[FF] HE part 6 'I'm Minho...' (A special part for Minho)

2:19 PM 0 Comments A+ a-


He
“I’m Minho...”
(A special part for Minho)
Author : RetnoNateRiver
Genre : Romance
Main Cast :     - SNSD Seo Hyun as Seo Joo Hyun
                   - SJ Kyu Hyun as Park Kyu Hyun
Other Cast :    - SJ Ki Bum as Kim Ki Bum
                   - SHINee Min Ho as Choi Min Ho
                   - etc...

***
Minho terlihat terkejut, sekaligus tidak terima menyadari dua orang itulah yang tengah menyanyikan lagu ini, berdua.
Minho menjauh, marah. Sementara Key dan Amber —yang jiwanya seakan belum kembali karena terkejut tadi— memandangnya heran.
Tapi Minho tidak peduli akan tatapan kedua temannya itu. Ia malah berlalu menjauhi pintu itu, benar-benar muak.
Sedang Kibum hanya terdiam, telah menyadari siapa yang tengah bernyanyi itu. Ia juga meninggalkan tempat itu, tapi dengan langkah yang seringan biasanya. Kemudian ia memasang headset-nya lagi di telinganya.
Sementara di dalam, Kyuhyun dan Joohyun menemukan kekompakan mereka. Mereka terlihat menikmati alunan lagu dan  terus bernyanyi.
Rupanya, aku berhasil...” batin Yesung, memerhatikan dua muridnya ini sambil tersenyum senang.
*****
Annyeong, yeoreobun...!
^^Loh, loh...? Kok, opening pict-nya Minho? Masih SeoKyu kah FF ini...?^
Kkkkk, masih, kok, Reader-deul...! Cuma part kali ini berjudul ‘He – I’m Minho (A special part for Minho)’, seperti yang kalian baca, ya~~...!
Sedikit explain aja... Jadi part ini hampir seluruhnya bercerita tentang Minho... Tapi SeoKyu tetap ada, kok...!
Maaf juga, Nate lambat banget posting FF-nya!^
OK,
Happy Reading...!

Author

RetnoNateRiver
***
Langkah gontainya mengantarkan namja ini ke balkon atas sekolah.
Ya, Minho ‘melarikan diri’ dari pemandangan yang baru saja dilihatnya : Joohyun dan..., Kyuhyun? Bernyanyi...?
“Ish...! Orang itu...!” gerutu Minho sendiri, sambil menyanggakan kedua tangannya pada pagar balkon.
Tatapan tajamnya tak bisa hilang. Pikirannya tak karuan. Kemudian ia menatap langit. Ia menyadari satu hal yang harusnya pantang buatnya.
“Seo Joo Hyun...” gumamnya, “Huh... Michigessô... (Huh... Ini gila...)”.
Ia kemudian mengacak-acak rambutnya, seakan-akan mirip orang frustasi akut.
Choi Min Ho... Kenapa harus begini, huh...?!” batinnya kesal, “Tapi tak bisa ku pungkiri..., aku nyaman dengannya..., senyaman aku...,


dengan Ômma...”.
***
Flashback...
Bocah kecil itu hanya menangis, meski usahanya itu sia-sia saja untuk mengembalikan Ibunya yang sudah dimakamkan itu.
“Minho-ya...” panggil ayah dari bocah itu yang bernama Choi Min Ho. “Ayo, kita pulang...” ajaknya.
Air mata Minho masih mengalir. Bagi anak kecil berusia delapan tahun itu, kehilangan ibu sedini ini sangat berat, apalagi anak seusia dirinya begitu membutuhkan sosok seorang ibu.
Hatinya masih berat untuk meninggalkan pemakaman ini, tapi kemudian ia menggandeng tangan ayahnya yang tiga atau lima kali lebih besar dari tangannya. Ia bersiap pulang sesuai ajakan ayahnya.

—“Ômma... Ini memang berat, Ômma...

Ayahnya mengusap-usap kepalanya lembut sambil tersenyum tipis.
“Geumanhæ... Uljima, Minho-ya... (Sudah... Jangan menangis, Minho...)” katanya.

