[FF One Shot] This is My Diary... 이게 나의 일기야...

2:47 PM 0 Comments A+ a-


그 날처럼 따뜻한 바람 불고
"Geu nalcheoreom ddaddeuthan baram bulgo
“Angin hangat berhembus layaknya saat malam
그대가 사랑하던 화분엔 꽃이 피고
Geudaega sarangdeon hwabunen kkotchi pilgo
Bunga-bunga yang kau tanam dengan penuh kasih telah mekar
어느 샌가 또 봄날이 드리워도
Oneu saenga ddo bomnari deuriwodo
Sebelum aku tau bahwa musim semi telah datang kembali
아직도 난 깊은 겨울 잠을 자고 싶어
Ajikdo nan gipeun gyeoeul jameul jago shipeo
Au masih ingin terlelap dalam layaknya ketika musim dingin datang

아주 멀리, 아주 멀리 그대가 있나요
Aju meolli, aju meolli geudaega ittnayo
Kau sangat jauh, sangat jauh
사실 그대가 매일 그리운데
Sashil nan geudaega maeil geuriunde
Sesungguhnya, setiap hari aku merindukanmu
아주 작은, 아주 작은 사소한 것들에도
Aju jakeun, aju jakeun sasohan geotdeuredo
Bahkan hal-hal kecil, hal-hal sepele yang sangat kecil
매일 그대가 생각이
Maeil geudaega saengaki na”
Membuatku memiirkanmu setiap hari"

Super Junior Ryeowook
One Fine Spring Day (봄날)


This is My Diary...
이게 나의 일기야...



Author :           RetnoNateRiver
Cast     :           -  SJ Ryeo Wook as Kim Ryeo Wook
- SNSD Tiffany as Hwang Mi Young
- SJ members as themselfes
Genre  :           Angst


*이게 나의 일기야*
Aku kesepian, sudah ku rasakan hampir dari 7 hari yang lalu. Ini memang tidak baik. Hari ini aku mencoba datang ke rumahnya dan teman-temannya dulu, yang ditinggali 13 orang sekaligus.
"Masuklah..." ajak Hankyung Oppa, segera aku masuk ke apartement itu.
Suasana hening. Tak ada canda tawa apapun di sini, tak seperti sebelumnya. Semua benar-benar diam.
"Miyoung-ah, bagaimana kabarmu?" tanya Kangin Oppa ketika aku duduk.
Aku mencoba agar tidak terlihat sedih. "Baik, kok...! Bagaimana dengan yang lain...?" lanjutku.
"Um..., ya, mereka juga sama..." ku tangkap kebohongan dari kata-katanya. Aku tau, mereka semua juga merasakan apa yang ku rasakan.
Leeteuk Oppa menyodorkanku setoples makanan ringan di atas meja. "Mian, ya, tidak ada makanan apa-apa...!" ia tersenyum tipis, tapi terlhat kesedihan di matanya, "Biasanya..., ketika siapapun bertamu ke sini..., ia selalu bergegas ke dapur dan kembali dengan buah-buahan di atas piring... Bahkan ia akan dengan senang hati mengupas dan memotong buahnya..." ia termenung mengatakannya, "Eh, mianhae, aku..., tak bermaksud membuatmu...,"
"Gwaenchanha, Oppa..." potongku, tersenyum hambar. "Oya, Yesung Oppa mana? Kenapa dari tadi aku tak melihatnya?" tanyaku, mengubah topik.
Baru Leeteuk Oppa hendak menjawab, tiba-tiba Kibum Oppa menyerobot, "Lebih baik, kau tak usah temui dia!" ujarnya dingin, yang tengah duduk di sofa pojok sana.
"Kibum-ah...!" tegur Heechul Oppa yang berdiri di sampingnya.
Namun Kibum Oppa tak memperdulikannya. "Dia terlihat menyedihkan!!" lanjutnya, lalu pergi dengan perasaan yang tak karuan. Heechul Oppa mengejarnya, mencoba menenangkannya.
Tapi aku tetap ingin bertemu dengan Yesung Oppa, maka dengan segera aku pergi ke kamarnya. Ku dapati ia duduk di bangku yang menghadap meja, yang isinya berbagai buku, gadget, sampai akuarium kura-kuranya.
Ia menoleh padaku, "Annyeong..." sapanya, hambar. Ku lihat ia tak bersemangat, apalagi dengan kantung mata itu. Ku tebak, ia pasti mengalami hal yang lebih parah dari sekadar insomnia lebih dari seminggu ini. Ku lihat juga anjing hitamnya, seperti termenung tanpa tenaga di kaki tuannya.
Ku hampiri ia. Ku ambil kursi dan duduk di sampingnya.
"Tak ada lagi yang ku bangunkan tengah malam karena kelaparan... Tak ada lagi yang memelukku sambil menangis saat kami memenangkan trophy... Tak ada lagi yang tidur sekamar denganku..." katanya tanpa semangat. Ia menyodorkanku sebuah buku padaku, "Diary-nya..." jelasnya, "Ia meninggalkannya untukmu sebelum ia pergi..."
Ku ambil diary dengan tulisan "This is My Diary" itu. Ku buka halaman pertama, profilnya.
Nama     : Kim Ryeo Wook, tapi aku suka dipanggil Wookie! XD
DOB      : Incheon, 1987 June 21
Hobi      : Kamu mau tau? Baiklah, aku suka bernyanyi dan memasak~...^
...

