[FF] HE part 2
He
Author : RetnoNateRiver
Genre : Romance
Main Cast : - SNSD Seo Hyun as Seo Joo Hyun
- SJ Kyu Hyun as Park Kyu Hyun
Other Cast : - SJ Ki Bum as Kim Ki Bum
- SHINee Min Ho as Choi Min Ho
- etc...
*****
Joohyun
tengah mengobrak-abrik lokernya. Ketika ia menutup lokernya, alangkah kagetnya
ia mendapati 2 namja dan 1 yeoja di balik pintu lokernya.
“Jadi
ini murid barunya?” ujar yôja tomboy dengan
name tag ‘Æmbô’ itu. Nama
asing, mungkin dibaca ‘Amber’.
“Ya,
Minho-ya, asyiknya kita apakan dia ini?” tanya namja di samping Amber, ber-name
tag ‘Kim Key Bum’.
Dan
namja yang paling depan…, ya, itu si Choi Min Ho tadi. “Murid sepertimu hanya
akan mengotori sekolah ini…!” ujarnya dingin pada Joohyun, “Langkahmu,
sentuhanmu…, seluruhnya darimu…, hanya akan membuat sekolah kami ini kotor…!”.
“Hey!
Lepaskan tanganku!!” pinta Joohyun.
“Kau
takkan bisa lepas dari kami, sebelum kau menyerah dan angkat kaki dari sini!!”
kata Minho.
Namun
seorang namja datang dari belakang Joohyun, dan dengan cepat namja itu merebut
tangan Joohyun dari genggaman Minho.
“Ya!!”
gerutu Minho pada namja itu, mendapati tangan Joohyun tak lagi digenggamnya.
“Ini
Lee Jong Hyun (menunjuk samping kanannya) dan ini Lee Tae Min (menunjuk samping
kirinya)…” ia memperkenalkan 2 namja di belakangnya itu, “Dan aku…, adalah
ketua dari kelompok ini…, Park Kyu Hyun iyeyo…” ia memperkenalkan dirinya.
“Kau
tak mengerti?” ujar Jonghyun, “Kau bahkan tak tau kami? Kami itu sama dengan
kelompok Minho!”
“Mwo?!”
“Jadi,
sekarang sama saja, kan? Kau masuk ke kandang singa juga!” tambah Taemin.
Sementara
namja tadi mulai mendekat ke jendela. Ia memerhatikan Joohyun –yang tengah
mengerjakan soal itu– sekali lagi. “Yeppeuda…” batinnya.
“Tiiin...!”
sebuah mobil melaju, dengan segera namja itu menarik Joohyun ke dalam
dekapannya, terselamatkan dari kecelakaan yang hampir saja terjadi.
“Ani...
(Tidak...)” kata Kibum, “Cuma ingin mengobrol, kok...”
lanjutnya.”Oya, kapan hasil ujian kalian akan diumumkan?” tanyanya.
“Naeil... (Besok...)” kata Joohyun, “Besok..., Shin Sonsaengnim akan
mengumumkannya akan mengumumkannya di mading utama...”.
*****
Ass.kum, yeoreobun...!
Kyaaaa~~, Nate kembali dengan FF ‘HE’ part II...
Terimakasih buat chingu yang sudah memberikan komentar di
akun Facebook Nate!^ Oya, sekali lagi, yang komen di bawah ini dan sudah
berteman dengan Nate di Facebook, bakal Nate tag-in post FF SeoKyu di akun Facebook Nate lewat status Nate!^
Jadi, mari dibaca dan tinggalkan saran dan kritik kamu di
kolom komentar di bawah ini!^
Jangan lewatkan :
좋습니다!Jotseumnida! (Baiklah!)
Happy reading, yeoreobun...!
Author
*****
Kabar bahwa putra pemilik Haneul School ‘menantang’ (?)
seorang murid baru tentu dengan cepat tersebar luas di Haneul School, terutama
di Haneul High School.
Joohyun memasuki wilayah sekolah seperti biasanya. Ia
melangkahkan kakinya menuju mading utama Haneul High School. Rupanya, di sana
sudah banyak murid-murid berkerumunan
menyimak pengumuman baru di mading itu.
Joohyun mencoba menerobos kerumunan itu, “Shillye
hamnida... (Permisi...)” ujarnya, menyela diri dalam kerumunan.
