[FF] Aim part XVI

6:00 PM 0 Comments A+ a-

Aim
Part XVI : COMA

 

Author : Near

Genre : Action, Romance, NC+19

Cast : Choi Sol Ji/Sally Choi (OC), Jeon Won Woo

Other Casts : Kim Min Gyu, Choi Seung Cheol, Han Na Yeon (OC), Yoon Jeong Han, Lee Ji Hun, Cheon Se Ri (OC), Wen Jun Hui, Kwon Sun Young, Lee Seok Min, Choi Han Sol/Vernon

Cameo : Joshua Hong

***



A warning from Author...

NC di sini meliputi adegan kekerasan ―berhubung genre-nya action jadi ada adegan pukul-pukulan, tembak-tembakan, dan darah-darahan (?), beberapa kata tidak sopan ―rada kasar juga sih, dan adegan dewasa. Meskipun fanfiction ini tidak secara keseluruhan ―alias tidak 100%― mengandung adegan-adegan di atas, namun tetap saja pembaca harus mewaspadai hal ini.

Tulisan ini tidak untuk ditiru atau menjerumuskan pada hal-hal buruk yang ditulis di dalamnya. Sebagai pembaca yang baik, mohon buang yang jelek dari tulisan ini dan ambil yang baik dari fanfiction ini. Jadilah pemabaca yang baik yang mampu menyaring apa yang dibacanya.

Mohon perhatikan baik-baik peringatan ini terlebih dahulu sebelum membaca, ya.

Author

Near

***

[Vernon (ft. Pledis Girlz (Eunwoo)) - Sickness]


Setiap malam, buku catatan dengan sampul kulit kecoklatan itu seperti dongeng pengantar tidurku. Benar, di dalam map cokelat wasiatnya, Shiyeon juga memberikan buku catatannya itu padaku. Selain itu, isinya hanyalah dokumen-dokumenku, salah satunya adalah dokumen perubahan namaku.

Sekarang aku hidup sebagai diriku sendiri, aku hidup dengan namaku sendiri. Aku bukanlah Park Nam Kyung, aku Jeon Won Woo.

Buku itu ternyata buku hariannya Shiyeon, di mana semua keping dari puzzle yang tersisa bersembunyi di sana selama bertahun-tahun. Dan kini, aku sedang melengkapi puzzle-ku.


“Setiap kali aku melihatnya, aku menderita. Ada dua alasan mengapa aku ikut menderita. Pertama, karena lelaki itu tak mau bertanggungjawab terhadap perbuatannya. Dan yang kedua, karena ia dan laki-laki itu telah melakukan hubungan spesial.

Aku merasa seperti makhluk halus yang tidak kasat mata. Seharusnya ia tau, sejak awal aku selalu memperhatikannya, akulah orang yang sangat mencintainya. Namun sudah menjadi pekerjaannya memadu kasih dengan banyak laki-laki, dan beginilah akhir dari perbuatannya sendiri.

Ini sudah memasuki bulan kelima, aku makin menderita melihat perut buncitnya. Persetan lelaki yang kabur dari tanggung jawabnya itu.

Aku akan memberinya pelajaran.“.


Dia ―perempuan? Siapa? Apa yang Shiyeon maksud adalah Ibuku? Shiyeon menyukai Ibuku?

Pantas saja Shiyeon selalu ‘merawat’ Ibuku, terutama setiap kali wanita itu pulang dengan pakaian minim dalam keadaan mabuk. Ternyata semua itu berlandaskan satu hal : cinta.

Lembar selanjutnya.


“Dia datang, dia sudah mendatangi kediamannya. Ia menyorakkan keadilan dan menagih tanggung jawab. Namun para penghuni rumah megah itu sama saja, tak bertanggungjawab.

Jadi sebelum ia berbalik, ia bersumpah akan menamai anak itu dengan marga mereka, sebagai tanda itulah hasil dari perbuatan haram mereka yang seharusnya dipertanggungjawabkan. Tetapi sama saja, dia pulang seperti sampah dan tak ada yang mengakuinya sebagai benda berharga.

Persetan lelaki itu.”.


Dari situ setidaknya aku paham, bahwa nama asliku ini ternyata nama yang dipaksakan. Mungkin itulah mengapa Shiyeon menamaiku ―ulang― dengan nama Park Nam Kyung dan berpura-pura menjadi puteranya selama bertahun-tahun.


“Tak ada yang bisa ku ucapkan selain kata maaf. Dia akhirnya tau kalau aku telah menghabisi lelaki kurang ajar itu. Dia memarahiku habis-habisan.

Pasalnya, lelaki itu akhirnya sepakat untuk bertanggungjawab, hanya saja ia takkan memberitau keluarganya perihal rencana tersebut, namun pada malam setelah mereka bertemu aku malah membunuhnya. Bodoh, kenapa aku gelap mata?

Sebentar lagi anak itu akan lahir dengan nama yang dipaksakan, tanpa seorang Ayah, dan itu semua karena kesalahanku. Tidak, maafkan aku, Minchae.

Aku mohon.”.


Heol, desisku.

Dia yang Shiyeon maksud memang benar Ibuku. Dan bodohnya lagi, karena tindakannya yang egois itu membuatku terlahir menderita. Aku baru tau kalau Shiyeon bisa kejam juga padaku, parahnya ia tak pernah memberitauku selama ini.

Heol... Kau bodoh, Shiyeon...

감사합니다^^

감사합니다^^
Jangan lupa untuk berkunjung lagi!!^