[FF] Aim part I

2:24 AM 0 Comments A+ a-

Aim
Part I : Get to know Us


Author : Near

Genre : Action, Romance, NC+19

Cast : Choi Sol Ji/Sally Choi (OC), Jeon Won Woo

Other Casts : Kim Min Gyu, Choi Han Sol/Vernon, Choi Seung Cheol, Yoon Jeong Han, Wen Jun Hui, Lee Ji Hun, Cheon Se Ri (OC), Kwon Sun Young, Lee Seok Min

***

A warning from Author...

NC di sini meliputi adegan kekerasan ―berhubung genre-nya action jadi ada adegan pukul-pukulan, tembak-tembakan, dan darah-darahan (?), beberapa kata tidak sopan ―rada kasar juga sih, dan adegan dewasa. Meskipun fanfiction ini tidak secara keseluruhan ―alias tidak 100%― mengandung adegan-adegan di atas, namun tetap saja pembaca harus mewaspadai hal ini.

Tulisan ini tidak untuk ditiru atau menjerumuskan pada hal-hal buruk yang ditulis di dalamnya. Sebagai pembaca yang baik, mohon buang yang jelek dari tulisan ini dan ambil yang baik dari fanfiction ini. Jadilah pemabaca yang baik yang mampu menyaring apa yang dibacanya.
Mohon perhatikan baik-baik peringatan ini terlebih dahulu sebelum membaca, ya.

Author

Near
***

Aku hanyut dalam dekapannya, tubuh terasa panas seketika ia merenggut apa yang ku punya. Ku biarkan ia berkelana dari mulutku yang terbuka untuknya. Jika benar, jika saja ia bersungguh-sungguh.

“Hentikan,” rintihku, “you just bite it.”.

Namun ia berdesis, menolak apa yang ku perintahkan padanya. Ia bermain-main sesuka hati, aku sudah terkunci olehnya.

Stop it,”.

One more time.”.

Kami sadar, semua yang kami lakukan ini tidak berdasarkan pada sesuatu hal yang mendasar, tanpa sesuatu yang jelas. Kau taulah sesuatu itu.

Namun ia terlalu mudah untuk tergoda ―meskipun aku bukan jenis wanita penggoda.

“Manis,” desisnya, “my Sally..., Solji-ya.”.

Aku ingin mendengarnya lagi.

“Solji-ya,”.

[FF] Aim (Spoiler ver.)

1:45 PM 0 Comments A+ a-

Aim

Spoiler ver.



Author : Near

Genre : Action, Romance, NC +19, OC

Main Casts : Choi Sol Ji/Sally (OC), Jeon Won Woo

Other Casts : ▫ Kim Min Gyu

▫Choi Seung Cheol

▫Han Na Yeon (OC)
▫Yoon Jeong Han
▫Wen Jun Hui
▫Lee Ji Hun
▫Cheon Se Ri (OC)
▫Kwon Sun Young
▫Lee Seok Min
▫Choi Han Sol/Vernon Choi


***

Namaku Choi Sol Ji, nama Inggrisku Sally Choi.

Aku bekerja selama satu tahun sebagai seorang polisi. Namun karena kelebihanku di lapangan membuatku akhirnya dipindahkan ke sebuah tim kecil yang dibentuk Kepolisian dan Persatuan Agen Rahasia.

X-Team, nama yang kurang kreatif bagiku. Well, di balik nama itu terdapat banyak anggota yang luar biasa! Bisa dibilang, kami adalah secret agent. Disebut X karena kami adalah tim yang dibentuk sebagai rencana atau senjata tersembunyi ―bak tanda X dalam peta harta karun.

Yeah, kau tau aku tidak pandai berkata-kata.

***

“Oh, sudah datang rupanya,” seorang pria tua keluar dari ruangan itu, semua membungkuk hormat padanya, “Putera semata wayang Park Shi Yeon,” sambut pria tua itu.

“Sayang, kau salah menyebutkan identitasku,” dingin si pemuda.

“Kau tau aku bekerja untuk siapa, kan? Aku yakin anaknya Shiyeon pasti sudah paham akan tugas yang diemban Ayahnya. Bukankah begitu, Tuan Muda Park?”.

“Bukan,” sangkal pemuda itu, “namaku Jeon Won Woo.”.

***

“Namaku Kim Min Gyu! Mohon bantuannya!”.


