Drama Queen edisi 20 September 2015
Ini adalah karanganku ori yang ku buat
dalam hitungan menit ―kalau gak salah― untuk berpartisipasi di KBS World Radio
khusus bahasa Indonesia Bahana Lagu Korea buat Drama Queen-nya edisi 20
September 2015, yang bertemakan Kado untuk Idola. Posting-annya sempet hilang karena kelalaianku sendiri yang pengin
ngedit lagu BTS yang salah cantum, eh malah hilang posting-annya. Hehehe, I’m
sorry, DJ, please apologize me from my deepest heart ―ya.e.lah.
Karena DJ mintanya tanpa percakapan jadi yang
berikut ini karanganku yang sudah diedit dan jadi lebih panjang + berdialog.
Oke, tanpa basa-basi lagi, langsung ku salin
karanganku ini dari memo di hape si
Mpok.
***
[VIXX Ken & EXID Hani - Gap]
“♫ 이상한새각을해
이많은사람중에
우리둘만남겨지면어떨까♪”
Lagu itu yang menyambutku dan Jungkook pertama
kali ketika kami menginjakkan kaki di kafe ini. Lantas kami mengedarkan
pandang, mencari seseorang yang kami kenal.
“Itu di sana!” dengan mudahnya, Jungkook
mengenali pemuda yang duduk di ujung sana dan lantas menarikku tanpa basa-basi,
“Ayo, Nuna!”.
“Jeon Jung Kook!” pekikku yang diseret olehnya.
Sempat kesal dengan ulahnya, aku dibuat
terkejut ketika menatap Namjoon, pemuda itu, setelah Jungkook menyeretku. “Oh?
Kalian sudah datang?” sambut pemuda ber-t-shirt
abu-abu dan snapback hitam itu.
Ups, aku harus wajar di hadapannya.
Aku dan Jungkook pun bergabung dengannya.
Setelah kami memesan minuman, kami kembali mengobrol.
“Masa, sih, Hyung,
kau baru di sini lima menit?” ujar Jungkook, ku lepaskan tas itu dari bahunya.
“Kalian sendiri? Sudah dari tadi muter-muternya?” balas Namjoon,
mengingat aku dan Jungkook sebelumnya jalan-jalan dulu sebelum akhirnya
ketemuan dengannya.
“Sudah cukup muternya.” gurauku. Syukurlah
keduanya punya waktu luang cukup banyak hingga lusa, setidaknya mereka bisa
santai sekarang.
Habis obrolan, acara utama kini dimulai : tukar
kado. Para penyandang Virgo ini segera mengeluarkan kado masing-masing.
Pertama, aku memberikan kado pada Jungkook lalu pada Namjoon.
“Wow! Wow! Wa.aa.uu.uw.” bocah itu mulai lagi. Jungkook
yang langsung membuka kotak kado itupun
begitu senang mendapat pemberian jaket warna merah dariku.
Sementara Namjoon sengaja ku buat kesal dengan
kado yang berlapis-lapis. “Hey, hey, what
the hell is this?” protes Namjoon masih sambil membuka kado lapis demi
lapis. Aku dan Jungkook menertawainya sambil hi-5.
Dan yang Namjoon dapatkan hanyalahconverse high lamaku. Aku tertawa geli
ketika Namjoon menatapku dengan penuh dendam.
“Okay,
you got it, Lil.” ucapnya, “Aku benci converse-mu
yang hanya akan membuatmu kelihatan tambah kecil jika memakainya, dan lebih
spesialnya lagi kau memberikan ini padaku. Good
job.”. Namjoon pun meletakan hadiah itu dengan jengkel.
Tepat ketika pesanan kami datang, Jungkook
sedang memberikan hadiahnya untukku dan Namjoon. Dan sialnya, adikku ini berani
mengerjai kami. Ya, apalagi kalau bukan kadonya berlapis, kami dibuat jengkel
sementara.
“Lil-feet
sudah mengerjaiku, sekarang kau yang mengerjaiku, Jungkook-ah.” jengkel
Namjoon.
Untunglah, isi kadonya membuat kami senang,
sebuah CD untukku dan headphone untuk
Namjoon. “Wow, setidaknya kau tau kalau aku suka VIXX. Terima kasih untuk
albumnya.” senyumku, hari ini aku mendapat versi lain dari album LR.
Nah, kali ini giliran Namjoon memberikan
hadiahnya untukku dan Jungkook.
“Wow! Wow!” dan bocah itu mengulanginya lagi.
Jungkook selalu saja takjub, dan itu caranya berterimakasih untuk setiap kado
yang kami berikan untuknya. “Ini keren, Hyung!”
lantas iahi-5 dengan Namjoon.
“Oke,
kali ini giliranku membuka kado.”.
Sebuah sepatu untuk Jungkook, dan..., action figure Bumblebee untukku?! Aku
terkejut bukan main ketika membuka kado pemberian Namjoon itu. Bagaimana
Namjoon tau? Ah, ku rasa dia bersekongkolan dengan Jungkook.
“Wow! Dabong!
Daebak! The greatest of the greatest!” aku senang bukan kepalang. “Ini hadiah
yang lebih dari keren!” ku pandang Namjoon di hadapanku saat ini.
