[FF] First (White Day)
First (White Day)
Author : Near
Genre : Romance, School-life
Length : One shot
Cast : OC (or, you can imagine as yourself^^)
Han Sang Hyuk
A letter from
Author...
Annyeong, ini adalah salah satu Drama Queen yang Near ikut sertakan dalam KBS World Radio bahasa Indonesia – Bahana Lagu Korea. Total, Near sudah empat kali mengikuti Drama Queen, idola di dalam Drama Queen yang Near tulis antara lain Bangtan Boys, VIXX, dan SEVENTEEN.
FYI, nih. Sebenarnya Near sempat menang Drama Queen Valentine Special kemarin! Near berhak mendapatkan satu CD ori Kpop yang bisa Near pilih sendiri! Kyaaaaaaa~~~~... Near seneng banget, dong!^^
Nanti kalau CD nya sudah sampai rumah, Near akan posting Drama Queen buatan Near yang menang CD ori Kpop yang didatangkan langsung dari Korea itu!^^ Pastinya dengan sedikit edited ya^^
Near gak tau nih, Drama Queen spesial White Day ini menang atau enggak. Near gak penting soal itu, yang penting Near ikut serta dalam sebuah lomba nulis meski cuma kecil-kecilan.^^
Happy Reading
Near
***
Original Story
| Click Here^^ |
***
[MONSTA X – Honestly 솔직히 말할까]
Klek, kututup pintu lokerku saat itu juga. Sambil membawa sebuah sketch book, aku menjinjing tasku ke kantin. Jam sekolah baru saja usai namun aku enggan pulang ke rumah secepat ini, aku ingin mencari suasana yang pas untuk kelanjutan gambarku. Aku berjalan dengan telinga dibaluti headphone.
Sampai di kantin aku bebas mengekspresikan diriku sendiri lewat gambar yang kutuangkan pada sketch book kesayanganku. Laki-laki, sekali lagi sosok seorang lelaki. Huft, aku menghela nafas, jengkel pada diri sendiri ―kenapa itu-itu lagi yang digambarku? Sosok yang sama di tiap adegan berbeda, aku bahkan tidak mengerti sejak kapan aku menyukainya.
Setelah selesai, aku meninggalkan ―semacam― watermark pada karyaku itu. Sebuah logo berbentuk ikan mas kutinggalkan di atas tanda tanganku yang kecil, tepatnya di pojokan kertas.
Logo itu bukan sembarang logo. Di sekolah, di rumah, hampir semua orang mencapku si Ikan Mas yang suka lupa. Yup, aku memang pelupa, mungkin sangking jengkelnya mereka memberiku panggilan itu, katanya ikan mas itu ingatannya singkat ―hanya dua detik.
Soal laki-laki yang selalu kugambar ini..., oh, ya, tentu saja dia bukan karakter asli buatanku. Sosok ini terinspirasi dari seorang murid laki-laki di kelas sebelah yang akhir-akhir ini mencuri perhatianku. Tidak heran, sih, dia, kan, murid yang terkenal karena ketampanan dan kepintarannya, selain itu dia juga baik dan ―ah, sejak kapan aku suka memperhatikan orang seperti ini?
Aku, kan, tipe cewek yang kaku, cuek, dan tidak pernah memperhatikan orang lain? Kenapa tiba-tiba aku memperhatikan murid itu, sih?
Semua ini berawal tepat sebulan yang lalu, sebuah organisasi siswa di sekolah membuat sebuah lomba kecil-kecilan. Mereka membagikan sebatang permen pada tiap siswi dan mewajibkan mereka memberikannya pada siswa ―murid laki-laki― yang mereka suka.
Awalnya aku tidak berminat dan hendak memakan permen itu sendirian, tapi aku malah mendapat teguran dari panitia dan aku terpaksa memberikannya pada lelaki itu ―karena hanya dialah satu-satunya yang kukenal baik. Ya, hanya memberikannya saja, selepasnya aku pergi begitu saja.
“Huft.” capek menunduk terus, aku berniat merenggangkan otot leherku setelah gambarku selesai.
Namun aku terkejut melihat seorang lelaki sudah duduk di hadapanku.
“Hi.” dengan gampangnya ia menyapaku, malah aku dibuatnya membeku.
Dialah murid laki-laki itu, yang akhir-akhir ini selalu jadi inspirasiku menggambar, laki-laki yang mendapat perhatianku, Han Sang Hyuk.
Tanpa ragu Sanghyuk melepaskan headphone di telingaku, “Aku sudah duduk di sini sejak sejam yang lalu, tepat saat kau duduk di sini.” akunya, “Tapi kau tak menyadarinya karena sedang sibuk menggambar.” cengirnya.
