[FF] HE part 1
He
Author : RetnoNateRiver
Genre : Romance
Main Cast : - SNSD Seo Hyun as Seo Joo Hyun
- SJ Kyu Hyun as Park Kyu Hyun
Other Cast : - SJ Ki Bum as Kim Ki Bum
- SHINee Min Ho as Choi Min Ho
- etc...
*****
Annyeong...!
This FF is dedicated to my Onnie ^^mirip-mirip liriknya From U?^, yang gak akan membaca karya yang
saya buat sesemangat mungkin kalau itu bukan tentang SeoKyu... Termasuk novel
saya yang saya buat sesemangat dan sebagus mungkin supaya Onnie mau membaca
salah satu hasil buah tanganku, tapi ia tetap gak mau baca karena tokoh
utamanya bukan SeoKyu... Jadi kesimpulannya, kalau mau karya saya dibaca sama
Onnie, karya itu harus bertokoh utama SeoKyu, atau kalau gak..., ya, gak akan
dibaca..., atau malah kalau ada SeoKyu tapi cuma sebagai tokoh sampingan Onnie
cuma baca bagian mereka aja... Jadi, novel saya itu hampir aja disebut
sia-sia... ^^curhat gitu, ya, thor~~~...?
kikikikikiki~~~...^
Ini FF yang Nate jadikan kado untuk Onnie Nate, lalu Nate share di blog.
So, Reader-deul, kalau biasanya Nate bikin FF bertokoh
utama YeMoon couple, kali ini aku akan share
FF bertokoh utama SeoKyu. Tapi, YeMoon juga gak akan ketinggalan~~... Walau
emang perannya sedikit... 좋다. 괜찮아~~...
[Jotda, gwænchanha~~... : ok, gapapa~~...]
Daripada bikin bored, silahkan
dibaca...!
Bagi yang belum baca teaser dari
FF ini silahkan klik di sini!^
Yeoreobun, happy reading...!
Author
*****
“Kyuhyunie…!” panggil yôja bernama Seo Joo Hyun itu.
Seorang bocah laki-laki yang masih berumur 7 tahun yang
dipanggilnya itu lantas menoleh dan berlari ke arah Joohyun.
“Ômma…!” bocah itu memeluk Joohyun dengan sayangnya.
“Pintarnya anak Ômma…” ujar Joohyun, kemudian melepaskan
pelukannya, “Kamu tidak nakal lagi, kan, di sekolah?”.
“Tentu saja tidak…!” ujar bocah bernama Park Kyu Hyun itu
semangat.
Joohyun tersenyum, “Joha…” katanya, “Kaja (Ayo), kita pulang…” ajaknya.
***
Sesampainya
di rumah…
“Kyuhyunie, ayo makan…!” panggil Joohyun dari dapur.
Kyuhyun lantas keluar kamar dan bergegas turun ke dapur.
Sesampainya di dekat Joohyun, ia melihat apa yang ibunya masak itu.
“Ah, Ômma…! Sayur lagi, sayur lagi…!” gerutu Kyuhyun,
“Aku gak mau makan…!” ujarnya ketus.
“Eh, kamu ini? Sama saja seperti Appa-mu…!” tegur
Joohyun, “Sayur itu bisa membuatmu sehat dan juga pandai…!”
Mendengar kata ‘Appa’, Kyuhyun memandang Joohyun polos,
“Mm…, Ômma~~… Halmôni dan Harabôji selalu bilang kalau aku mirip Appa…? Benar tidak…?” tanyanya.
Joohyun hanya tersenyum tipis, teringat akan nampyôn-nya itu. “Benar-benar mirip, Jagi…” katanya.
Kyuhyun menoleh ke arah pigura yang ada di atas piano di
ruang tamu yang tidak memiliki dinding pembatas dengan dapur itu. “Sebenarnya…,
Appa itu seperti apa, sih…?” ujarnya.
“Kamu mau Ômma ceritakan?” tanya Joohyun, kemudian
Kyuhyun mengangguk ke arahnya, “Baiklah, kita mulai…,”
Flashback…
Tahun ajaran baru. Ini hari pertama Joohyun masuk sekolah
barunya, Haneul High School. Sebuah sekolah elite, dengan murid-murid
berprestasi dan…, kaya (?). Kebanyakan, atau malah 99,9% dari seluruh muridnya
adalah orang-orang terpandang, tak seperti Joohyun yang berasal dari panti
asuhan.
