[FF] Paper Plane (Let's Meet Again) - teaser

7:00 PM 0 Comments A+ a-



Paper Plane
(Lets Meet Again)
Teaser ver.


Author : Near
Genre : Sad-Romance, Angst/Hurt
Length : Mini chaptered (5 chapters)
Main Cast : Kang Seul Gi, Jeon Won Woo
Other Cast : Irene, Joshua, etc...


Baca juga di
Wordpress | Wattpad


[WARNING]
Near itu suka banget sama genre Angst, dan
Near cukup percaya diri kalau bikin fanfiction ber-genre Angst.
Jadi, jangan baper, ya.

***

기다림은 내겐 사소한 일일 뿐인
(gidarimeun naegen sasohan iril ppunin geol)

“Menunggu hanyalah hal sederhana buatku”

***

Kang Seul Gi, seorang fashion designer muda dan berbakat. Meski orangtuanya hanya penjahit dan dirinya berasal dari keluarga sederhana di pedesaan, Seulgi begitu gigih meraih apa yang diinginkannya. Dia mati-matian memperjuangkan mimpinya. Dan berkat kerja kerasnya itulah sekarang ia bisa menjadi seorang fashion designer di mana setiap busana rancangannya selalu diminati masyarakat luas. Tak hanya di Korea Selatan, tapi hingga manca negara.

Dijuluki sebagai gadis tomboy yang cuek terhadap lawan jenis, akhirnya Seulgi menemukan tambatan hatinya di sebuah acara amal yang digelar di sebuah hall terbuka. Saat itu, busana-busana rancangannya dikenakan oleh setiap pengisi acara, dan salah satu perusahaan penerbangan Korea Selatan ikut berpartisipasi dalam acara amal tersebut.

Di saat itulah Seulgi bertemu seorang pilot muda berprestasi bernama Jeon Won Woo, yang datang sebagai salah satu perwakilan dari perusahaan penerbangannya. Dari yang awalnya hanya bertukar kontak, sering bertemu tanpa sengaja, hingga akhirnya mereka menjalin hubungan lebih lanjut dan tinggal seatap.

***

“Hei,”

“Hei,” balas gadis itu, bahkan di tengah rumitnya tumpukan kertas di atas mejanya saat ini, dia masih bisa bergurau dengan lawan bicaranya.

Mwohae?

“Menggambar.” tanpa sadar, kurvanya merekah.

“Mm?” sahut suara bass di balik telepon, “Sibuk, huh?”

“Tidak,” gadis itu menjepit ponsel dengan pundaknya, “baru bangun tidur?”

“Hu-uh,”

“Dasar kukang.”

Ya~~

Gadis itu tertawa singkat. “Aku sudah menyelesaikan sketsa keenam, sekarang aku sedang mengerjakan yang ketujuh.”

“Kau terlalu bekerja keras untuk hari penting itu.”

“Jangan banyak bicara, kau yang harus memilih salah satu di antaranya ―turuti saja perkataanku.”

“Hei, Seulgi,”

“Ng?”

“Makan sianglah denganku, sebelum ku tinggalkan kau besok.”

“Memangnya kau sudah bangun dari tempat tidur?”

“Uh, itu...,”

Seulgi tersenyum, “Ku hitung sampai lima. Satu..., dua..., tiga..., empat...,”

“Iya, iya, oke, bawel. Oke. Jangan tutup teleponnya.”

Terkikik gadis itu mendengarnya.

Memiliki pasangan yang jam terbangnya padat memang sudah menjadi resiko Seulgi yang selalu ditinggal sendirian di apartemen mereka. Seulgi pun terbiasa menunggu Wonwoo untuk waktu yang sangat lama.

***

Pagi itu terasa biasa saja. Cahaya mentari yang menyusup seenaknya ke dalam kamarnya, harumnya aroma pancake yang menyeruak dan pemandangan seorang gadis berambut panjang di dapur. Semua terlihat seperti biasanya.

“Hei,” gadis itu tersenyum padanya.

Wonwoo langsung menyambar pinggangnya, cara khasnya berterimakasih pada gadis yang telah membangunkan tidurnya dengan caranya yang khas.

“Siap untuk hari ini?” tanya gadis itu, dilihatnya Wonwoo masih mengerjap-ngerjapkan mata, “Ayolah, bangun, Kukang.”

“Seulgi, please.” gerutu Wonwoo, “Dasar Beruang...” gumamnya.

Pagi masih pagi buta, belum banyak orang yang terbangun, salah satunya Wonwoo ―yang semalam kedapatan beraksi nakal. Pantas sajalah kalau dia belum sepenuhnya terbangun.

“Jam berapa pesawatnya berangkat?” tanya Seulgi.

“Masih lama, tapi aku harus berangkat lebih pagi untuk briefing.” ucap Wonwoo setelah mengecup bibir itu.

Seperti biasa, sebelum berangkat Wonwoo selalu menatap gadis itu lekat-lekat. Dan mengucapkan kata-kata khasnya.

“Kau yakin bisa menungguku?” tanya Wonwoo.

Seulgi tersenyum, memeluk tubuhnya sendiri yang dibaluti bathrobe. “Menunggu sudah menjadi kebiasaanku, sudah menjadi hal biasa.” senyumnya.

