[FF] HE part 4
He
Author : RetnoNateRiver
Genre : Romance
Main Cast : - SNSD Seo Hyun as Seo Joo Hyun
- SJ Kyu Hyun as Park Kyu Hyun
Other Cast : - SJ Ki Bum as Kim Ki Bum
- SHINee Min Ho as Choi Min Ho
- etc...
*****
Annyeong,
Reader-deul...!
Nate lagi-lagi
datang membawa part lanjutan dari He part III...! Aku sengaja gak ngasih flashback sama Reader-deul karena suatu
alasan...
Pasti masih ingat
dengan part sebelumnya, kan...? Kalau lupa, boleh, deh, liat part sebelumnya...
OK...,
Happy Reading...!
Author
RetnoNateRiver
*HE*
Sebuah pesan
singkat masuk di ponsel Joohyun.
Ya~~!
sender : Namja
Evil
Tapi Joohyun yang
masih tidur-tiduran di atas kasurnya hanya mengabaikan pesan dari Kyuhyun itu.
Ia kembali meletakan ponselnya di atas meja yang ada di samping kasurnya.
Hari ini hari
Minggu, kemarin Joohyun baru saja menghadiri pemakaman Yoona, dan menjadi orang
yang paling terakhir meninggalkan pemakaman.
Kamar Joohyun ini
mempunyai dua kasur, yang mana yang satunya dulu ditempati oleh Yoona. Tapi
kini kasur itu kosong.
Joohyun menempati
kamar yang ada di pantinya ini sendirian sekarang. Yoona merupakan sahabat
sekaligus kakak baginya. Ia benar-benar menyayanginya.
Tak lama, kembali
sebuah pesan singkat masuk di ponsel Joohyun.
Ya...! Mwo haeya?
Berdiam diri di kamar? Kau pikir Ônni-mu akan suka?
sender : Namja
Evil
Joohyun menghela
nafas membacanya. Sebenarnya ia malas juga untuk membalas pesannya, apalagi
yang mengirim adalah Park Kyu Hyun si Namja Evil yang selalu menghancurkan
hari-harinya. Tapi..., apa boleh buat...?
Dengan malasnya,
Joohyun kemudian membalas pesan itu.
Jika bukan karena
namja semanja dirimu, semua ini takkan terjadi...!
send to : Namja
Evil
Kemudian, Joohyun
kembali meletakan ponselnya itu tanpa peduli bagaimana mendaratnya ponsel itu,
tapi kali ini ia meletakanya di atas kasur.
Di lain pihak,
Kyuhyun memandangi pesan yang baru sampai di ponselnya itu.
“Geuræ, Kodok Jelek... Geuræ...” gumam Kyuhyun,
“Geuræ... Ini memang kesalahanku..., menunda-nudamu yang ingin
bertemu Ônni-mu yang sangat membutuhkanmu...”.
Kyuhyun yang juga
tengah tidur-tiduran di kasurnya itu membuang ponselnya di atas kasurnya. Ia
kemudian bangkit, duduk di atas kasurnya.
“Aish...1 Park Kyu
Hyun! Nôn jinjja paboya...! (Kau benar-benar bodoh...!)” gerutu Kyuhyun
sendiri, sambil mengacak-acak rambutnya.
Ia kemudian
termenung sesaat. “Apa..., aku..., ”
batinnya, “..., apa aku...,”.
***
“Seo Joo Hyun...!”
panggil suara seorang wanita di depan pintu kamar Joohyun, ialah Ibu Panti yang
merawat Joohyun dan anak-anak yang lain.
“Ne, Omoni...?
(Iya, Ibu...?)” sahut Joohyun dari dalam kamarnya.
“Ada namja teman
satu sekolahmu di luar...!” lanjut wanita itu, “Ppali... Ia menunggumu...!”.
Untuk beberapa
detik, Joohyun berpikir, “Teman satu
sekolah...? Nugu...? (Siapa...?)” pikirnya, “Apa jangan-jangan..., Kibum Oppa...?”.
“Joohyun-ah...?”
panggil wanita itu memastikan.
Joohyun terkesiap,
“Ne, Omoni...!” sahutnya, “Aku segera menemuinya...!” lanjutnya.