Akhirnya, Joohyun bisa berada di depan mading itu. Ia
menyimak dengan baik pengumuman dari Shindong, yang merupakan pengumuman hasil
ujiannya —melawan Kyuhyun—
Pengumuman Hasil Ujian
Seo Joo Hyun : 9,7
Park Kyu Hyun : 9,8
Guru Pembimbing
Shin Dong Hee
“Mwo...?! (Apa...?!)” batin Joohyun, terkejut, “Hanya beda..., 0,1saja...?”.
“Otteoke, (Bagaimana,) Seo
Joo Hyun...?” Joohyun mendengar suara yang paling menyebalkan di dunia ini
baginya.
Sontak mendengar suara itu, murid-murid yang ada di depan
mading itu meninggalkan lokasi dan tertinggalah Joohyun di situ.
Joohyun berbalik. Ia mendapati Kyuhyun —pemilik suara
tadi— yang duduk di atas pagar tanaman —yang fungsinya juga untuk duduk-duduk—
bersama Taemin dan Jonghyun yang berada di samping kiri dan kanannya.
“Rupanya kau hebat juga, ya...?” ujar Kyuhyun, bangkit
dan menghampiri Joohyun, “Tapi sayang..., kali ini kau tidak beruntung...”.
“Namja ini...?!”
batin Joohyun kesal.
“Chukhahae..., (Selamat, ya...,) kau
menjadi budak kami...” ujar Kyuhyun, “Hm..., apa, ya, tugas pertamamu...?”
pikirnya.
“Belikan kami makanan di kantin...!” seru Jonghyun.
“Ah! Geurae! (Benar!)”
Taemin sependapat.
“Mwo?!” Joohyun kelihatan tidak terima.
“Hm..., tugas yang bagus...” ujar Kyuhyun, “Baiklah,
belikan kami Jajangmyun di kantin segera...” suruhnya.
“Mwo?!” Joohyun kembali tak terima.
Kyuhyun tersenyum (evil), “Tenang, Seo Joo Hyun..., kami
yang bayar, tapi 15%nya kau yang bayar...”.
“Jadi, hitunglah sendiri berapa harga yang harus kau bayar,
ya...!” ledek Taemin, yang kemudian terkekeh bersama Jonghyun dan ber-Hi-5 dengannya.
“Kau punya waktu 10 menit untuk sampai di hadapan
kami...” tambah Kyuhyun, “Terlambat sedikit pun, kau akan mendapatkan
hukuman...”.
“Hukumannya adalah membayar makanan kami seluruhnya...!”
sahut Jonghyun, mengajukan hukuman yang sudah direncanakan sebelumnya.
“Ya! Ige mwoya?! (Hei! Apa-apaan ini?!)” Joohyun jengkel.
“Ingat, hanya 10 menit dari sekarang...” ujar Kyuhyun
sambil tersenyum evil khasnya,
membuat Joohyun hanya mendengus.
“Temui kami di balkon atas sekolah, ya...!” tambah
Jonghyun.
***
Sepuluh
menit kemudian...
Ketiga namja yang bagi Joohyun tidak kenal belas kasihan
ini menyantap makanan yang mereka pesan. Ketiganya makan di meja yang ada di
balkon ini.
Sementara Joohyun hanya memandangi mereka jengkel.
Bukannya ia tidak mendapat ganti bayaran 85%nya, tapi sebelum Kyuhyun
menyuruhnya pergi ia tak boleh ke mana-mana.
“Kau boleh juga, ya...?” ujar Kyuhyun dengan mulut penuh
Jangmyun, yang bagi Joohyun tampangnya sudah seperti anak TK. “Kau lari
matathon, ya...?”.
“Apanya yang lari marathon?” ujar Joohyun jengkel.
“Habis, kau bisa sampai di sini dalam waktu kurang dari
10 menit...” kata Jonghyun yang tampangnya tidak seburuk Kyuhyun meski keduanya
memang tengah makan-makan.
“Aish...!” gerutu Taemin, menjauhkan piring
Jajangmyun-nya, “Ini bukan makan namanya!”.
“Waeyo, (Ada apa,) Taemin-ah...?”
tanya Jonghyun memastikan.
