[FF] HE part 6 'I'm Minho...' (A special part for Minho)
He
“I’m Minho...”
(A special part for Minho)
Author : RetnoNateRiver
Genre : Romance
Main Cast : - SNSD Seo Hyun as Seo Joo Hyun
- SJ Kyu Hyun as Park Kyu Hyun
Other Cast : - SJ Ki Bum as Kim Ki Bum
- SHINee Min Ho as Choi Min Ho
- etc...
***
Minho terlihat terkejut, sekaligus tidak terima menyadari
dua orang itulah yang tengah menyanyikan lagu ini, berdua.
Minho menjauh, marah. Sementara Key dan Amber —yang
jiwanya seakan belum kembali karena terkejut tadi— memandangnya heran.
Tapi Minho tidak peduli akan tatapan kedua temannya itu.
Ia malah berlalu menjauhi pintu itu, benar-benar muak.
Sedang Kibum hanya terdiam, telah menyadari siapa yang
tengah bernyanyi itu. Ia juga meninggalkan tempat itu, tapi dengan langkah yang
seringan biasanya. Kemudian ia memasang
headset-nya lagi di telinganya.
Sementara di dalam, Kyuhyun dan Joohyun menemukan
kekompakan mereka. Mereka terlihat menikmati alunan lagu dan terus bernyanyi.
“Rupanya, aku
berhasil...” batin Yesung, memerhatikan
dua muridnya ini sambil tersenyum senang.
*****
Annyeong,
yeoreobun...!
^^Loh, loh...? Kok, opening pict-nya Minho? Masih SeoKyu kah FF ini...?^
Kkkkk, masih, kok,
Reader-deul...! Cuma part kali ini berjudul ‘He – I’m Minho (A special part for
Minho)’, seperti yang kalian baca, ya~~...!
Sedikit explain aja... Jadi part ini hampir
seluruhnya bercerita tentang Minho... Tapi SeoKyu tetap ada, kok...!
Maaf juga, Nate lambat banget posting FF-nya!^
OK,
Happy Reading...!
Author
RetnoNateRiver
Langkah gontainya
mengantarkan namja ini ke balkon atas sekolah.
Ya, Minho ‘melarikan
diri’ dari pemandangan yang baru saja dilihatnya : Joohyun dan..., Kyuhyun?
Bernyanyi...?
“Ish...! Orang
itu...!” gerutu Minho sendiri, sambil menyanggakan kedua tangannya pada pagar
balkon.
Tatapan tajamnya
tak bisa hilang. Pikirannya tak karuan. Kemudian ia menatap langit. Ia
menyadari satu hal yang harusnya pantang buatnya.
“Seo Joo Hyun...”
gumamnya, “Huh... Michigessô... (Huh... Ini gila...)”.
Ia kemudian
mengacak-acak rambutnya, seakan-akan mirip orang frustasi akut.
“Choi Min Ho... Kenapa harus begini, huh...?!”
batinnya kesal, “Tapi tak bisa ku
pungkiri..., aku nyaman dengannya..., senyaman aku...,
dengan Ômma...”.
***
Flashback...
Bocah kecil itu
hanya menangis, meski usahanya itu sia-sia saja untuk mengembalikan Ibunya yang
sudah dimakamkan itu.
“Minho-ya...”
panggil ayah dari bocah itu yang bernama Choi Min Ho. “Ayo, kita pulang...”
ajaknya.
Air mata Minho
masih mengalir. Bagi anak kecil berusia delapan tahun itu, kehilangan ibu
sedini ini sangat berat, apalagi anak seusia dirinya begitu membutuhkan sosok
seorang ibu.
Hatinya masih berat
untuk meninggalkan pemakaman ini, tapi kemudian ia menggandeng tangan ayahnya
yang tiga atau lima kali lebih besar dari tangannya. Ia bersiap pulang sesuai
ajakan ayahnya.
—“Ômma...
Ini memang berat, Ômma...
Ayahnya
mengusap-usap kepalanya lembut sambil tersenyum tipis.
“Geumanhæ... Uljima, Minho-ya... (Sudah... Jangan menangis,
Minho...)” katanya.
