[FF] HE part 5
He
Author : RetnoNateRiver
Genre : Romance
Main Cast : - SNSD Seo Hyun as Seo Joo Hyun
- SJ Kyu Hyun as Park Kyu Hyun
Other Cast : - SJ Ki Bum as Kim Ki Bum
- SHINee Min Ho as Choi Min Ho
- etc...
*****
Annyeong, yeoreobun...!
Hayyo, siapa yang nyariin
Nate angkat kaki...!!
Hehehe... Nyariin saya
karena mau tau kelanjutan FF “He”, kan...? ^^kirain, saya yang dicari~~~... T-T^ Karena saya sudah di sini, jadi
Reader-deul bisa langsung baca, deh...!
Gak banyak yang pingin
Nate sampaikan...!
Happy Reading...!
Author
RetnoNateRiver
*HE*
Kyuhyun
memberhentikan mobilnya tepat di depan teras panti yang Joohyun tinggali. Ia
memasuki panti itu dan lagi-lagi bertemu dengan Ibu Pengasuh Joohyun.
“Ah! Bukankah kau
temannya Joohyun?” tebak Ibu itu begitu melihat Kyuhyun.
“Ne... Park Kyu
Hyun imnida...” kata Kyuhyun ramah, “Um..., Ahjuma..., (Tante/Bibi...,) apa ada
Joohyun di sini...?”.
“Oh, ada...! Sedang
di kamar!” kata Ibu itu, “Aku panggilkan, ya...,”.
“Eh, tidak perlu,
Ahjuma...” tunda Kyuhyun segera, “Boleh..., aku menemuinya..., langsung...?”.
***
“Tok, tok, tok...!”
pintu kamar Joohyun diketuk. ^^kirain
Tok3x-nya SJ-T~~? O.o^
“Ne, jamkkanman
juseyo...! (Ya, mohon tunggu sebentar...!)” ujar Joohyun, beranjak dari
kasurnya ke pintunya. “Nuguseyo...? (Siapa...?)” ujarnya lagi ketika membukakan
pintu.
Dan ketika pintu
telah dibuka, betapa kagetnya Joohyun mendapati orang di depan pintu kamarnya
adalah Kyuhyun. Dengan buru-buru, Joohyun menutup pintu sebelum Kyuhyun masuk.
Namun pintu
kamarnya tak juga bisa menutup, karena rupanya Kyuhyun sengaja mengganjalnya
dengan kakinya.
“Minggir, atau aku
akan menjepit kakimu dengan pintu kamarku!!” ancam Joohyun.
“Jepit saja!” ujar
Kyuhyun, seakan menantang dan tidak takut akan ancaman Joohyun, “Kau pilih
menjepit kakiku..., atau teguran Kim Sônsængnim...?”.
Joohyun heran,
“Mwo...?”.
“Biarkan aku
masuk...!” kata Kyuhyun. Lalu ia menerobos celah pintu dengan mudahnya dan
berhasil memasuki kamar Joohyun.
Joohyun hanya
memandangi Kyuhyun yang tengah mengamati kamar sederhananya itu dengan seksama.
“Ini kamarmu?” ujar
Kyuhyun dengan nada agak terkejut.
“Wæ? Tidak sebesar kamarmu?” tebak Joohyun, “Kau tidak
pernah tau kehidupan orang-orang di bawahmu, huh?”.
“Tapi...,” Kyuhyun
menghadap Joohyun, “apa kamar ini tidak terlalu kecil...?”.
Joohyun hanya
tertawa, kali ini ia yang menertawakan Kyuhyun yang biasa menertawakannya.
“Geurôm, (Kalau begitu,) seberapa besar kamar yang kau tempati...?” katanya,
“Apa kamarku ini seukuran kamar mandimu? Atau malah..., seukuran lemarimu...?”.
Kyuhyun —kali ini
yang— mendesah, “Aish, geumanhæ...! (Aish,
hentikan...!)” katanya, “Geuræ, (Baiklah,) terserah
kau saja...!” ia memandangi Joohyun yang masih terlihat tertawa kecil karena
kata-katanya, “Sudahlah. Kaja, (Ayo,) kita keluar...!”.