Aku ingin sekali memarahi Ômma, menggebuk Ômma, dan meraung dalam pelukan Ômma...,

Minho menatap ayahnya polos. Matanya masih berair dan wajahnya begitu semraut karena rasa sedihnya ini.
Tapi ayahnya menatapnya lembut, dan kemudian tersenyum tipis padanya.

..., tapi itu percuma, sudah tidak bisa lagi...

“Sekarang, ayo kita pulang..., Minho-ya...” ajak ayahnya, senyumannya tak juga pudar hanya untuk menghibur anak tunggalnya itu.

Bisakah aku mencari sosok seperti Ômma yang selalu membuatku nyaman sebagai pendampingku nanti...?

Minho menghapus air matanya dengan lengan blazzer kecilnya.
Kemudian ia kembali menatap ayahnya. Dengan perlahan, ia mengangguk padanya. Ya, ia mau pulang sesuai dengan perintahnya.

Ya, Ômma...

Ayah anak ini kemudian berjalan menjauh dari makam baru itu.
Ketika di langkah yang kelima, Minho sengaja menoleh pada makam itu masih dengan kaki yang melangkah

Aku ingin mencari yôja seperti Ômma...”— (Choi Min Ho)
Flashback end...
***
Minho kembali menatap langit.
Apa ini benar-benar...?” batinnya. Matanya menyipit ketika sinar matahari menyilaukan matanya itu.


“Aku menyukaimu...,


Seo Joo Hyun...”  gumamnya.


Kembali ia teringat beberapa kejadian itu.

“Murid sepertimu hanya akan mengotori sekolah ini…!” ujarnya (Minho) dingin pada Joohyun, “Langkahmu, sentuhanmu…, seluruhnya darimu…, hanya akan membuat sekolah kami ini kotor…!”.
Joohyun tak mengerti, “Apa maksud kalian?”.
Pertanyaan lugu itu membuat Key dan Amber terkekeh, sementara Minho tetap dengan ekspresi dinginnya.
“Rupanya, kau memang santapan empuk kami…!” kata Minho.

“Kau manis juga, ya?” ujar Minho yang sedari tadi memperhatikan kerja Joohyun dari samping.

“Kenapa aku bisa berkata seperti itu, ya...?” gumam Minho, tersenyum sendiri. Ia sendiri bahkan mengira kalau ia sudah seperti orang yang tidak waras. Pikirannya ke mana-mana, dan perasaannya tak beraturan.
***
Latihan selesai, semua siswa membubarkan diri.
“Sejujurnya, aku sangat menyukai penampilan kalian...” kata Yesung, berjalan keluar ruang latihan bersama Joohyun dan Kyuhyun. Tapi matanya terfokus pada pesan di ponselnya yang seakan berebutan masuk ke inbox-nya.
Joohyun tersenyum mendengarnya, “Gomapseumnida, Sônsængnim...” katanya.
Tapi Kyuhyun malah memanyunkan bibir, “Ah... Mungkin karena kami penampilan pertama...” ujarnya.
“Aku ingin sekali kalian tampil di pensi sekolah..., bagaimana...?” tanya Yesung, kali ini ia menatap dua siswanya itu.
“Mwo?!” Joohyun dan Kyuhyun kompak terkejut.
Tapi Yesung malah tersenyum, “Geuræ..., aku...,”.
“♪♫♪” tiba-tiba panggilan masuk menyela kata-kata Yesung.
Yesung berusaha mengangkat panggilan itu, sementara Joohyun dan Kyuhyun hanya memperhatikannya.
“Dari tadi..., sepertinya banyak sms masuk dan panggilan masuk, ya...?” ujar Joohyun.
Yesung tersenyum, “Ah, iya, benar...! Ada urusan mendadak...!” ia beralasan, “Kita lanjutkan besok Senin, OK...? Datanglah ke mejaku di ruang guru jam 10 pagi...” katanya, “Aku pergi dulu...!” pamitnya.
Yesung meninggalkan mereka berdua dengan ponsel di telinga.
“Sampai jumpa, Sônsængnim...!” kata Joohyun dan Kyuhyun berbarengan.
***
Sayup-sayup, Minho mendengar dua suara itu dari bawah.

