[FF] Catch Me part 4
Catch Me
“손수건 part 2”
Author : RetnoNateRiver
Genre : Fantasy,
Romance
Main
Casts : -
SJ Yesung as Jeremy
- Moon Geun
Young as Moon Geun Young
- SJ Donghae
as Lee Dong Hae
Other
Cats : -
SJ Leeteuk as Moon Jung Su
-
CNBLUE Minhyuk as Kang Min Hyuk
- CNBLUE
Jungshin as Lee Jung Shin
*Catch Me*
“Pesanan
meja tujuh mana?!” seru suara seorang pria.
“Tinggal
lepas landas!!!” ujar namja manis itu dengan cerianya.
Segera
dari dapur, namja tersebut membawa nampan berisi sepiring roti dan segelas susu
itu ke meja tujuannya. Senyumannya tak bisa hilang.
“Ini
dia...!” ujar namja itu sesampainya di meja nomor tujuh yang dtempati oleh
Donghae tersebut. Namja tadi kemudian meletakan pesanan di atas meja.
“Baiklah... Pesanan sudah mendarat...!” ujarnya.
Donghae
tersenyum pada namja itu, “Minhyuk-ah, gomapta...” katanya.
“Tak
usah sungkan!” kata namja ber-name tag Kang
Min Hyuk itu. Kemudian ia melesat menuju dapur kembali, ia akan mengantarkan
pesanan lainnya lagi.
Tangan
Donghae mulai meraih roti pesanannya.
“Selamat
datang...” sapa para pelayan yang berada di dekat pintu begitu seorang
pelanggan datang, seorang yôja.
“Eh,
Nuna?” ujar Minhyuk melihat pelanggan itu datang menghampirinya yang ada di
balik etalase itu.
Donghae,
yang belum sempat melahap rotinya, menoleh untuk melihat siapa yang datang.
Rupanya, Geunyoung.
“Mau
pesan apa?” tanya satu namja lagi yang segera mengusir Minhyuk untuk menjauh
dari etalase.
“Seperti
biasanya... Tapi masing-masing pesan dua, ya...” ujar Geunyoung.
“Baiklah...”
namja itu segera mengambilkan pesanan
yang Geunyoung inginkan tadi dari etalase. “Nuna, tumben pesannya double... Apa Nuna sudah punya
namjachingu...?” godanya.
Geunyoung
hanya bisa tertawa kecil, begitu cantik di mata Donghae. “Jungshin-ah...,
jangan begitu...” katanya pada namja bernama Lee Jung Shin yang tengah
membungkus semua pesanannya itu. “Ani... Chingu... Hanya untuk seorang teman,
kok...”.
“Chingu
atau namjachingu...?” canda Jungshin kembali.
“Eih,
Jungshin-ah...!” gerutu Geunyoung, masih bercanda.
Dalam
hatinya, Donghae sudah dapat menebak siapa yang Geunyoung maksud dengan ‘teman’
itu.
Jungshin
hanya tertawa kecil. “Baiklah... Ini semua pesanan Nuna...” Jungshin
menyerahkan beberapa kantung berisi pesanan Geunyoung tadi.
“Gomawoyo...”
Geunyoung segera meraih seluruh pesanannya itu.
“Kapan-kapan
bawa temanmu itu ke sini, ya, Nuna...!” ingat Minhyuk yang sekadar lewat.
“Pasti..”
kata Geunyoung.
“Chingu-mu
itu namja atau yeoja?” tanya Jungshin kemudian pada Geunyoung.
“Namja...”
jawab Geunyoung.
“Kalau
begitu namanya namjachingu...!” canda Jungshin kembali. Ia hanya bisa tertawa
kecil.
Geunyoung
ikut terkekeh. “Ya, sudah... Aku pamit, ya...!” katanya, kemudian ia berbalik
meninggalkan etalase.
“Hati-hati,
Nuna!” pesan Jungshin yang kemudian kembali sibuk dengan pekerjaannya yang
lain.
Ketika
Geunyoung berjalan, Donghae memanggilnya. “Geunyoung-ah!”.
Geunyoung
menoleh, mendapati Donghae tengah duduk di tempatnya bersama sepiring roti dan
segelas susu yang masih utuh itu. “Sunbae!” ujar Geunyoung.