Aku
ingin sekali memarahi Ômma, menggebuk Ômma, dan meraung dalam pelukan Ômma...,
Minho menatap ayahnya
polos. Matanya masih berair dan wajahnya begitu semraut karena rasa sedihnya
ini.
Tapi ayahnya
menatapnya lembut, dan kemudian tersenyum tipis padanya.
...,
tapi itu percuma, sudah tidak bisa lagi...
“Sekarang, ayo kita
pulang..., Minho-ya...” ajak ayahnya, senyumannya tak juga pudar hanya untuk
menghibur anak tunggalnya itu.
Bisakah
aku mencari sosok seperti Ômma yang selalu membuatku nyaman sebagai
pendampingku nanti...?
Minho menghapus air
matanya dengan lengan blazzer kecilnya.
Kemudian ia kembali
menatap ayahnya. Dengan perlahan, ia mengangguk padanya. Ya, ia mau pulang
sesuai dengan perintahnya.
Ya,
Ômma...
Ayah anak ini
kemudian berjalan menjauh dari makam baru itu.
Ketika di langkah
yang kelima, Minho sengaja menoleh pada makam itu masih dengan kaki yang
melangkah
Aku
ingin mencari yôja seperti Ômma...”— (Choi
Min Ho)
Flashback end...
***
Minho kembali
menatap langit.
“Apa ini benar-benar...?” batinnya.
Matanya menyipit ketika sinar matahari menyilaukan matanya itu.
“Aku menyukaimu...,
Seo Joo
Hyun...” gumamnya.
Kembali ia teringat
beberapa kejadian itu.
“Murid
sepertimu hanya akan mengotori sekolah ini…!” ujarnya (Minho) dingin pada
Joohyun, “Langkahmu, sentuhanmu…, seluruhnya darimu…, hanya akan membuat
sekolah kami ini kotor…!”.
Joohyun
tak mengerti, “Apa maksud kalian?”.
Pertanyaan
lugu itu membuat Key dan Amber terkekeh, sementara Minho tetap dengan ekspresi
dinginnya.
“Rupanya, kau memang santapan empuk kami…!” kata Minho.
“Kau manis juga, ya?” ujar Minho yang sedari tadi
memperhatikan kerja Joohyun dari samping.
“Kenapa aku bisa
berkata seperti itu, ya...?” gumam Minho, tersenyum sendiri. Ia sendiri bahkan
mengira kalau ia sudah seperti orang yang tidak waras. Pikirannya ke mana-mana,
dan perasaannya tak beraturan.
***
Latihan selesai,
semua siswa membubarkan diri.
“Sejujurnya, aku
sangat menyukai penampilan kalian...” kata Yesung, berjalan keluar ruang
latihan bersama Joohyun dan Kyuhyun. Tapi matanya terfokus pada pesan di
ponselnya yang seakan berebutan masuk ke inbox-nya.
Joohyun tersenyum
mendengarnya, “Gomapseumnida, Sônsængnim...” katanya.
Tapi Kyuhyun malah
memanyunkan bibir, “Ah... Mungkin karena kami penampilan pertama...” ujarnya.
“Aku ingin sekali
kalian tampil di pensi sekolah..., bagaimana...?” tanya Yesung, kali ini ia
menatap dua siswanya itu.
“Mwo?!” Joohyun dan
Kyuhyun kompak terkejut.
Tapi Yesung malah
tersenyum, “Geuræ..., aku...,”.
“♪♫♪” tiba-tiba
panggilan masuk menyela kata-kata Yesung.
Yesung berusaha
mengangkat panggilan itu, sementara Joohyun dan Kyuhyun hanya memperhatikannya.
“Dari tadi...,
sepertinya banyak sms masuk dan panggilan masuk, ya...?” ujar Joohyun.
Yesung tersenyum,
“Ah, iya, benar...! Ada urusan mendadak...!” ia beralasan, “Kita lanjutkan
besok Senin, OK...? Datanglah ke mejaku di ruang guru jam 10 pagi...” katanya,
“Aku pergi dulu...!” pamitnya.
Yesung meninggalkan
mereka berdua dengan ponsel di telinga.
“Sampai jumpa, Sônsængnim...!”
kata Joohyun dan Kyuhyun berbarengan.
***
Sayup-sayup, Minho
mendengar dua suara itu dari bawah.
