[FF] Catch Me part 3
Catch Me
“손수건 (sonsugôn) part
1”
Author : RetnoNateRiver
Genre : Fantasy,
Romance
Main
Casts : -
SJ Yesung as Jeremy
- Moon Geun
Young as Moon Geun Young
- SJ Donghae
as Lee Dong Hae
Other
Cats : -
SJ Leeteuk as Moon Jung Su
- SJ Sungmin
as Lee Sung Min
- SJ Kangin as
Kangin
***
Geunyoung terkesiap, “Donghae Sônbænim...?”
ujarnya, mengenali siapa namja pemilik pistol itu.
Jeremy
masih memandang Donghae dengan tatapan yang agak bingung, sementara Donghae
masih memandangnya tajam.
“Nuguya...?
(Siapa kau...?)” tanya Donghae dingin pada Jeremy.
“Huh...”
Jeremy tertawa kecil. “Jangan begitu...” ia menjauhkan ujung pistol itu dari
dadanya, “Kita belum saling kenal tapi kau malah...,”.
Ujung
pistolnya yang mejauh itu membuat Donghae berbuat lebih. Kali ini ia
menodongkan ujung pistolnya pada dahi Jeremy, ia sengaja memotong kata-kata
namja itu. Dan Jeremy hanya tersentak kecil.
“Sônbæ!
(Senior!)” seru Geunyoung, berusaha menghentikan tindakan Donghae itu.
“Jangan
banyak bicara, dan jawab.... : nuguya...?” ujar Donghae dingin pada Jeremy.
“Kamu
berani menembakku...?” tanya Jeremy tanpa rasa takut atau marah, lagi-lagi ia
tak menjawab Donghae.
“Mwo?”.
“Kau
tidak sopan...” kata Jeremy, “Harusnya, kau tidak melakukan hal ini pada orang
baru...”.
“Kau...?”.
“Katakan
salam, sapaan, atau apa, kek... Jangan seperti ini...”.
“Krekk!”
Donghae menarik pelatuk pistolnya.
“Sônbæ!!”
Geunyoung mendekat, “Dia temanku, Sônbæ...
Dia teman baruku... Namanya Jeremy...” ia mencoba menyelesaikan masalah ini.
Donghae
mendengarnya dengan baik. Kemudian setelah mencerna kata-kata itu, Donghae
menurunkan pistolnya, menjauhkan ujungnya dari dahi Jeremy.
“Cih...”
Jeremy tersenyum sinis. Ia memalingkan wajahnya dari Donghae.
Donghae
pun juga memalingkan wajahnya dari Jeremy. Ia memandang Geunyoung.
“Sônbæ
harusnya tidak melakukan hal itu... Jeremy bukan orang yang jahat, kok...” kata
Geunyoung pada Donghae, “Jeremy itu...,”.
“Gwænchanhayo?”
tanya Donghae pada Geunyoung, seakan memotong kata-kata yeoja itu.
“Uh?”
Geunyoung agak bingung, “Jôngmal gwænchanha...”.
Donghae
segera menarik tangan Geunyounng, “Kaja, kita pulang...” ujar Donghae.
“Uh?
Mwo?” Geunyoung hanya dapat menuruti langkah Donghae. Lalu yôja itu memandang
ke belakang.
Rupanya,
Jeremy juga memandangnya. Raut wajahnya terlihat bingung, tidak terima, kesal,
dan semuanya menjadi satu. Jeremy hanya dapat melihat Geunyoung pergi dengan
langkah terpaksa bersama Donghae. Mereka makin jauh.
Setelah
hilang dari pandangannya, Jeremy kemudian meninggalkan tempatnya berdiri. Ia
kemudian memasuki hutan dan menghilang di balik semak-semak.
Tak
lama terlihat seekor werewolf abu-abu melintas dari semak-semak tempat tadi
Jeremy lenyap. Werewolf yang waktu itu.
*Catch Me*
Hobinya
Jungsu, berburu.
Sore
akhir pekan ini, Geunyoung menyiapkan diri untuk ikut abangnya itu pergi ke
hutan, tentu saja berburu. Ia menjadi satu-satunya yeoja dalam kelompok Jungsu
ini.
Selain
Geunyoung dan Jungsu, di kelompok ini juga terdapat dua namja yang lain. Tapi
Geunyoung hanya sekadar menemani abangnya itu berburu —ia tidak punya skill dalam kegiatan ini—.
“Hyông,
tidak apa Geunyoung ikut denganmu?” tanya namja dengan rambut blonde itu ketika mereka berjalan
memasuki hutan.