Donghae
kemudian tersenyum. “Kemarilah...” ajaknya.
Geunyoung
segera mendekat, ia duduk di atas bangku yang berseberangan dengan bangku yang
Donghae tempati.
“Sarapan
di sini?” tanya Geunyoung.
“Sedang
mencari makanan lain... Sekalian bertemu teman..” jawab Donghae.
“Jungshin
dan Minhyuk, kan?”.
“Siapa
lagi..” kata Donghae. Namja ini kemudian melirik kantung yang Geunyoung bawa. “Kau
beli banyak roti, ya?” ujarnya.
Geunyoung
tersenyum. “Ah, tidak... Ini tidak banyak...” katanya.
“Siapa
yang ingin kau temui?” tanya Donghae.
“Ne?”
Geunyoung terkesiap.
“Sebelumnya,
maaf telah mendengar pembicaraanmu dengan Jungshin...” kata Donghae, “Siapa
namja yang akan kau temui itu?”.
Geunyoung
ragu. Tapi kemudian ia mencoba membuka mulut. “Uh..., namja itu...,”.
“Bruk!”
seorang pelanggan yang membawa seporsi roti dan segelas teh itu terjatuh di
dekat meja keduanya. Alhasil, makanan yang dibawanya tumpah, dan minumannya
membasahi baju Geunyoung.
Sontak
saja ini membuat siapa pun kaget.
“Astaga!”
seru pelanggan itu ketika ia bangkit, “Agassi, joesonghamnida...” ucapnya pada
Geunyoung.
“Tidak
apa...” kata Geunyoung.
Donghae
segera berdiri menghampiri Geunyoung dan membantu yeoja itu membersihkan
tumpahan minuman yang membasahi bajunya dengan handuk kecil.
Tak
lama, Minhyuk datang ke lokasi dengan mop
ditangannya. “Aigoo, ada apa ini? Kenapa berantakan?” ujarnya, kemudian
segera me-moping lantai yang basah. “Tuan,
permisi sebentar...” ujarnya pada pelanggan tadi.
“Sapu
tanganku...” Geunyoung mencari-cari sapu tangannya di setiap kantung bajunya.
Donghae
memperhatikan Geunyoung masih sembari membantu yeoja itu. “Ke mana sapu tangan
dari ayahmu itu...?” tanyanya.
“Oiya!”
ingat Geunyoung, “Semalam aku menggunakannya untuk menutup luka pada seekor
werewolf..!”.
“Werewolf?”
ujar Donghae.
“Iya...”
kata Geunyoung, “Werewolf itu adalah werewolf yang pernah menolongku dan ketika
aku bertemu dengannya kaki kiri depannya terluka dan aku menutup lukanya dengan
sapu tanganku...”.
Donghae
mencerna kata-kata itu.
“Nuna,
gantilah bajumu segera..” ujar Minhyuk di tengah sibuknya ia mengepel.
***
“Hai, Jeremy-gun!” sapa Geunyoung
begitu ia dan Donghae memasuki pekarangan rumahnya. Yeoja ini menemukan sosok
Jeremy tengah menunggunya di depan rumahnya.
Donghae dan Jeremy kembali bertemu,
kesenangan keduanya pudar ketika tatapan keduanya saling bertemu.
“Ya!” seru Geunyoung kepada dua namja
itu. “Kenapa kalian bengong saja? Ayo masuk ke dalam...!” ajaknya.
Geunyoung kemudian melangkahkan
kakinya memasuki rumahnya, kemudian diikuti Jeremy barulah Donghae menyusul
keduanya.
***
Jeremy dan Donghae —yang saling
berdiam diri— hanya membantu Geunyoung membawakan alat makan ke teras belakang
rumah Geunyoung, mereka akan makan bersama-sama. Benar-benar tidak ada
komunikasi antara Jeremy dan Donghae.
“Jeremy-gun...” panggil Geunyoung.
“Ne?” sahut Jeremy.
“Tolong geser mejanya sedikit...”
pinta Geunyoung.
“OK...” ujar Jeremy, yang kemudian
segera menggeser meja sesuai yang Geunyoung butuhkan.