Meski dikenal elite, sekolah ini rupanya menyimpan banyak cerita yang tak patut untuk di dengar.
“Ah, kamu Seo Joo Hyun, ya…?” tanya guru perempuan itu.
“Ne, Seo Joo Hyun imnida…” kata Joohyun ramah.
Guru itu tersenyum, sangat cantik di mata Joohyun. “Kalau
begitu, perkenalkan, aku wali kelasmu…, Moon Geun Young imnida…!” katanya,
“Mari, ikut aku… Aku akan membawamu ke kelas barumu…” ajaknya.
Joohyun dan Geunyoung segera melangkah keluar dari ruang
guru itu. Mereka berjalan menuju kelas yang Geunyoung maksud.
Kelas yang gaduh sontak hening ketika 2 yôja ini memasuki kelas.
“Yôrôbun, seperti yang aku bilang minggu lalu, hari ini kita
kedatangan teman baru…!” kata Geunyoung dengan semangat di depan kelas pada
murid-muridnya, “Aku harap kalian bisa berteman baik… Mengerti semua?”
tanyanya.
“Mengerti, Sônsængnim…!” jawab semua murid serentak.
Geunyoung kemudian mempersilahkan Joohyun memperkenalkan
diri. “Annyông
haseyo! Seo Joo Hyun imnida! (bow) Aku harap kita bisa berteman dan bekerja
sama dengan baik! Mannasô ban-gapseumnida! (bow)”.
“Baiklah, Joohyun-ah, kamu boleh duduk di bangku yang
kosong di dekat Minho…” kata Geunyoung sembari menunjuk ke arah Minho dan
bangku kosong di sampingnya dengan sopan. Kemudian, Joohyun segera berjalan
menuju bangku itu.
Joohyun duduk di samping namja bernama lengkap Choi Min
Ho itu, yang sama sekali tidak menunjukkan sambutan hangatnya untuk Joohyun yang
merupakan teman sebangku barunya itu.
Di bangku belakang paling pojok sana, duduk seorang namja
ber-name tag ‘Lee Tae Min’ yang
tengah memperhatikan Joohyun. “Ini
muridnya…?” batinnya.
***
Jam
istirahat…
Joohyun tengah mengobrak-abrik lokernya. Ketika ia
menutup lokernya, alangkah kagetnya ia mendapati 2 namja dan 1 yôja di balik
pintu lokernya.
“Jadi ini murid barunya?” ujar yôja tomboy dengan name
tag ‘Æmbô’
itu. Nama asing, mungkin dibaca ‘Amber’.
“Ya, Minho-ya, asyiknya kita apakan dia ini?” tanya namja
di samping Amber, ber-name tag ‘Kim
Key Bum’.
Dan namja yang paling depan…, ya, itu si Choi Min Ho
tadi. “Murid sepertimu hanya akan mengotori sekolah ini…!” ujarnya dingin pada
Joohyun, “Langkahmu, sentuhanmu…, seluruhnya darimu…, hanya akan membuat
sekolah kami ini kotor…!”.
Joohyun tak mengerti, “Apa maksud kalian?”.
Pertanyaan lugu itu membuat Key dan Amber terkekeh,
sementara Minho tetap dengan ekspresi dinginnya.
“Rupanya, kau memang santapan empuk kami…!” kata Minho.
Dengan tiba-tiba, ia menggenggam paksa tangan Joohyun. “Dengar, kami bertiga
akan membuatmu tidak betah di sini! Bahkan tak hanya kami, tapi juga satu
sekolah ini!”
“Hey! Lepaskan tanganku!!” pinta Joohyun.
“Kau takkan bisa lepas dari kami, sebelum kau menyerah
dan angkat kaki dari sini!!” kata Minho.
Namun seorang namja datang dari belakang Joohyun, dan
dengan cepat namja itu merebut tangan Joohyun dari genggaman Minho.
