[FF] Catch Me part 4

12:10 PM 0 Comments A+ a-


Catch Me
손수건 part 2”

Author         :           RetnoNateRiver
Genre           :           Fantasy, Romance
Main Casts  :           - SJ Yesung as Jeremy
                                  - Moon Geun Young as Moon Geun Young
                                  - SJ Donghae as Lee Dong Hae
Other Cats  :           - SJ Leeteuk as Moon Jung Su
- CNBLUE Minhyuk as Kang Min Hyuk
                                  - CNBLUE Jungshin as Lee Jung Shin



*Catch Me*
“Pesanan meja tujuh mana?!” seru suara seorang pria.
“Tinggal lepas landas!!!” ujar namja manis itu dengan cerianya.
Segera dari dapur, namja tersebut membawa nampan berisi sepiring roti dan segelas susu itu ke meja tujuannya. Senyumannya tak bisa hilang.
“Ini dia...!” ujar namja itu sesampainya di meja nomor tujuh yang dtempati oleh Donghae tersebut. Namja tadi kemudian meletakan pesanan di atas meja. “Baiklah... Pesanan sudah mendarat...!” ujarnya.
Donghae tersenyum pada namja itu, “Minhyuk-ah, gomapta...” katanya.
“Tak usah sungkan!” kata namja ber-name tag Kang Min Hyuk itu. Kemudian ia melesat menuju dapur kembali, ia akan mengantarkan pesanan lainnya lagi.
Tangan Donghae mulai meraih roti pesanannya.
“Selamat datang...” sapa para pelayan yang berada di dekat pintu begitu seorang pelanggan datang, seorang yôja.
“Eh, Nuna?” ujar Minhyuk melihat pelanggan itu datang menghampirinya yang ada di balik etalase itu.