“Eih,
Sungmin-ah, memangnya kenapa, sih?” tanya satu namja lagi dengan rambut hitam
itu pada namja berambut blonde tadi
—Lee Sung Min—.
“Kangin-ah,
Sungmin-ah... Aku tau kalian bicara apa...” ujar Jungsu yang berada di belakang
Sungmin dan namja berambut hitam tadi yang bernama Kang In itu.
***
Geunyoung
telah berjanji pada tiga namja-deul itu untuk menjaga diri ketika mereka
meninggalkannya sendirian di tenda sementara yang mereka buat tadi itu.
Alasan
lain Geunyoung ikut dengan kelompok kakaknya itu berburu adalah ia ingin
bertemu lagi dengan werewolf abu-abu yang waktu itu pernah menolongnya dari
terkaman werewolf lain.
Sekali
lagi ditekankan, Geunyoung adalah yeoja yang tidak memiliki rasa takut terhadap
hal-hal seperti itu. Hal yang paling ia takuti adalah keadaan orang-orang yang
disayanginya. Maksudnya adalah, ia takut orang yang disayanginya pergi
meninggalkannya, ia takut orang yang disayanginya merasa sakit karenanya, ia
takut orang-orang yang disayanginya..., dan sebagainya.
Geunyoung
mengelap tangannya yang berkeringat itu dengan sapu tangan putih bermotif bunga
kecil di ujungnya itu, lagi-lagi pemberian ayahnya. Geunyoung sangat menyayangi
benda itu, menggunakannya untuk kebaikan sesuai dengan apa yang ayahnya
berikan.
“Srrk,
srrk...” Geunyoung kembali mendengar suara semak bergesekan di dekat
tenda-tenda itu.
Geunyoung
menoleh. Lagi-lagi, dengan kesadaran sepenuhnya dan rasa takutnya yang 0%,
yeoja tersebut mendekati asal suara itu.
Yôja
itu melangkah agak jauh dari tenda, namun suara semak-semak yang bergesekan itu
masih jauh. Geunyoung terpaksa melangkahkan kakinya lebih jauh.
“Aku akan segera kembali...” batin
Geunyoung, berjanji di dalam hatinya.
Setelah
berjalan jauh dan sampai beberapa inci dari asal suara itu, Geunyoung
memerhatikan sekitar, suara itu tak terdengar lagi.
“Srrk,
srrk...!”.
Itu
dia! Geunyoung menoleh ke depan, asal suara itu.
“Srrk!
Srrk!” lagi dan lagi, semak-semak itu bergerak.
Dengan
perlahan Geunyoung melangkah maju, rasa penasarannya sangat tinggi. Dan
semak-semak itu masih bergesekan.
Dan
tiba-tiba saja, “Wuuush!” werewolf berwarna abu-abu melompat keluar dari
semak-semak, hampir menabrak Geunyoung namun yôja itu terjungkal karena
ulahnya.
Werewolf
itu, rupanya werewolf yang Geunyoung cari sejak tadi. Namun werewolf itu malah
kembali menghilang di balik semak-semak di belakangnya.
“Ya!
Jamkkanman!” seru Geunyoung, ia kemudian
bangkit.
Geunyoung
berlari menuju semak itu dan segera mengikuti ke mana werewolf itu pergi.
Akhirnya, Geunyoung menemukan werewolf itu terkapar di atas tanah dengan luka
di kaki kiri depannya. Kelihatannya ia sehabis melawan sesamanya tadi.
Geunyoung
segera mendekati werewolf itu. “Kau terluka...” ujarnya, duduk merendah
menyamakan posisinya dengan werewolf yang terengah itu.
Yôja
itu segera mengobati luka pada werewolf itu, dan menutupi luka di kakinya itu
dengan sapu tangan putih tadi.
“Nah...
Ini sebagai tanda terima kasihku karena kau pernah menolongku dari terkaman
werewolf lain waktu itu...” ujar Geunyoung seusainya mengobati luka pada
werewolf tersebut.
Werewolf
yang nafasnya tersengal itu hanya mampu memandangi Geunyoung lirih. Sementara
mengetahui werewolf itu memandanginya, Geunyoung hanya tersenyum dan
mengusap-usap kepala werewolf itu dengan sayangnya.
“Aku
harap kita bisa lebih sering lagi bertemu...” kata Geunyoung, “Aku tau, kok,
kalau kau adalah werewolf yang baik, aku telah menganggapmu sebagai
sahabat...”.
