[FF] HE part 7
Author : RetnoNateRiver
Genre : Romance
Main Cast : -
SNSD Seo Hyun as Seo Joo Hyun
-
SJ Kyu Hyun as Park Kyu Hyun
Other Cast : -
SJ Ki Bum as Kim Ki Bum
-
SHINee Min Ho as Choi Min Ho
-
etc...
***
Annyeong, yeoreobun...!
Mana yang penasaran Joohyun mau dibawa ke mana
sama Minho, angkat jempol...!! ^^ini FF
apa dangdutan, sih...?^ Kikiki..., opening
pict-nya SeoKyu kembali, ya~...!^
OK, Nate bawa langsung, nih, kelanjutannya...!
Nate rasa Reader-deul masih pada ingat, kan, sama jalan ceritanya...? Yang
kurang-kurang inget, silahkan ku kasih waktu buat liat part sebelumnya~~~...
teaser
part 1
part 2
part 3
part 4
part 5
part 6
teaser
part 1
part 2
part 3
part 4
part 5
part 6
OK...
Happy Reading...!
Author
RetnoNateRiver
***
Minho menarik Joohyun ke suatu tempat, hingga
keduanya keluar kelas.
“Lepaskan tanganku!!” seru Joohyun, mengguncang
kuat tangannya dan berhasil melepaskan diri dari genggaman Minho.
Keduanya sampai di koridor belakang sekolah
yang sepi memang, karena semua murid tengah berada di kelas masing-masing.
“Aish...” gerutu Minho mengacak-acak rambutnya.
Sementara Joohyun hanya memandangnya heran.
“Kau ini kenapa, sih? Aku, kan, memintamu untuk ikut membersihkan kelas! Kenapa
kau membawaku ke sini?!” protesnya.
Minho kemudian menatap Joohyun, “Ya! Dengar!”
ujarnya, kemudian memojokan Joohyun pada dinding, “Ada yang ingin aku tunjukan
padamu...!”.
Minho sengaja memajukan wajahnya itu pada
Joohyun. “M, mwo, mwoya...? (A, apa, apa-apaan ini...?)” ujar Joohyun.
Tapi Minho tidak peduli. “Kau tau kenapa aku
membawamu ke sini? Kau tau kenapa aku melarang Key dan Amber untuk mengganggummu..?”
tanyanya dingin, “Itu karena...,
aku menyukaimu..., Seo Joo Hyun...”.
Joohyun menatap Minho kaget, “Mwo...?” ujarnya,
“Apa aku...,”.
Minho memajukan wajahnya lagi, membuat
kata-kata Joohyun terpotong. Niatnya, ia ingin mencium bibir yôja itu.
Joohyun makin ngeri ketika Minho makin
mendekatkan wajahnya.
Namun...,
“YA!!” tiba-tiba Kyuhyun datang, menarik paksa
Minho dari hadapan Joohyun. Ia benar-benar terlihat kesal dan marah.
Begitu Minho menyingkir dan hampir terjatuh
karena tarikannya, Kyuhyun memukulnya, benar-benar memukulnya, hingga Minho tak
mampu membalasnya.
Joohyun berseru, “Omo!! Kyuhyun Oppa!! Geuman!!
Oppa!!” serunya, tapi Kyuhyun masih memukul Minho.
Mau tidak mau Joohyun mendekat pada dua namja
ini, dan mencoba menjauhkan Kyuhyun dari Minho.
“Oppa!! Geumanhæ!! Geuman!!” seru Joohyun sekali lagi.
Dari kejauhan sana, rupanya Kibum kebetulan
lewat dan melihat kejadian ini. Ia lantas mendekat, dan meleraikan Kyuhyun dan
Minho.
“Geuman!! Aku bilang, geuman!!!” ujar Kibum ketika
ia berusaha melerai dua namja itu.
Kyuhyun dan Minho berhasil dilerainya. Kyuhyun
masih terlihat marah, sedang Minho hanya terduduk di atas lantai sambil menyeka
darah dari ujung bibirnya.
“Kau... Kau, Choi Min Ho!!!” Kyuhyun menunjuk
Minho, “Jika aku melihatmu begitu lagi..., aku takkan pernah melepaskanmu dari
genggamanku dan memukulmu lebih dari itu!!!”.
“Park Kyu Hyun!” seru Kibum, “Sudah,
hentikan!”.
Kyuhyun kemudian menatap tajam Kibum, “Mwo...?”
ujarnya, “Kau siapa, huh?! Kau tak berhak mencampuri urusanku!!” bentaknya,
“Araji?!!”.