“Ya!! (Hei!!)” gerutu Minho pada namja itu,
mendapati tangan Joohyun tak lagi digenggamnya.
“Ikut aku!” ujar namja itu pada Joohyun, dan lantas
menariknya pergi dari 3 orang itu.
Namja itu membawa Joohyun ke gudang peralatan kebersihan
sekolah. Rupanya, di dalam ruangan itu ada 2 namja lagi.
Joohyun kemudian duduk di atas bangku di hadapan ketiga
namja ini. “Ah, gomawoyo… (makasih...)” katanya pada
namja tadi. Ia senang bisa terlepas dari kejadian tadi.
“Maka setelah ini, kau takkan pernah berterimakasih
kepadaku lagi…” kata namja itu dingin. “Ini Lee Jong Hyun (menunjuk samping
kanannya) dan ini Lee Tae Min (menunjuk samping kirinya)…” ia memperkenalkan 2
namja di belakangnya itu, “Dan aku…, adalah ketua dari kelompok ini…, Park Kyu
Hyun iyeyo… (aku
adalah Park Kyu Hyun...)” ia memperkenalkan
dirinya.
“Ah… Seo Joo Hyun imnida…” kata Joohyun.
“Arassô… (Aku sudah tau...)” kata namja itu,
Kyuhyun, “Aku tau dari Taemin… Ia sekelas denganmu, sama seperti Minho…”.
“Taemin?” Joohyun melirik ke arah Taemin.
“Aku duduk di belakang, makanya kau gak tau aku…!” timpal
Taemin.
“Oh…” Joohyun mengangguk. “Oya, apa maksudnya ‘takkan berterimasih
lagi’ itu?” tanyanya.
“Kau tak mengerti?” ujar Jonghyun, “Kau bahkan tak tau
kami? Kami itu sama dengan kelompok Minho!”
“Mwo?!”
“Jadi, sekarang sama saja, kan? Kau masuk ke kandang
singa juga!” tambah Taemin.
“Ingat, ya!” Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Joohyun,
“Kami adalah kelompok yang paling berkuasa di sini! Dan kami bisa melakukan
apapun yang kami mau! Termasuk merebutmu dari tangan Minho!” lanjutnya. “Aku
dan Jonghyun adalah senior kelas 11, dan Taemin adalah teman sekelasmu! Oya,
jangan harap kau akan bahagia di sini! Karena semua membencimu!”
“Mem…, benciku…?” ujar Joohyun.
“Huh, kau ini masuk ke Haneul High School karena apa,
sih?” ujar Taemin.
“Kau tak berpunya dan ku rasa…, kau juga tak pandai…”
ujar Jonghyun.
Joohyun tak terima akan kata-kata itu. “Ya! Biarpun aku
miskin dan tak punya orang tua, tapi aku juga berpendidikan,
ya!!”
Mendengarnya, Jonghyun dan Taemin tertawa geli, sementara
Kyuhyun hanya melempar smirk khasnya.
“Apa dia bilang?” ujar Jonghyun di sela tawanya.
“Oh… Geuræyo…? (Benarkah...?)” ujar Kyuhyun pada Joohyun dingin, “Baiklah, kita akan
buat tandingan…” lanjutnya, tawa Jonghyun dan Taemin mulai mereda, “Næil, (Besok,) temui Shin Sônsaengnim…, Shin
Dong Hee Sônsaengnim…! Kita akan meminta soal-soal ujian padanya…”.
“Soal? Soal apa?” tanya Joohyun.
“Soal ujian dari kelas 10-12…” jawab Kyuhyun.
*HE*
Pagi ini di kediaman Keluarga Park…
”Ya, Kyuhyunie!” seru namja manis itu, “Bisa tidak, sih, kau tak berulah lagi di sekolah…?!”.
“Terserah padaku, Sungminie hyông!” Kyuhyun menyantap sarapannya dengan lahap.
Namja itu, Park Sung Min, hanya menggeleng, sudah
mengerti akan kelakuan jelek adiknya ini. Lantas ia segera bangkit dari
kursinya. Kemudian ia menjinjing tasnya dan pergi untuk
berangkat kuliah.
“Sungminie, hati-hati…!” pesan Ibu Kyuhyun dan Sungmin.