“Pensi...?” ujar
Kyuhyun.
“Wæyo...?” tanya Joohyun, merasa ada yang salah dengan
kata-kata Kyuhyun.
“Ah, ani...” umpat
Kyuhyun kemudian.
Pandangan Minho
masih mengarah ke kedua sumber suara itu yang tengah berjalan menuju gerbang sekolah
untuk pulang tersebut.
“Kenapa kau bilang
begitu...?” ujar Joohyun.
Kyuhyun menatapnya,
“Kau panggil aku apa? ‘Kau’?” katanya, “Aku risih mendengarnya!”.
“Geurigo...,
(Lalu...,) aku harus memanggilmu ‘Sônbænim’...?” tanya
Joohyun polos.
“Sônbænim...?” Kyuhyun terlihat berpikir, “Oppa... Kyuhyun
Oppa...! Panggil aku seperti itu...!”.
“Mwo? Non-formal
sekali...?” Joohyun berkomentar.
“Ya! Kau siapaku,
huh?! Kau tidak ingat kalau kau adalah budakku?” kata Kyuhyun, “Turuti
kata-kataku!” perintahnya.
“Lalu memanggilmu
‘Oppa’?” ujar Joohyun, seakan tak terima.
Sementara dari
balkon, “Huh, apa-apaan dia?!” gumam Minho sendiri.
“Geuræ! Panggil aku begitu!” kata Kyuhyun, “Atau aku akan
menghukummu, Seo Joo Hyun!”.
*HE*
Geunyoung sudah memasuki
kelasnya.
Terlihat jelas dimata
Joohyun —dan mungkin siswa yang lainnya— perubahan pada wali kelasnya itu dari
hari ke hari ini.
Bukan, bukan hanya
dari keaktifannya di kelas, tapi fisiknya.
“Kau tau..., aku
rasa aku tau kenapa Moon Sônsængnim tidak begitu aktif akhir-akhir ini...” ujar
Joohyun pada Minho, sambil tersenyum tipis, “Kau lihat perutnya...? Ku rasa ia
sedang mengandung...” lanjutnya.
Minho menoleh pada
Joohyun yang masih fokus memandang Geunyoung di depan kelas. Ia kaget, Joohyun
mengajaknya bicara selembut itu, yang biasanya selalu mengomelinya atau
memarahinya karena ulah tak tau tata kramanya itu.
“Yôrôbun, senang
sekali aku masih bisa di sini dan bertemu kalian...!” ujar Geunyoung, senyum
manisnya tak luput dari kata-katanya, “Hari ini hari terakhirku mengajar... Aku
akan cuti untuk beberapa waktu karena ada keperluan...”.
Seorang siswa
mengacungkan tangan, ingin bertanya.
“Ya?” tanya
Geunyoung pada siswa itu.
“Apa karena Sônsængnim
sedang mengandung, ya...?!” tebaknya usil.
Sontak satu kelas
gaduh, seru sendiri. “Wah, bukankah ini kabar bagus?!” seru seorang siswi.
“Ah! Sônsængnim,
chukhahamnida!!” seru seorang siswa.
“Geuræ! Chukhahamnida!!” susul siswa yang lainnya, termasuk
Joohyun. Mendengar keantusiasan siswa-siswinya ini, Geunyoung hanya tersenyum,
mengartikan kata ‘ya’.
Tapi Minho hanya
terdiam di keramaian yang tengah berbahagia itu.
“Ya..!” Joohyun
menyikut Minho, “Kenapa diam saja? Ayo ucapkan chukhahamnida buat Moon Sônsængnim...!”
suruhnya.
Minho memang tidak
suka disuruh begitu, tapi rasanya mulutnya terkunci untuk mengomeli Joohyun. Ia
hanya terdiam memandangi Joohyun yang ikut kembali dalam keramaian ini.
“Apa kau sudah tidak berakal, Choi Min Ho...?”
batin Minho, “Kenapa aku harus menyukai
orang yang ku sumpahi ini...? Tapi, aku tak bisa menghindari kenyataan ini...”
***
Minho, Key dan
Amber sedang duduk-duduk dekat taman sekolah. Jika Key dan Amber asyik
mengobrol, Minho diam saja. Bahkan ia sudah diajak bicara oleh kedua temannya
itu, tapi ia tetap saja diam.