Joohyun kemudian
turun dari kasurnya. Ia lalu berjalan keluar kamar untuk menemui orang yang
dimaksud Ibu Pengasuhnya itu. Joohyun lantas melangkahkan kakinya ke teras
panti tempat tinggalnya, lalu matanya mencari namja yang tadi Ibu Pengasuhnya
katakan.
Namja yang tadinya
ia kira adalah Kibum, rupanya ia adalah Kyuhyun yang tengah berdiri di depan
kap mobil terbukanya yang tepat diparkirkannya di depan teras panti yang
Joohyun tinggali. Ternyata mobil itu tidak digerek petugas ketertiban yang ada
di rumah sakit tempo hari. ^^ish, masih
inget aja lagi~~..? _—)^.
Semangat Joohyun
luntur begitu mengetahui namja yang menungguinya adalah Kyuhyun, orang yang
masuk dalam kategori Paling Tidak Ingin Dilihat Saat Ini dalam kamusnya.
Merasakan kehadiran
Joohyun, Kyuhyun yang tengah melipatkan kedua tangannya di depan dadanya itu
segera menoleh ke arah Joohyun.
Joohyun mendesah.
Kemudian, Kyuhyun menghampirirnya. Lebih dari itu, Kyuhyun juga menarik tangan
Joohyun, berjalan menuju mobil terbukanya bersama Joohyun dalam genggamannya.
Joohyun berseru,
“Ya! Ya! Mwo haeyo?! (Hei! Hei! Apa yang kau lakukan?!)”.
“Diam saja!” kata
Kyuhyun.
Setelah berhasil
membuat Joohyun menempati jok di bagian kanan mobilnya, Kyuhyun kemudian duduk
di jok yang ada di sebelah kiri, di hadapan stir. Lalu ia memakai belt-nya.
“Pakai sabuk yang
ada di dekatmu...!” suruh Kyuhyun tanpa menatap Joohyun.
“Tapi, kita mau ke
mana? Aku belum meminta izin pada Omoni...!” sela Joohyun.
“Sudah, pakai
saja!!” kata Kyuhyun.
Kemudian, Kyuhyun
—yang sudah beres dengan belt-nya—
memakaikan Joohyun belt yang ada di
dekatnya.
Barulah, setelah
semua sudah aman baginya, Kyuhyun menyalakan mesin mobilnya. Dan beberapa saat
kemudian, ia melajukan mobilnya.
***
Kyuhyun tak
memperdulikan kata-kata Joohyun yang meminta dirinya diturunkan segera. Tapi
kali ini kata-kata Joohyun membuatnya terpaksa memberhentikan mobilnya.
Ia menginjak rem
mendadak, tepat di pinggir taman Sungai Han.
Tapi Joohyun tak
peduli. Ia melepaskan belt-nya dan
beranjak keluar dari mobil. Ia benar-benar tidak peduli.
“Ya!” Kyuhyun
melepas belt-nya dan mengikuti ke
mana Joohyun pergi.
Kyuhyun menarik
tangan Joohyun, tapi Joohyun tak lantas mengomelinya atau memintanya untuk
melepaskan tangannya. Malah dengan mata yang berair, Joohyun menatap Kyuhyun
dalam.
“Kau tau..., aku
tarik kata ‘gomawo’-ku hari itu ketika kau membelikan aku semangkuk sup...”
ujarnya, “Kenapa hari itu aku harus berterimakasih padamu..., di mana di hari
itu juga kau membuatku kesal setengah mati... Lebih dari kata-kata pedasmu yang
menyuruhku ini-itu dalam waktu 10 menit dan lain sebagainya...”.
Tangan Kyuhyun
semakin melemah untuk menggenggam tangan Joohyun, “Joo, Joo...,”.
Sebutir air mata
Joohyun jatuh. “Apa kau punya kakak di rumah...?” ujarnya, [► Super Junior -
Coagulation] “Pasti ada, kan...? Dan semua orang pasti tau akan hal
itu... Kau punya orang tua lengkap dan mempunyai kehidupan yang lebih dari
cukup... Harusnya kau bersyukur dan tidak menyia-nyiakannya, tau...!”
lanjutnya, “Kau pernah lihat orang tuaku? Pernah lihat bagaimana orang tuaku
memanjakanku? Kau tak pernah tau bahwa Yoona Ônni adalah hatiku... Yang selalu
menguatkanku setiap hari dan setiap kau membuatku kesal...!”.
