Life isn't that Beautiful

2:00 AM 0 Comments A+ a-

Tak ada seorang pun yang memiliki satu rupa di dunia ini, kita semua punya berbagai rupa. Dan kepribadian seseorang itu tak hanya berasal dari dirinya sendiri, namun berasal dari lingkungan di sekitarnya. Bagaimana mereka membentuknya, itulah kepribadian.
Sosok seorang pendiam adalah sosok yang menyimpan kejutan. Di lingkungannya, tidak ada yang tau mengapa ia begitu sunyi dan apa alasannya.

Dia ―seorang pendiam― menjadi begitu sunyi karena ketidaknyamanan yang dirasakannya membuatnya membungkam dan terdiam. Dan kepribadian itu terbentuk dari tempatnya berdiam ―dari tempat yang membuatnya terdiam.
Mereka ―yang menganggapnya pendiam― sebenarnya tidak tau apa-apa tentangnya. Bagaimana sebenarnya dirinya berada di luar lingkaran mereka. Bagaimana dirinya menjalani hidupnya yang dicintainya.

***
Useless, so why you gotta go to work?
Life isn’t that beautiful.
More painful.


Aku menoleh sekali lagi ke belakang, dan berharap langkahku akan menuntunku ke tempat yang lebih baik daripada yang ku tinggalkan.

Rasa khawatir itu menyeruak dan membuatku terbayang akan sosok diriku yang berdiri di atas tiang, terombang-ambing oleh angin yang berbisik. Aku terlalu lemah hingga angin pun mampu menggodaku.

Pandanganku terhalang oleh butiran debu yang dibawanya, dan dalam hati aku berdoa. Aku berharap aku punya penyanggah untuk berpegangan, aku harap aku bisa berjalan di atas daratan, di atas jalanku sendiri ―dengan kakiku sendiri.

I could only pray.
Pray.
Pray for a better world.

I pray the world was a perfect place
I’m praying and I know I’m not the only one

*****
inspired of song of
Verbal Jint (ft. Taeyeon of Girls’ Generation)
세상이 완벽했다면 If the World was a Perfect Place’

pictures source
방탄소년단 Facebook fanpage
***
Yup, pasti sudah pada tau kenapa Near nulis kaya gini, kan??
Stressed yo. Kalo boleh digambarkan, Near itu lagi kayak gambar di bawah ini, nih, sekarang.

Yaelah, perasaan
Near lebay amat ya^^
Curhat lagi, curhat lagi. Sosmed lagi, sosmed lagi. Tapi beginilah cara Near curhat di sosmed. Lebih asyik dan lebih sastra ―yaelah. Selama isinya gak begitu menyinggung tentang privasi Near, gak papalah ―kan banyak tuh yang curhat di sosmed tapi gak liat-liat privasi *kok ujungnya malah nyindir ya? hehehe*
Oke, cukup sekian dan sampai sini aja dari Near! Near akan menghilang dan kembali ke pekerjaan sebelumnya~...
Ppyong~...

[17’s] Dageumbari VS Hallabong VS Mwohamen

1:50 AM 0 Comments A+ a-

[17’s] Dageumbari VS Hallabong VS Mwohamen


Dalam ‘Where is My Friend’s Island?’ eps. 3 kali ini, para member SEVENTEEN sudah sampai di dorm (penginapan) mereka di pulau Jeju. Setelah beraktifitas kecil, mereka pun berkumpul lagi untuk makan malam.
“Lagi?” kaget Coups, karena kata Junghan hari ini kerjaan mereka makan mulu di Jeju.
Lebih tepatnya, memasak makan malam. Caranya, setelah grup dibagi 3 tim, masing-masing tim akan pergi ke mart dan berbelanja bahan-bahan memasak sesuai dengan uang saku yang diberikan untuk tiap-tiap tim ―yang pasti jumlahnya berbeda-beda. Dan cara menentukan uang saku bagi tiap tim itu ditentukan dengan permainan.