Pandangan mereka
beralih kepada satu yôja yang tengah membuka loker yang ada di dekat mereka itu
: Joohyun.
“Wah, kemarin ku
lihat budak dan majikannya bernyanyi bersama, ya...?” ledek Key.
Mendengarnya,
Joohyun menatapnya.
“Jadi, Kyuhyun Sônbænim mulai menyukaimu..., begitukah?” ledek Amber.
“Ya! Museun
mariya?! (Hei! Kalian ini bicara apa, sih?!)” omel Joohyun.
Amber dan Key
terkekeh, tapi Minho masih diam. Key lantas berujar, “Ei... Jangan marah
begitu...! Kau, kan...,”.
“Key-ya!” seru
Minho, memotong omongan Key.
Key lantas menatap
Minho, “Ada apa? Aku, kan, sedang berbicara padanya...! (Joohyun)” ujarnya, tak
mengerti arti dari seruan Minho.
Amber menyikut Key,
menyuruhnya menutup mulut, itulah alasan dari seruan Minho. Key hanya
menatapnya heran.
“Sudahlah,
kaja...!” ajak Amber, sengaja menghindari suasana ini.
Secara berurutan,
Amber, Minho dan Key bangkit dan kemudian pergi dari tempat itu. Key yang masih
bingung hanya mengikuti dua temannya ini.
Tapi, Joohyun juga
heran. “Minho kenapa?” gumamnya sendiri.
*HE*
Hari ini kelas X.B
sedang bekerja sama membersihkan kelas bersama-sama, tapi Minho hanya duduk di
kursinya sambil membaca komik Jepang yang bertemakan basket itu.
Tak mau satu pun
dari setiap siswa di kelas ini yang menganggur, Joohyun menghampiri Minho
dengan sapu di tangannya.
“Choi Min Ho!”
panggil Joohyun, “Egois sekali kau? Ketika semua bekerja sama untuk
bersih-bersih, kau malah bersantai di sini dan tidak melakukan apa-apa?”
Suara Joohyun itu
rupanya terdengar sampai di telinga Taemin yang tengah membersihkan kaca itu,
ia menoleh pada Joohyun yang ternyata sedang berbicara dengan Minho tersebut.
“Siapa bilang? Aku
sedang membaca komik...” Minho beralasan.
Joohyun geram. Ia
mengambil komik di tangan Minho dan menutupnya lalu meletakannya di atas meja,
“Plak!” begitu bunyinya ^^author yang
satu ini lucu, deh!^. Kemudian ia menyodorkan sapu ditangannya pada Minho.
Minho yang tak
terima komiknya diperlakukan seperti itu hanya memandangi sapu itu, lalu
beralih ke Joohyun. “Wæ?” tanyanya, meski
memang tau alasan Joohyun menyodorkannya sapu itu.
“Masih bertanya?”
ujar Joohyun, “Aku menyuruhmu ikut kami membersihkan kelas! Jangan enak-enakan
sendiri!”.
“Hm..., kalau begini jadinya...” pikir
Taemin, masih memperhatikan dua orang ini.
Minho hanya tersenyum
sinis mendengar kata-kata Joohyun, membuat Joohyun heran atas tingkahnya.
“Aku egois?” ujar
Minho.
Kemudian, senyuman
sinis itu hilang. Ia bangkit dari kursinya dan menatap tajam Joohyun, sementara
dengan sedikit rasa takut dan rasa heran yang menyelimuti Joohyun juga menatap
Minho.
“Ikut aku!” Minho
menggenggam tangan Joohyun, “Ada yang ingin ku tunjukan padamu!”.
Minho kemudian
menarik Joohyun pergi, tidak memperdulikan seruan Joohyun yang menyuruhnya
untuk melepaskan tangannya.
Taemin terkesiap, “Mau ke mana mereka?!” batinnya.
***
To be Countinued
***
Hayyo...!
Reader-deul pada penasaran, ya...?
OK, kalau penasaran tinggal tunggu aja tanggal mainnya He part VII
muncul,,,!
Komentar Nate tunggu!^
Yang komen nanti Nate tag kelanjutan FF ini!^
Gomapseumnida, yôrôbun...!
Author : RetnoNateRiver


