[FF] Paper Plane (Let's Meet Again) - Part II : Missunderstanding

7:00 PM 0 Comments A+ a-

Paper Plane
(Lets Meet Again)
Part II : Missunderstanding


Author : Near
Genre : Sad-Romance, Angst/Hurt
Length : Mini chaptered (5 chapters)
Main Cast : Kang Seul Gi, Jeon Won Woo
Other Cast : Irene, Joshua, etc...

Baca juga di

Wordpress Wattpad

[WARNING]
Near itu suka banget sama genre Angst, dan
Near cukup percaya diri kalau bikin fanfiction ber-genre Angst.
Jadi, jangan baper, ya.

***

Siapa itu Seulgi? Siapa itu Wonwoo?
Yeoreobun,
bagi yang ketinggalan, silahkan baca part dan/atau teaser sebelumnya!^^


Happy reading!



***

기다림은 내겐 사소한 일일 뿐인 
(gidarimeun naegen sasohan iril ppunin geol)

“Menunggu hanyalah hal sederhana buatku”

***




“... Di belakang saya saat ini telah berdiri beberapa posko darurat khusus bagi Tim SAR yang telah mengevakuasi jenazah penumpang maupun awak pesawat MG707 dan, pemirsa sekalian, kami―”

“..., kecelakaan ini menewaskan sebanyak 180 penumpang serta 10 kru pesawat yang tadinya berencana terbang―”

“..., Angkatan Udara menyatakan bahwa tragedi MG707 ini menjadi kecelakaan pesawat terburuk dalam sejarah penerbangan Korea Selatan―”

“..., telah teridentifikasi tiga jenazah di mana dua di antaranya adalah penumpang dan satunya adalah seorang pramugari dari Geum Hwa Airline yang―”

“..., Pemerintah Korea Selatan memerintahkan agar Tim SAR mengevakuasi seluruh korban, dan juga mengevakuasi setidaknya sebagian besar bangkai pesawat―”

“..., juga dibentuk tim khusus yang akan mencari keberadaan black box yang saat ini belum juga ditemukan―”

“..., menjanjikan pada seluruh keluarga korban―”

Irene bisa melihat, bahkan dari punggungnya saja, Joshua terlihat begitu berduka. Sejak ia bangun tidur, yang menyambut Irene adalah suara-suara buruk itu. Memang, sebenarnya Joshua tidak bisa tidur semalaman dan mungkin saja di paginya dia menyalakan televisi lalu menonton berita.

Diam-diam dari ambang pintu kamar mereka, Irene ikut merasakan kepedihan. Semua berita itu hanya menjadi duka buatnya, juga buat Joshua.

Sweetie?” kaget Joshua, tak sengaja merasakan kehadiran seseorang di belakangnya, dan menemukan Irene berdiri tak bergeming di ambang pintu.

Segera Joshua matikan televisi itu. Namun mengejutkan, “Nyalakan saja.” perintah Irene tanpa bergerak seinci pun. Meski tadinya merasa janggal, Joshua pun menuruti kemauan Irene. Dia menyalakan kembali televisi yang menyiarkan kabar duka itu.

Kabar duka bagi Korea Selatan.

Joshua mendatanginya, menghampiri tubuhnya, lalu memeluknya sayang. “Irene,” bisiknya setelah mengecup pucuk kepalanya.

“Apa kau tidak merasa kehilangan teman masa kecilmu?” pandangan Irene kosong.

Lelaki itu menghela nafas. “Jangan bersedih, sayang.” diusapnya lembut rambut pirang tu.

“Ada yang lebih bersedih sekarang, Josh.” lalu Irene menatap pria yang memeluknya, “Seulgi ―dia sangat berduka.”

Joshua mengangguk sendu.

“Ayo kita temui dia.”

“Tapi, Irene,”

“Aku janji aku takkan menangis.”

Joshua menatapnya dalam-dalam. Otaknya terus mengajukan banding. Namun pancaran lembut sepasang mata itu tak mampu membuatnya menolak.

“Bersiap-siaplah,” suruh Joshua ―yang berarti iya.


감사합니다^^

감사합니다^^
Jangan lupa untuk berkunjung lagi!!^