[INFO] HIATUS

4:07 AM 0 Comments A+ a-

Annyeong haseyo! Near imnida!

Sehubungan dengan pekerjaan yang baru saja menerima Near, ada kemungkinan besar Near membutuhkan hiatus yang cukup panjang.

Setelah sekian lama nyari job, Near akhirnya akan mulai bekerja, tepat pas S.Coups ulangtahun. Near dapet domisili yang tidak begitu dekat dengan rumah, jadi diharuskan tinggal di mess atau bahasa kerennya mah dorm.

Near masih bisa pulang ke rumah seminggu sekali. Dan dikarenakan Near memang author yang gak modal ―android boleh minjem mpok sementara Near dilarang bawa laptop sama mpok karena itu laptop buat berdua dan satu-satunya yang kita punya― jadi Near butuh waktu lama untuk hiatus.

Rencananya, Near akan hiatus selama Agustus ini, selepas Agustus masih ada kemungkinan buat Near untuk tetap hiatus. Near harap, Near bisa menabung untuk memiliki gadget pribadi, sehingga gak akan nyusahin siapa-siapa.

Near akan hiatus dalam dunia spazzing Kpop dan tulis menulis fanfiction. Tapi Near tetap akan online sesekali di SNS pribadi maupun di fanpage pribadi Near. Untuk beberapa fanfiction, terutama buat Paper Plane yang Near janjikan di fanpage, terpaksa harus diundur postingannya sampai Near punya cara untuk tetap online sambil kerja.

Semoga saja, Near gak lama-lama hiatusnya, ya. Mohon doanya, readers-nim dan authors-nim sekalian!

Oya, terima kasih juga, buat teman-teman yang sudah mau nemenin Near curhat di SNS, terima kasih buat support yang kalian berikan! Terima kasih terutama bagi yang mau setia nungguin Near kembali dan berdoa supaya Near hiatusnya gak kelamaan! Amin!

Near tetap akan menulis, kok. Tetap akan berkecimbung di dunia Kpop. Mungkin hanya dengan mendengarkan lagu Kpop lewat hape Samsung flip yang sudah mulai pecah, mungkin hanya dengan buku tulis dan sebatang pulpen. Kedengarannya gak begitu buruk, kan?

Oke, Near tau Near bukan siapa-siapa, tapi semenjak kenal Kpop Near jadi punya banyak teman, terutama ketika Near memulai dunia fanfiction. Dan sekarang, Near merasa Near punya pembaca ―baik yang setia maupun biasa aja. Karena hal tersebutlah, Near membuat pengumuman hiatus seperti ini.

Karena hal-hal tersebutlah Near merasa Near adalah seseorang.

Near berharap, Near cepat kembali! Mohon doanya selalu, dan semoga kalian semua selalu sukses dan dilimpahkan rezeki-Nya! Amin!



Author


Near

[FF] 먹자! Let’s Eat! Part II

4:00 PM 0 Comments A+ a-

먹자!
Let’s Eat!

 

Author : Near
Genre : School-Life, Romance, Fluff
Length : Two shot
Cast : Kang Seulgi, Jeon Wonwoo
Other cast : Wendy Son, Lee Jihoon

***


Dengan dress selutut berwarna oranye, gadis itu berjalan riang bersama tas tangannya. Seperti biasa, dia menelusuri lorong yang kemarin dia lalui dengan tergesa, namun untuk hari ini ia melewatinya dengan ringan.

Kembali Seulgi memasuki kamar rawat kemarin ―kamar rawat Wonwoo. Digesernya sedikit pintu itu, kemudian kepalanya melongok di antara celah pintu. Niatnya ingin memberi kejutan untuk Wonwoo, namun justru Seulgi lah yang terkejut.

Kamar itu kosong, tidak ada penghuninya. Tidak ada Wonwoo, bahkan sedikitpun barangnya tidak ada di sana. Seulgi panik, dia memasuki kamar itu untuk memastikan apa yang dilihatnya tidak salah.

Dan Wonwoo memang tidak ada di kamar itu.

“Apa aku salah masuk kamar? Apa aku salah? Seulgi panik, “Tidak! Ini benar kamar Wonwoo, tapi ke mana dia?!”

Tak mampu menahan kekhawatirannya, Seulgi berlari-lari kecil menuju meja resepsionis dan mencari tau yang terjadi.

