~~..
Gak banyak omong, dah~~..
Gomapseumnida, yôrôbun...!

Author : RetnoNateRiver

감사합니다^^

감사합니다^^
Jangan lupa untuk berkunjung lagi!!^