[FF One Shot] This is My Diary... 이게 나의 일기야...
“그 날처럼 따뜻한 바람 불고
"Geu nalcheoreom ddaddeuthan baram bulgo
“Angin hangat berhembus layaknya saat malam
그대가 사랑하던 화분엔 꽃이 피고
Geudaega sarangdeon hwabunen
kkotchi pilgo
Bunga-bunga yang kau tanam
dengan penuh kasih telah mekar
어느 샌가 또 봄날이 드리워도
Oneu saenga ddo bomnari
deuriwodo
Sebelum aku tau bahwa musim
semi telah datang kembali
아직도 난 깊은 겨울 잠을 자고 싶어
Ajikdo nan gipeun gyeoeul jameul jago shipeo
Au masih ingin terlelap dalam layaknya ketika musim
dingin datang
아주 멀리, 아주 멀리 그대가 있나요
Aju meolli, aju meolli geudaega ittnayo
Kau sangat jauh, sangat jauh
사실 난 그대가 매일 그리운데
Sashil nan geudaega maeil geuriunde
Sesungguhnya, setiap hari aku merindukanmu
아주 작은, 아주 작은 사소한 것들에도
Aju jakeun, aju jakeun sasohan geotdeuredo
Bahkan hal-hal kecil, hal-hal sepele yang sangat kecil
매일 그대가 생각이 나”
Maeil geudaega saengaki na”
Membuatku memiirkanmu setiap
hari"
Super
Junior
Ryeowook
One
Fine Spring Day (봄날)
This is My Diary...
이게 나의 일기야...
Author : RetnoNateRiver
Cast : -
SJ Ryeo Wook as Kim Ryeo Wook
- SNSD Tiffany as Hwang Mi Young
-
SJ members as themselfes
Genre : Angst
*이게 나의 일기야*
Aku kesepian,
sudah ku rasakan hampir dari 7 hari yang lalu. Ini memang tidak baik. Hari ini
aku mencoba datang ke rumahnya dan teman-temannya dulu, yang ditinggali 13
orang sekaligus.
"Masuklah..."
ajak Hankyung Oppa, segera aku masuk ke apartement itu.
Suasana hening.
Tak ada canda tawa apapun di sini, tak seperti sebelumnya. Semua benar-benar
diam.
"Miyoung-ah,
bagaimana kabarmu?" tanya Kangin Oppa ketika aku duduk.
Aku mencoba agar
tidak terlihat sedih. "Baik, kok...! Bagaimana dengan yang lain...?"
lanjutku.
"Um..., ya,
mereka juga sama..." ku tangkap kebohongan dari kata-katanya. Aku tau,
mereka semua juga merasakan apa yang ku rasakan.
Leeteuk Oppa
menyodorkanku setoples makanan ringan di atas meja. "Mian, ya, tidak ada
makanan apa-apa...!" ia tersenyum tipis, tapi terlhat kesedihan di
matanya, "Biasanya..., ketika siapapun bertamu ke sini..., ia selalu
bergegas ke dapur dan kembali dengan buah-buahan di atas piring... Bahkan ia
akan dengan senang hati mengupas dan memotong buahnya..." ia termenung
mengatakannya, "Eh, mianhae, aku..., tak bermaksud membuatmu...,"
"Gwaenchanha,
Oppa..." potongku, tersenyum hambar. "Oya, Yesung Oppa mana? Kenapa dari
tadi aku tak melihatnya?" tanyaku, mengubah topik.
Baru Leeteuk
Oppa hendak menjawab, tiba-tiba Kibum Oppa menyerobot, "Lebih baik, kau
tak usah temui dia!" ujarnya dingin, yang tengah duduk di sofa pojok sana.
"Kibum-ah...!"
tegur Heechul Oppa yang berdiri di sampingnya.
Namun Kibum Oppa
tak memperdulikannya. "Dia terlihat menyedihkan!!" lanjutnya, lalu
pergi dengan perasaan yang tak karuan. Heechul Oppa mengejarnya, mencoba
menenangkannya.
Tapi aku tetap
ingin bertemu dengan Yesung Oppa, maka dengan segera aku pergi ke kamarnya. Ku
dapati ia duduk di bangku yang menghadap meja, yang isinya berbagai buku,
gadget, sampai akuarium kura-kuranya.
Ia menoleh
padaku, "Annyeong..." sapanya, hambar. Ku lihat ia tak bersemangat,
apalagi dengan kantung mata itu. Ku tebak, ia pasti mengalami hal yang lebih parah
dari sekadar insomnia lebih dari seminggu ini. Ku lihat juga anjing hitamnya,
seperti termenung tanpa tenaga di kaki tuannya.
