Tak ada seorang
pun yang memiliki satu rupa di dunia ini, kita semua punya berbagai rupa. Dan
kepribadian seseorang itu tak hanya berasal dari dirinya sendiri, namun berasal
dari lingkungan di sekitarnya. Bagaimana mereka membentuknya, itulah kepribadian.
Sosok
seorang pendiam adalah sosok yang menyimpan kejutan. Di lingkungannya, tidak
ada yang tau mengapa ia begitu sunyi dan apa alasannya.
Dia ―seorang pendiam― menjadi begitu sunyi karena ketidaknyamanan yang
dirasakannya membuatnya membungkam dan terdiam. Dan kepribadian itu terbentuk
dari tempatnya berdiam ―dari tempat yang membuatnya terdiam.
Mereka ―yang menganggapnya pendiam― sebenarnya tidak tau apa-apa tentangnya.
Bagaimana sebenarnya dirinya berada di luar lingkaran mereka. Bagaimana dirinya
menjalani hidupnya yang dicintainya.
***
Useless, so why you
gotta go to work?
Life isn’t that
beautiful.
More painful.
Aku menoleh sekali lagi ke belakang, dan berharap langkahku akan
menuntunku ke tempat yang lebih baik daripada yang ku tinggalkan.
Rasa khawatir itu menyeruak dan membuatku terbayang akan sosok diriku
yang berdiri di atas tiang, terombang-ambing oleh angin yang berbisik. Aku
terlalu lemah hingga angin pun mampu menggodaku.
Pandanganku terhalang oleh butiran debu yang dibawanya, dan dalam hati
aku berdoa. Aku berharap aku punya penyanggah untuk berpegangan, aku harap aku
bisa berjalan di atas daratan, di atas jalanku sendiri ―dengan kakiku sendiri.
I could only pray.
Pray.
Pray for a better
world.
I pray the world was a
perfect place
I’m praying and I know
I’m not the only one
*****
inspired of song of
Verbal Jint (ft. Taeyeon
of Girls’ Generation)
‘세상이완벽했다면If the World was a Perfect Place’
pictures source
방탄소년단 Facebook fanpage
***
Yup, pasti sudah pada tau kenapa Near nulis kaya gini, kan??
Stressed yo. Kalo boleh digambarkan, Near itu lagi kayak gambar di bawah ini, nih, sekarang.
Yaelah, perasaan Near lebay amat ya^^
Curhat lagi, curhat lagi. Sosmed
lagi, sosmed lagi. Tapi beginilah cara Near curhat di sosmed. Lebih asyik dan
lebih sastra ―yaelah. Selama isinya gak begitu menyinggung tentang privasi
Near, gak papalah ―kan banyak tuh yang
curhat di sosmed tapi gak liat-liat privasi *kok ujungnya malah nyindir ya?
hehehe*
Oke, cukup sekian dan sampai sini aja dari Near! Near akan menghilang
dan kembali ke pekerjaan sebelumnya~...
Dalam ‘Where is My Friend’s Island?’ eps. 3 kali ini, para
member SEVENTEEN sudah sampai di dorm (penginapan) mereka di pulau Jeju.
Setelah beraktifitas kecil, mereka pun berkumpul lagi untuk makan malam.
“Lagi?” kaget Coups, karena kata Junghan hari ini kerjaan
mereka makan mulu di Jeju.
Lebih tepatnya, memasak makan malam. Caranya, setelah grup
dibagi 3 tim, masing-masing tim akan pergi ke mart dan berbelanja bahan-bahan
memasak sesuai dengan uang saku yang diberikan untuk tiap-tiap tim ―yang pasti
jumlahnya berbeda-beda. Dan cara menentukan uang saku bagi tiap tim itu
ditentukan dengan permainan.
Nah, karena SEVENTEEN sudah terlalu sering dibagi tiga tim
sesuai sub-unit, kali ini pembagiannya berbeda, Junghan pun mengusulkan dengan
cara permainan Mukjjippa alias gunting batu kertas.
Dari Mukjjippa, terbentuklah tiga tim baru, yakni :
Tim Muk (batu) terdiri dari Hoshi, Mingyu, Woozi, Joshua dan
Junghan ―yeey JiHan satu tim! Mereka pun memilih nama Dageumbari mengingat
permainan kali ini berhubungan dengan makanan. Inilah tim Dageumbari.
Menurut
informasi yang Near dapatkan dari jejuweekly.com, Daegumbari itu ikan/makanan
berbahan dasar ikan yang termahal di Jeju, bisa sampai 200.000 won per kilonya.