“Aku cuma mau berterimakasih atas gambar yang kau berikan itu.” lanjut Sanghyuk, “Gambar itu memang mirip seperti aku ―cuma lebih imut.” ia nyengir lagi.
Aku berkedip, “Gam..., bar...?” ulangku. Aku tidak ingat gambar yang dimaksud. Lagipula, apa aku pernah memberinya gambar?
Sanghyuk sebal, lalu mengetuk kepalaku dengan sebuah gulungan.
“Nih!” segera Sanghyuk buka gulungan yang rupanya sebuah gambar yang pernah kuberikan padanya tersebut.
Aku terkejut melihatnya! Itu memang gambar buatanku, gambar dirinya sendiri, sosok seorang lelaki yang terlukiskan pada setiap halaman sketch book-ku! Itu gambar Sanghyuk-ku yang terbaik!
![]() |
| This is just edited, not a fanart! Photo credited to 설백 |
“Ini, ini, bagaimana,” aku gelagapan, “bagamana bisa gambar ini ditanganmu?!!”.
Sekali lagi Sanghyuk jengkel, aku masih tidak mengingat kapan aku memberikan gambar dirinya itu padanya.
“Kau benar-benar ikan mas ternyata,” ia tahan emosinya.
“Kau ingat kejadian sebulan yang lalu? Yang tanggal 14 Februari itu, lho.” Sanghyuk mengingatkan, “Bukannya sombong, tapi di hari itu, aku memang menerima banyak permen dari lomba kecil-kecilan itu, namun dari semua yang paling berkesan adalah pemberianmu. Kau memberikan permen tersebut tanpa minat sama sekali, namun kau juga memberikannya secarik gambar diriku yang kau buat sendiri, lalu kau meninggalkanku begitu saja.”.
“Dari situ aku mulai penasaran denganmu.” aku Sanghyuk.
Aku tertegun, kata-kata Sanghyuk ini? Apa mungkin dia...
Dan benar saja, Sanghyuk lantas menyambungkan, “Maksud kedatanganku ke sini adalah untuk membalas permenmu sebulan yang lalu itu. Kau tau, kan, lomba itu masih berjalan hingga 14 April nanti? Dan hari ini, 14 Maret, para murid laki-laki yang sudah diberikan permen oleh para siswi diwajibkan membalas pemberian ―setidaknya salah satu dari― mereka.” Sanghyuk menjelaskan ―takut aku benar-benar lupa.
Ugh, dasar ikan mas, kenapa aku tidak ingat kejadian itu, sih?!
“Dan dari semua pemberian..., mm..,” Sanghyuk sedikit tersipu, “aku hanya membalas pemberianmu.” katanya.
Dia lalu memberikanku sekotak cokelat putih.
“Jangan salah paham,” susulnya kemudian, “ini bukan dari yang diberikan panitia lomba, tapi dari uang sakuku sendiri.”.
Sanghyuk mengatakannya sambil nyengir, tetapi aku sungguh belum siap untuk ini. Aku bahkan tidak ingat kalau hari ini White Day ―argh, benar-benar ikan mas.
“Wa, wajahmu,” Sanghyuk kelihatannya panik, “tidak, pipimu ―memerah?”.
Oh, astaga!
“Mm~... Malu, ya?” mendengarnya menggodaku, sontak wajah dan telingaku mulai memanas ―astaga, aku benar-benar belum siap untuk hal mengejutkan seperti ini.
Lagian, aku, kan cewek kaku, kenapa Sanghyuk harus memilih cewek sepertiku?!
Tak tahan dengan badanku yang mulai memanas, dengan sembrono aku kabur begitu saja dari hadapan Sanghyuk. Tak mau kehilangan kesempatan, Sanghyuk segera mengejarku.
Ya Tuhan, aku benar-benar belum siap untuk White Day pertamaku...!!!
“Ottokhaji?!!” gumamku sambil memegang kedua pipiku yang memanas, dan Sanghyuk masih berusaha menangkapku.
[VIXX – What to Do 어떡하지]
Ppabam~~~...^^
Gimana, nih, ottokaji banget belum ending-nya?? Hehehe..
Moga yang gak ikutan White Day gak usah sedih, ya!^^ Buat ST★RLIGHT gak kesepian, dong, kan udah dikasih permen tuh sama VIXX-nya^^
Kalo Near mah, udah biarin sendirian aja~~ *ngorek-ngorek pasir sama Wonu* Hihihi..
Oke, makasih ya, sudah baca, komen, juga
like-nya!^^ Komentar kalian ―baik kritik maupun saran yang membangun― akan jadi
masukan yang berguna buat Near ke depannya^^
Gamsa hamnida^^
Author
Near