Sementara Donghae masih memandanginya
secara diam-diam dengan perasaan semacam dendam atau dengki di dalam hatinya.
Ketika Jeremy meliriknya, Donghae
sengaja memalingkan wajahnya, seakan-akan ia benar-benar tidak peduli —dan sebenarnya
ia memang tidak peduli.
“Donghae Sunbae, Jeremy-gun..., kalian
tunggu di sini, ya... Aku akan mengambil makanan ke dalam...” kata Geunyoung,
kemudian yeoja itu segera melesat masuk ke dalam rumah.
Donghae kembali meemerhatikan Jeremy.
“Hm...” gumam Jeremy, setidaknya itu
yang dapat Donghae dengar.
Tapi sesaat mata Donghae menemukan
benda yang tak asing yang sedang Jeremy kenakan di lengan atas kirinya yang
tertutup lengan baju abu-abunya : sapu tangan Geunyoung!
“Jôgôt...,
(Benda itu...,)” batin
Donghae.
Namja itu segera mendekati Jeremy.
Donghae yang mungkin emosinya kurang terkendali itu menggenggam erat lengan
Jeremy, hingga namja itu merintih.
“Aaakkh!” rintih Jeremy, “Ya!! Apa
yang kau lakukan?!! Lenganku sakit tau!!”.
“Bukankah itu sapu tangan Geunyoung?!”
kata Donghae, menatap tajam Jeremy.
“Mwo?”.
Donghae memang kesal sekarang. Ia
kemudian melepas paksa sapu tangan milik Geunyoung itu dari lengan Jeremy yang
kini sudah terdapat ceceran warna merah di situ.
Tadi Donghae memang sengaja
menggenggam erat lengan Jeremy yang dibalut sapu tangan itu—mungkin yang lebih
tepat adalah meremas— karena ia mengira bahwa di balik sapu tangan itu ada
luka. Dan dugaannya tepat! Ceceran berwarna merah itu pasti darah dari luka
yang ada di lengan Jeremy.
“Ige... (Benda ini...)” ujar Donghae
sinis sembari menunjukan sapu tangan itu, “Apa ini, ha?!! Dari mana kau
mendapatkannya?!!”.
Jeremy segera merebut sapu tangan itu
dari Donghae, “Bukan urusanmu!!” katanya.
“Donghae Sunbae, Jeremy-gun... Ada apa
ini?” tiba-tiba saja Geunyoung sudah berada di ambang pintu. Donghae dan Jeremy
pun hanya bisa memandangi yeoja itu.
Tak lama Geunyoung menyadari bahwa
sapu tangan yang ia gunakan untuk menutupi luka pada werewolf abu-abu semalam
itu ada di tangan Jeremy.
“Omo~, Jeremy-gun, bukankah itu sapu
tanganku...?” ujar Geunyoung yang lantas mendekati kedua namja itu.
“Oh...? Benarkah...?” ujar Jeremy,
agak salah tingkah juga. Kemudian memberikan sapu tangan itu pada Geunyoung.
Geunyoung mengambilnya dan
memerhatikannya. “Iya, benar... Ini sapu tanganku...” ujarnya, lalu menatap
Jeremy, “Kau dapat dari mana sapu tanganku ini, Jeremy-gun?”.
Menerima pertanyaan itu membuat Jeremy
terdiam.
“Ah, sudahlah... Jangan dipikirkan...”
kata Geunyoung, “Oya, apa noda bercak darah ini karena kau sedang terluka?“
tanyanya pada Jeremy.
Jeremy agak kikuk. “Uh..., umm...,
bisa dibilang, sih..., begitu...” katanya ragu, “Aku bermain-main di hutan dan
lenganku tergores ranting lalu aku menemukan sapu tangan itu dan kugunakan
untuk menutup lukaku...”.
Geunyoung tersenyum tipis, “Geuraeyo...?”
katanya. “Ya, sudah... Aku kembali ke dalam dulu, ya...” pamitnya, lalu
menghilang di balik pintu.
Saat Geunyoung hilang dari
pandangannya itulah membuat Donghae sesegera mungkin menarik Jeremy ke balik
sebuah pohon besar yang berada tak jauh dari halaman belakang rumah Geunyoung.
Ia memojokkan Jeremy, “Sebenarnya kau
ini apa?!” kata Donghae.