Ganhosa-nim, apa di kamar sebelah benar ruang rawat inap Jeon Wonwoo?” tanya Seulgi sesegera mungkin pada seorang perawat di balik counter.

Dan wanita itu mendengarkan dengan baik, “Dia sudah tidak ada, Agassi.” jawabnya datar.

Entah karena kekhawatirannya yang berlebihan atau memang Seulgi hanya kurang sarapan hari ini, jadi pikiran Seulgi semakin kacau. Dia terkejut bukan main mendengar jawaban perawat tersebut.

“Won..., woo...?” lirihnya.

Dan tentu saja Seulgi sudah salah paham. ”Bu-bukan begitu maksud saya, Agassi.” buru-buru perawat itu meluruskan, “Maksud saya, pasien di ruang rawat inap nomor tujuh bernama Jeon Wonwoo sudah tidak ada di sana, sudah tidak ada di rumah sakit ini.” jelasnya, “Pagi tadi, Ibunya sudah membawanya pulang ke rumah, jadi pasien akan dirawat di rumahnya.”

Mendengar keterangan yang dijabarkan wanita itu membuat Seulgi berulangkali menghela nafas lega. Dia merutuk dalam hati, bisa-bisanya Seulgi ―kelewat― berprasangka buruk seperti tadi ―Wonwoo baik-baik saja!

[FF] 먹자! Let’s Eat! Part I

4:00 PM 0 Comments A+ a-

먹자!
Let’s Eat!

 

Author : Near
Genre : School-Life, Romance, Fluff
Length : Two shot
Cast : Kang Seulgi, Jeon Wonwoo
Other cast : Wendy Son, Lee Jihoon

***

Dengan tergopoh-gopoh, gadis berseragam biru itu berlari di antara lorong rumah sakit. Sesekali tasnya yang melorot dilonjakkan hingga kembali ke punggungnya. Meski dua tas tangannya semakin menghambat langkah-langkahnya, tetapi gadis itu tidak menyerah.

Sampailah ia di sebuah kamar rawat, tempat yang sedari tadi dia tuju. Tanpa salam, tanpa permisi, langsung saja gadis itu menggeser pintu, hingga membuat si penghuni serta merta menatapnya.

Lelaki itu, pemuda tanpa eksrpesi itu. Ya, benar, dia memang di sana. Duduk bersandar pada head bed-nya, dengan kaki ditekuk dan memangku sebuah buku, serta kacamata bulat yang membuat kesan angkuh dan dingin di wajahnya berkurang. Selang infus menancap pada punggung tangan kirinya, tak lupa hari ini ia kelihatan berbeda dengan baju khas dari rumah sakit.

“Seulgi?” sahut pemuda itu pada si gadis, Kang Seulgi.

[FF] Aim part XVII

5:29 PM 0 Comments A+ a-

Aim
Part XVII : Fin(al)

 
Author : Near

Genre : Action, Romance, NC+19

Cast : Choi Sol Ji/Sally Choi (OC), Jeon Won Woo

Other Casts : Kim Min Gyu, Choi Seung Cheol, Han Na Yeon (OC), Yoon Jeong Han, Lee Ji Hun, Cheon Se Ri (OC), Wen Jun Hui, Kwon Sun Young, Lee Seok Min, Choi Han Sol/Vernon

***



A warning from Author...

NC di sini meliputi adegan kekerasan ―berhubung genre-nya action jadi ada adegan pukul-pukulan, tembak-tembakan, dan darah-darahan (?), beberapa kata tidak sopan ―rada kasar juga sih, dan adegan dewasa. Meskipun fanfiction ini tidak secara keseluruhan ―alias tidak 100%― mengandung adegan-adegan di atas, namun tetap saja pembaca harus mewaspadai hal ini.

Tulisan ini tidak untuk ditiru atau menjerumuskan pada hal-hal buruk yang ditulis di dalamnya. Sebagai pembaca yang baik, mohon buang yang jelek dari tulisan ini dan ambil yang baik dari fanfiction ini. Jadilah pemabaca yang baik yang mampu menyaring apa yang dibacanya.

Mohon perhatikan baik-baik peringatan ini terlebih dahulu sebelum membaca, ya.

Author

Near

***

“Krek, krek,” kamera itu diarahkan kepadanya.

“Hai,” sapa Solji pada kamera, “ini kamera baruku, aku baru saja membelinya untuk acara reunian besok. Hehehe.” katanya, “Apa yang harus ku katakan, ya?”