Ku hampiri ia.
Ku ambil kursi dan duduk di sampingnya.
"Tak ada lagi yang ku bangunkan
tengah malam karena kelaparan... Tak ada lagi yang memelukku sambil menangis
saat kami memenangkan trophy... Tak
ada lagi yang tidur sekamar denganku..." katanya tanpa semangat. Ia
menyodorkanku sebuah buku padaku, "Diary-nya..." jelasnya, "Ia
meninggalkannya untukmu sebelum ia pergi..."
Ku ambil diary
dengan tulisan "This is My Diary" itu. Ku buka halaman pertama,
profilnya.
Nama : Kim Ryeo Wook, tapi aku suka dipanggil Wookie! XD
DOB : Incheon, 1987 June 21
Hobi : Kamu mau tau? Baiklah, aku suka bernyanyi dan memasak~...^
...
Kata-kata
polosnya membuatku terkekeh, tak terasa air mataku jatuh di lembarannya. Ku
buka lembaran selanjutnya.
No. 1
Diary baruku! Miyoungie sangat cerdik membelikannya buatku! Kamu tau, aku
anak tunggal, tapi telah ku anggap Miyoungie sebagai adik kandungku!
Ia sangat mendukungku dalam karir menyanyiku, ia juga pandai bernyanyi,
loh~... Ketika kambuh, Miyoung lah yang selalu mengantarku ke rumah sakit... Miyoungie
sangat paham kalau aku tak boleh kecapean, jadi ia sangat perhatian padaku...
Tapi, aku ini kuat, loh...! Kkkkk...
Wookie
Aku kembali
terkekeh, tapi air mataku terus mengalir. "Dasar..." gumamku,
tersenyum hambar.
No. 12
YeWook Brother!
Hey, sekembalinya aku dari Cina, Jongwoonie-hyung rupanya diam-diam
menyambutku! Ia menyuguhkanku teh hangat dan nasi goreng kimchi...Ya, walaupun
bukan dia yang masak~...!^
Kambuh lagi, jadi saat ini aku berada di rumah sakit... Lagi-lagi, Miyoungie
yang membawaku ke sini...! Ia memang lagi sibuk di Incheon, jadi
Jongwoonie-hyung lah yang menemaniku saat ini... Sst, ia sedang tidur~...
Kkk...
Wookie
Ku lirik Yesung
Oppa. Ia tersenyum melihat ku buka halaman ini. Mungkin ia sudah membacanya, jadi
bisa saja ini favoritnya.
No. 36
Aku tidak sanggup lagi... Hanya sebentar saja, ya~... Aku cuma mau bilang,
aku rindu bernyanyi, aku rindu SJ, aku rindu ELF, aku rindu sunbaenim dan
hubenim-ku, aku rindu rumahku, dan aku rindu kehangatan dongsaengie-ku...
Ketika umurku 10 tahun aku tau penyakit ini menyerangku... Biar kini aku
sudah dewasa, tapi aku selalu berpikir, "Kenapa aku harus terlahir
begini...?"
Wookie
Sekarang, air
mataku jauh lebih deras mengalir.
No. 73
Ini rekorku... Aku sudah di sini selama sebulan... Hebat, kan~...?^
Belum sembuh juga, walaupun hatiku bilang kalau aku takkan pernah
sembuh... Kau tau, Miyoungie lah orang yang sangat berharap aku bisa sembuh.
Tapi setiap dokter memberinya kata 'tidak'.
Joha... Aku memang tidak kuat, tapi ringkih, sangat ringkih... Namun
hatikulah yang kuat... Ini semua karena Miyoungie...
Wookie
Kenapa aku kembali
teringat hari itu...?
Flashback...
Aku bergegas
memasuki kamar rawat itu. Tentu saja ia di situ, ke mana lagi? Ia tentu
terbaring di situ, dengan selang infus dan oksigennya. Dan ia menoleh padaku.
"Miyoungie..."
panggilnya, tatapan yang polos dan hangat, namun wajah manisnya begitu pucat.
Ku hampiri ia.
Aku duduk di atas bangku di sampingnya. Sementara ku lihat diary yang ku
belikan 2 tahun lalu itu ada di genggamannya. Dan tak lama, Sungmin Oppa dan
Yesung Oppa datang. Sungmin Oppa duduk di atas ranjang sementara Yesung Oppa
berdiri di belakangku.
"Miyoungie...,
aku gak mau pulang..." lanjutnya, aku heran.