Nah, karena SEVENTEEN sudah terlalu sering dibagi tiga tim sesuai sub-unit, kali ini pembagiannya berbeda, Junghan pun mengusulkan dengan cara permainan Mukjjippa alias gunting batu kertas.
Dari Mukjjippa, terbentuklah tiga tim baru, yakni :



Tim Muk (batu) terdiri dari Hoshi, Mingyu, Woozi, Joshua dan Junghan ―yeey JiHan satu tim! Mereka pun memilih nama Dageumbari mengingat permainan kali ini berhubungan dengan makanan. Inilah tim Dageumbari.


Menurut informasi yang Near dapatkan dari jejuweekly.com, Daegumbari itu ikan/makanan berbahan dasar ikan yang termahal di Jeju, bisa sampai 200.000 won per kilonya. We-o-we... *ini ekspetasinya Woozi cs ketinggian berarti ya*


Tim Jji (gunting) terdiri dari Seungkwan, DK, S.Coups, dan Dino. Mereka menamai tim mereka dengan nama Hallabong karena mereka ingin membuat makanan istimewa sesegar buah jeruk Hallabong. Inilah tim Hallabong.


Hallabong ini sejenis jeruk Mandarin khas dari Jeju. Katanya, jeruknya manis dan seger gitu, jadi banyak orang yang menyukainya.


Terakhir, tim Ppa (kertas) terdiri dari empat member SEVENTEEN yang gak pernah masak sebelumnya : Wonwoo, Vernon, Jun, dan The8 ―mereka heboh banget pas maju ke depan. Dari ‘Tim Cooking game tapi Gak Bisa Masak’ akhirnya Wonwoo cs memutuskan nama ‘Mwohamen’.


Mwohamen ini dialeknya Jeju. Kalau kita kenalnya ‘Mwohanya?’ atau ‘Mwohaeyo?’ yang artinya ‘Ngapain?’, ‘Sedang apa?’, dan semacamnya, sementara karena mereka sedang berkunjung ke Jeju jadi kata-katanya diubah ke dalam dialek Jeju yang bunyinya ‘Mwohamen’ ―Onnie-nya Near malah dengernya ‘Mo ngamen’. Jadi sangking absurd-nya tim ini, keempatnya pun sepakat menamai mereka sebagai Tim Ngapain allias Mwohamen team.

Belum selesai sampai situ, mereka pun menentukan budget alias uang saku untuk mereka belanjakan nanti dengan sebuah permainan.
Dari tiga belas member, mereka bermain Frying Pan game. Kebayang gak sih, serunya mainan Frying pan kalau member-nya bejibun? Dan kebayang gak sih itu kelarnya kapan?

Jun jadi yang paling pertama tereleminasi,
disusul The8 dan Joshua
Hoshi pun menyusul~


Yup tepatnya sekitar 30 menit kemudian, tersisalah Wonwoo, Junghan, Vernon, dan Woozi. Kali ini permainan sepakat untuk diubah menjadi Khung Khung Tta. Awalnya, Vernon gak ngerti permainan ini namun setelah Junghan menjelaskan secara singkat bocah itu akhirnya ngerti juga.
Dari permainan Khung Khung Tta, Woozi paling pertama tereleminasi, disusul Wonwoo, dan terakhir tinggalah Junghan dan Vernon yang lanjut bermain Cham Cham Cham.
Dua kali kesempatan, Vernon malah mengikuti arah telunjuk Junghan dan artinya timnya Junghan cs aka Dageumbari team menang dan boleh memilih salah satu amplop dari tiga amplop yang disediakan di mana di dalamnya terdapat uang saku yang nominalnya berbeda-beda.
Dan yang bikin Near heran adalah, caranya Coups menebak-nebak isi amplop ini. lho. Sampe sujud-sujud segala, Bang Coups -_-
Ini-ngintip-ceritanya
Kayak baru gajian aja deh, Coups... -_-

Bahkan ada yang udah mirip kera dan induknya ini *nunjuk Woozi sama Mingyu*

Ci, Ganci,
boleh gantian gak??


Setelah masing-masing tim memilih amplopnya, sekarang waktunya amplop yang terpilih itu dibuka!
Hallabong team dapat 20.000 won.


Dageumbari team paling beruntung, mereka dapat 30.000 won!

Ekspresinya JiHan sama??!