Kali ini, Kyuhyun
tak mampu lagi menggenggam tangan Joohyun. Rasa bersalah seakan memakan
tenaganya.
Joohyun terisak.
“Kamu tidak tau bagaimana hidupku yang sudah menyedihkan ini ditambah lebih
menyedihkan lagi dengan kehadiranmu, juga kepergian Yoona Ônni...”.
Kyuhyun menggigit
bibir bawahnya, menahan emosinya.
“Kau tidak tau
seberapa pentingnya keluargamu sebelum kau kehilangan mereka semua, Namja
Evil....!!!” ujar Joohyun masih terisak, “Kau tidak akan pernah tau seberapa
berharganya keluargamu sebelum mereka meninggalkanmu...!! Mereka itu lebih
berharga daripada apapun, Park Kyu Hyun...!!! Kamu tidak akan pernah tau
seberapa mereka menyayangimu sebelum kau menyesal...!!”.
Kyuhyun menunduk,
merasa malu atas kata-kata Joohyun yang benar-benar akurat itu.
Joohyun menyeka
aliran air matanya yang tak bisa berhenti mengalir itu. “Ônni... Ômma...,
Appa...” ujarnya.
“Geuman...
(Sudahlah...)” ujar Kyuhyun yang kemudian memeluk Joohyun, meredakan
tangisannya dalam dekapannya. “Aku salah, Seo Joo Hyun... Mianhamnida...”
bisiknya.
Tapi Joohyun masih
terisak. Memang kata ‘maaf’ saja tidak akan menggantikan apa yang telah Kyuhyun
lakukan pada Joohyun, Kyuhyun mengakuinya.
—“Kehilangan
orang yang kau cintai..., pasti itu sangat berat...”,
“Ônni~...” ujar
Joohyun.
Kyuhyun mengusap
perlahan kepala Joohyun, mencoba meredakan tangisnya.
...,
“Tapi ada satu hal lagi yang pasti lebih berat dari itu... Benar-benar lebih
berat dari itu...”,
Tangisan Joohyun
mulai mereda. Pikir Kyuhyun, yôja ini pasti sudah kelelahan mengomeli atau yang
lebih tepat menegurnya tadi. Ditambah emosinya yang selama ini ditahannya
meluap begitu saja pada Kyuhyun. Aku Kyuhyun, ini memang pantas buat Joohyun.
...,
“Yakni...,
memaafkanku...”—
(Park Kyu Hyun)
[■
Super Junior - Coagulation]
*HE*
“Bægopayo... (Aku laper...)” keluh Taemin, “Ya, Kyuhyun Hyông...!
Kenapa kita tidak boleh menyuruh Joohyun untuk membelikan kita makanan...?”.
“Sudah ku bilang,
kalau lapar beli makanan sendiri sana...!” tegas Kyuhyun.
Jonghyun heran.
“Ya, Kyuhyun-ah... Ada apa dengan kalian berdua...? Kau tak terhasut olehnya,
kan?”.
“Ani... (Enggak...)”
kata Kyuhyun segera, “Hatinya tengah hancur saat ini...”.
“Lalu apa peduli
kita...?” timpal Taemin.
Kyuhyun menatap
Taemin. “Ia tengah berduka cita...” ujarnya santai.
***
Kelas di mana
Joohyun belajar.
Saat ini, Geunyoung
tengah memberi materi pada murid-muridnya itu. Tapi ada satu yang diherankan
kelas ini : Geunyoung kelihatan tidak begitu ceria, tak seperti hari-hari
biasanya.
Hari ini, Geunyoung
kelihatan kurang aktif, hanya duduk di kursinya, yang biasanya selalu
melangkahkan kaki di kelas untuk memeriksa pekerjaan murid-muridnya di kelas
X.B ini, kelasnya.
“Moon Sônsængnim...,” ujar Joohyun ketika ia diminta Geunyoung untuk
membawakan buku-buku tugas B. Korea kelas X.B itu, “kelihatannya..., Anda hari
ini kurang sehat...? Ada apa, Sônsængnim...?”.