“Kenapa tidak ada nasinya?!” komplain Taemin pada
Joohyun.
Joohyun makin jengkel, “Ya! Namja cantik!” ujarnya, “Kau
tadi tidak bilang padaku kalau aku juga harus membelikan nasi untukmu!!”.
“Mwo?! Apa kau bilang?! Namja..., cantik...?!” Taemin
ikut kesal, “Ya!! Kau siapa?! Dan apa hakmu memanggilku dengan panggilan yang
tidak ku suka itu, ha?!” ujarnya, “Sebagai hukumannya, belikan aku nasi dan
bayar seluruhnya!!”.
“Mwo?! Shirhô!! (Apa?! Takkan!!)” ujar Joohyun.
“Ya, Joohyun-ah...” kata Kyuhyun, “Turuti, atau kau...,
akan menyesal...” ia menatap Joohyun dingin.
Joohyun hanya memandanginya dengan tatapan heran, tak
terima, jengkel, dan semuanya menjadi satu.
***
Jam
pulang...
Joohyun tengah meletakan buku-bukunya di lokernya.
“Kau penggemar kodok, rupanya...?”.
Suara namja yang benar-benar dikenali Joohyun itu membuat
yeoja ini terperangah, lalu berbalik untuk melihat si sumber suara yang
benar-benar seorang Park Kyu Hyun.
Rupanya, Kyuhyun, Jonghyun, dan Taemin kedapatan melihat
isi loker Joohyun yang ditempeli stiker kodok hijau yang biasa dipanggil Keroro
atau Keropi itu.
“Apa yang kalian lakukan?!” seru Joohyun
Kyuhyun mendekati Joohyun, “Sejak kapan kau menggemari
kodok hijau ini, huh...?” ujarnya sinis.
Joohyun tak terima, “Ia bukan hanya seekor kodok!
Tapi...,”.
“Oya, Kodok Jelek (Joohyun), bukankah waktu itu lokermu
berantakan...?” tebak Kyuhyun.
“Ish, dasar Namja
Evil!!” batin Joohyun kesal.
***
“Park Kyu Hyun!!” Sungmin menyeruak ke dalam kamar
Kyuhyun.
Namun, tak ada respon yang berarti dari nam dongsæng-nya (adik laki-lakinya) itu. Kyuhyun masih
saja terfokus pada layar monitornya, asyik dengan game-nya.
Sungmin lalu menghampiri Kyuhyun, “Apa yang kau perbuat
di sekolah?!” omelnya.
“Huh...?” ujar Kyuhyun, masih tidak memberi respon serius
pada Sungmin.
Hal ini hanya membuat Sungmin mendengus, “Kau jadikan
siswi baru sebagai budakmu dan kelompokmu?!”.
“Geurigo...? (Terus...?)”
ujar Kyuhyun yang masih serius dengan game-nya.
Matanya terfokus pada satu titik dengan mulut yang agak terbuka saking
seriusnya.
Sungmin hanya menghela nafas, sudah mengerti akan sifat
jelek adiknya ini. “Itu akan mencemarkan nama baikmu! Nama baik sekolah!
Terlebih lagi, itu perbuatan yang tidak baik!!”.
“Habis, ia kalah tanding denganku, sih...”.
“Park Kyu Hyun!!!”.
Sungmin kemudian mendorong Kyuhyun, menyebabkan namja ini
menjauh dari meja komputernya dan menghadap Sungmin —kursinya beroda—.
“Hyông-ah, mwoya?!! (Kak, apa-apaan, sih?!!)” akhirnya Kyuhyun memberi respon yang berarti.
“Kau keterlaluan!!!” omel Sungmin.
“Hyông!!” Kyuhyun bangkit, “Ini urusanku!! Kau tak usah
ikut campur!!” ujarnya.
Ia kemudian beranjak keluar kamar dan dengan sengaja
menabrak bahu Sungmin. Ia tak memperdulikan game-nya
maupun abangnya itu.
Sungmin berbalik badan, mengarah ke Kyuhyun yang sudah
memunggunginya, “Ingat!! Kau harus ingat bahwa penyesalan datang belakangan!!
Dan yang terpenting, hukum karma masih berlaku, Park Kyu Hyun!!” ujarnya, namun
Kyuhyun tiada peduli.
***
Joohyun memasuki ruang rawat itu.