Dan boleh Near garis bawahi gak? Kenapa, ya, ekspresi dan gerakannya Junghan sama Joshua itu sama pas mereka menyambut uang saku 30.000 won itu?? Menggeleng dan bersorak sambil bertepuk tangan?!
Ini kebetulan atau apa ya ―jodoh, mbak? *ini cikal bakal JiHan shipper kayaknya*
Dan tentu saja, Mwohamen team lah yang dapat uang saku paling kecil ―10.000 won doang. Inilah yang bikin tim absurd ini makin absurd dan gak jelas. Bahkan Vernon sampai bilang, “Jinjja uri mwohamen.” yang artinya, “Ini kita beneran ngapain, dah?”.

Tim ter-absurd -_-


Dan Near ngakak dengernya.
Tim sudah, uang sakunya juga sudah, sekarang tinggal berangkat dan belanja di mart!! Peraturannya, masakan yang dibuat haruslah makanan yang bernuansa Jeju, jurinya adalah para staff, boleh melakukan panggilan/menelepon orangtua untuk menanya-nanyakan berbagai hal tentang masak memasak.
Sekarang, waktunya ketiga tim berangkat!!! Dan waktunya bagi Near buat mantengin ‘Where is My Friend’s Island’ eps. 4!!! Kyaaa~~...
*ppyong*
*menghilang ditelan hyuk*

[17’s] Woozi, My Trouble, 'till All About Woozi

2:27 AM 0 Comments A+ a-

Wah, ada projek internasional buat ultahnya Woozi!! Ikutan ah!
Kira-kira kirim ucapan atau fanart, ya? Kayaknya kalau ucapan aja, gak seru. Tapi kalau fanart, yep Near memang bisa gambar tapi, kan, gak bagus.
Aha! Bikin scrapbook aja!
Tapi..., software-nya sudah kehapus pas laptop Near dibenerin waktu itu. Harus download lagi, nih, software-nya!
Near pun segera meluncur ke website software tersebut berada, login pakai email yang biasanya, dan mulai download software-nya lagi. Eh, tapi, kok, gak muncul juga donlod-annya??
Sepertinya ada yang error? **nge-dance bareng Leo**
Apakah jaringannya? Bukan.
Atau web browser-nya? Bukan juga, tuh.
Atau jangan-jangan..., email-nya? Ternyata benar! Rupanya satu akun alias satu email hanya bisa donlod software-nya sekali saja!
Buru-buru Near bikin email baru. Pusing ngisi form-nya, Near pakai saja beberapa hal yang berkaitan dengan yang ulangtahunnya akan dikasih projek, alias Woozi!
Dari nama yang punya akun ‘Lee Woozi’, beberapa data pribadi, sampai ke nama email-nya yang bertajuk woozi.nyali. Hahaha.
Iya, nama ‘Woozi’, kan, sebenarnya cuma dibaca ‘Uji’ saja dalam bahasa Korea. Berarti bunyinya ‘Woozi’ sama kaya kata ‘uji’ di dalam bahasa Indonesia, dong, ya?
Near plesetin aja, deh, itu nama dan jadilah woozi.nyali@gmail.com.
Bikin akun baru,
namanya pun juga Woozi
[lihat bagian paling patas layar browser]
Segera Near buka lagi website software tersebut dan membuat akun baru dengan email ‘woozi nyali’-nya Near. Setelah berhasil, Near segera donlod software yang dimaksud.
Ternyata bisa!
Karena akunnya Woozi,
jadi ya licensed nya buat Woozi hehehe
Sudah selesai sama software dan projek yang akan Near kirim, iseng-iseng Near buka lagi email Woozi Nyali-nya Near.
“Semuanya bertajuk Woozi, ya? Padahal bias saya, kan, Wonwoo. Hahaha.” Near sempat berpikir begitu.
Dan dengan sengaja, Near mengganti foto profilnya dengan gambar Woozi bahkan temanya juga. Awalnya foto profilnya cuma Woozi yang pakai hanbok buat Mansae live, lantas Near ganti dengan smirk-nya yang manis namun ngena itu di Mansae era.
Ah yeah.
Sekarang semuanya bertajuk Woozi! **Wonu-ya, maafkan aku**
Bahkan Onnie sempat bingung kenapa semuanya berkonsep (?) serba Lee Ji Hun aka Woozi. Yup, sekalian aja semuanya di-Woozi-in, biar mantap! Hahaha.
Dan tolong jangan salah paham : bias saya itu Wonwoo, Jeon Won Woo.
***
Ini scrapbook yang Near ikut sertakan untuk projek ultahnya Woozi. Kalau kata adminnya, so lovely~..