Geunyoung hanya
tersenyum, “Sudah, jangan dipikirkan...” katanya, “Oya, soal Kakak angkatmu
itu..., aku sudah mendengar beritanya... Aku turut berduka cita, ya...”.
Mendengarnya,
Joohyun hanya tersenyum tipis, “Sônsængnim, Gamsa hamnida...” ujarnya.
“Yang penting,
jangan jadikan kepergiannya sebagai batu penghalang bagimu untuk meraih
pendidikanmu...” kata Geunyoung, “Justru kau harus terus semangat agar ia tidak
mengkhawatirkanmu di sana... Ia harus beristirahat tenang dan bisa melihatmu
menjadi orang yang berguna...”.
“Sekali lagi, Sônsængnim,
gamsa hamnida...” kata Joohyun.
Keduanya terus
berjalan menyusuri koridor sekolah, namun beberapa saat kemudian Geunyoung
terlihat tidak fokus dan hampir terjatuh.
“Moon Sônsængnim...!”
seru Joohyun, menjatuhkan buku-buku di tangannya dan menghampiri Geunyoung, “Sônsængnim,
gwaenchanhseumnikka...? (apa Anda tidak apa...?)” tanyanya, membantu Geunyoung
bangkit.
Geunyoung akhirnya
berdiri, ia tersenyum, “Jangan khawatir, Joohyun-ah...” katanya.
“Moon Sônsængnim~...”.
“Gwaenchanha...
(Tidak apa...)” kata Geunyoung, memastikan Joohyun, “Sudah... Mari kita ke
ruang guru...” ingatnya.
Joohyun masih
khawatir, tapi ia harus menuruti apa kata wali kelasnya itu. “Ne, Sônsængnim...”.
***
Kyuhyun memasuki
ruangan tempat Yesung berada.
Ia melongokan
kepalanya dari pintu, dan menemukan Yesung bersama beberapa anggota eskul Vokal
di ruangan itu, termasuk Joohyun.
“Kim Sônsængnim...,
Anda memanggilku...?” tanya Kyuhyun.
“Masuklah...” suruh
Yesung, yang berarti ‘ya’.
Kyuhyun memasuki
ruangan, ia berdiri sejajar dengan teman-teman satu eskulnya itu. Sementara
Yesung berdiri di depan mereka, memegang lembaran-lembaran partitur lagu.
“Baiklah... Aku tau
ini jam pulang kalian, tapi aku memanggil kalian karena ada hal penting
mengenai eskul kita ini...” ujar Yesung, sebagai preambul-nya. “Aku memegang
beberapa partitur lagu yang akan hadir di pertemuan pertama kita di tahun
ajaran baru ini, tepatnya di hari Sabtu... Tapi sayangnya, aku berhalangan
hadir hari itu, dan telah meminta izin pada Kepala Sekolah Park untuk memberiku
cuti sementara... Jadi, aku berikan partitur ini pada kalian agar kalian bisa
berlatih di rumah untuk pertemuan kita di minggu berikutnya... Sehingga kalian
sudah siap dengan materi yang akan aku berikan...” lanjutnya, sebagai intinya.
“Um..., Sônsængnim...”
ujar Kyuhyun, “Tapi kelihatannya..., partitur di tanganmu cuma beberapa...? Apa
hanya beberapa murid saja yang kau beri partitur...?” tebaknya.
Yesung hanya
tertawa kecil, sudah tau kalau bocah ini memang cerdas. “Benar, Kyuhyun! Ini
hanya beberapa... Tapi tiap partitur akan dipegang oleh dua orang...!”
jelasnya.
“Maksud Anda...,
duet...?” tebak Joohyun.
Yesung terkekeh,
tepat dugaannya mengenai Joohyun yang memang pintar itu. “Tepat sekali! Ini
juga akan melatih kerja sama kalian sebagai tim..., ya, kan...?” katanya.
“Baiklah, daripada lama-lama, berbicara panjang lebar, dan kalian bosan..., aku
akan membagikan partitur ini pada satu perwakilan dari satu pasang anggota...”.
Kemudian, Yesung
membagikan partiturnya pada mereka, dan juga pada Kyuhyun, sementara Joohyun
dan beberapa anak lainnya tidak mendapatkannya.