“Mau apa di luar?”.
“Latihan... Apa
lagi?”.
Joohyun heran,
“Kenapa tidak di sini saja? Kau, kan, sudah jauh-jauh datang kemari...?”
katanya.
“Shirhô... Aku
maunya di luar... Di rumahku...” kata Kyuhyun.
“Ah, jangan-jangan
kau tidak betah dengan kamarku yang kecil ini, ya~~?” tebak Joohyun.
“Ani... Pokoknya
ikut saja...!”.
***
“Bukankah..., kamu
Seo Joo Hyun?” ujar Taeyeon melirik pada yôja di samping Kyuhyun. Ia kenal
betul dengan siswi yang berhasil melanjutkan pendidikannya ke Haneul High
School karena kepandaiannya itu.
“Ne, Sônsængnim, Seo Joo Hyun imnida...!” kata Joohyun.
Taeyeon kemudian
melirik Kyuhyun yang sedari tadi menghindari tatapannya itu “Aku rasa..., anak ini akan mulai memberi
perhatian pada Joohyun...” pikir Taeyeon, tau kalau anaknya itu
memperlakukan Joohyun dengan semena-mena —laporan dari Sungmin—.
“Kyuhyun-ah..., sudah, ajak ia masuk...!” kata Taeyeon.
“Ne, Omoni...” ujar
Kyuhyun.
Kemudian ia
mengajak Joohyun ke kamarnya. Tak ada percakapan ketika keduanya berjalan
menuju kamar Kyuhyun yang ada di lantai dua itu.
Begitu memasuki
kamar Kyuhyun, Joohyun agak terkejut. Kamar Kyuhyun memang luas, mungkin ini empat
sampai tujuh kali kamarnya yang ada di panti.
Meja belajar
Kyuhyun yang ada di dekat jendela itu memiliki satu set komputer, satu laptop,
beberapa PSP —dengan dominan warna putih, hitam dan biru—, buku-buku, tumpukan
kertas, alat-alat tulis, dan beberapa gagdet
lainnya.
“Maniak...” ujar Joohyun dalam hati,
melihat game di laptop Kyuhyun yang
di-pause dan PSP yang jumlahnya lebih
dari lima.
Sayup-sayup,
Joohyun mendengar dentingan piano. Ia menengok ke arah suara itu, dan mendapati
Kyuhyun tengah berurusan dengan CD Player-nya yang ada di dekat lemari itu.
“Way back into
love...” kata Kyuhyun, menjelaskan judul lagu yang ia mainkan dengan CD
Player-nya itu, “Aku baru saja mencari lagunya... Jadi kita bisa latihan
sekarang, atau kau akan mendapat teguran Kim Sônsængnim sebagai kesan pertamamu
diajarkannya...”.
Joohyun angkat
bicara, “Ia guru yang menyenangkan..., meski memang agak aneh...”.
“Bukan aneh
lagi...” Kyuhyun menjauh dari CD Player-nya, “Tapi ia juga cerewet dan pembawa
aura seram di kelas...”.
Joohyun hanya
terkekeh.
“Kau..., tidak
kaget.., dengan kamarku...?” tanya Kyuhyun, gengsi.
“Untuk apa aku
kaget?” ujar Joohyun, “Aku sudah tau kalau kamar milik seseorang sepertimu
pasti akan begini...”.
Kyuhyun hanya
menyudutkan ujung bibirnya —smirk—,
“Huh... Prediksi...” gumamnya. “Joha... (Baiklah...) Ayo kita latihan...!”.
***
Hari hampir gelap.
Dan Joohyun baru saja sampai di kamarnya.
“Joohyun-ah...”
ujar Ibu Pengasuh Joohyun itu, “Kelihatannya, namja yang tadi itu berasal dari
keluarga yang baik-baik, ya...?” ujarnya.
Joohyun hanya
tersenyum sembari melipat baju-bajunya. “Memang...” katanya, “Ia putra bungsu
pemilik Haneul School...”.
“Omo~~...
Jinjja...?! (Benarkah...?!)” seru Ibu itu, “Wah, pantas saja, ya, ia kelihatan
ramah dan sopan...!”.
“Ramah dan
sopan...?!” ujar Joohyun, tak sependapat.