Wonwoo mengusap kepala Seulgi. “Maaf, aku selalu meninggalkanmu sendirian. Aku tau kau kesepian―”

“Dan kau tak perlu khawatir, karena aku selalu duduk manis menantimu.” tukas Seulgi kemudian, berhasil merekahkan senyum di wajah Wonwoo seiringan.

Karena kata-kata itu, Wonwoo kembali mencium bibir itu sebagai ucapan terima kasih. Wanita seperti Seulgi memang sosok yang sangat cuek pada laki-laki, namun ketika hatinya luluh dia akan menjadi pasangan yang sangat setia.

Dia beruntung mendapatkan Seulgi.

“Aku akan segera kembali.” pamit Wonwoo.

***

“Sudah jadi!” seru Seulgi, lalu menorehkan beberapa catatan dalam memo, yang kemudian ia rekatkan bersama gambar desain gaun ketujuh tersebut di mading khususnya ―sebagai pengingat.

Dengan riang, Seulgi melangkah ke ruang penjahitan. Di sana beberapa busananya sedang sibuk dikerjakan beberapa karyawannya.

“Karena pemesanan meningkat, jadi hari ini produksi harus ditambah lagi.” ucap seorang wanita berkacamata itu.

“Tidak ku sangka, Baby Bear akan laku keras juga.” tukas Seulgi.

“Banyak yang menyukai bahan dan desainnya.” ucap wanita itu, “Selain desainnya yang manis dan unik, bahan Baby Bear sangat cocok untuk kulit bayi dan balita yang sangat sensitif. Itulah mengapa banyak sekali yang menyukai brand baru kita ini.”

Seulgi tersenyum. “Bahan babyterry ini memang khusus, dan memang dikhususkan bagi kulit anak-anak yang sensitif.” katanya, “Lalu bagaimana dengan Dressing―”

Dering ponselnya tak sengaja memotong ucapannya. Seulgi pun terpaksa menyela waktu demi menjawab panggilan dari nomor yang tidak dikenalnya tersebut.

“Oh, Omonim, apa kabar! Sudah lama tidak bertemu, apakah ini nomor barumu?” ucap Seulgi sambil tersenyum, ”Ini aku Seulgi, tapi aku sedang di butik, Omonim, Wonwoo sudah berangkat―”

Namun lengkungan manis itu tak bertahan lama di wajah cantiknya. Begitu mendengar suara wanita paruh baya itu menangis, Seulgi terhentak.

Omonim?” nadanya terdengar cemas.

“Sayang, ku mohon jangan kau minta aku ulangi perkataanku ini, karena bahkan aku sendiri tidak mampu menerima faktanya, tapi..., puteraku...,”

Omonim,


“..., pesawat yang diterbangkannya..., mengalami kecelakaan...”

***

to be continued

***

“Seulgi?”

“Onnie,”

“Astaga, kau di mana?”

Seulgi tertunduk, “Maafkan aku, Onnie.”

“Aku sudah dengar beritanya dari Joshua, Seulgi-ya.” nadanya merendah, “Janganlah terus bersedih, kita harus tetap berdoa.”

Air matanya jatuh. “Onnie, aku takut terjadi apa-apa dengannya.”

“Seulgi,”

“Aku sangat mengkhawatirkannya, Onnie. Aku tidak tau apakah dia baik-baik saja atau tidak..., apakah dia terluka atau tidak..., apakah dia sadar atau tidak....”

“Onnie... Ottokhaji...?”

***

next...

Paper Plane
(Lets Meet Again)
Part I : Bad News

***

Annyeong, Near kembali!!

Gimana? Kangen sama Near? *enggaak

Oke fine hahahaha

Bagi yang sudah baca teaser ini, gimana? Belum pada baper, ya? Kalau mau berbaper-baper ria, tunggulah part selanjutnya, oke? Mudah-mudahan pada baper semua *lah?

Oya, fyi aja nih, FF ini sebenarnya banyak terinspirasi dari lagunya Red Velvet – One of These Nights 77. MV-nya didedikasikan untuk para korban dan keluarga korban tragedi kapal Sewol. Nah, Near juga bikin yang hampir mirip, tapi mode transportasinya yang berbeda, yakni pesawat.

Maaf juga nih baru bisa posting sekarang. Ff ini sebenarnya sudah Near tulis sejak beberapa tahun yang lalu, namun ada beberapa alasan kenapa gak langsung Near posting. Misalnya, tanggal yang kurang pas, Near sibuk kerja, dan tahun ini harusnya Near bisa posting. Tapi laptop Near mati total, sementara seingat Near semua naskah terbaru --termasuk Paper Plane-- ada di dalam laptop itu. Ternyata eh ternyata, beberapa hari yang lalu Near baru sadar kalau naskah ini sempat Near simpan juga di draft blogger!! Yuhuuuu..

Jadi kenapa juga Near nunggu tanggal yang pas? Karena Near ingin ff ini diposting saat peringatan tragedi Kapal Sewol. Yup, hari ini, kan?

Makasih yang sudah baca, apalagi yang sudah ngasih komentar dan suka sama Paper Plane!^^ Semoga terhibur sama tulisan Near yang satu ini *eh* *terhibur gak ya* *terhibur apa baper nih thor* hehehe

Yang pengin tau kapan lagi Paper Plane di-update, jangan lupa like fanpage-nya Near, ya! Di facebook.com/nearestworld

Sampai jumpa di part pertama Paper Plane, readers-nim!

Author

Near

감사합니다^^

감사합니다^^
Jangan lupa untuk berkunjung lagi!!^