We-o-we... *ini ekspetasinya Woozi cs ketinggian berarti ya*
Tim Jji (gunting) terdiri dari Seungkwan, DK, S.Coups, dan
Dino. Mereka menamai tim mereka dengan nama Hallabong karena mereka ingin
membuat makanan istimewa sesegar buah jeruk Hallabong. Inilah tim Hallabong.
Hallabong
ini sejenis jeruk Mandarin khas dari Jeju. Katanya, jeruknya manis dan seger
gitu, jadi banyak orang yang menyukainya.
Terakhir, tim Ppa (kertas) terdiri dari empat member
SEVENTEEN yang gak pernah masak sebelumnya : Wonwoo, Vernon, Jun, dan The8
―mereka heboh banget pas maju ke depan. Dari ‘Tim Cooking game tapi Gak Bisa
Masak’ akhirnya Wonwoo cs memutuskan nama ‘Mwohamen’.
Mwohamen ini dialeknya Jeju. Kalau kita kenalnya ‘Mwohanya?’
atau ‘Mwohaeyo?’ yang artinya ‘Ngapain?’, ‘Sedang apa?’, dan semacamnya,
sementara karena mereka sedang berkunjung ke Jeju jadi kata-katanya diubah ke
dalam dialek Jeju yang bunyinya ‘Mwohamen’ ―Onnie-nya Near malah dengernya ‘Mo
ngamen’. Jadi sangking absurd-nya tim ini, keempatnya pun sepakat menamai
mereka sebagai Tim Ngapain allias Mwohamen team.
Belum selesai sampai situ, mereka pun menentukan budget alias
uang saku untuk mereka belanjakan nanti dengan sebuah permainan.
Dari tiga belas member, mereka bermain Frying Pan game.
Kebayang gak sih, serunya mainan Frying pan kalau member-nya bejibun? Dan
kebayang gak sih itu kelarnya kapan?
Jun jadi yang paling pertama tereleminasi,
disusul The8 dan Joshua
Hoshi pun menyusul~
Yup tepatnya sekitar 30 menit kemudian, tersisalah Wonwoo,
Junghan, Vernon, dan Woozi. Kali ini permainan sepakat untuk diubah menjadi Khung
Khung Tta. Awalnya, Vernon gak ngerti permainan ini namun setelah Junghan
menjelaskan secara singkat bocah itu akhirnya ngerti juga.
Dari permainan Khung Khung Tta, Woozi paling pertama
tereleminasi, disusul Wonwoo, dan terakhir tinggalah Junghan dan Vernon yang
lanjut bermain Cham Cham Cham.
Dua kali kesempatan, Vernon malah mengikuti arah telunjuk
Junghan dan artinya timnya Junghan cs aka Dageumbari team menang dan boleh
memilih salah satu amplop dari tiga amplop yang disediakan di mana di dalamnya
terdapat uang saku yang nominalnya berbeda-beda.
Dan yang bikin Near heran adalah, caranya Coups
menebak-nebak isi amplop ini. lho. Sampe sujud-sujud segala, Bang Coups -_-
Ini-ngintip-ceritanya
Kayak baru gajian aja deh, Coups... -_-
Bahkan ada yang udah mirip kera dan induknya ini *nunjuk
Woozi sama Mingyu*
Ci, Ganci,
boleh gantian gak??
Setelah masing-masing tim memilih amplopnya, sekarang
waktunya amplop yang terpilih itu dibuka!
Hallabong team dapat 20.000 won.
Dageumbari team paling beruntung, mereka dapat 30.000 won!
Ekspresinya JiHan sama??!
Dan boleh Near garis bawahi gak? Kenapa, ya, ekspresi dan
gerakannya Junghan sama Joshua itu sama pas mereka menyambut uang saku 30.000
won itu?? Menggeleng dan bersorak sambil bertepuk tangan?!
Ini kebetulan atau apa ya ―jodoh, mbak? *ini cikal bakal JiHan shipper kayaknya*
Dan tentu saja, Mwohamen team lah yang dapat uang saku
paling kecil ―10.000 won doang. Inilah yang bikin tim absurd ini makin absurd
dan gak jelas. Bahkan Vernon sampai bilang, “Jinjja uri mwohamen.” yang
artinya, “Ini kita beneran ngapain, dah?”.
Tim ter-absurd -_-
Dan Near ngakak dengernya.