*HE*
Hari ini, hari
pertama Joohyun dan murid baru lainnya latihan ekstrakulikuler mereka : Vokal.
Semua anggota eskul ini berkumpul di ruang latihan Vokal, yang bersebelahan
dengan ruang latihan Dance dan Band.
“Baiklah... Selamat
datang semua di hari pertama kita latihan dalam tahun ajaran baru ini...!”
sambut Yesung, berdiri di depan murid-muridnya, “Walaupun aku tidak suka yang
namanya ngaret, tapi terpaksa aku terlambat mengajar kalian hari ini karena ada
masalah di rumah..., yang tentunya tidak boleh kalian ketahui...” candanya.
Hal ini berhasil
membuat semua terkekeh.
Guru pria berkacamata
ini hanya tersenyum. “OK... Tentu semua ingat dengan tugas kalian yang ku beri,
bukan...?” tebaknya.
“Ne, Sônsængnim...!”
jawab murid-muridnya serentak.
“Hm... Aku ingin
mendengar hasil latihan kalian... Jadi aku akan memanggil satu persatu pasang
murid yang sudah ku tentukan...” Yesung membolak-balik buku absennya, “Hmm...,
yang ini menarik juga...”gumamnya, “Park Kyu Hyun dan Seo Joo Hyun...”
panggilnya, memilih satu pasangan pertama.
Joohyun dan Kyuhyun
terkesiap. Keduanya saling berpandangan. Kemudian, mereka melangkah ke depan
berbarengan.
“Way back into
love...” ujar Kyuhyun pada Yesung, memastikan bahwa partitur di tangannya
benar.
Yesung mengangguk,
bertanda benar. “Mari kita mulai...!” katanya.
***
Minho masih
mengingat kejadian itu.
Lantas, Kibum menggenggam tangan Joohyun, membuat yôja
ini terkesiap. “Ini tak bisa dibiarkan, Joohyun-ah...” katanya, “Cepat ikuti
aku...!”. Ia kemudian menarik Joohyun pergi dari situ dengan sorak-sorakan
murid-murid itu. Tapi ia tak peduli, ia pun juga tak peduli dengan Joohyun yang
memanggil-manggilnya.
Namun, baru tiga langkah, Kibum terhalang oleh Kyuhyun
yang baru saja datang. Keduanya saling berpandangan. Apalagi Kyuhyun menatap
Kibum dengan tatapan yang mematikan. Sementara Joohyun hanya terdiam memandangi
dua orang ini. Dan sorak-sorakkan itu lenyap.
Kyuhyun melirik ke arah Joohyun, kemudian kembali menatap
tajam Kibum, “Apa yang kau lakukan pada Joohyun, huh?!” tanyanya dingin pada
Kibum.
Minho terus
berjalan menyusuri koridor itu, dengan Key dan Amber mengikutinya di belakang,
asyik bergurau tanpa mengetahui perasaan Minho saat ini.
“Lepaskan dia, Kibum-ah!!!” bentak Kyuhyun.
Joohyun berjalan ke arah Kyuhyun dengan berat hati.
Tanpa basa-basi, Kyuhyun menggenggam tangan Joohyun dan
membawanya pergi dari situ, bersama dengan sorak-sorakan yang mengiringi
mereka. Sementara Kibum hanya bisa memandangi mereka
“Ish..., orang
itu...” gumam Minho kesal, “Bisanya hanya mengambil milik orang saja...!”.
“Hei, dengar...!”
seru Key, “Dengar lantunan lagu itu...?” tanyanya.
Langkah mereka
bertiga terhenti, menyimak lagu yang Key dengar.
“Ah, aku
mendengarnya!” seru Amber, “Bukankah ini lagu yang sangat bagus?! Sudah lama
aku tak mendengarnya!”.
“Tapi siapa yang
menyanyikan lagu ini, ya...?” ujar Key.
Minho mencoba
mendengarkan, memang ada sayup-sayup lantunan sebuah lagu berbahasa asing di
dekat sini.
“Ya, Minho-ya!”
panggil Key, “Coba tengok, yuk!” ajaknya.