Annyeong haseyo, Choi Sol Ji imnida.” senyumnya ramah.

Annyeong haseyo, jal butak-deurimnida.” balas Mingyu, “Cantik juga.” batinnya melihat tatapan itu.

***

“Klek!!” mereka saling menodongkan pistol, namun,

“Dor!!” pria itu justru menembak Jeonghan.

“Bruk!” seketika Jeonghan ambruk.

“Sekarang tinggal kita berdua, Tn. Song.” sinisnya pada Seungcheol, “Atau sebenarnya, kau bukan Tn. Song...?” ia tertawa sambil menodongkan senjatanya ke arah pemuda itu.

***

Ia terbelalak, “Wonwoo Hyung?”.

“Wonwoo?” Mingyu lebih kaget lagi.

“Kau mengenalnya, Nuna?” kaget Mingyu.

***

Bangapseumnida.” bungkuk Wonwoo.


“Eh, kata Mingyu, Onnie kenal Wonwoo, ya? Berarti, Onnie tau, dong, sifatnya Wonwoo itu? Apa dia memang dari dulu begitu?” tanya Seri, “Begitu dingin, cuek, tidak punya wajah ―eh, maksudku tidak punya ekspresi, tidak pernah senyum, seperti batu es?”.


“Dia laki-laki yang pernah menjalin hubungan itu denganku.”.

“Jadi Won―” Seungcheol hampir berteriak, “―maksudku, jadi Wonwoo orangnya?!” gegernya berbisik.

***

“Hansol? Siapa?” tanya Mingyu.

“Adik laki-lakiku.” jawab Solji.


“Kenapa tanya-tanya soal Hansol?”  sahut Seokmin.

“Cemburu, ya?” tambah Sunyoung.

Mingyu hanya tersenyum canggung sambil menggaruk tengkuk.

***

“Bagaimana aku hari ini,” Seungcheol tersenyum menggoda, “Pelatih Han...?”.

***

“Belum ada kabar?” sahut pemuda itu. “Shin Hae Ra, siapa tau kau ingin mengirim salam padanya.” cengir pemuda itu.

Wonwoo terbelalak, “Kalian menyuruhnya bermalam dengan pria-pria busuk itu?!!” geramnya, “Persetan kalian.”.

***

“Haera-ya,” panggil Wonwoo, “Pulanglah, dan jangan kembali ke sini. Berada di dekat Ilsung akan membuatmu menderita.” bisik Wonwoo, “Pulanglah, dan jangan kembali lagi.”.

***

“Oya, kau tau apa ini? Kau tau siapa yang memberikannya padaku?” Ilsung menunjukkan map coklat di tangannya.

Haera menggeleng lagi.

“Wonwoo.”.

Seketika nampan yang Haera bawa terjatuh begitu saja dari genggamannya. “Wonwoo...?” lirih Haera.


Diam-diam Wonwoo menatap dua temannya itu lekat-lekat. “Dokumen itu, dan ledakan bom hari ini. Semua ini hanyalah butiran gula yang manisnya mengundang semut,” batinnya, “Ilsung ingin mereka datang kepadanya, dan di saat itulah...,”.

***

“Maksudku..., kau akan pulang dalam keadaan utuh jiwa dan raga, kan, Sally...? Kalau bahasa kasarnya,” Hansol mendongak, “aku tak ingin kau terluka, aku hanya tak ingin kau mati, Nuna... Just that simple...”.

***

“..., Kwon Sun Young dan Lee Seok Min, serta Choi Sol Ji dan Kim Min Gyu, menyamar berpasangan.”.

“Tunggu, berpasangan?” ralat Solji.

“Iya, berpasangan,” ulang Seungcheol, “apa di sini ada yang belum pernah pacaran??”.

Sunyoung secara spontan mengangkat tangan, padahal ucapan tadi hanya sebagai kiasan. “Oh? Bercanda, ya?” cengirnya.

***

“Jadi apa rencanamu, Nuna?” tanya Mingyu.

“Kau punya saran?” Solji berbalik bertanya.

Junhui pun menyahut dari tempat duduknya di samping Wonwoo, “Hei, berciumanlah!” usilnya.

Sontak semuanya tertawa, kecuali Wonwoo. Ketika semuanya sedang tertawa, Mingyu tak sengaja melihat Wonwoo yang tak ikut bersendagurau dan kembali membaca, hanya saja tatapannya tidak fokus. Hal yang sama didapatinya pada Solji yang kelihatannya memikirkan sesuatu.