Ketika
tengah asyiknya Geunyoung mengusap-usap sayang kepala werewolf itu, terdengar
suara keras memanggilnya, “Geunyoung-ah...?!!” suara Jungsu memanggilnya.
Geunyoung
terkesiap mendengarnya. Ia lantas bangkit dan terpaksa meninggalkan werewolf
itu untuk menemui Jungsu.
Benar
saja, ketika ia segera keluar ia menemukan Jungsu, Kangin dan Sungmin tengah
mencarinya, apalagi Jungsu yang kelihatannya sangat cemas dengan keberadaannya.
“Geunyoung-ah?!”
ucap Jungsu, ia kelihatan lega melihat Geunyoung sudah berada di depannya. Ia
lantas menghampiri yôja itu. “Gwænchanha? Ada yang terluka?” tanyanya kemudian.
“Nan
gwænchanha...” jawab Geunyoung.
“Ya,
Geunyoung-ah!” panggil Kangin, “Kau ke mana saja? Kami khawatir mencarimu!”.
“Aku
baru saja menolong...., itu...” Geunyoung menunjuk werewolf yang berada di
balik semak tadi, namun ketika ia memandang ke arah itu ia tak melihat sosok
werewolf tadi di situ.
“Menolong
apa?” tanya Sungmin, ketiga namja ini juga melihat ke arah yang Geunyoung tunjuk.
Tapi
Jungsu tak ambil pusing soal masalah ini. “Geuman...” katanya, “Lebih baik kita
pulang... Aku rasa werewolf mulai berpencar mencari makan...”.
“Geurae,
dan salah satunya adalah buruan kami...” gerutu Kangin.
“Sudahlah...”
kata Sungmin, “Kaja, kita ke tenda dan segera bersiap-siap untuk pulang...”.
***
Di perjalanan pulang...
“Geunyoung-ah?”
panggil Jungsu.
Geunyoung
menoleh. “Ne?” ujarnya.
“Sebenarnya,
siapa yang kau tolong tadi...?” tanya Jungsu.
Geunyoung
merasa ragu untuk mengatakan sejujurnya. “Tapi..., apa Oppa janji tidak akan
marah...?”.
“Geuræ,
yaksokhæ... (Baiklah, aku berjanji...)” kata Jungsu. “Sekarang, coba katakan
padaku...”.
“Um...”
Geunyoung memulainya, “Aku menolong seekor werewolf...”.
“Mwo?!”.
“Ssshh...”
Geunyoung mengacungkan jari telunjuknya di depan bibirnya, membuat Jungsu
mendekap mulutnya yang kelepasan. “Aku belum pernah cerita padamu, Oppa...
Jadi, suatu hari aku ke hutan dan diserang oleh seekor werewolf, warnanya
hitam... Tapi ada werewolf berwarna abu-abu menolongku dari terkaman werewolf
tadi... Belum sempat aku berterimakasih padanya, werewolf abu-abu itu
menghilang bersama werewolf hitam tadi... Lalu, aku ikut Oppa berburu untuk bertemu
werewolf yang waktu itu menolongku...”.
“Geurigo,
kau bertemu dengannya tadi?” tebak Jungsu.
“Geurae...”
ungkap Geunyoung, “Tapi ia dalam keadaan terluka... Jadi aku mengobatinya dan
menutup lukanya dengan sapu tangan dari ayah... Itu sebagai tanda terima
kasihku padanya... Kemudian kalian memanggilku, mencariku... Jadi aku keluar
untuk menemui kalian... Namun entah ke mana, werewolf abu-abu itu hilang...,
pergi menghilang...” lanjutnya.
Jungsu
mengangguk-angguk kecil. “Hmmm..., geuraeyo...” ujarnya.
*Catch Me*
To
be countinued
*Catch
Me*
Nate kepikiran untuk bikin TESTIMONIAL dari komentar-komentar para Reader-deul Nate tentang FF yang Nate post!!
Bukanya apa, ini tanda terimakasih Nate.. :* :*
Oya, soal label di blog Nate...., *lirikNate'sLabel XD
Setelah label 'super junior' dan 'yesung', kok malah banyakan label 'kyuhyun', ya? Tapi ciyus, eh, serius, kok, Kyuhyun bukan salah satu bias Nate... ^^Yesung . . . , Ryeowook . . . , Sungmin . . . , Henry . . .^
Anyway, Gamsahamnida sudah membaca dan meninggalkan komentar!!
LOVE YA!
Author
RetnoNateRiver