“Oh, ya, X team.” ingatnya, “Saat ini, kami memang tidak terlalu aktif lagi, dan kami memang lebih sering terpisah sejak kejadian luar biasa beberapa tahun yang lalu, sampai SWAT pun turun tangan.”

“Dimulai dari Seungcheol Oppa, S.Coups leader kami.” katanya, “Setahun setelah kejadian, semuanya sudah membaik, Korea Selatan menjadi aman dan damai. Dan di saat itulah, ia mempersunting Pelatih Han. Yup, siapa lagi kalau bukan Nayeon Onnie!”

“Tiga tahun yang lalu mereka menikah, dan sekarang sedang menanti kelahiran anak kedua.” katanya, “Lalu Jeonghan Oppa, Seri, Seokmin dan Sunyoung kini lebih fokus dalam tugas penyelidikan mereka, menjadi detektif dan polisi pada umumnya. Mereka banyak mengungkap kasus-kasus pembunuhan yang rumit.”

“Jihun sendiri masih bekerja untuk Kepolisian sebagai hacker, sementara Junhui harus bolak-balik Cina-KorSel karena tugas. Mingyu baru saja kembali dari camp setelah hampir dua tahun bertugas di sana. Oya, dia sudah berkenalan dengan Haera, dan ku rasa ada sesuatu di antara mereka.” Solji terkekeh, “Sementara Wonwoo dan,”

“Kau lihat di mana handukku?” suara bass itu menggema.

Solji jengah, “Memangnya di situ tidak ada?” teriaknya, dengan segera ia menghampiri si pemilik suara dan meninggalkan kameranya di atas meja rias.

Selama keheningan itu, kamera berhasil menyorot seisi kamar berinterior elegan yang dipenuhi warna-warna lembut. Di dindingnya terdapat sebuah rak besar berdesain unik penuh dengan buku. Tak luput dari rekaman, tertangkap juga beberapa pigura di samping kasur king size itu.

Pigura-pigura yang terbilang masih baru dan sangat cantik. Berisi banyak gambar seorang pria dengan stelan jas rapi dan senjata di tangan serta seorang wanita yang memakai gaun putih juga dengan senjata di tangan. Sebuah pre-wedding photo yang mengusung tema yang sangat unik.

***

Aim
Part XVII : Fin(al)

***

Seorang wanita dengan tubuh semampai, rambut hitam kecoklatan yang dikuncir rapi, dengan langkah tegas memasuki lapangan indoor dan berhadapan dengan beberapa polisi di sana.

“Mulai sekarang, sebagai pengganti Pelatih Han Na Yeon yang harus absen karena baru saja melahirkan anak pertamanya,” ucap wanita itu, “aku akan melatih kalian sampai Pelatih Han kembali atau sampai penggantinya datang. Kalian bisa memanggilku Pelatih Choi,”

“Choi Sol Ji.”

“Siap!” seru seluruh pasukan itu.

“Lihat, dari kecil sampai dewasa pun dia takkan pernah tumbuh menjadi gadis manis,” ucap Seungcheol, dari lantai atas memerhatikan Solji yang memulai hari pertamanya melatih bela diri menggantikan isterinya, Nayeon.

Wonwoo hanya tersenyum.

“Kapan-kapan mampirlah ke rumahku, aku ingin menunjukkan banyak hal tentang Solji padamu.” Seungcheol menatap pria di sampingnya.

Wonwoo mendelik. “Kenapa kau ingin sekali menunjukkannya, Hyung?” herannya.

“Kenapa?” Seungcheol terkekeh, “Wonwoo-ya, kau tak usah pura-pura padaku. Aku tau sebenarnya ada yang ingin kau katakan padaku akhir-akhir ini, tetapi kau tidak bisa mengungkapkannya.”

Hyung, aku,”

Seungcheol keburu mendekap bahunya, “Kau sudah dewasa, Jeon Won Woo. Kau tau apa yang harusnya kau pilih di usiamu yang sudah sangat matang ini.” nasihatnya, “Kau tak perlu takut soal bakcground-mu. Lagipula namamu sudah dibersihkan di persidangan yang lalu, kan?”

Wonwoo ingat itu, “Gomawo, Hyung.” dan Seungcheol lah yang membantunya.

