[FF] Paper Plane (Let's Meet Again) - Part V : Let's Meet Again
Paper Plane
(Let’s Meet Again)
Part V : Let's Meet Again
Author : Near
Genre : Sad-Romance, Angst/Hurt
Length : Mini chaptered (5 chapters)
Main Cast : Kang Seul Gi, Jeon Won Woo
[WARNING]
Near itu suka banget sama genre Angst, dan
Near cukup percaya diri kalau bikin fanfiction ber-genre Angst.
Jadi, jangan baper, ya.
***
Siapa itu Seulgi? Siapa itu Wonwoo?
Yeoreobun,
bagi yang ketinggalan, silahkan baca part dan/atau teaser sebelumnya!^^
Happy reading!
***
“기다림은 내겐 사소한 일일 뿐인 걸”
(gidarimeun naegen sasohan iril ppunin geol)
“Menunggu hanyalah hal sederhana buatku”
***
Gelap, gelap sekali, tak ada bedanya
jika aku menutup maupun membuka mata ―sama saja gelapnya. Perlahan namun pasti,
aku melihat butiran cahaya. Otakku berusaha mencerna benda-benda berkilau apa
kiranya yang ada di sekelilingku ini.
Nafasku seperti terhenti ketika
menyadari mereka semua adalah butiran bintang, berkerlap-kerlip dan berkilauan.
Nyata sekali. Aku terkejut ketika mendapati tubuhku melayang-layang di antara
mereka. Aku terkejut ketika aku mendapati diriku di ruang hampa tanpa udara, di
ruang hampa tanpa gravitasi, di ruang hampa tanpa siapapun di sini. “Di mana aku sebenarnya?”
Belum sempat aku mengucapkan kalimat
itu dengan bibirku, aku terdiam melihat jejeran debu yang berwarna-warni,
sangat indah dan bersinar. Mereka membuatku takjub dan terpana. Mereka ada
beberapa kumpulan, seperti debu atau awan yang menyembul-nyembul, beberapa
membentuk seperti sebuah gambar. Tapi, aku tidak tau apa namanya?
Lalu ada lagi, sebuah pusaran,
berputar-putar secara teratur dan juga bersinar, seperti ada ribuan bahkan
jutaan bintang mengikuti rotasinya. Tidak hanya satu, namun ada banyak lagi
pusaran, bentuknya pun bermacam-macam. Tapi, aku juga tidak tau, apa namanya?
Wonwoo, dia yang tau apa-apa saja
semua benda langit ini. Hanya dia yang tau benda-benda apa ini, yang begitu
asing di mataku. Dialah yang selalu mengajariku tentang langit, dialah yang
menjanjikanku untuk terbang bersamanya.
Andaikan saja ada Wonwoo di sini,
dia pasti akan memberitauku : apa nama benda yang berbentuk debu itu, apa nama
benda yang berbentuk pusaran itu? Dan terlebih lagi, di manakah aku berada saat
ini?
Ketika aku bertanya dan berharap,
aku merasakan kakiku berpijak. Aku merasakan gravitasi menggenggam tubuhku. Aku
merasakan kehadiran ―kehadiran yang tak ku duga sebelumnya. Aku berputar ke
sekeliling, dan aku melihat sesosok di hadapanku.
Otakku mulai menganalisa. Tubuhnya
tinggi dan tegap, dia mengenakan stelan jas kehitaman. Dan oh, aku juga melihat
beberapa benda-benda kecil menempel pada jasnya. Sepertinya dia mengenakan
sebuah topi yang tak asing di mataku.
Sekarang, pandanganku mulai jelas,
aku mulai mengenali beberapa benda yang dikenakannya. Stelan jas itu, topi itu,
dan benda-benda kecil yang menempel pada jasnya.
Seketika aku membekap mulutku
karena terkejut.
Seorang pria, dengan pakaian
maskapai penerbangan, lengkap dengan emblem di jasnya, lengkap dengan topi
berlambang garudanya. Air mataku berjatuhan ketika aku mengenali siapa pria
yang berbalik dan menatapku dengan senyumannya yang khas itu.
Dia, Jeon Wonwoo.


