[FF] Aim part XI
Aim
Part XI : In the End
Author : Near
Genre : Action,
Romance, NC+19
Cast : Choi Sol
Ji/Sally Choi (OC), Jeon Won Woo
Other Casts : Choi
Seung Cheol, Han Na Yeon (OC), Kim Min Gyu, Yoon Jeong Han, Lee Ji Hun, Cheon
Se Ri (OC), Wen Jun Hui, Kwon Sun Young, Lee Seok Min
| Spoiler ver. |
***
A warning from
Author...
NC di sini meliputi
adegan kekerasan ―berhubung genre-nya
action jadi ada adegan pukul-pukulan,
tembak-tembakan, dan darah-darahan (?), beberapa kata tidak sopan ―rada kasar
juga sih, dan adegan dewasa. Meskipun fanfiction
ini tidak secara keseluruhan ―alias tidak 100%― mengandung
adegan-adegan di atas, namun tetap saja pembaca harus mewaspadai hal ini.
Tulisan ini tidak
untuk ditiru atau menjerumuskan pada hal-hal buruk yang ditulis di
dalamnya. Sebagai pembaca yang baik, mohon buang yang jelek dari tulisan ini
dan ambil yang baik dari fanfiction ini.
Jadilah pemabaca yang baik yang mampu menyaring apa yang dibacanya.
Mohon perhatikan
baik-baik peringatan ini terlebih dahulu sebelum membaca, ya.
Author
Near
***
“Lepaskan Han Na Yeon!” seru Jeonghan.
“Yoon Jeong Han!!” Seungcheol seperti marah.
Baginya Jeonghan selalu gegabah dalam misi, itu yang membuatnya jadi galak saat
ini.
Ryeojin tertawa. “Kau menyebalkan, ya, Agent
Yoon.” katanya, “Hati-hati, kalau kalian lengah, kalian bisa saja seperti gadis
mungil itu dan berujung kematian seperti operator lemah kalian.”.
“Woozi tidak lemah,” lirih Seri, tak sengaja
air matanya jatuh, pria itu masih menahan Seri dan senjata Mingyu tak bisa
lepas mengawasinya.
“Klek.” terdengar suara senjata yang Solji
genggam berseru.
“Tenang, Manis. Aku tidak bawa senjata.” aku
Ryeojin, “Bahkan bukan aku yang menculiknya. Ditugaskan saja tidak.”.
Semua terbelalak.
“Apa maksudnya?” desis Junhui.
Ryeojin tersenyum penuh arti, “Yang menculik
mantan atlet ini ada di belakang kalian ―yang ada di ambang pintu.” jelasnya.
Di belakang, tak ada yang ingin menoleh ke
belakang, itu bisa saja tipuan. Namun setelah mendengar suara pelatuk berbunyi,
“Klek!” barulah sebagian dari mereka menoleh ke ambang pintu.
“Ti, tidak mungkin,” desis Seokmin.
“Apa-apaan keparat ini,” Jeonghan lebih kesal
lagi.
Seungcheol tak bisa berkata apa-apa, Seri pun
demikian dalam penyanderaannya. Sunyoung tertawa miris, sinis, dan tidak
percaya menangkap sosok yang dikenalinya.
“K, kau,” Mingyu terpaku.
Nafas Solji memburu, kesal, amarahnya mendidih,
puncak dari kesabarannya habis tertelan sudah. Rasanya ia ingin membunuh pria
di ambang pintu itu sekarang juga.
“Persetan kau,” maki Solji, “Jeon Won Woo.”.