“Lalu?” ujar Jeremy, seakan tidak
takut dan merasa tidak terjadi apa-apa.
Donghae yang kesal, kemudian
melingkarkan kedua tangannya pada leher Jeremy, hampir mencekik namja itu, baru
melingkari saja.
“Geunyoung bercertia padaku bahwa
semalam ia menolong seekor werewolf yang
terluka pada kaki kiri depannya dan menutup luka itu dengan sapu tangan
pemberian Ayahnya! Jika tangan kiri itu berarti kaki kiri depan untuk makhluk
berkaki empat, itu berarti..” ujar Donghae, “Artinya..., kau, kau adalah..., werewolf...”.
“...,
kau adalah..., werewolf...”.
Jeremy yang mendengarnya tertegun,
namun kemudian ia termenung, menunduk dan tertawa sinis. “Jjang..., jjangida..
(Hebat..., kau hebat..)” ujarnya. Lalu menatap Donghae, “Geurae..., Lee Dong
Hae..., aku..., aku adalah werewolf...”.
Kesal yang luar biasa membuat Donghae
pada akhirnya benar-benar mencekik Jeremy sampai makhluk itu kesulitan
menghirup udara.
“Jadi..., dugaanku sejak pertama aku
melihatmu itu..., tidak salah...” ujar Donghae sinis, “Harusnya..., harusnya
aku membunuhmu saat itu juga... Harusnya saat itu..., aku tidak perlu ragu
untuk menembakkan senjataku padamu... Harusnya...,”.
Di tengah sulitnya menarik nafas,
Jeremy mencoba berujar, “Apa..., kau...,” katanya, “apa kau ingin..., Geunyoung
tau kalau..., kau telah membunuhku..., dengan cekikanmu ini...? Huh...?”.
Donghae mendengarnya, bahkan mencerna
kalimat yang dilontarkan Jeremy itu dengan baik. Otaknya berpikir keras di
tengah emosinya yang meluap-luap. Baginya, apa yang Jeremy katakan itu memang
benar.
Akhirnya, Donghae memutuskan untuk
melepaskan cengekeraman kuatnya itu dari leher Jeremy kemudian. Begitu Donghae
melepaskannya, Jeremy segera terduduk jatuh di atas tanah, sambil berkali-kali
batuk dan mengatur nafasnya.
“Kau harus ingat...” kata Donghae
dingin, mengatur emosinya yang naik-turun, “Kali ini aku melepaskanmu... Aku
memberimu satu kesempatan untuk lari, namun suatu hari nanti aku akan menangkap
dan membunuhmu...”.
“Tangkap aku...” ujar Jeremy dingin.
“Uh?”.
Jeremy kemudian menatap tajam Donghae,
“Tangkap aku jika kau mau... Tangkap aku jika kau ingin...” katanya, “Lalu
bunuh aku di depan matanya dan rebut ia dengan tangan yang kau gunakan untuk
membunuhku itu...”.
Donghae hanya membulatkan mata
mendengar kalimat itu dari Jeremy.
“Tangkap aku jika kau ingin... Tangkap
aku...”.
*****
“Catch
me... Catch me if you want... Catch me if you wanna... Then kill me in front of
her and grab her by your hands that you use to kill me... Catch me if you
wanna... Catch me...”.
***
To
be countinued
***
Annyeong,YeMoon shippers!!
Nate sempat kepikiran untuk memberi nama YeMoon fansclub...
Habis Nate ngeliat dan mendengar Onnie Nate yang seorang Wires, alias Seohyun (SNSD)- Kyuhyun (Super Junior) couple...
Enak gitu punya nama fansclub... Ada lagi nama fansclub untuk couple-couple lain...
Ottaeyo? Adakah yang setuju dengan Nate??
Hayuk yang setuju kirim pendapat kamu ke wall Facebook Nate, mention ke Twitter Nate, Google+ punya Nate (tetep Retno Nate River), atau akun skype Nate (retnonateriver)
Oya, Nate gak lupa mengucapkan terimakasih buat Reader-deul yang sudah mau membaca FF Nate dan meninggalkan komentar!!^^
Gamsahamnida!!
Author
RetnoNateRiver