“Ada apa, Nuna?” tanya Mingyu.

Gadis itu hanya menggeleng, “Anio.”.

“Apa ada yang salah dengan ucapanku tadi pada Wonwoo Hyung? Katakan saja, Nuna. Aku tidak ingin kau marah padaku.”.

“Mingyu-ya, bisakah kau biarkan aku supaya aku tidak marah padamu?”.

***

“Apakah ada yang salah dari caraku memimpin mereka, Sonsaengnim?” lanjut Seungcheol, “Jika memang ada yang salah dari,”.

“Tidak ada yang salah dari caramu memimpin, Choi Seung Cheol,” sela Pak Kim kemudian, “hanya saja aku ingin menyempurnakan kepemimpinanmu seperti caraku.”.

“Kenapa? Apa Anda akan meninggalkan kami?”.


“Ku titip keponakanku padamu,”.

***

Pria tua itu tertawa lagi, “Lihat siapa yang merindukan pujaannya.” Ilsung mendatangi Haera, “Aku mengerti betul bagaimana perasaanmu padanya, Anakku, tapi,” ia menarik dagu gadis itu lembut, “apa kau yakin hanya ada dirimu di hatinya?”.

***

Geram, Wonwoo menarik dagu itu kasar, “Apa kau tuli?!! Katakan, di mana Ilsung?!!” bentaknya.


“Ngiiiing~~...!!”.

“Akhh!!” rintihnya keras, ia jatuh terduduk dan berusaha melepas benda di telinganya itu dengan tergesa.

“Astaga!!” jerit Seri, ia langsung terjatuh di atas lantai.

Aish!!” Sunyoung langsung melempar benda itu dari telinganya.

Hal yang sama pun dirasakan Junhui. “Sialan!!” ia banting benda itu.

Ouch!!” pekik Solji, tangannya segera mencabut benda itu dari telinganya, “What the f..., arrgghh!!”.

“Akh! Sebenarnya apa yang Ilsung rencanakan?!!” ia geram pada gadis itu.


“Aku yakin, Cha Yuk Seon hanyalah umpan untuk kita.” selidik Jeonghan, “Sebenarnya, Yukseon mengantar kita pada sesuatu!”.

***

Solji merasa Mingyu sudah berhenti menyiraminya. Namun ketika Solji sedang membasuh wajahnya yang basah, ia merasakan seseorang menarik tubuhnya lembut, merangkul pinggangnya, dan ia merasakan bibirnya berubah menjadi sangat hangat.


Tunggu, Wonwoo?

“Plak.” entah apa yang membuat Solji menampar Mingyu.

Mereka bertatapan, “Lancang.” desis Solji.

***

“Bruk!” Wonwoo lah yang membanting Mingyu pada dinding. Kedua lelaki itu saling beradu tatapan tajam. Wonwoo lah yang memukul Mingyu kemudian.

Mingyu membalasnya, ia banting tubuh Wonwoo pada pagar balkon lalu berbalas memukulnya. Impas keduanya.

“Kurang ajar kau, Kim Min Gyu.” suara bass itu menggema, kerah baju Mingyu dicengkeramnya kuat-kuat.

Kepala mereka berbenturan dan saling beradu, tatapan keduanya saling memburu.

“Hentikan!” seru Solji.

***

“Kami pernah berhubungan tanpa status,” jawab Wonwoo pada akhirnya, “kami..., saling mencintai tanpa..., terikat hubungan apapun...”.
  

Bahkan ketika ia mencuri pandang ke arah jam di bed side table-nya, Solji berdecak, “Baru lima belas menit,” gerutunya dalam hati, “ayolah, kenapa waktu berjalan begitu lambat?! Wonwoo sudah menyiksaku! Tetapi...,”.

“aku menyukainya...”.

***

“DK, masuk,” panggil Seri, “DK, ada apa?”.

“A, ada,” lapor Seokmin, “ada Jung Il Sung di dalam mobil yang menjemput target.”.

***

“Aku ingin kau mengambil salah satu dari mereka, tahan dia di sini, dan bawa ‘inti’ itu untukku. Kau paham, kan, sekarang...?” jelas Ilsung, “Jangan takut, kekhawatiranmu takkan terjadi, Tn. Muda. Lagipula ini adalah tugas terakhirmu di bawah naunganku.”.