Donghae, yang belum sempat melahap rotinya, menoleh untuk melihat siapa yang datang. Rupanya, Geunyoung.
“Mau pesan apa?” tanya satu namja lagi yang segera mengusir Minhyuk untuk menjauh dari etalase.
“Seperti biasanya... Tapi masing-masing pesan dua, ya...” ujar Geunyoung.
“Baiklah...” namja itu segera mengambilkan  pesanan yang Geunyoung inginkan tadi dari etalase. “Nuna, tumben pesannya double... Apa Nuna sudah punya namjachingu...?” godanya.
Geunyoung hanya bisa tertawa kecil, begitu cantik di mata Donghae. “Jungshin-ah..., jangan begitu...” katanya pada namja bernama Lee Jung Shin yang tengah membungkus semua pesanannya itu. “Ani... Chingu... Hanya untuk seorang teman, kok...”.
“Chingu atau namjachingu...?” canda Jungshin kembali.
“Eih, Jungshin-ah...!” gerutu Geunyoung, masih bercanda.
Dalam hatinya, Donghae sudah dapat menebak siapa yang Geunyoung maksud dengan ‘teman’ itu.
Jungshin hanya tertawa kecil. “Baiklah... Ini semua pesanan Nuna...” Jungshin menyerahkan beberapa kantung berisi pesanan Geunyoung tadi.
“Gomawoyo...” Geunyoung segera meraih seluruh pesanannya itu.
“Kapan-kapan bawa temanmu itu ke sini, ya, Nuna...!” ingat Minhyuk yang sekadar lewat.
“Pasti..” kata Geunyoung.
“Chingu-mu itu namja atau yeoja?” tanya Jungshin kemudian pada Geunyoung.
“Namja...” jawab Geunyoung.
“Kalau begitu namanya namjachingu...!” canda Jungshin kembali. Ia hanya bisa tertawa kecil.
Geunyoung ikut terkekeh. “Ya, sudah... Aku pamit, ya...!” katanya, kemudian ia berbalik meninggalkan etalase.
“Hati-hati, Nuna!” pesan Jungshin yang kemudian kembali sibuk dengan pekerjaannya yang lain.
Ketika Geunyoung berjalan, Donghae memanggilnya. “Geunyoung-ah!”.
Geunyoung menoleh, mendapati Donghae tengah duduk di tempatnya bersama sepiring roti dan segelas susu yang masih utuh itu. “Sunbae!” ujar Geunyoung.
Donghae kemudian tersenyum. “Kemarilah...” ajaknya.
Geunyoung segera mendekat, ia duduk di atas bangku yang berseberangan dengan bangku yang Donghae tempati.
“Sarapan di sini?” tanya Geunyoung.
“Sedang mencari makanan lain... Sekalian bertemu teman..” jawab Donghae.
“Jungshin dan Minhyuk, kan?”.
“Siapa lagi..” kata Donghae. Namja ini kemudian melirik kantung yang Geunyoung bawa. “Kau beli banyak roti, ya?” ujarnya.
Geunyoung tersenyum. “Ah, tidak... Ini tidak banyak...” katanya.
“Siapa yang ingin kau temui?” tanya Donghae.
“Ne?” Geunyoung terkesiap.
“Sebelumnya, maaf telah mendengar pembicaraanmu dengan Jungshin...” kata Donghae, “Siapa namja yang akan kau temui itu?”.
Geunyoung ragu. Tapi kemudian ia mencoba membuka mulut. “Uh..., namja itu...,”.
“Bruk!” seorang pelanggan yang membawa seporsi roti dan segelas teh itu terjatuh di dekat meja keduanya. Alhasil, makanan yang dibawanya tumpah, dan minumannya membasahi baju Geunyoung.
Sontak saja ini membuat siapa pun kaget.
“Astaga!” seru pelanggan itu ketika ia bangkit, “Agassi, joesonghamnida...” ucapnya pada Geunyoung.
“Tidak apa...” kata Geunyoung.
Donghae segera berdiri menghampiri Geunyoung dan membantu yeoja itu membersihkan tumpahan minuman yang membasahi bajunya dengan handuk kecil.
Tak lama, Minhyuk datang ke lokasi dengan mop ditangannya. “Aigoo, ada apa ini? Kenapa berantakan?” ujarnya, kemudian segera me-moping lantai yang basah. “Tuan, permisi sebentar...” ujarnya pada pelanggan tadi.
“Sapu tanganku...” Geunyoung mencari-cari sapu tangannya di setiap kantung bajunya.
Donghae memperhatikan Geunyoung masih sembari membantu yeoja itu. “Ke mana sapu tangan dari ayahmu itu...?” tanyanya.
“Oiya!” ingat Geunyoung, “Semalam aku menggunakannya untuk menutup luka pada seekor werewolf..!”.
“Werewolf?” ujar Donghae.
“Iya...” kata Geunyoung, “Werewolf itu adalah werewolf yang pernah menolongku dan ketika aku bertemu dengannya kaki kiri depannya terluka dan aku menutup lukanya dengan sapu tanganku...”.
Donghae mencerna kata-kata itu.
“Nuna, gantilah bajumu segera..” ujar Minhyuk di tengah sibuknya ia mengepel.
***
“Hai, Jeremy-gun!” sapa Geunyoung begitu ia dan Donghae memasuki pekarangan rumahnya. Yeoja ini menemukan sosok Jeremy tengah menunggunya di depan rumahnya.
Donghae dan Jeremy kembali bertemu, kesenangan keduanya pudar ketika tatapan keduanya saling bertemu.
“Ya!” seru Geunyoung kepada dua namja itu. “Kenapa kalian bengong saja? Ayo masuk ke dalam...!” ajaknya.