Untuk beberapa
saat, Minho terlihat berpikir, padahal pikirannya sedang kacau saat ini. Tapi
kedua temannya ini tak mau menunggu.
Keduanya menarik
tangan Minho segera dan membawanya mencari sumber lagu itu dinyanyikan.
“Jangan bengong
saja!” ujar Amber.
Tiga orang ini
lantas berlalu.
***
Kibum melepas headset yang dipakainya, membiarkan
telinganya mendengar lantunan musik itu.
“Sangat menarik...”
ujarnya.
Ia kemudian
melangkah ke pintu yang ada di depan sana, sumber musik itu dilantunkan.
Kemudian terdengar
suara seorang yeoja bernyanyi.
“I’ve
been living with a shadow overhead...
I’ve
been sleeping with a cloud above my head...
I’ve
been lonely for so long...
Trapped
in the past, I just can’t seem to move on...”
Langkah-langkah
gaduh Key, Amber dan Minho semakin mendekat ke sumber suara. Kini terdengar
suara bass seorang namja tengah
menyanyikan lagu itu.
“I’ve
been hiding all my hopes and dreams away...
Just
in case I ever need them again someday...
I’ve
been setting aside time...
To
clear a little space in the corners of my mind...”
Kibum sampai di
depan pintu itu.
Memandang ke dalam
ruangan lewat jendela kecil di pintunya. Ketika menyadari siapa saja yang
tengah menyanyikan lagu itu, Kibum menarik nafas pasrah.
“All
I wanna do is find a way back into love...
I
can’t make it through without a way back into love...
Oh
oh oh...”
Key, Amber dan
Minho menemukan sumber suara itu, pintu di depan sana. Pintu dengan Kibum
berdiri termangu di depannya.
Ketiganya segera
berjalan ke sana.
“Siapa yang
menyanyikan lagu itu...?” serobot Amber, sengaja menyenggol Kibum agar minggir
dari tempatnya.
Key dan Amber
sangat antusias untuk mengetahui siapa yang tengah menyanyikan lagu itu.
Sementara Minho hanya melirik saja. Tapi Kibum hanya terdiam.
“Mwo?!” seru Key
dan Amber, menyadari siapa yang menyanyikan lagu asing itu.
***
“♪ There are
moments when I don’t know if it’s real... Or
if anybody feels the way I feel...” part untuk Joohyun.
“♪ I need
inspiration... Not just another negotiation...” part untuk Kyuhyun.
Minho terlihat
terkejut, sekaligus tidak terima menyadari dua orang itulah yang tengah
menyanyikan lagu ini, berdua.
Minho menjauh,
marah. Sementara Key dan Amber —yang jiwanya seakan belum kembali karena
terkejut tadi— memandangnya heran.
Tapi Minho tidak
peduli akan tatapan kedua temannya itu. Ia malah berlalu menjauhi pintu itu,
benar-benar muak.
Sedang Kibum hanya terdiam,
telah menyadari siapa yang tengah bernyanyi itu. Ia juga meninggalkan tempat
itu, tapi dengan langkah yang seringan biasanya. Kemudian ia memasang headset-nya lagi di telinganya.
Sementara di dalam,
Kyuhyun dan Joohyun menemukan kekompakan mereka. Mereka terlihat menikmati
alunan lagu dan terus bernyanyi.
“Rupanya, aku berhasil...” batin Yesung,
memerhatikan dua muridnya ini sambil tersenyum senang.
***
To be Countinued
***
Kyaa~~~....
Wires, seSuJu tak kalau lagu ‘Way Back Into Love’ itu lagunya SeoKyu
banget~~...?
Kyaa~~~, Nate masih ingat aja sama SeoKyu moments pas mereka melantunkan lagu yang originaly dinyanyikan oleh Hugh Grant dan Haley Bernett ini...
OK, OK... Dari pada saya kejauhan melayang, mending sampai sini dulu, ya~~...!
^^alhamdulillah masih inget daratan, ya, mbak~~...!^
Yang komen di bawah ini, akan Nate tag FF SeoKyu lewat status Facebook
Nate! So, let’s leave your comments and add my Facebook account!^
Gomapseumnida, yôrôbun...!
Author : RetnoNateRiver