“Ingatlah, tidak ada kata ‘tidak pernah’, yang ada hanya kata ‘terlambat’.” lanjut Pak Kim.

Dahinya berkerut, “Ne? Maaf?” Wonwoo berucap.

***

“Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif, silahkan hubungi beberapa saat lagi.”.

Deg! Firasat itu kini menyerang ke ulu hatinya. Seungcheol yakin ada yang salah di sini. “Ji, Jihun,” kedua kakinya serasa lemas, “Jihun! Lee Ji Hun, bangun!!!”.

***

“Kenapa? Apa aku tidak boleh melindungimu, Nuna?” ujar Seungcheol lembut ―namun tegas.

“Bukk!!” entah kenapa Nayeon malah memukulnya hingga lelaki itu jatuh tersungkur.

***

“Kita akan berangkat sekarang ―meski tanpa Wonwoo.” sambung Seungcheol.


“Siapa kau? Jangan main-main denganku!” galak Nayeon.

“Kau ingin tau?” tanya pria itu.

Segera ia lepas kupluk dan maskernya, dan tak perlu waktu lama hingga Nayeon terkejut. Pria itu pun menyambut, “Apa kau puas sekarang..., Pelatih Han...?”.



“Hentikan van ini!! Hentikan!!” seru Jihun, dengan kemampuannya yang tersisa ia berusaha menggapai setir itu.

“Sialan!!” gerutu si polisi gadungan tersebut.

“Uwwaaaa...!!”.

“Tiiiinn...!!”.

“Braakkk!!!”.

***

“Klek.” terdengar suara senjata yang Solji genggam berseru.

“Tenang, Manis. Aku tidak bawa senjata.” aku Ryeojin, “Bahkan bukan aku yang menculiknya. Ditugaskan saja tidak.”.

Semua terbelalak.

“Apa maksudnya?” desis Junhui.

Ryeojin tersenyum penuh arti, “Yang menculik mantan atlet ini ada di belakang kalian ―yang ada di ambang pintu.” jelasnya.

“Ti, tidak mungkin,” desis Seokmin.

“K, kau,” Mingyu terpaku.

“Persetan kau,” maki Solji, “Jeon Won Woo.”.


“Aku tak tahan lagi ―dasar pengkhianat,”.

“Hoshi!” seru Seungcheol.


“Kau telah membunuh...,” lirih Seri, “Kau telah membunuhnya!!”.


“Aku,” Mingyu mengatur nafasnya, “aku akan membunuhmu sekarang juga, Hyung!! Bersiaplah untuk mati!!”.


“Dor!!” tembakan itu meleset ke arah dada kiri pria tua tersebut.

Solji terkejut bukan main, “Kim Sonsaengnim!!!” jeritnya melihat pria tua itu sudah tersungkur jatuh di sampingnya.


“Tidak, tidak, tidak!!” Junhui mulai panik begitu mengetahui keadaan Pak Kim.


“Jihun Hyung! Kau mendengarku, kan?!” Mingyu menepuk-nepuk pipinya, “Apa mungkin Hyung...,”.

***

Junhui tidak bisa mengatur nafasnya sendiri, “Maafkan aku, kawan-kawan,” lirihnya, “aku tidak bisa menyelamatkan nyawanya.”.

***

“Kau kejam sekali pada Ibumu.”.

“Lebih kejam mana ―aku atau Ibu?”.

“Cukup, Jeon Won Woo!!!”.

“Aku lebih senang dipanggil dengan nama Park meski itu kedengaran kuno dan menyedihkan.” lanjut Wonwoo, “Daripada aku menggunakan nama asli dengan marga yang dipaksakan.”.


“Dan aku takkan pernah mengampuninya.”.


***


comming soon...

Aim

Part I : Get to Know Us



***

Ppabam~~...

Near berharap banyak yang menantikan Aim ini, ya, Reader-deul^^ Semoga banyak yang baca dan tanggap juga sama karya Near yang satu ini. Jangan jadi siders deh pokoknya!^^

Ditunggu, ya, Aim part pertama, Get to Know Us.

Gamsa hamnida^^

Author

Near

[FF] First (White Day)

5:04 PM 0 Comments A+ a-

First (White Day)


Author : Near
Genre : Romance, School-life
Length : One shot
Cast : OC (or, you can imagine as yourself^^)
Han Sang Hyuk

https://40.media.tumblr.com/79431a9937c775175c9164271749125f/tumblr_o46gv9yapI1tgxhwwo1_1280.jpg
photo credited to 설백

A letter from Author...