Kibum hanya terdiam, membiarkan Kyuhyun berkata
sesukanya.
Kemudian, Kyuhyun meraih tangan Joohyun dan
menggenggamnya. Lagi-lagi, ia membawa pergi yôja itu, seperti kejadian beberapa
waktu yang lalu.
Ketika keduanya tak ada di lokasi itu, Kibum
memandang ke arah Minho. Ia mengulurkan tanganya pada Minho untuk membantunya
bangkit.
“Gwænchanha...?” tanyanya pada Minho, “Aku rasa, kau harus ke UKS...”.
Minho menepis uluran tangan itu. Ia kemudian
menatap Kibum sinis. “Aku tak perlu bantuanmu...” katanya.
Kemudian Minho bangkit dan berjalan
meninggalkan Kibum yang hanya terdiam.
***
Kyuhyun menyuruh Joohyun duduk di bangku kayu
itu.
“Kenapa kau tidak mendorong atau memukulnya
ketika ia hendak menciummu seperti yôja-deul lainnya?!” tegur Kyuhyun.
“Kenapa kau begitu?! Bukankah kau tak suka
aku?!” kata Joohyun, “Kenapa kau kelihatannya begitu khawatir ketika aku berada
di dekat namja lain?!”.
“Itu karena aku
tak mau ada yang menyuruh-nyuruhmu selain aku!!” Kyuhyun beralasan. “Kau
tau, kan, kalau Minho dan kelompoknya itu paling senang menyuruh-nyuruhmu tanpa
sepengetahuanku?! Pokoknya, tidak ada satupun orang yang bisa menyuruhmu,
kecuali aku!!”.
“Lalu apa alasanmu ketika kau menarikku menjauh
dari Kibum Oppa tempo hari?!” sodor Joohyun.
“Jôge..., jôge..., (Itu..., itu...,)” Kyuhyun
terlihat berpikir, kali ini alasannya habis, “Itu karena..., bisa saja, kan,
kalau ia akan menyuruhmu?!”.
“Kibum Oppa tidak seperti itu!!“.
“Ya! Kau siapa bisa bilang begitu, ha?!!” omel
Kyuhyun, membuat Joohyun membungkam. Mendapati hal itu, Kyuhyun melembutkan sedikit
suaranya, “Ya, dengar.. Kau, kan, murid baru di sini... Jadi bagaimana bisa kau
tau karakter tiap murid di sini...!”.
Joohyun hanya terdiam dengan kata-kata itu.
“Ah, sudahlah... Kembali ke kelasmu...!” suruh
Kyuhyun, “Gara-gara Taemin memberitahu hal ini padaku, aku jadi kelewatan
pelajaran matematika...”.
“Mwo? Taemin...??”.
***
“Ah, Choi Min Ho dan Park Kyu Hyun...” kata
Shindong, begitu dua namja itu mengahadapnya. “Aku mendapat laporan kalau
kalian berkelahi..., benar?”.
“Ia yang memukulku...” tuduh Minho.
“Itu karena kau yang berulah...!” tuduh Kyuhyun
balik, “Kalau kau tak begitu, aku takkan memukulmu...!!”.
“Cukup!!” seru Shindong.
“Ah, Shin Sônsængnim...!” gerutu Kyuhyun.
“Hm, hm, hm...” Shindong menggelengkan kepala,
“Kepala Sekolah menyuruhku untuk memperlakukanmu seperti siswa yang
lainnya...”.
“Aish...” gerutu Kyuhyun pelan.
“Berkelahi di tengah jam belajar...” ujar
Shindong, memandang ke lembar laporan beberapa siswa yang melihat kejadian itu,
“Ini bisa berkali lipat...” gumamnya. Ia kemudian menatap Minho dan Kyhuhyun,
“Tolong ke ruang KepSek sekarang juga...”.
“Mwo?!” kedua namja ini terkejut, apalagi
Kyuhyun.
***
“Tok, tok, tok...” Kyuhyun mengetuk pintu ruang
khusus KepSek itu.
“Masuk...” seru suara dari dalam.
Kyuhyun lalu membuka pintu. Dengan ragu, ia dan
Minho masuk ke dalam ruangan itu. Sampai di dalam ruangan, pintu tertutup.
Ruangan yang rapi, segar, dengan meja lengkap
bersama kursinya. Meja denga name stand
‘Park Jung Soo’ itu tengah kosong tanpa pemiliknya.
Rupanya, si pemilik tengah berdiri di dekat
jendela. Ya, ayahnya Kyuhyun yang merupakan pemilik juga kepala sekolah Haneul
School itu, Park Jung Soo.
