[FF] How do I Kiss You : Dino × Yeri

6:10 PM 0 Comments A+ a-

"How do I Kiss You"

Dino × Yeri


Author : Near (RetnoNateRiver)
Genre : Romance
Rating : M
Casts : Seventeen Dino, Red Velvet Yeri

NO COPY PASTE

Cerita ini murni karya dari otak author


Kalo mau berkarya, usaha dong pake otak kalo masih punya otak
COPAS karya orang lain? Ga punya otak??

Baca juga di
Wattpad | Wordpress





Ckrek. Ckrek. Ckrek.

"Sudah?"

"Eh, sekali lagi, dong!"

"Hei, kau pikir aku ini apa? Kau harus bayar aku nanti!"

"Ah, ayolah. Kau hanya akan lulus SMA sekali seumur hidup, kan?"

"Oh? Yerim-ah-"

"Hei, cepat foto aku!"

"I-itu, anu,"

Gadis dengan sebuket bunga di tangan itu mendapati gelagat temannya berubah aneh. Temannya yang memegang kamera itu menunjuk-nunjuk ke arah belakang gadis yang bernama lengkap Kim Yerim ini.

Seketika Yerim menganga sejenak begitu menoleh pada arah yang dimaksud.

"Lee Chan!" sambut Yerim senang saat mengenali siapa yang berada di belakangnya.

Lelaki berambut gelap dengan bentuk seperti mangkuk itu tampak begitu dewasa dan rapi. Dia datang di hari kelulusan Yerim dengan stelan kemeja putih bercorak bordir dan celana abu-abu tua. Lengan panjang kemejanya digulung sepertiga, dan sepertinya ada sesuatu yang disembunyikannya di balik punggungnya.

"Wah, tumben sekali kau berpenampilan seperti ini? Ke mana Baby Dinosaur yang dulu selalu membuntuti Jeonghan Sunbae??" ledek Yerim.

"Aish, jangan disebutkan yang itu!" baru juga datang, Chan sudah dibuat jengkel. "Aku sudah dewasa. Paham? Aku sudah menginjak usia sembilan belas tahun. Aku tidak akan bertindak gwiyomi lagi. Titik."

"Wooowww..." sorakan Yerim masih bernada meledek, "Ya, ya, yang baru saja berusia sembilan belas tahun kemarin. Baiklah, Pak."

"Di hari Kedewasaan nanti tanggal 21 Mei aku akan memegang bunga mawar."

Yerim tak sengaja terkikik mendengar setiap ucapan Chan yang berapi-api. Sementara temannya Yerim yang tadi berpamitan meninggalkan mereka berdua saja.

"Selamat atas kelulusanmu, Kim Yerim." Akhirnya Chan mengeluarkan apa yang disembunyikan di balik punggungnya.

Serta merta Yerim menerima pemberian itu : sebuket bunga kelulusan.

"Waw, gak perlu repot-repot lah, tapi makasih, Chan." Tanpa menghirupnya pun Yerim sudah bisa mencium wanginya bunga itu. "Sepertinya kau minta ditemani Seungcheol Oppa untuk beli bunga ini, ya?" dan dia masih meledek.

"Ayolah, Kim Yerim. Tidak bisakah kau lebih dewasa sedikit?" gerutu Chan.

Yerim tak mampu menahan gelak tawanya saat mendengar kata 'dewasa'. "Harusnya kau, Chan. Jadilah dirimu sendiri, jangan fake begitu. Haha."

"Hei, siapa yang fake? Kau saja yang belum sembilan belas tahun."

"Aku mungkin memulai sekolah lebih lambat darimu, tapi Maret ini aku juga akan menyusul sembilan belas tahun, Pak." Ucap Yerim, "Dan bertambah usia menjadi sembilan belas tahun bukan berarti kau harus menjadi dewasa sejak saat itu juga. Kau butuh proses, meskipun kita tahu usia 19 adalah usia kedewasaan. Tapi menjadi dewasa secara instan itu tidak dibenarkan. Bukankah begitu, Pak Lee?"

Chan agaknya malu mendengar ucapan Yerim yang bijak itu. Tumben sekali dia berkata seperti itu. Tapi Chan berusaha jaim.

"Ya, inilah prosesku. Kau lihat? Aku berusaha tampil lebih dewasa dan bersikap lebih dewasa sekarang." Dalih Chan.

"Tapi itu instan sekali, Pak Lee."

"Hei, aku baru 19 kau sudah panggil aku 'Pak'?"

"Kau sendiri yang bilang kalau kau sudah dewasa?"

"Kau ini kekanakan sekali, Kim Yerim."

"Heiish, kau lah...."

Selang beberapa detik, Chan dan Yerim terdiam. Ini lucu karena Chan mengatakan bahwa ia sudah dewasa tapi coba lihat sekarang. Ia justru ngambek seperti anak kecil. Hal itu disadari Yerim. Jadi dia pun mencubit pinggang Chan.

"Ahaha, Yer--" Chan hampir tergelak karena rasa geli cubitan Yerim, namun dia segera bertindak sok jaim begitu sadar ia hampir kelepasan bertindak 'kekanakan'.

"Hahaha, lucunya Lee Chan." Justru Yerim begitu gemas. Beberapa kali ia mencubit Chan dan membuatnya hampir terbahak.

"Ah, ayolah, Kim Yerim!" awalnya Chan merasa jengkel, namun lambat laun ia justru ikut tertawa dan menggelitiki Yerim.