Setelah kejadian menegangkan itu usai, oleh rakyat Korea Selatan nama Wonwoo sempat mencuat dan disebut-sebut sebagai pengkhianat negara dan tidak pantas berada di dalam kepolisian. Hal ini dikarenakan Wonwoo sempat bekerja sama dengan Ilsung untuk mengkhianati negara.

Namun Seungcheol menegaskan bahwa Wonwoo mengorbankan dirinya sendiri untuk menyelamatkan negara ini. Buktinya ia mau kembali pada jalan yang benar, berbalik membasmi Ilsung, dan melindungi segenap bangsanya, bahkan hampir mati.

Tidak ada lagi pembunuh bayaran Park Shi Yeon, tidak ada lagi teroris Jung Il Sung. Semuanya sudah damai dan aman, Korea Selatan tetaplah satu kesatuan yang utuh.

Wonwoo sudah mengurus semua dokumennya yang masih beratasnamakan Park Nam Kyung yang kemudian dirubahnya menjadi Jeon Won Woo. Sebenarnya ada satu alasan kenapa ia membenahi itu semua, namun Wonwoo tak bisa mengungkapkannya pada siapapun.

“Bagaimana? Beberapa identitasmu sudah bernama Jeon Won Woo sekarang, kan?” selidik Seungcheol, Wonwoo terkesiap, “Aku sudah tau, kok.” ditepuknya bahu itu berulangkali.

Wonwoo meragu.

“Kau tak perlu cemas,” kata Seungcheol, “aku sudah merestuimu.”

[FF] Aim part XVI

6:00 PM 0 Comments A+ a-

Aim
Part XVI : COMA

 

Author : Near

Genre : Action, Romance, NC+19

Cast : Choi Sol Ji/Sally Choi (OC), Jeon Won Woo

Other Casts : Kim Min Gyu, Choi Seung Cheol, Han Na Yeon (OC), Yoon Jeong Han, Lee Ji Hun, Cheon Se Ri (OC), Wen Jun Hui, Kwon Sun Young, Lee Seok Min, Choi Han Sol/Vernon

Cameo : Joshua Hong

***



A warning from Author...

NC di sini meliputi adegan kekerasan ―berhubung genre-nya action jadi ada adegan pukul-pukulan, tembak-tembakan, dan darah-darahan (?), beberapa kata tidak sopan ―rada kasar juga sih, dan adegan dewasa. Meskipun fanfiction ini tidak secara keseluruhan ―alias tidak 100%― mengandung adegan-adegan di atas, namun tetap saja pembaca harus mewaspadai hal ini.

Tulisan ini tidak untuk ditiru atau menjerumuskan pada hal-hal buruk yang ditulis di dalamnya. Sebagai pembaca yang baik, mohon buang yang jelek dari tulisan ini dan ambil yang baik dari fanfiction ini. Jadilah pemabaca yang baik yang mampu menyaring apa yang dibacanya.

Mohon perhatikan baik-baik peringatan ini terlebih dahulu sebelum membaca, ya.

Author

Near

***

[Vernon (ft. Pledis Girlz (Eunwoo)) - Sickness]


Setiap malam, buku catatan dengan sampul kulit kecoklatan itu seperti dongeng pengantar tidurku. Benar, di dalam map cokelat wasiatnya, Shiyeon juga memberikan buku catatannya itu padaku. Selain itu, isinya hanyalah dokumen-dokumenku, salah satunya adalah dokumen perubahan namaku.

Sekarang aku hidup sebagai diriku sendiri, aku hidup dengan namaku sendiri. Aku bukanlah Park Nam Kyung, aku Jeon Won Woo.

Buku itu ternyata buku hariannya Shiyeon, di mana semua keping dari puzzle yang tersisa bersembunyi di sana selama bertahun-tahun. Dan kini, aku sedang melengkapi puzzle-ku.


“Setiap kali aku melihatnya, aku menderita. Ada dua alasan mengapa aku ikut menderita. Pertama, karena lelaki itu tak mau bertanggungjawab terhadap perbuatannya. Dan yang kedua, karena ia dan laki-laki itu telah melakukan hubungan spesial.

Aku merasa seperti makhluk halus yang tidak kasat mata. Seharusnya ia tau, sejak awal aku selalu memperhatikannya, akulah orang yang sangat mencintainya. Namun sudah menjadi pekerjaannya memadu kasih dengan banyak laki-laki, dan beginilah akhir dari perbuatannya sendiri.