“Pensi...?” ujar Kyuhyun.
“Wæyo...?” tanya Joohyun, merasa ada yang salah dengan kata-kata Kyuhyun.
“Ah, ani...” umpat Kyuhyun kemudian.
Pandangan Minho masih mengarah ke kedua sumber suara itu yang tengah berjalan menuju gerbang sekolah untuk pulang tersebut.
“Kenapa kau bilang begitu...?” ujar Joohyun.
Kyuhyun menatapnya, “Kau panggil aku apa? ‘Kau’?” katanya, “Aku risih mendengarnya!”.
“Geurigo..., (Lalu...,) aku harus memanggilmu ‘Sônbænim’...?” tanya Joohyun polos.
“Sônbænim...?” Kyuhyun terlihat berpikir, “Oppa... Kyuhyun Oppa...! Panggil aku seperti itu...!”.
“Mwo? Non-formal sekali...?” Joohyun berkomentar.
“Ya! Kau siapaku, huh?! Kau tidak ingat kalau kau adalah budakku?” kata Kyuhyun, “Turuti kata-kataku!” perintahnya.
“Lalu memanggilmu ‘Oppa’?” ujar Joohyun, seakan tak terima.
Sementara dari balkon, “Huh, apa-apaan dia?!” gumam Minho sendiri.
“Geuræ! Panggil aku begitu!” kata Kyuhyun, “Atau aku akan menghukummu, Seo Joo Hyun!”.
*HE*
Geunyoung sudah memasuki kelasnya.
Terlihat jelas dimata Joohyun —dan mungkin siswa yang lainnya— perubahan pada wali kelasnya itu dari hari ke hari ini.
Bukan, bukan hanya dari keaktifannya di kelas, tapi fisiknya.
“Kau tau..., aku rasa aku tau kenapa Moon Sônsængnim tidak begitu aktif akhir-akhir ini...” ujar Joohyun pada Minho, sambil tersenyum tipis, “Kau lihat perutnya...? Ku rasa ia sedang mengandung...” lanjutnya.
Minho menoleh pada Joohyun yang masih fokus memandang Geunyoung di depan kelas. Ia kaget, Joohyun mengajaknya bicara selembut itu, yang biasanya selalu mengomelinya atau memarahinya karena ulah tak tau tata kramanya itu.
“Yôrôbun, senang sekali aku masih bisa di sini dan bertemu kalian...!” ujar Geunyoung, senyum manisnya tak luput dari kata-katanya, “Hari ini hari terakhirku mengajar... Aku akan cuti untuk beberapa waktu karena ada keperluan...”.
Seorang siswa mengacungkan tangan, ingin bertanya.
“Ya?” tanya Geunyoung pada siswa itu.
“Apa karena Sônsængnim sedang mengandung, ya...?!” tebaknya usil.
Sontak satu kelas gaduh, seru sendiri. “Wah, bukankah ini kabar bagus?!” seru seorang siswi.
“Ah! Sônsængnim, chukhahamnida!!” seru seorang siswa.
“Geuræ! Chukhahamnida!!” susul siswa yang lainnya, termasuk Joohyun. Mendengar keantusiasan siswa-siswinya ini, Geunyoung hanya tersenyum, mengartikan kata ‘ya’.
Tapi Minho hanya terdiam di keramaian yang tengah berbahagia itu.
“Ya..!” Joohyun menyikut Minho, “Kenapa diam saja? Ayo ucapkan chukhahamnida buat Moon Sônsængnim...!” suruhnya.
Minho memang tidak suka disuruh begitu, tapi rasanya mulutnya terkunci untuk mengomeli Joohyun. Ia hanya terdiam memandangi Joohyun yang ikut kembali dalam keramaian ini.
Apa kau sudah tidak berakal, Choi Min Ho...?” batin Minho, “Kenapa aku harus menyukai orang yang ku sumpahi ini...? Tapi, aku tak bisa menghindari kenyataan ini...
***
Minho, Key dan Amber sedang duduk-duduk dekat taman sekolah. Jika Key dan Amber asyik mengobrol, Minho diam saja. Bahkan ia sudah diajak bicara oleh kedua temannya itu, tapi ia tetap saja diam.
Pandangan mereka beralih kepada satu yôja yang tengah membuka loker yang ada di dekat mereka itu : Joohyun.