Annyeong, ini adalah salah satu Drama Queen yang Near ikut sertakan dalam KBS World Radio bahasa Indonesia – Bahana Lagu Korea. Total, Near sudah empat kali mengikuti Drama Queen, idola di dalam Drama Queen yang Near tulis antara lain Bangtan Boys, VIXX, dan SEVENTEEN.

FYI, nih. Sebenarnya Near sempat menang Drama Queen Valentine Special kemarin! Near berhak mendapatkan satu CD ori Kpop yang bisa Near pilih sendiri! Kyaaaaaaa~~~~... Near seneng banget, dong!^^

Nanti kalau CD nya sudah sampai rumah, Near akan posting Drama Queen buatan Near yang menang CD ori Kpop yang didatangkan langsung dari Korea itu!^^ Pastinya dengan sedikit edited ya^^

Near gak tau nih, Drama Queen spesial White Day ini menang atau enggak. Near gak penting soal itu, yang penting Near ikut serta dalam sebuah lomba nulis meski cuma kecil-kecilan.^^

Happy Reading

Near
***
Original Story
***
[MONSTA X – Honestly 솔직히 말할까]


Klek, kututup pintu lokerku saat itu juga. Sambil membawa sebuah sketch book, aku menjinjing tasku ke kantin. Jam sekolah baru saja usai namun aku enggan pulang ke rumah secepat ini, aku ingin mencari suasana yang pas untuk kelanjutan gambarku. Aku berjalan dengan telinga dibaluti headphone.

Sampai di kantin aku bebas mengekspresikan diriku sendiri lewat gambar yang kutuangkan pada sketch book kesayanganku. Laki-laki, sekali lagi sosok seorang lelaki. Huft, aku menghela nafas, jengkel pada diri sendiri ―kenapa itu-itu lagi yang digambarku? Sosok yang sama di tiap adegan berbeda, aku bahkan tidak mengerti sejak kapan aku menyukainya.

Setelah selesai, aku meninggalkan ―semacam― watermark pada karyaku itu. Sebuah logo berbentuk ikan mas kutinggalkan di atas tanda tanganku yang kecil, tepatnya di pojokan kertas.

Logo itu bukan sembarang logo. Di sekolah, di rumah, hampir semua orang mencapku si Ikan Mas yang suka lupa. Yup, aku memang pelupa, mungkin sangking jengkelnya mereka memberiku panggilan itu, katanya ikan mas itu ingatannya singkat ―hanya dua detik.

Soal laki-laki yang selalu kugambar ini..., oh, ya, tentu saja dia bukan karakter asli buatanku. Sosok ini terinspirasi dari seorang murid laki-laki di kelas sebelah yang akhir-akhir ini mencuri perhatianku. Tidak heran, sih, dia, kan, murid yang terkenal karena ketampanan dan kepintarannya, selain itu dia juga baik dan ―ah, sejak kapan aku suka memperhatikan orang seperti ini?

[FF] 160207-160208 Imagine with Near - SEVENTEEN

3:19 PM 0 Comments A+ a-

Imagine with Near - SEVENTEEN

160207-160208 Edisi I 

Oke, Near hadir kali ini dengan sebuah FF ficlet, drable, compilation, atau apalah Near juga bingung nyebutnya. Karena FF berikut merupakan hasil dari imagine Near untuk grup Fanfiction SEVENTEEN tertutup di Facebook..


Seneng deh responnya positif, dan bahkan ada yang minta diadain lagi^^ Nah, dengan dipostingnya FF ini berarti pertanda edisi yag kedua akan Near buka!!^^

Untuk saat ini, Near hanya buka untuk SEVENTEEN, dan itu hanya untuk sebuah grup fanfiction khusus Seventeen di Facebook. Near minta mereka yang pengin dibikinin imagine untuk komentar di postingan Near di grup tersebut beserta nama Korea dan bias mereka di SEVENTEEN.

Sebagai tanda terimakasih, Near juga akan mencantumkan kalian-kalian *kalo baca* yang sudah berkomentar di tiap imagine yang Near buat^^

Dan inilah hasilnya, jreeng jreeeng~~...!!


감사합니다^^

감사합니다^^
Jangan lupa untuk berkunjung lagi!!^