“Hyung,
ini yang kau beli di Jepang, kan?” ups, bocah ini membocorkan rahasia Namjoon.
“Sssh! Dasar anak nakal!” Namjoon menjitaknya,
lebih tepatnya bocah itu membeberkan dari mana hadiah luar biasa ini berasal.
Jepang? Astaga, ini sekeren robot Gundam! Ini
hadiah yang luar biasa, bagaimana bisa Namjoon menemukan yang seperti ini?
Bukankah ini mahal?
Kau tau, kan, seberapa mahalnya Yen? Nah, itu
yang ku maksud, hehehe. Dan serunya lagi, Namjoon sudah merobek label harganya
di kardus Bee-ku. Great job, Mon.
Aku menatap lagi ke arah Namjoon setelah
meletakan si Bumblebee di pangkuanku. Eh, converse
yang tadi ku berikan untuk Namjoon itu sebenarnya bukan hadiahku untuknya, lho.
Lantas ku keluarkan sebuah kado kecil untuknya
yang langsung ku berikan padanya. “Mungkin tidak semahal Bee.” ucapku ketika
memberikannya, “Tapi perjuangannya tak mudah.”.
Namjoon terkejut.
“It’s
real your present from me.” dan ketika ku bilang kalau itu kado untuknya
yang sebenarnya Namjoon segera membukanya.
Ia mendapat sebuah sweeter hitam berlambang R merah di situ. “Wah.” Namjoon bahkan
lantas memakainya. “Hei, ini nyaman.” katanya, “Aku suka lambang R-nya. Di mana
kau mem―”.
“Itu buatanku.” ujarku, Namjoon terkejut, lalu
perlahan-lahan tersenyum.
“Jeon
Lil-feet, you did a great job!” Namjoon lalu mencubit pipiku terlalu keras,
lupa akan Tn. Perusak yang disandangnya.
“Aaaw!!” rintihku. Kau tidak tau aku sekecil
apa, huh?! Sakit tau! Aku merintih karena memang cubitannya terasa sakit.
“Ya,
Hyung, kenapa kau lakukan itu pada Nuna-ku?”
bela Jungkook, “Kau mencubitnya terlalu keras. Jangan samakan dia denganku, Hyung ―badannya itu kecil tidak sekuat
diriku.”.
Barulah ketika Jungkook mengingatkannya, Namjoon
segera meminta maaf padaku. “So, sorry ―kelepasan.”
digaruknya tengkuk itu dengan canggung.
Mendengar permintaan maaf itu, entah kenapa
rasa sakit itu lantas lenyap. Ah, ya sudahlah, lupakan saja yang barusan. Toh,
aku senang melihatmu senang, apalagi memakai sweeter itu. Hmm, aku jadi tersenyum sendiri.
“Jaga baik-baik, ya, Destroy-Man.” usilku.
“Ternyata Nuna
samaDongsaeng-nyasama-sama usil,
ya?” sindir Namjoon, membuat Jeon bersaudara ini tertawa mendengarnya.
[BTS – Coffee]
“♪Baby Baby 그대는
Caramel Macchiato 여전히내입술가엔
그대향기달콤해
Baby baby tonight ♫”
“Kau keberatan kalau ku pakai ini untuk syutingMV
atau photoshoot nanti?” tanya Namjoon
padaku.
“Tentu saja tidaklah, Hyung.” namun malah Jungkook yang menyahut duluan.
“Hei, kau ini?” ku sikut adikku itu.
“Diamlah kau, Kook. Aku bertanya pada Nuna-mu.” kata Namjoon.
“Tidak sama sekali, kok.” jawabku pada Namjoon.
“Tuh, jawabannya sama persis, kan?” dan bocah
ini masih saja usil.
“Jungkook-ah, kau mau kena jitak, ya?” tapi
Namjoon malah menjitaknya duluan sebelum mengataknnya.
“Hyung,
kau menyebalkan.” Jungkook berusaha mendapat pembelaan dariku.
“Kau yang menyebalkan.” balas Namjoon.
“Apa kalian selalu begini di dorm?” tanyaku.
“Uh,” Namjoon hendak menjawab, namun Jungkook
selalu menyerobotnya duluan.
“Iya!” jawab Jungkook.
“Hei, jangan berkata yang tidak-tidak soal
keadaan dorm di depan Nuna-mu!” kesal Namjoon lagi.
“Jadi, Hyung
mau jaim, nih?” Jungkook tak berhenti memojokkan leader-nya sendiri.
“Kita bicarakan ini lusa di dorm, Jeon Jung Kook.” Namjoon sudah
menyerah. Sayang, kedoknya sudah ketahuan.
“Ayolah, aku mengerti kalau dongsaeng-ku memang nakal. Di rumah juga
suka begitu.” kataku, menetralkan suasana.
“Nuna...”
rengek Jungkook, “Kenapa kau bocorkan yang itu?”.
*end*
Yup, dan sayangnya, Near saat itu kurang beruntung, jadi karangan Near ini tidak terpilih sebagai pemenang. Tapi gwaenchanha.
Kalau ada kesempatan lagi, Near akan nge-posting Drama Queen Near yang edisi Oktober!^^
Author
Near