“Ah, kalian...” Jungsoo menoleh pada ‘tamu’nya
itu.
Kyuhyun berdiri sejajar dengan Minho di
sampingnya, menghadap Jungsoo.
“Aku sangat berterimakasih pada siswa-siswi ini
yang melapor pada Shin Sônsængnim...” Jungsoo memandangi lembar laporan di
tangannya. Wajahnya yang asli cerah itu semakin bersinar ketika pantulan cahaya
matahari memantul dari lembaran itu ke wajahnya, terlihat lembut dan ramah.
“Kim Ki Bum...?” tebak Kyuhyun, mengira salah
satu dari pelapor itu adalah namja yang disebutnya.
Jungsoo memandangnya, “Ne?” tanyanya.
“Aku..., hanya menerka...” Kyuhyun beralasan,
“Mungkin saja, ia salah satu yang melapor...”.
Jungsoo hanya tersenyum, “Kau ini...” ujarnya.
Ia kemudian kembali membaca laporannya sebentar, “Berkelahi di tengah jam
belajar...?” ia membacanya, “Kalian bisa keluar kelas di saat seperti itu...?”.
“Kelas saya sedang mengadakan bersih-bersih...”
Minho beralasan.
“Aku izin meninggalkan kelas sebentar...”
Kyuhyun beralasan.
“Minho, apa kau tidak ikut bekerja bersama
teman-temanmu...?” serobot Jungsoo, “Dan, Kyuhyun, kau meninggalkan kelas hanya
untuk menghajarnya...?”.
Kata-kata itu hanya membuat Kyuhyun dan Minho
terdiam.
“Untungnya, Shin Sônsængnim menyuruh kalian
menemuiku..., kalau tidak masalah ini pasti akan lebih jauh diketahuinya dan
guru-guru yang lain...” kata Jungsoo, “Kalian memperebutkan ‘sesuatu’...,
benar...?”.
“Animnida...!” seru Minho.
“Anieyo...!!” berbarengan dengan seruan
Kyuhyun. ^^ya, Kyu Appa!! bicara yang
sopan, dong...!^
Jungsoo hanya menghela nafas. Ia kemudian
berjalan menuju kursinya. Setelah meletakan kertas itu di atas mejanya, ia
duduk.
“Apa selama ini kalian mengira, aku tidak akan
tau apa saja yang dilakukan sekolah ketika aku tidak ada...? Kalian kira, aku
tidak tau...?” ujar Jungsoo.
Minho terdiam, sementara dalam hati Kyuhyun
berujar bak ingin mengutuk Minho.
“Aku ini punya ‘seribu mata’... Jadi jangan
khawatir..., aku akan tau segalanya meski tak ada di sekolah...” kata Jungsoo,
membuat kedua namja itu sedikit heran, “Baiklah..., kali ini aku tak usah
banyak bicara dan segera memberi kalian hukuman...”.
Minho terperangah, sementara Kyuhyun..,
“Ah, Abôji...!! (Ah, Ayah...!!)” gerutunya pada
Jungsoo.
“Park Kyu Hyun! Aku bukan ayahmu di sini...!”
tegas Jungsoo, “Di sini, kau sama dengan semua murid di mataku...”.
***
Joohyun melangkah menjauhi lokernya. Ketika ia
berjalan, ia melewati Key dan Amber.
“Minho ke mana, ya?” ujar Key.
“Minho?” tanya Amber pada Key.
“Hu-uh...” Key mengangguk kecil, “Dia ke mana,
ya? Apa dia pulang duluan...?”.
“Bukankah..., ia dihukum Kepala Sekolah bersama
Kyuhyun Sônbænim...?”
ujar Amber.
Joohyun terkejut mendengarnya.
“Mwo?! Kenapa bisa?” ujar Key kaget, “Amber-ah,
malhæbwa... (beritahu
aku...) Kenapa ia bisa begitu...”.
Mendengar kata-kata Key, Joohyun mempercepat
langkahnya, takut kalau Amber menceritakan kejadian tadi yang ada kaitannya
dengan dirinya juga. Ia tak mau kenapa-napa jikalau kedua orang itu menyadari
keberadaanya di sekitar mereka dan mulai melakukan hal yang tidak-tidak.
Namun kemudian karena terlalu cepat berjalan,
Joohyun menabrak sesorang.
“Joesonghamnida...! (Saya minta maaf...!)”
Joohyun membungkuk sopan pada orang itu, kemudian melanjutkan langkahnya.
Namun, orang itu menarik tangan Joohyun, “Ikut
aku...” kata orang itu.