Geunyoung kemudian melangkahkan kakinya memasuki rumahnya, kemudian diikuti Jeremy barulah Donghae menyusul keduanya.
***
Jeremy dan Donghae —yang saling berdiam diri— hanya membantu Geunyoung membawakan alat makan ke teras belakang rumah Geunyoung, mereka akan makan bersama-sama. Benar-benar tidak ada komunikasi antara Jeremy dan Donghae.
“Jeremy-gun...” panggil Geunyoung.
“Ne?” sahut Jeremy.
“Tolong geser mejanya sedikit...” pinta Geunyoung.
“OK...” ujar Jeremy, yang kemudian segera menggeser meja sesuai yang Geunyoung butuhkan.
Sementara Donghae masih memandanginya secara diam-diam dengan perasaan semacam dendam atau dengki di dalam hatinya.
Ketika Jeremy meliriknya, Donghae sengaja memalingkan wajahnya, seakan-akan ia benar-benar tidak peduli dan sebenarnya ia memang tidak peduli.
“Donghae Sunbae, Jeremy-gun..., kalian tunggu di sini, ya... Aku akan mengambil makanan ke dalam...” kata Geunyoung, kemudian yeoja itu segera melesat masuk ke dalam rumah.
Donghae kembali meemerhatikan Jeremy.
“Hm...” gumam Jeremy, setidaknya itu yang dapat Donghae dengar.
Tapi sesaat mata Donghae menemukan benda yang tak asing yang sedang Jeremy kenakan di lengan atas kirinya yang tertutup lengan baju abu-abunya : sapu tangan Geunyoung!
Jôgôt..., (Benda itu...,)” batin Donghae.
Namja itu segera mendekati Jeremy. Donghae yang mungkin emosinya kurang terkendali itu menggenggam erat lengan Jeremy, hingga namja itu merintih.
“Aaakkh!” rintih Jeremy, “Ya!! Apa yang kau lakukan?!! Lenganku sakit tau!!”.
“Bukankah itu sapu tangan Geunyoung?!” kata Donghae, menatap tajam Jeremy.
“Mwo?”.
Donghae memang kesal sekarang. Ia kemudian melepas paksa sapu tangan milik Geunyoung itu dari lengan Jeremy yang kini sudah terdapat ceceran warna merah di situ.
Tadi Donghae memang sengaja menggenggam erat lengan Jeremy yang dibalut sapu tangan itu—mungkin yang lebih tepat adalah meremas— karena ia mengira bahwa di balik sapu tangan itu ada luka. Dan dugaannya tepat! Ceceran berwarna merah itu pasti darah dari luka yang ada di lengan Jeremy.
“Ige... (Benda ini...)” ujar Donghae sinis sembari menunjukan sapu tangan itu, “Apa ini, ha?!! Dari mana kau mendapatkannya?!!”.
Jeremy segera merebut sapu tangan itu dari Donghae, “Bukan urusanmu!!” katanya.
“Donghae Sunbae, Jeremy-gun... Ada apa ini?” tiba-tiba saja Geunyoung sudah berada di ambang pintu. Donghae dan Jeremy pun hanya bisa memandangi yeoja itu.
Tak lama Geunyoung menyadari bahwa sapu tangan yang ia gunakan untuk menutupi luka pada werewolf abu-abu semalam itu ada di tangan Jeremy.
“Omo~, Jeremy-gun, bukankah itu sapu tanganku...?” ujar Geunyoung yang lantas mendekati kedua namja itu.
“Oh...? Benarkah...?” ujar Jeremy, agak salah tingkah juga. Kemudian memberikan sapu tangan itu pada Geunyoung.
Geunyoung mengambilnya dan memerhatikannya. “Iya, benar... Ini sapu tanganku...” ujarnya, lalu menatap Jeremy, “Kau dapat dari mana sapu tanganku ini, Jeremy-gun?”.
Menerima pertanyaan itu membuat Jeremy terdiam.
“Ah, sudahlah... Jangan dipikirkan...” kata Geunyoung, “Oya, apa noda bercak darah ini karena kau sedang terluka?“ tanyanya pada Jeremy.
Jeremy agak kikuk. “Uh..., umm..., bisa dibilang, sih..., begitu...” katanya ragu, “Aku bermain-main di hutan dan lenganku tergores ranting lalu aku menemukan sapu tangan itu dan kugunakan untuk menutup lukaku...”.
Geunyoung tersenyum tipis, “Geuraeyo...?” katanya. “Ya, sudah... Aku kembali ke dalam dulu, ya...” pamitnya, lalu menghilang di balik pintu.
Saat Geunyoung hilang dari pandangannya itulah membuat Donghae sesegera mungkin menarik Jeremy ke balik sebuah pohon besar yang berada tak jauh dari halaman belakang rumah Geunyoung.
Ia memojokkan Jeremy, “Sebenarnya kau ini apa?!” kata Donghae.
“Lalu?” ujar Jeremy, seakan tidak takut dan merasa tidak terjadi apa-apa.
Donghae yang kesal, kemudian melingkarkan kedua tangannya pada leher Jeremy, hampir mencekik namja itu, baru melingkari saja.
“Geunyoung bercertia padaku bahwa semalam ia menolong seekor werewolf yang terluka pada kaki kiri depannya dan menutup luka itu dengan sapu tangan pemberian Ayahnya! Jika tangan kiri itu berarti kaki kiri depan untuk makhluk berkaki empat, itu berarti..” ujar Donghae, “Artinya..., kau, kau adalah..., werewolf...”.