Kyuhyun membaca
bagian atas partiturnya.
Way Back Into Love
Sing by Park Kyu
Hyun
Seo
Joo Hyun
“Aku berduet dengan
Joohyun?” ujar Kyuhyun.
“Mwo? Aku berduet
dengannya?” ujar Joohyun.
Sementara Yesung
hanya tersenyum, sudah tau kalau keduanya tidak akan menyetujui pendapatnya
itu. Tapi Yesung tak ambil pusing.
“Baiklah... Sampai
di sini dulu...! Kita akan bertemu minggu depan dengan lagu yang ada di tangan
kalian... Dan ingat, kalian harus saling bekerja sama...!” ujar Yesung, sebagai
penutupnya.
Kemudian ia pergi
meninggalkan ruangan dengan senyuman usil di wajahnya.
“Kim Sônsængnim!!!”
panggil Kyuhyun dan Joohyun bersamaan, tidak terima.
***
Kyuhyun dan Joohyun
berjalan bersama menuju gerbang sekolah, masih memikirkan soal lagu yang harus
mereka nyanyikan bersama itu.
“Kim Sônsængnim itu
memang sering menyebalkan!” gerutu Kyuhyun, “Kenapa aku harus dipasangkan
denganmu, sih?”.
“Aku juga tak
sependapat dengan Kim Sônsængnim, tapi apa boleh buat...?” ujar Joohyun.
Sebuah mobil hitam
bermerk Nissan itu melewati Joohyun
dan Kyuhyun, membuat langkah keduanya terhenti karena terhalang olehnya.
Ketika kaca mobil
terbuka, terlihatlah Yesung di baliknya.
“Kim Sônsængnim...?”
ujar Kyuhyun dan Joohyun berbarengan.
Yesung tersenyum,
“Selamat berlatih, ya, dengan lagu kalian...!” katanya, “Jangan lupa untuk
saling berkomunikasi agar latihan tetap lancar...!”.
Kemudian, terlihat
seorang yeoja di samping Yesung, itu Geunyoung. “Oh, rupanya ada Kyuhyun dan
Joohyun, ya...?” ujarnya.
“Moon Sônsængnim...?”
ujar Joohyun.
“Ku rasa, Kim Sônsængnim
tidak salah memilih pasangan duet, ya...?” kata Geunyoung, “Kelihatannya,
kalian cocok juga~~...”.
“Ah, Sônsængnim...!”
gerutu Kyuhyun.
Geunyoung hanya
tertawa kecil, sementara Yesung hanya tersenyum. “Baiklah, sampai jumpa..! Dan
hati-hati di jalan...!” pesannya.
Kaca mobilnya mulai
menutup. “Kalian juga...!” balas Joohyun. Kemudian, mobil itu melaju
meninggalkan mereka berdua.
“Kita cocok?” gumam
Kyuhyun, mengingat kembali kata-kata Geunyoung.
Joohyun memandang
ke mana arah mobil hitam itu melaju. “Kelihatannya..., Moon Sônsængnim dan Kim Sônsængnim
itu sangat dekat, ya~~...?” ujarnya, “Mereka sangat serasi~...”.
“Kau tidak tau...?”
ujar Kyuhyun, “Mereka itu sudah menikah dua tahun yang lalu...!”.
“Mwoyo?!!!” Joohyun
memandang ke arah Kyuhyun, kaget.
*HE*
To be Countinued
*****
Kyaaa, Reader-deul~~....!
Ottaeyo...? Jotseumnikka...? (Bagaimana menurut
kalian...? Bagus tidak...?)
Lagi-lagi, Nate emang gak bisa lepas dari YeMoon couple, couple favoritku... Maklumi, ya...! Nate masih aja menyertakan
mereka berdua sebagai tokoh di FF SeoKyu ini... Gak apa-apa, ya~~...?^
Nate gak nuntut banyak, kok... Nate cuma butuh kritik dan
saran kalian yang membangun~~... Yang meninggalkan komenya bakal Nate tag-in FF-nya SeoKyu di Facebook, makanya add FB Nate dulu, ya!^^
Ok... Gomapseumnida, yôrôbun...!
Author : RetnoNateRiver