Joohyun terkesiap, suara namja yang tak asing
buatnya. Joohyun menoleh pada orang itu, dan ia agak terkejut mendapati orang
itu —yang tadi ditabraknya— adalah Kyuhyun.
“Ikut aku...” kata Kyuhyun sekali lagi.
Joohyun hanya memandanginya heran.
***
Kyuhyun dan Joohyun berada dalam mobil yang
Kyuhyun kendarai.
“Kau dihukum..., Kepala Sekolah...?” Joohyun
membuka mulut pertama. Memang dari sepuluh menit yang lalu tak ada percakapan
di antara keduanya.
“Huh...” smirk
milik Kyuhyun muncul, “Besok pagi pasti berita ini sudah tersebar luas...”
lanjutnya, yang juga berarti ‘ya’ buat pertanyaan Joohyun.
Joohyun hanya menghela nafas. Ia yang duduk di
samping Kyuhyun itu kembali memandang ke luar jendela.
Ia terkejut ketika melihat gang pantinya
terlewat. “Ah, Oppa! Berhenti!” ujarnya, “Kau melewatkan gang rumahku...!”.
“Memang kau pikir aku akan mengantarmu
pulang...?” kata Kyuhyun cuek.
Joohyun menatap Kyuhyun heran. “Mwo?! Lantas,
kau akan membawaku ke mana?” tanyanya.
“Aku tidak tau...” ujar Kyuhyun, masih cuek.
“Geurôm, (Kalau begitu,) turunkan aku
segera...!” pinta Joohyun.
“Sudah, kau diam saja...” suruh Kyuhyun.
Joohyun sudah bingung memikirkan bagaimana
caranya agar Kyuhyun mau menurunkannya segera, jadi ia terdiam dan mengunggu ke
mana Kyuhyun akan membawanya pergi.
Tak berapa lama, hujan turun, membasahi
seluruhnya yang ada di bawahnya termasuk mobil Kyuhyun. Dalam hati, Joohyun
menggerutu. Harusnya ia tak berada di luar ketika hujan, tapi setidaknya ia
tidak kebasahan di sini.
Lima menit kemudian, mereka berhenti di dekat
Sungai Han.
“Apa yang akan kau lakukan di sini...?” Joohyun
heran.
“Bukan hanya aku..., tapi kau juga...” Kyuhyun
tak memandang Joohyun.
Joohyun menatap Kyuhyun terkejut. Kemudian ia
kembali melemparkan pandangan ke luar jendela.
Tapi perlahan, tangan Kyuhyun mulai menggenggam
tangan Joohyun. Begitu tangan namja itu terasa di punggung tangannya, Joohyun
kaget, benar-benar kaget dan langsung menarik tangannya.
Ia menatap Kyuhyun, “Oppa mau apa sebenarnya?!”
katanya.
“Diam saja...” Kyuhyun menggerakkan tangannya
untuk menyentuh pipi Joohyun.
Tapi dengan segera, Joohyun menepis tangannya.
Ia ngeri. Kemudian ia buru-buru keluar dari mobil. Ia tak peduli rintikan hujan
membasahi tubuh, seragam, dan tasnya, yang penting ia ingin pergi jauh-jauh
dari Kyuhyun segera.
Kyuhyun tak ingin melepaskan Joohyun begitu
saja. Ia juga keluar dari mobil, juga tak peduli kalau hujan membasahi seluruh
tubuhnya.
Ia berhasil mengejar langkah Joohyun, dan
menariknya dalam dekapannya.
Joohyun hampir terperangah, semenatara wajahnya
bertemu dengan wajah Kyuhyun. Namja ini menatapnya dalam.
“Sashil..., sulit untuk mengakui ini... Tapi
ini benar-benar terjadi padaku...” kata Kyuhyun, “Aku..., sulit untuk
mengungkapkan..., ini...,”.
Mata Joohyun membulat ketika Kyuhyun yang
memejamkan matanya mencium bibirnya.
***
To be Countinued
***
Kyaaa~~~....!!
Wires, pada girang,
tuh~~...!!
Hayyo, hayyo..! Nyebut,
nyebut... Senengnya jangan kelewatan, OK...?!^
Hm, apa rating FF ini bakal
naik gara-gara scene ini? ^^kaya drakor aja, dah?^
Nate tebak, pasti pada demen,
ya, baca scene tadi
berulang-ulang~~...? ^^yee, dasar?^
Hehehe, itu menurut dugaanku aja, sih~~..
Gak banyak omong, dah~~..
Gomapseumnida, yôrôbun...!
Author : RetnoNateRiver