Ini sudah memasuki bulan kelima, aku makin menderita melihat perut buncitnya. Persetan lelaki yang kabur dari tanggung jawabnya itu.

Aku akan memberinya pelajaran.“.


Dia ―perempuan? Siapa? Apa yang Shiyeon maksud adalah Ibuku? Shiyeon menyukai Ibuku?

Pantas saja Shiyeon selalu ‘merawat’ Ibuku, terutama setiap kali wanita itu pulang dengan pakaian minim dalam keadaan mabuk. Ternyata semua itu berlandaskan satu hal : cinta.

Lembar selanjutnya.


“Dia datang, dia sudah mendatangi kediamannya. Ia menyorakkan keadilan dan menagih tanggung jawab. Namun para penghuni rumah megah itu sama saja, tak bertanggungjawab.

Jadi sebelum ia berbalik, ia bersumpah akan menamai anak itu dengan marga mereka, sebagai tanda itulah hasil dari perbuatan haram mereka yang seharusnya dipertanggungjawabkan. Tetapi sama saja, dia pulang seperti sampah dan tak ada yang mengakuinya sebagai benda berharga.

Persetan lelaki itu.”.


Dari situ setidaknya aku paham, bahwa nama asliku ini ternyata nama yang dipaksakan. Mungkin itulah mengapa Shiyeon menamaiku ―ulang― dengan nama Park Nam Kyung dan berpura-pura menjadi puteranya selama bertahun-tahun.


“Tak ada yang bisa ku ucapkan selain kata maaf. Dia akhirnya tau kalau aku telah menghabisi lelaki kurang ajar itu. Dia memarahiku habis-habisan.

Pasalnya, lelaki itu akhirnya sepakat untuk bertanggungjawab, hanya saja ia takkan memberitau keluarganya perihal rencana tersebut, namun pada malam setelah mereka bertemu aku malah membunuhnya. Bodoh, kenapa aku gelap mata?

Sebentar lagi anak itu akan lahir dengan nama yang dipaksakan, tanpa seorang Ayah, dan itu semua karena kesalahanku. Tidak, maafkan aku, Minchae.

Aku mohon.”.


Heol, desisku.

Dia yang Shiyeon maksud memang benar Ibuku. Dan bodohnya lagi, karena tindakannya yang egois itu membuatku terlahir menderita. Aku baru tau kalau Shiyeon bisa kejam juga padaku, parahnya ia tak pernah memberitauku selama ini.

Heol... Kau bodoh, Shiyeon...

[FF] Aim part XV

4:05 PM 0 Comments A+ a-

Aim
Part XV : Death

 

Author : Near

Genre : Action, Romance, NC+19

Cast : Choi Sol Ji/Sally Choi (OC), Jeon Won Woo

Other Casts : Kim Min Gyu, Choi Seung Cheol, Han Na Yeon (OC), Yoon Jeong Han, Lee Ji Hun, Cheon Se Ri (OC), Wen Jun Hui, Kwon Sun Young, Lee Seok Min

***



A warning from Author...

NC di sini meliputi adegan kekerasan ―berhubung genre-nya action jadi ada adegan pukul-pukulan, tembak-tembakan, dan darah-darahan (?), beberapa kata tidak sopan ―rada kasar juga sih, dan adegan dewasa. Meskipun fanfiction ini tidak secara keseluruhan ―alias tidak 100%― mengandung adegan-adegan di atas, namun tetap saja pembaca harus mewaspadai hal ini.

Tulisan ini tidak untuk ditiru atau menjerumuskan pada hal-hal buruk yang ditulis di dalamnya. Sebagai pembaca yang baik, mohon buang yang jelek dari tulisan ini dan ambil yang baik dari fanfiction ini. Jadilah pemabaca yang baik yang mampu menyaring apa yang dibacanya.

Mohon perhatikan baik-baik peringatan ini terlebih dahulu sebelum membaca, ya.

Author

Near

***

[VIXX - Alive]


“Lepaskan Polisi Do, bukankah sudah kau lihat sendiri kami datang tanpa pengawalan apapun?” sahut Junhui.

“Ah, sampai lupa,” Ilsung santai saja.

Ia mengisyaratkan pada dua anak buahnya yang lain untuk membawa peti kayu di belakangnya dan memperlihatkan isinya pada X team. Lalu Ilsung mengatakan sesuatu.

“Agak disayangkan, sih, tapi...,”.