“Kau sudah pulang rupanya...?” sambut yôja yang terbaring di atas ranjang ruang rawat itu.
Joohyun duduk di kursi yang berada di dekat ranjang, “Ah,
Yoona Ônni...” ujarnya, “Ônni tidak apa, kan...?” tanyanya.
Yôja itu, Im Yoon Ah, tersenyum, “Tak usah khawatir...”
katanya.
Joohyun ikut tersenyum, “Senang mendengarnya...” katanya.
“Oya, Joohyun-ah, bagaimana hari-harimu di sekolah?
Menyenangkan?” tanya Yoona.
Mendengar pertanyaan itu, senyum Joohyun perlahan redup.
Tidak, harinya sama sekali tidak menyenangkan. Namun berkata jujur hanya akan
membuat Yoona khawatir akan dirinya. “Tentu! Menyenangkan, Ônni!” Joohyun
kemabli tersenyum, tapi palsu dan Yoona mempercayainya.
Yoona memang bukan kakak kandung Joohyun, mereka tinggal
satu panti. Karena kecelakaan dua minggu kemarin yang menimpa Yoona, membuat
Yoona koma beberapa hari dan baru tersadar 3 hari kemudian. Akibat kecelakaan
ini, Yoona mendapat luka yang parah.
*HE*
“Beri aku nomor ponselmu!” todong Kyuhyun pagi-pagi ini
pada Joohyun yang baru duduk di kelas, dengan 3 namja yang berdiri
mengelilinginya.
“Mwo?” Joohyun heran.
“Wae? (Kenapa?) Kau tak mau memberikannya?”
ceplos Kyuhyun begitu saja.
“Ani, bukan itu masalahnya... Hanya saja...,” Joohyun
ragu, “..., aku tidak punya ponsel...” lanjutnya polos.
Kata-kata itu membuat Jonghyun dan Taemin tertawa,
sementara Kyuhyun hanya terkekeh dengar smirk
yang menghiasi senyumnya.
“Sudah ku duga...” ujar Kyuhyun.
Lalu dengan tak sopannya, Kyuhyun melesatkan ponsel ber-casing merah muda pudar itu ke atas meja Joohyun. Ya, tentu saja itu
ponsel baru. Joohyun hanya memandangi ponsel yang bertuliskan ‘LG’ di bawah layarnya itu.
“Ini buatmu, dan aku sudah menyimpan nomor kami di
SIM-ya... Aku juga sudah menyimpan nomornya di ponselku, begitu juga dengan
Jonghyun dan Taemin...” ujar Kyuhyun, “Geuræsô, (Jadi,) kami bisa memanggilmu di mana saja untuk melakukan tugas
yang kami minta...”.
“Hei, Nona Kodok! Jangan norak, ya, dengan gadget itu~~...!” sindir Taemin.
Joohyun pun cuma menggerutu dalam hati.
***
“Apapun yang terjadi, aku takkan angkat kaki dari sekolah
ini!” ujar Joohyun mantap, ketika ia dan Kibum berada di balkon dan bersandar
pada pagarnya.
Kibum memandang Joohyun seraya tersenyum, “Geuræ..., kau tidak boleh menyerah...” katanya, “Fighting, Joohyun-ah...”.
Joohyun tersenyum, “Oppa, gomawo... (Makasih, Kak...)”.
Masih memandang Joohyun, Kibum mencoba untuk mengutarakan
sesuatu, “Um..., sashil..., (sebenarnya...,)”.
Joohyun menatapnya, menunggu kelanjutan kata-katanya.
“..., sashil..., nan neoreul..., joh..., (..., sebenarnya..., aku...,
meny...,)”.
*****
To be Countinued
*****
Kyaaa~~...
Kayanya,
part ini terlalu cepat untuk TBC, ya~~...?
Tapi apa
boleh buat... Potongan kata-katanya Kibum ini pas banget buat dijadikan ending~~... ~_~ ^^iyadah, terserah kau, thor...!^ Biar bikin penasaran gitu, Kibum
mau bilang apa ke Joohyun...
Gomapseumnida,
for read, yeoreobun...! Tinggalkan kritik dan saran kamu di kolom komentar di
bawah ini ya! Nate tunggu!^
Author :
RetnoNateRiver