Tim sudah, uang sakunya juga sudah, sekarang tinggal
berangkat dan belanja di mart!! Peraturannya, masakan yang dibuat haruslah
makanan yang bernuansa Jeju, jurinya adalah para staff, boleh melakukan
panggilan/menelepon orangtua untuk menanya-nanyakan berbagai hal tentang masak
memasak.
Sekarang, waktunya ketiga tim berangkat!!! Dan waktunya bagi Near buat mantengin ‘Where is My Friend’s Island’
eps. 4!!! Kyaaa~~...
Wah, ada
projek internasional buat ultahnya Woozi!! Ikutan ah!
Kira-kira
kirim ucapan atau fanart, ya?
Kayaknya kalau ucapan aja, gak seru. Tapi kalau fanart, yep Near memang bisa gambar tapi, kan, gak bagus.
Aha! Bikin scrapbook aja!
Tapi..., software-nya sudah kehapus pas laptop
Near dibenerin waktu itu. Harus download
lagi, nih, software-nya!
Near pun
segera meluncur ke websitesoftware tersebut berada, login pakai email yang biasanya, dan mulai download
software-nya lagi. Eh, tapi, kok, gak muncul juga donlod-annya??
Sepertinya
ada yang error? **nge-dance bareng Leo**
Apakah
jaringannya? Bukan.
Atau web browser-nya? Bukan juga, tuh.
Atau
jangan-jangan..., email-nya? Ternyata
benar! Rupanya satu akun alias satu email hanya bisa donlod software-nya sekali saja!
Buru-buru
Near bikin email baru. Pusing ngisi form-nya, Near pakai saja beberapa hal
yang berkaitan dengan yang ulangtahunnya akan dikasih projek, alias Woozi!
Dari nama
yang punya akun ‘Lee Woozi’, beberapa data pribadi, sampai ke nama email-nya yang bertajuk woozi.nyali.
Hahaha.
Iya, nama
‘Woozi’, kan, sebenarnya cuma dibaca ‘Uji’ saja dalam bahasa Korea. Berarti
bunyinya ‘Woozi’ sama kaya kata ‘uji’ di dalam bahasa Indonesia, dong, ya?
Bikin akun baru, namanya pun juga Woozi [lihat bagian paling patas layar browser]
Segera Near
buka lagi website software tersebut
dan membuat akun baru dengan email
‘woozi nyali’-nya Near. Setelah berhasil, Near segera donlodsoftware yang
dimaksud.
Ternyata
bisa!
Karena akunnya Woozi, jadi ya licensed nya buat Woozi hehehe
Sudah
selesai sama software dan projek yang
akan Near kirim, iseng-iseng Near buka lagi email Woozi Nyali-nya Near.
“Semuanya
bertajuk Woozi, ya? Padahal bias saya, kan, Wonwoo. Hahaha.” Near sempat
berpikir begitu.
Dan dengan
sengaja, Near mengganti foto profilnya dengan gambar Woozi bahkan temanya juga.
Awalnya foto profilnya cuma Woozi yang pakai hanbok buat Mansae live, lantas Near ganti dengan smirk-nya yang manis namun ngena itu di Mansae era.
Ah yeah.
Sekarang
semuanya bertajuk Woozi! **Wonu-ya, maafkan aku**
Bahkan
Onnie sempat bingung kenapa semuanya berkonsep (?) serba Lee Ji Hun aka Woozi.
Yup, sekalian aja semuanya di-Woozi-in, biar mantap! Hahaha.
Dan tolong
jangan salah paham : bias saya itu Wonwoo, Jeon Won Woo.
***
Ini scrapbook yang Near ikut sertakan untuk
projek ultahnya Woozi. Kalau kata adminnya, so
lovely~..
“Selamat
ulang tahun, Lee Ji Hun.
Bekerja
keraslah/Kau sudah bekerja keras, Woozi-ya.”
Itu untuk mempersiapkan hari dimana kau akan terbang lebih tinggi
Butterfly
Everybody’s gonna see it soon
빛을 쏟는 Sky
(bicheul sodneun Sky)
Sebarkan cahaya ke langit
그 아래 선 아이 I
(geu arae seon ai I)
Seorang anak berdiri dibawah langit itu
꿈꾸듯이 Fly
(kkumkkudeusi Fly)
Terbanglah seolah-olah aku sedang bermimpi
My Life is a Beauty
Taeyeon (ft. Verbal Jint)
"I"
***
Terima kasih buat yang sudah bersedia membaca curahan hati Near saat ini.. Near sedang agak gamang, galau-galau gak jelas. Tapi gak perlu dijelasin galau kenapa, toh gak penting juga buat Reader-deul...