Semua terkejut dan membeku begitu melihat apa yang mereka sembunyikan di dalam peti kayu tersebut. Seri membekap mulutnya, tak sengaja air matanya jatuh. Mingyu yang paling tercekat melihatnya. Jeonghan sudah mulai geram, begitu juga dengan Sunyoung.

Ini tidak adil.

“..., beliau sudah mati...”.

[FF] Aim part XIV

6:00 PM 0 Comments A+ a-

Aim
Part XIV : Plan

 
Author : Near

Genre : Action, Romance, NC+19

Cast : Choi Sol Ji/Sally Choi (OC), Jeon Won Woo

Other Casts : Kim Min Gyu, Choi Seung Cheol, Yoon Jeong Han, Lee Ji Hun, Cheon Se Ri (OC), Wen Jun Hui, Kwon Sun Young, Lee Seok Min

***



A warning from Author...

NC di sini meliputi adegan kekerasan ―berhubung genre-nya action jadi ada adegan pukul-pukulan, tembak-tembakan, dan darah-darahan (?), beberapa kata tidak sopan ―rada kasar juga sih, dan adegan dewasa. Meskipun fanfiction ini tidak secara keseluruhan ―alias tidak 100%― mengandung adegan-adegan di atas, namun tetap saja pembaca harus mewaspadai hal ini.

Tulisan ini tidak untuk ditiru atau menjerumuskan pada hal-hal buruk yang ditulis di dalamnya. Sebagai pembaca yang baik, mohon buang yang jelek dari tulisan ini dan ambil yang baik dari fanfiction ini. Jadilah pemabaca yang baik yang mampu menyaring apa yang dibacanya.

Mohon perhatikan baik-baik peringatan ini terlebih dahulu sebelum membaca, ya.

Author

Near

***

[VIXX - Alive]


“Jadi itu alasanmu berciuman dengannya?” Solji melipat kedua tangan di depan dada.

Wonwoo menatapnya, “Aku tau kau pasti tidak suka,” katanya, “aku terpaksa melakukan itu karena sebenarnya Haera menyimpan perasaan untukku.”.

“Kau mempengaruhinya?”.

“Ya, demi kebaikannya.”.

Solji mendengus.

“Begini, aku akan mengakui tiga hal padamu.” Wonwoo bersiap, “Pertama, aku dan Haera saling mengenal, kami tumbuh tanpa mengenal namanya orangtua. Kedua, aku kasihan pada Haera yang dicuci otaknya oleh Ilsung ―ia gadis baik tapi terlalu polos. Dan yang ketiga...,” ia menggaruk tengkuk, “aku pernah..., menidurinya...”.

“Plak!!” tanpa komando apapun, Solji langsung menamparnya dengan keras.

Semua terkejut, apalagi melihat Solji hendak memukul Wonwoo, dengan segera Seri menahan Solji, Jeonghan mengevakuasi Wonwoo, dan Seungcheol menengahi keduanya.

“Hentikan! Hentikan!!” seru Seungcheol, suasana akhirnya mampu dibendung. “Ya, Jeon Won Woo. Kenapa yang nomor tiga kau akui pula?!” dia agak kesal juga.

“Aku rasa, Solji juga harus mengetahuinya, jadi ku akui saja ―toh, aku memang pernah melakukannya, kan?” Wonwoo santai saja.

“Solji-ya, bisa tidak kau jangan gegabah begitu?” jengkelnya kini beralih pada adik sepupunya.

Kali ini Seri bisa melepaskan genggamannya dari Solji begitu gadis itu bisa mengendalikan emosinya sendiri.

“Mulai sekarang, semua sudah clear. Ada pertanyaan lagi?” ucap Seungcheol, “Mulai hari ini, kita akan bekerja sama lagi dengan Wonwoo,” semua terkejut, “jadi aku harap kalian semua bisa,”.

“Tunggu! Dia, kan pengkhianat!” Sunyoung menyalahkan, “Kenapa kita harus bekerja sama dengan penusuk dari belakang?!”.

[FF] Aim part XIII

6:00 PM 0 Comments A+ a-

Aim
Part XIII : Just Another Girl

 

Author : Near

Genre : Action, Romance, NC+19

Cast : Choi Sol Ji/Sally Choi (OC), Jeon Won Woo

Other Casts : Kim Min Gyu, Choi Seung Cheol, Yoon Jeong Han, Lee Ji Hun, Cheon Se Ri (OC), Wen Jun Hui, Kwon Sun Young, Lee Seok Min

***



A warning from Author...