“Ne, Ômma…!” sayup-sayup Sungmin membalas.
“Ômma…,” panggil Kyuhyun pada ibunya, “Appa mana?”
tanyanya.
Ibunya Kyuhyun menghampirinya yang tengah sarapan di meja
makan. “Aigoo~… Kyuhyunie, lihat wajahmu…! Belepotan…!” tegurnya.
“Ah, Ômma-ya…!” gerutu Kyuhyun manja.
“Ne… (Iya...)” Ibunya cuma tersenyum,
kemudian ia menjawab pertanyaan anak bungsunya itu, “Appa sudah berangkat… Hari
ini ia akan lebih giat mengurus sekolah…”.
“Mwo?!” Kyuhyun kaget.
Inilah Keluarga Park. Jika Kyuhyun bersekolah di Haneul
High School, maka Sungmin sekarang kuliah di Haneul University. Ibu Sungmin dan
Kyuhyun adalah salah satu guru di Haneul Junior High School dan Haneul High
School yang mengajarkan mata pelajaran Matematika, Kim Tae Yeon. Sedang ayah
Sungmin dan Kyuhyun adalah pemilik Haneul School, yakni Park Jung Soo.
Haneul School sendiri memiliki kelengkapan pendidikan
dari bangku TK hingga Universitas. Semua fasilitas lengkap, dan merupakan
sekolah terpandang seKorea Selatan.
“Oh, Park Kyu Hyun dan Seo Joo Hyun…?” ujar Shindong
ketika Kyuhyun dan Joohyun datang menemuinya di ruang guru. “Ara, ara… (Aku tau, aku tau...) Aku punya soal seperti yang kalian pinta kemarin…”.
Shindong mengubek laci mejanya, mencari soal yang
dimaksud. Sementara Kyuhyun dan Joohyun berdiri menunggu di depan mejanya.
Di lain tempat –yakni di luar ruang guru– terlihat
beberapa orang mengintip aktifitas Kyuhyun dan Joohyun dari jendela. Mereka
adalah Jonghyun, Taemin, Minho, Key, dan Amber.
Kemudian terlihat seorang namja melewati segerombolan orang ini. Langkahnya
terhenti dan matanya mencoba melihat apa yang orang-orang ini lihat. Ia
mencermati apa yang dilihatnya, tapi matanya tak mau berpindah dari yeoja itu :
Joohyun.
Shindong memberi beberapa lembaran soal pada Kyuhyun dan
Joohyun. “Ige…” ia menyerahkannya pada kedua murid ini, “Ada 100 butir soal
yang harus kalian kerjakan dengan waktu yang telah disediakan, yaitu 160
menit…” katanya, “Kerjakan di meja yang telah ku sediakan…” ia menunjuk 2 meja single yang berada sekitar 5 meter dari
mejanya itu.
Kyuhyun dan Joohyun mengambil soalnya masing-masing dan
lantas beranjak ke kedua meja itu untuk mengerjakan soal yang sudah ada di
tangan mereka tersebut. Sementara Shindong mengawasi dua murid ini yang tengah
mengerjakan soal yang terdiri dari semua mata pelajaran yang diajarkan di kelas
10-12.
“Jika
aku kalah, maka aku akan memerintahkan satu sekolah ini untuk tidak membencimu...
Tapi jika aku yang menang…, memiliki nilai lebih tinggi darimu…, maka perlakuan
kami tetap sama : membencimu…, kau akan menjadi budakku dan kelompokku…”
–Kyuhyun—
Kata-kata itu masih terngiang di benak keduanya.
“Kau yakin, kalau yôja itu punya
otak yang cerdas?” ujar Jonghyun pada Taemin.
“Lalu apa yang kau harapkan?” balas Taemin.
“Hanya karena ia (Kyuhyun) putra pemilik Haneul School
ini apa ia berhak mengambil yôja itu dari tangan kita?” ujar Key pada Minho dan Amber.
Sementara namja tadi mulai mendekat ke jendela. Ia
memerhatikan Joohyun –yang tengah mengerjakan soal itu– sekali lagi. “Yeppeuda… (Cantik...)”
batinnya.
***
Pulang
sekolah…
Joohyun membuka lokernya untuk meletakkan buku-bukunya.