Kata-kata polosnya membuatku terkekeh, tak terasa air mataku jatuh di lembarannya. Ku buka lembaran selanjutnya.

No. 1
Diary baruku! Miyoungie sangat cerdik membelikannya buatku! Kamu tau, aku anak tunggal, tapi telah ku anggap Miyoungie sebagai adik kandungku!
Ia sangat mendukungku dalam karir menyanyiku, ia juga pandai bernyanyi, loh~... Ketika kambuh, Miyoung lah yang selalu mengantarku ke rumah sakit... Miyoungie sangat paham kalau aku tak boleh kecapean, jadi ia sangat perhatian padaku...
Tapi, aku ini kuat, loh...! Kkkkk...
Wookie

Aku kembali terkekeh, tapi air mataku terus mengalir. "Dasar..." gumamku, tersenyum hambar.

No. 12
YeWook Brother!
Hey, sekembalinya aku dari Cina, Jongwoonie-hyung rupanya diam-diam menyambutku! Ia menyuguhkanku teh hangat dan nasi goreng kimchi...Ya, walaupun bukan dia yang masak~...!^
Kambuh lagi, jadi saat ini aku berada di rumah sakit... Lagi-lagi, Miyoungie yang membawaku ke sini...! Ia memang lagi sibuk di Incheon, jadi Jongwoonie-hyung lah yang menemaniku saat ini... Sst, ia sedang tidur~... Kkk...
Wookie

Ku lirik Yesung Oppa. Ia tersenyum melihat ku buka halaman ini. Mungkin ia sudah membacanya, jadi bisa saja ini favoritnya.

No. 36
Aku tidak sanggup lagi... Hanya sebentar saja, ya~... Aku cuma mau bilang, aku rindu bernyanyi, aku rindu SJ, aku rindu ELF, aku rindu sunbaenim dan hubenim-ku, aku rindu rumahku, dan aku rindu kehangatan dongsaengie-ku...
Ketika umurku 10 tahun aku tau penyakit ini menyerangku... Biar kini aku sudah dewasa, tapi aku selalu berpikir, "Kenapa aku harus terlahir begini...?"
Wookie

Sekarang, air mataku jauh lebih deras mengalir.

No. 73
Ini rekorku... Aku sudah di sini selama sebulan... Hebat, kan~...?^
Belum sembuh juga, walaupun hatiku bilang kalau aku takkan pernah sembuh... Kau tau, Miyoungie lah orang yang sangat berharap aku bisa sembuh. Tapi setiap dokter memberinya kata 'tidak'.
Joha... Aku memang tidak kuat, tapi ringkih, sangat ringkih... Namun hatikulah yang kuat... Ini semua karena Miyoungie...
Wookie

Kenapa aku kembali teringat hari itu...?