NC di sini meliputi adegan kekerasan ―berhubung genre-nya action jadi ada adegan pukul-pukulan, tembak-tembakan, dan darah-darahan (?), beberapa kata tidak sopan ―rada kasar juga sih, dan adegan dewasa. Meskipun fanfiction ini tidak secara keseluruhan ―alias tidak 100%― mengandung adegan-adegan di atas, namun tetap saja pembaca harus mewaspadai hal ini.

Tulisan ini tidak untuk ditiru atau menjerumuskan pada hal-hal buruk yang ditulis di dalamnya. Sebagai pembaca yang baik, mohon buang yang jelek dari tulisan ini dan ambil yang baik dari fanfiction ini. Jadilah pemabaca yang baik yang mampu menyaring apa yang dibacanya.

Mohon perhatikan baik-baik peringatan ini terlebih dahulu sebelum membaca, ya.

Author

Near

***

Meski dengan pakaiannya yang kotor, wajah yang babak belur, tubuh yang lemas, Wonwoo masih bisa berjalan menuju sebuah bukit di tengah kota. Bukit yang suci, tempat di mana semua jiwa yang telah mati tertidur dengan tenang.

Di sanalah Kim Jin Po dimakamkan, dan Wonwoo berdiri lesu di depan nisannya.

“K, Kim..., Sonsaengnim...” lirihnya, menatap batu hitam mengkilap itu dengan lemah, “Aku..., datang...” seperti sebuah kebiasaan Wonwoo mengantongi kedua tangannya di saku jeans-nya.

“Maaf aku tidak bawa apa-apa, maaf aku tidak datang di hari pemakamanmu, maaf aku...,” ia meremas tangannya sendiri, Wonwoo menggeleng kecil, “maaf aku..., aku salah..., aku bersalah, Pak Kim...”

Pipinya terasa perih ketika bulir itu mengalir di atas lukanya.

“Aku muncul sebagai pengecut..., pecundang... A loser..” Wonwoo menunduk, malu rasanya menemui Pak Kim yang sudah tak bernyawa.


“Jika kau merasa ragu,” ucapan Pak Kim menghentikan langkahnya, “coba kau tarik nafas, perlahan-lahan, berulangkali, dan mulailah memilah jalanmu sendiri setelah kau merasa tenang.”


Berulang kali, Wonwoo menarik nafas panjang perlahan-lahan, namun bukannya merasa tenang justru ia tersedu.

“Apa yang harus ku lakukan, Kim Sonsaengnim? Sekarang tak ada yang percaya padaku, tetapi sungguh aku ingin menolong mereka.” Wonwoo bisa melihat titik-titik air matanya di atas tanah pemakaman.

“Apa yang harus ku lakukan...?” lirihnya.


“Ingatlah, tidak ada kata ‘tidak pernah’, yang ada hanya kata ‘terlambat’.” lanjut Pak Kim.


Wonwoo jatuh bersimpuh di depan nisan yang bisu itu, ia jatuh seperti seseorang yang telah kalah, ia bukan seorang Jeon Won Woo yang sebelumnya. Ia benar-benar pengecut.

Yongseo haseyo, Sonsaengnim...” lirihnya, “Yongseo haseyo...”.

[FF] Tersenyumlah

1:04 AM 0 Comments A+ a-

Tersenyumlah


Author : Near
Genre : Life (curhat)
Length : Ficlet, Mix
Cast : Wonwoo, OC (she is the symbolist of my feeling)

***

"Aku hanya mempercayai apa yang ku percayai."

***

cr My Wooniverse

Lelaki itu mengejarnya. Tentu saja langkah-langkah lebar itu berhasil membalapnya.

"Apa? Ada apa denganmu? Biarkan aku mengetahuinya!"

"Ada apa?" sinis gadis itu, "Lebih baik kau tinggalkan aku sendiri." dan melengos begitu saja.

Namun tangannya tak bisa lolos dari cengkeraman lelaki itu.

"What the--"

"Jangan pernah kau pendam apapun sendirian, kau bukan penyendiri!!"

"Aku hanya butuh waktu sendiri! Aku hanya tak ingin melihatmu!"