“Wah, kemarin ku lihat budak dan majikannya bernyanyi bersama, ya...?” ledek Key.
Mendengarnya, Joohyun menatapnya.
“Jadi, Kyuhyun Sônbænim mulai menyukaimu..., begitukah?” ledek Amber.
“Ya! Museun mariya?! (Hei! Kalian ini bicara apa, sih?!)” omel Joohyun.
Amber dan Key terkekeh, tapi Minho masih diam. Key lantas berujar, “Ei... Jangan marah begitu...! Kau, kan...,”.
“Key-ya!” seru Minho, memotong omongan Key.
Key lantas menatap Minho, “Ada apa? Aku, kan, sedang berbicara padanya...! (Joohyun)” ujarnya, tak mengerti arti dari seruan Minho.
Amber menyikut Key, menyuruhnya menutup mulut, itulah alasan dari seruan Minho. Key hanya menatapnya heran.
“Sudahlah, kaja...!” ajak Amber, sengaja menghindari suasana ini.
Secara berurutan, Amber, Minho dan Key bangkit dan kemudian pergi dari tempat itu. Key yang masih bingung hanya mengikuti dua temannya ini.
Tapi, Joohyun juga heran. “Minho kenapa?” gumamnya sendiri.
*HE*
Hari ini kelas X.B sedang bekerja sama membersihkan kelas bersama-sama, tapi Minho hanya duduk di kursinya sambil membaca komik Jepang yang bertemakan basket itu.
Tak mau satu pun dari setiap siswa di kelas ini yang menganggur, Joohyun menghampiri Minho dengan sapu di tangannya.
“Choi Min Ho!” panggil Joohyun, “Egois sekali kau? Ketika semua bekerja sama untuk bersih-bersih, kau malah bersantai di sini dan tidak melakukan apa-apa?”
Suara Joohyun itu rupanya terdengar sampai di telinga Taemin yang tengah membersihkan kaca itu, ia menoleh pada Joohyun yang ternyata sedang berbicara dengan Minho tersebut.
“Siapa bilang? Aku sedang membaca komik...” Minho beralasan.
Joohyun geram. Ia mengambil komik di tangan Minho dan menutupnya lalu meletakannya di atas meja, “Plak!” begitu bunyinya ^^author yang satu ini lucu, deh!^. Kemudian ia menyodorkan sapu ditangannya pada Minho.
Minho yang tak terima komiknya diperlakukan seperti itu hanya memandangi sapu itu, lalu beralih ke Joohyun. “Wæ?” tanyanya, meski memang tau alasan Joohyun menyodorkannya sapu itu.
“Masih bertanya?” ujar Joohyun, “Aku menyuruhmu ikut kami membersihkan kelas! Jangan enak-enakan sendiri!”.
Hm..., kalau begini jadinya...” pikir Taemin, masih memperhatikan dua orang ini.
Minho hanya tersenyum sinis mendengar kata-kata Joohyun, membuat Joohyun heran atas tingkahnya.
“Aku egois?” ujar Minho.
Kemudian, senyuman sinis itu hilang. Ia bangkit dari kursinya dan menatap tajam Joohyun, sementara dengan sedikit rasa takut dan rasa heran yang menyelimuti Joohyun juga menatap Minho.
“Ikut aku!” Minho menggenggam tangan Joohyun, “Ada yang ingin ku tunjukan padamu!”.
Minho kemudian menarik Joohyun pergi, tidak memperdulikan seruan Joohyun yang menyuruhnya untuk melepaskan tangannya.
Taemin terkesiap, “Mau ke mana mereka?!” batinnya.
***
To be Countinued
***
Hayyo...!
Reader-deul pada penasaran, ya...?
OK, kalau penasaran tinggal tunggu aja tanggal mainnya He part VII muncul,,,!
Komentar Nate tunggu!^
Yang komen nanti Nate tag kelanjutan FF ini!^
Gomapseumnida, yôrôbun...!

Author : RetnoNateRiver

감사합니다^^

감사합니다^^
Jangan lupa untuk berkunjung lagi!!^