"Ryeowookie,
kamu bilang apa...?" Sungmin Oppa juga heran, begitu pula dengan Yesung
Oppa.
"Ryeowookie-ya,
kalau kau tak mau pulang, apa kau tak mau sembuh...?" tanya Yesung Oppa.
Tapi Oppa tetap
memandangku, "Miyoungie, kalau aku pulang, aku tidak bisa bersama kalian lagi...
Aku takut..." katanya.
Mataku berair.
Ku usap pelan punggung tangan kanannya. "Jangan takut, Oppa... Di sini
banyak yang akan menemanimu karena kami menyayangimu..." kataku, masih
mengusap tangannya. Ini caraku sejak kami kecil agar aku atau Oppa bisa tidur
nyenyak.
Ryeowook Oppa
terlihat merasa nyaman, "Miyoungie...," panggilnya.
"Ne,
Oppa...?" tanyaku.
"Gomawo...
Saranghae..." katanya. Matanya mulai menutup. Namun siapa sangka rupanya ia
bukan tidur karena usapanku.
"--------"
nada panjang itu...
"Oppa..."
aku terkesiap, air mataku berjatuhan, "Oppa! Ryeowookie Oppa!"
panggilku. Diary itu tak lagi digenggamnya kuat. "Andwae! Oppa!! Jebal,
ireona!! Oppa-ya!!".
Yesung Oppa
memelukku dari belakang, "Cukup, Miyoung-ah... Cukup... Kau harus
melepasnya..." ujarnya lirih, ia juga menitikan air mata. Sementara
Sungmin Oppa dengan sigapnya ia memanggil dokter, matanya berair.
Sekali lagi,
Yesung Oppa menenangkanku. Kami sama-sama menangis sekarang, tapi akulah yang
paling terisak, sembari memanggil namanya..., walaupun aku tau kakakku itu
takkan terbangun lagi. Penyakit leukimia akut itu berhasil merobohkannya...
Flashback end...
No. 100
Yeoreobun, saranghaeyo... Terutama untuk Umma, Appa, Jongwoonie-hyung, dan
Miyoungie...
Yeoreobun, mianhaeyo... Aku tau aku manusia yang penuh kesalahan...
Yeoreobun, gomawoyo... Atas semua yang kalian berikan padaku...
Waktuku kini telah tiba...
Miyoungie, ini untukmu... Ini semua ku tulis dari isi hatiku... Ku tulis
di diary yang kau belikan sebagai kado ultahku 2 tahun yang lalu itu... Aku
menyukainya, Miyoungie, aku suka...
Miyoungie, aku mohon, jangan terlalu banyak bersedih karena kepergianku...
Kamu masih memiliki waktu yang cukup panjang, maka jalanilah... Miyoungie,
saranhaeyo... Jeongmal saranghae...
Miyoungie, ige nayeh ilgiya...
Your cutie brother...
Wookie
Aku tak sanggup
lagi. Aku menangis semampuku, sementara Yesung Oppa hanya menepuk pundakku,
mencoba menabahkanku.
Isakan tangis
dan butiran air mata tak mampu lagi dibendung. Tuhan, aku benar-benar
menyayanginya, mengapa kau mengambilnya dariku...?
"Oppa-ya...
Ryeowookie Oppa..." ujarku lirih. Ya, hanya menangis dan memanggil
namanya, walaupun aku tau ia takkan kembali lagi ke pelukanku...
Nayeh saranghan
oppa, Kim Ryeo Wook...
-END-
*이게 나의 일기야*
Kurang lebih,
ini adalah FF ketujuh yang pernah Nate tulis, tapi ini menjadi FF ketiga yang
ku share di Blogger.
Pada awalnya, FF
ini mau Nate lombakan buat ulang tahun sebuah Fanpage Ryeosomnia karena page itu tengah berulangtahun, namun
karena keterbatasan biaya dan fasilitas saat itu, niat tersebut
urung dilakukan..
Tokoh Miyoung
yang diperankan oleh Tiffany ini pernah berganti nama dan posisi. Dan setelah
beberapa kali mengadakan perubahan, perubahan ketiga sekaligus yang terakhirlah
membuat Nate memposting FF ini dengan tokoh Miyoung yang diperankan oleh
Tiffany.. ^^ceilah..., situ udah kaya
produser aje?^
OK, ini FF
selingan di tengah-tengah masa hiatusnya Nate... Semoga yang kangen dengan
postingan Nate dapat terobati~~~...^^
Gomapseumnida...!
RetnoNateRiver