Flashback...
Aku bergegas memasuki kamar rawat itu. Tentu saja ia di situ, ke mana lagi? Ia tentu terbaring di situ, dengan selang infus dan oksigennya. Dan ia menoleh padaku.
"Miyoungie..." panggilnya, tatapan yang polos dan hangat, namun wajah manisnya begitu pucat.
Ku hampiri ia. Aku duduk di atas bangku di sampingnya. Sementara ku lihat diary yang ku belikan 2 tahun lalu itu ada di genggamannya. Dan tak lama, Sungmin Oppa dan Yesung Oppa datang. Sungmin Oppa duduk di atas ranjang sementara Yesung Oppa berdiri di belakangku.
"Miyoungie..., aku gak mau pulang..." lanjutnya, aku heran.
"Ryeowookie, kamu bilang apa...?" Sungmin Oppa juga heran, begitu pula dengan Yesung Oppa.
"Ryeowookie-ya, kalau kau tak mau pulang, apa kau tak mau sembuh...?" tanya Yesung Oppa.
Tapi Oppa tetap memandangku, "Miyoungie, kalau aku pulang, aku tidak bisa bersama kalian lagi... Aku takut..." katanya.
Mataku berair. Ku usap pelan punggung tangan kanannya. "Jangan takut, Oppa... Di sini banyak yang akan menemanimu karena kami menyayangimu..." kataku, masih mengusap tangannya. Ini caraku sejak kami kecil agar aku atau Oppa bisa tidur nyenyak.
Ryeowook Oppa terlihat merasa nyaman, "Miyoungie...," panggilnya.
"Ne, Oppa...?" tanyaku.
"Gomawo... Saranghae..." katanya. Matanya mulai menutup. Namun siapa sangka rupanya ia bukan tidur karena usapanku.
"--------" nada panjang itu...
"Oppa..." aku terkesiap, air mataku berjatuhan, "Oppa! Ryeowookie Oppa!" panggilku. Diary itu tak lagi digenggamnya kuat. "Andwae! Oppa!! Jebal, ireona!! Oppa-ya!!".
Yesung Oppa memelukku dari belakang, "Cukup, Miyoung-ah... Cukup... Kau harus melepasnya..." ujarnya lirih, ia juga menitikan air mata. Sementara Sungmin Oppa dengan sigapnya ia memanggil dokter, matanya berair.
Sekali lagi, Yesung Oppa menenangkanku. Kami sama-sama menangis sekarang, tapi akulah yang paling terisak, sembari memanggil namanya..., walaupun aku tau kakakku itu takkan terbangun lagi. Penyakit leukimia akut itu berhasil merobohkannya...
Flashback end...

No. 100
Yeoreobun, saranghaeyo... Terutama untuk Umma, Appa, Jongwoonie-hyung, dan Miyoungie...
Yeoreobun, mianhaeyo... Aku tau aku manusia yang penuh kesalahan...
Yeoreobun, gomawoyo... Atas semua yang kalian berikan padaku...
Waktuku kini telah tiba...
Miyoungie, ini untukmu... Ini semua ku tulis dari isi hatiku... Ku tulis di diary yang kau belikan sebagai kado ultahku 2 tahun yang lalu itu... Aku menyukainya, Miyoungie, aku suka...
Miyoungie, aku mohon, jangan terlalu banyak bersedih karena kepergianku... Kamu masih memiliki waktu yang cukup panjang, maka jalanilah... Miyoungie, saranhaeyo... Jeongmal saranghae...
Miyoungie, ige nayeh ilgiya...
Your cutie brother...
Wookie

Aku tak sanggup lagi. Aku menangis semampuku, sementara Yesung Oppa hanya menepuk pundakku, mencoba menabahkanku.
Isakan tangis dan butiran air mata tak mampu lagi dibendung. Tuhan, aku benar-benar menyayanginya, mengapa kau mengambilnya dariku...?
"Oppa-ya... Ryeowookie Oppa..." ujarku lirih. Ya, hanya menangis dan memanggil namanya, walaupun aku tau ia takkan kembali lagi ke pelukanku...
Nayeh saranghan oppa, Kim Ryeo Wook...

-END-

*이게 나의 일기야*
Kurang lebih, ini adalah FF ketujuh yang pernah Nate tulis, tapi ini menjadi FF ketiga yang ku share di Blogger.
Pada awalnya, FF ini mau Nate lombakan buat ulang tahun sebuah Fanpage Ryeosomnia karena page itu tengah berulangtahun, namun karena keterbatasan biaya dan fasilitas saat itu, niat tersebut urung dilakukan..
Tokoh Miyoung yang diperankan oleh Tiffany ini pernah berganti nama dan posisi. Dan setelah beberapa kali mengadakan perubahan, perubahan ketiga sekaligus yang terakhirlah membuat Nate memposting FF ini dengan tokoh Miyoung yang diperankan oleh Tiffany.. ^^ceilah..., situ udah kaya produser aje?^
OK, ini FF selingan di tengah-tengah masa hiatusnya Nate... Semoga yang kangen dengan postingan Nate dapat terobati~~~...^^
Gomapseumnida...!
RetnoNateRiver

감사합니다^^

감사합니다^^
Jangan lupa untuk berkunjung lagi!!^