"Tuh, lihat. Siapa yang masih suka digelitiki seperti anak kecil?" ledek Yerim masih mencubit pinggang Chan.

"Kau ini, yah? Dasar anak kecil. Sini kau!"

"Shireo......!!"

Chan bersiap menerkam Yerim namun dengan lincahnya gadis itu mengambil seribu langkah. Di tengah suasana bahagia nan haru tersebut keduanya malah berlarian sambil tertawa. Chan mengejar ke mana Yerim berlari. Gadis yang tubuhnya lebih kecil dari Chan ini larinya cepat juga.

"Kau sudah tua, Pak Lee Chan! Kau takkan bisa mengejarku!" ledek Yerim sesuka hati.

"Kau akan kena kualat dari Pak Tua ini, Kim Yerim!" dan Chan tidak juga berhenti mengejar.

Akhirnya di taman samping sekolah lah Yerim berhasil di tangkap Chan. Dari balik punggungnya, Yerim berhasil dipeluk lelaki itu. Mereka masih tertawa bahagia bahkan ketika Yerim sudah berada dalam dekapan Chan.

"Anak nakal. Anak nakal! Biar kualat kau nanti!" Chan memeluk Yerim gemas.

"Dasar Chan tua! Huwweek~~" kelihatannya Yerim anti-kapok meledek Chan.

"Hei, Maret nanti kau juga akan tambah tua, Anak Nakal."

"Shireo..! Aku gak mau tambah tua sepertimu...!"

Beberapa kali Chan mengangkat Yerim bahkan membawa tubuhnya berputar. Hari ini mungkin terasa sangat dingin, namun keceriaan mereka menghangatkan suasana. Yerim memutar balik tubuhnya sesuai arahan Chan. Wajah mereka saling bertemu dan Chan tak bisa berhenti mencubit pipi Yerim.

Bahkan ketika Chan berhenti tertawa, Yerim masih menyunggingkan tawa nakalnya pada pemuda itu. Chan menikmatinya selama beberapa waktu. Kemudian tawa itu lenyap saat Yerim menyadari bahwa Chan membawa mereka ke tempat yang lebih tenang.

Duk. Yerim bisa merasakan punggungnya berbenturan lembut dengan dinding.

Deg. Yerim bisa merasakan jantungnya berdegup dengan cepat karena rasa gugup.

Tawa mereka lenyap dan tergantikan dengan kesunyian yang meyakinkan. Chan menatap Yerim dalam-dalam dan seperti menimbang-nimbang sesuatu. Sementara Yerim kelihatan begitu gugup, apalagi ketika Chan menyentuh pipinya lembut.

Chan tidak mengambil ancang-ancang lebih banyak lagi.

Cup.

Jadi dia langsung mencium bibir Yerim dengan sangat lembut. Menerima ciuman itu, Yerim terkejut. Dia bahkan tidak tahu bagaimana caranya membalas saat pemuda di hadapannya memagut bibirnya.

Tawa dan canda mereka benar-benar bak ditelan bumi saat netra Chan dan Yerim kembali bertemu dalam jarak yang lebih wajar. Chan tidak merasa heran saat melihat Yerim begitu kaget dan gugup.

"Aku...," mulanya Chan yang berujar, "menciummu..."

Dan Yerim masih tidak bisa apa-apa.

"Bukankah itu..., pertama untuk kita...?" lanjutnya, "Ya, kita sudah cukup dewasa untuk itu, kan?

Maka dari itu, ayo kita jadi dewasa sama-sama, Kim Yerim. Semua manusia pasti akan jadi tua,

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

dan kau akan tua bersamaku."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sepanjang acara kelulusannya, Yerim adalah salah satu peserta yang sangat ceria bahkan ketika semua teman-temannya bersedih karena harus berpisah. Tidak ada kesedihan bahkan air mata untuk kelulusannya. Namun sekarang, benda itu jatuh dari pelupuk matanya.

Chan hanya tersenyum tulus melihat Yerim begitu tersentuh akan kata-katanya. Dia pun membawa Yerim ke pelukannya agar gadis itu bisa menangis sepuasnya di sana. Sementara dalam hati, dia mengukir janji untuk menjadi lelaki terdepan yang akan melindungi, mengasihi dan menemani Yerim di masa depan nanti.



***

"How do I Kiss You : Dino × Yeri"

end

***

Halo, ini Near.

Seneng banget akhirnya Near bisa balik lagi. Hehe iya Near sibuk sampe banyak yang gak keurus. Near juga orangnya teledoran dan ga teratur. Jadi wajar aja banyak yang gak keurus. Maafin yah huhuuu.

Kembali lagi nih sama YeriChan, ehehe. Sudah lama Near kayaknya gak nulis YeriChan yah. Gimana, nih, ff-nya YeriChan yang ini? Semoga bikin kalian berkaca-kaca, ya. Hwhwhwhw..

Oh iya doakan Near ya semoga Near bisa dapet tiket Day6 ya. Karena selain tahun lalu Near gak bisa nonton Day6 sama sekali, tahun ini usaha Near untuk ketemu Seventeen juga belum membuahkan hasil. Hiks. Terima kasih sebelumnya.

Kayaknya gak banyak yang mau Near sampaikan. Karena khusus hari ini titik penghabisan/? Hehehe maksudnya ff ini langsung diterbitin sampai tamat. Yuhuu~

Mohon support dan dukungannya ya!

Author

Near

감사합니다^^

감사합니다^^
Jangan lupa untuk berkunjung lagi!!^