[FF] Aim part XII

6:00 PM 0 Comments A+ a-

Aim
Part XII : Rest in Peace

 

Author : Near

Genre : Action, Romance, NC+19

Cast : Choi Sol Ji/Sally Choi (OC), Jeon Won Woo

Other Casts : Kim Min Gyu, Choi Seung Cheol, Han Na Yeon (OC), Yoon Jeong Han, Lee Ji Hun, Cheon Se Ri (OC), Wen Jun Hui, Kwon Sun Young, Lee Seok Min

***


A warning from Author...

NC di sini meliputi adegan kekerasan ―berhubung genre-nya action jadi ada adegan pukul-pukulan, tembak-tembakan, dan darah-darahan (?), beberapa kata tidak sopan ―rada kasar juga sih, dan adegan dewasa. Meskipun fanfiction ini tidak secara keseluruhan ―alias tidak 100%― mengandung adegan-adegan di atas, namun tetap saja pembaca harus mewaspadai hal ini.

Tulisan ini tidak untuk ditiru atau menjerumuskan pada hal-hal buruk yang ditulis di dalamnya. Sebagai pembaca yang baik, mohon buang yang jelek dari tulisan ini dan ambil yang baik dari fanfiction ini. Jadilah pemabaca yang baik yang mampu menyaring apa yang dibacanya.

Mohon perhatikan baik-baik peringatan ini terlebih dahulu sebelum membaca, ya.

Author

Near

***

Deg! Itu yang terasa di dada kirinya. Seungcheol tak punya kekuatan lagi untuk menggenggam ponselnya seketika berita buruk itu terdengar telinganya.

“Ada apa?” tanya Nayeon yang masih duduk-duduk di kursi taman rumah sakit, “Seungcheol-ah?” ia bisa melihat raut wajah Seungcheol berubah drastis.

Lelaki tersebut memeluk Nayeon sesegera mungkin, “Berjanjilah kau akan baik-baik saja setelah mendengar ucapanku.”.

***

Jihun panik melihat Seri menitikan air mata begitu menerima telepon dari Seokmin. Tak perlu ditanyakan lagi, pasti hal buruk telah terjadi.

“Seri,” panggil Jihun, “Seri-ya, katakan, ada apa?”.

Tak tahan, Seri memutuskan panggilan. Gadis itu hanya menunduk sambil terus menitikan air mata ―tanpa isakan.

“Ceritakan padaku begitu kau tenang,” bahkan ketika keadaannya belum pulih benar, Jihun masih bisa mengerti perasaan Seri.

Tangan Jihun menyentuh pipinya, menyeka aliran air mata di pipi Seri.

Ia lalu terisak, seraya menatap Jihun dengan air matanya yang berlinang, “Lee Ji Hun...,” panggilnya lirih.

Jihun berkedip, seakan kedua matanya bertanya, “Kenapa?”.

***

“Braakkk!!!” kesal, marah, serasa darahnya mendidih ketika Ilsung mengatakan hal tersebut padanya, hingga akhirnya Wonwoo membanting meja itu hingga terbalik.

Semua menatapnya, tanpa berani bersuara. Suara petir menyambar di saat yang sama, disusul hujaman titik air hujan yang memburu permukaan tanah. Angin kencang berhembus, membuat semua dedaunan bergesekan.

Kumpulan instrumen itu menyambut keheningan yang menyebar.

Hanya Ilsung yang tidak terpengaruh. Pria tua itu bahkan masih bisa menyalakan batangan putihnya dengan tenang. Lalu memandangi Wonwoo yang menatapnya tajam.

Wonwoo bisa saja membunuhnya saat ini.

Eoh? Kenapa?” alisnya terangkat, baru kali ini ia melihat Wonwoo semarah itu.

“Sudah ku bilang, jangan sentuh mereka!!!” geram Wonwoo.

“Hei, aku tidak bermaksud membunuhnya, lelaki tua itu memang sudah dasarnya bau tanah.” Ilsung mengepulkan asap dari mulutnya, “Memangnya kenapa? Setidaknya aku tidak menyentuh gadismu yang berharga, kan?”.

Percuma, tak ada untungnya berdiskusi dengan pria menyedihkan itu. Wonwoo segera mengambil jaket di sofa dan bergegas.

“Jangan pernah mencariku.” sinisnya.

“Blam!” dan meninggalkan ruangan.

감사합니다^^

감사합니다^^
Jangan lupa untuk berkunjung lagi!!^