Namun niatnya itu buyar ketika ia mendapati isi lokernya yang berantakan tak beraturan. Sementara murid-murid yang
lewat atau yang ada di dekatnya cuma menertawakannya secara sembunyi-sembunyi.
“Mereka pasti
membuka kuncinya...” batin Joohyun.
Joohyun membatalkan niatnya itu. Lantas ia
mengunci lokernya dan beranjak pulang.
Ketika Joohyun baru berjalan keluar pagar sekolah, namja
tadi memanggilnya, “Seo Joo Hyun...!!!”.
Merasa namanya terpanggil Joohyun
menoleh ke arah orang yang memanggilnya.
“Awas...!!’ seru namja itu, sementara Joohyun heran
“Tiiin...!” sebuah mobil melaju, dengan segera namja itu
menarik Joohyun ke dalam dekapannya, terselamatkan dari kecelakaan yang hampir
saja terjadi.
“Ya!! Dasar yôja pabo!! (Dasar gadis bodoh!!)” cela supir mobil itu, berlalu begitu saja,
Sementara Joohyun masih di dalam dekapan namja itu.
Dengan segera Joohyun melepaskan diri dari dekapannya. Kemudian Joohyun
memandang ke arah namja itu.
“Go, go, gomawo...” kata Joohyun ragu.
“Gwænchanha? (Kau
tak apa?)” namja itu bertanya pada
Joohyun.
Joohyun terdiam sesaat. Ia melirik ke name tag namja itu, tertulis ‘Kim Ki
Bum’ di situ. Ia kemudian kembali memandang namja bernama Kibum itu,
“Ne, gwænchanha... (Ya, aku tidak apa-apa...)” jawabnya kemudian.
“Sudah makan siang?” tanya Kibum, Joohyun hanya
menggeleng sebagai jawabannya. “Geureom, (Kalau begitu, ) bagaimana
kalau kita makan siang bersama...?” ajaknya.
“Uh...,” Joohyun ragu, sedikit mempertimbangkan ajakan itu.
Kibum tersenyum, “Tenang... Aku bukan orang jahat,
kok...!” katanya, “Kaja...” ajaknya.
***
Mereka makan di restoran dekat sekolah mereka. Sekadar
makan siang untuk mengisi perut dan juga sedikit mengobrol.
“Kau ditantang Kyuhyun...?” ujar Kibum sembari tersenyum.
“Geurae! (Benar!) Ia, kan, sama seperti
murid-murid lainnya yang tidak menyukaiku...!” kata Joohyun, “Kecuali kau,
Oppa...” lanjutnya. Joohyun dan Kibum sudah sepakat kalau Joohyun boleh
memanggil Kibum dengan sebutan ‘Oppa’.
“Ah, masa...?” ujar Kibum bercanda,
membuat ia dan Joohyun terkekeh kecil atas kata-kata yang ia lontarkan.
“Makan bersama seperti ini..., apa ada yang ingin Oppa
bicarakan denganku...?” tanya Joohyun.
“Ani... (Enggak...)” kata Kibum, “Cuma ingin mengobrol, kok...” lanjutnya.”Oya,
kapan hasil ujian kalian akan diumumkan?” tanyanya.
“Næil...” kata Joohyun, “Besok..., Shin Sônsængnim akan mengumumkannya di mading utama...”.
*HE*
To be
Countinued...
***
Kyaaa~~~...
Ini part
pertama dari FF “He”-ku...! Mari kita tunggu part selanjutnya...!
Jangan lupa tinggalkan saran dan kritik kamu di kolom komentar! Yang komen sekaligus sudah berteman dengan Nate di Facebook, bakal Nate tag-in link FF SeoKyu dari Retno Nate River blog lewat status Nate di Facebok!!^
Jangan lupa tinggalkan saran dan kritik kamu di kolom komentar! Yang komen sekaligus sudah berteman dengan Nate di Facebook, bakal Nate tag-in link FF SeoKyu dari Retno Nate River blog lewat status Nate di Facebok!!^
Ok, Gomapseumnida,
for read, yeoreobun...!!
Let’s
read He part II soon...!
Author :
RetnoNateRiver