“..., kau adalah..., werewolf...”.


Jeremy yang mendengarnya tertegun, namun kemudian ia termenung, menunduk dan tertawa sinis. “Jjang..., jjangida.. (Hebat..., kau hebat..)” ujarnya. Lalu menatap Donghae, “Geurae..., Lee Dong Hae..., aku..., aku adalah werewolf...”.
Kesal yang luar biasa membuat Donghae pada akhirnya benar-benar mencekik Jeremy sampai makhluk itu kesulitan menghirup udara.
“Jadi..., dugaanku sejak pertama aku melihatmu itu..., tidak salah...” ujar Donghae sinis, “Harusnya..., harusnya aku membunuhmu saat itu juga... Harusnya saat itu..., aku tidak perlu ragu untuk menembakkan senjataku padamu... Harusnya...,”.
Di tengah sulitnya menarik nafas, Jeremy mencoba berujar, “Apa..., kau...,” katanya, “apa kau ingin..., Geunyoung tau kalau..., kau telah membunuhku..., dengan cekikanmu ini...? Huh...?”.
Donghae mendengarnya, bahkan mencerna kalimat yang dilontarkan Jeremy itu dengan baik. Otaknya berpikir keras di tengah emosinya yang meluap-luap. Baginya, apa yang Jeremy katakan itu memang benar.
Akhirnya, Donghae memutuskan untuk melepaskan cengekeraman kuatnya itu dari leher Jeremy kemudian. Begitu Donghae melepaskannya, Jeremy segera terduduk jatuh di atas tanah, sambil berkali-kali batuk dan mengatur nafasnya.
“Kau harus ingat...” kata Donghae dingin, mengatur emosinya yang naik-turun, “Kali ini aku melepaskanmu... Aku memberimu satu kesempatan untuk lari, namun suatu hari nanti aku akan menangkap dan membunuhmu...”.
“Tangkap aku...” ujar Jeremy dingin.
“Uh?”.
Jeremy kemudian menatap tajam Donghae, “Tangkap aku jika kau mau... Tangkap aku jika kau ingin...” katanya, “Lalu bunuh aku di depan matanya dan rebut ia dengan tangan yang kau gunakan untuk membunuhku itu...”.
Donghae hanya membulatkan mata mendengar kalimat itu dari Jeremy.
“Tangkap aku jika kau ingin... Tangkap aku...”.
*****
“Catch me... Catch me if you want... Catch me if you wanna... Then kill me in front of her and grab her by your hands that you use to kill me... Catch me if you wanna... Catch me...”.
***

To be countinued

***

Annyeong,YeMoon shippers!!
Nate sempat kepikiran untuk memberi nama YeMoon fansclub...
Habis Nate ngeliat dan mendengar Onnie Nate yang seorang Wires, alias Seohyun (SNSD)- Kyuhyun (Super Junior) couple...
Enak gitu punya nama fansclub... Ada lagi nama fansclub untuk couple-couple lain...

Ottaeyo? Adakah yang setuju dengan Nate??

Hayuk yang setuju kirim pendapat kamu ke wall Facebook Nate, mention ke Twitter Nate, Google+ punya Nate (tetep Retno Nate River), atau akun skype Nate (retnonateriver)


Oya, Nate gak lupa mengucapkan terimakasih buat Reader-deul yang sudah mau membaca FF Nate dan meninggalkan komentar!!^^

Gamsahamnida!!


Author

RetnoNateRiver

감사합니다^^

감사합니다^^
Jangan lupa untuk berkunjung lagi!!^