“Selamat ulang tahun, Lee Ji Hun.
Bekerja keraslah/Kau sudah bekerja keras, Woozi-ya.”
Semacam itulah artinya.

우지야 받아줬어? (Woozi-ya, jal badajwosseo?)
Woozi-ya, did you get it well?
선물을 좋아하면 좋겠어. (Nae seonmureul johahamyeon jotgesseo.)
I hope you like it.

Prosa Hati

1:20 AM 0 Comments A+ a-

Ini hidup, bukan permainan
Ini hidup, bukan panggung sandiwara
Namun faktanya
Dunia ini fana

Bak permainan dan panggung sandiwara
Semua telah diatur sedemikian rupa
Oleh tangan tak tertangkap mata
Tak satupun menandinginya


Aku bak anak jalanan
Dengan pikiran terbuka
Berharap ada jalan baginya
Untuk terbebas

Namun sekali lagi
Semua hanya mimpi
Saat ku buka mata kembali
Aku berada dalam fakta ini

Aku tak mau diperintah
Hanya ingin memerintah
Bukannya besar ego
Hanya ingin semua sejalan denganku


Aku bukan pelukis
Bukan pula seorang pelantun
Aku hanyalah penulis
Hanya bisa mencorat-coret

Ku gambarkan semua dalam kata-kata
Ku lantunkan semua dalam cerita
Pendiam, aku pendiam
Aku hanya menulis

Benar, menulis bagaimana rupanya
Menggambarnya dalam bentuk kata
Melantunnya dalam bentuk prosa
Itu sudah cukup buatku


Buat hatiku

***

빛을 쏟는 Sky
(bicheul sodneun Sky)
Sebarkan cahaya ke langit


그 아래 선 아이 I
(geu arae seon ai I)
Seorang anak berdiri dibawah langit itu


꿈꾸듯이 Fly
(kkumkkudeusi Fly)
Terbanglah seolah-olah aku sedang bermimpi


My Life is a Beauty


어디서 많이 들어본 이야기
(eodiseo manhi deureobon iyagi)
Kisah yang terdengar familiar


미운 오리와 백조
(miun oriwa baekjo)
Anak Itik buruk rupa dan Angsa


또 날기 전의 나비
(tto nalgi jeonui nabi)
Dan sebelum kupu-kupu terbang


사람들은 몰라
(saramdeureun molla)
Orang-orang tidak tahu


너의 날개를 못 봐
(neoui nalgaereul motbwa)
Mereka tidak melihat sayapmu


네가 만난 세계라는 건
(nega mannan segyeraneun geon)
Dunia yang kau temui


잔인할지도 몰라
(janinhaljido molla)
Mungkin akan menjadi kejam


But strong girl

you know you were born to fly


네가 흘린 눈물
(niga heullin nunmul)
Air mata yang kau keluarkan


네가 느낀 고통은 다
(niga neukkin gotongeun da)
Setiap rasa sakit yang kau rasakan


더 높이 날아오를 날을 위한 준비일 뿐 
(deo nopi naraoreul nareun wihan junbiil ppun)
Itu untuk mempersiapkan hari dimana kau akan terbang lebih tinggi


Butterfly

Everybody’s gonna see it soon


빛을 쏟는 Sky
(bicheul sodneun Sky)
Sebarkan cahaya ke langit


그 아래 선 아이 I
(geu arae seon ai I)
Seorang anak berdiri dibawah langit itu


꿈꾸듯이 Fly
(kkumkkudeusi Fly)
Terbanglah seolah-olah aku sedang bermimpi


My Life is a Beauty




Taeyeon (ft. Verbal Jint)
"I"

***

Terima kasih buat yang sudah bersedia membaca curahan hati Near saat ini.. Near sedang agak gamang, galau-galau gak jelas. Tapi gak perlu dijelasin galau kenapa, toh gak penting juga buat Reader-deul...

Fighting^^

***

lyrics source http://www.kpop-lyrics.com/

감사합니다^^

감사합니다^^
Jangan lupa untuk berkunjung lagi!!^