[FF] Tersenyumlah

1:04 AM 0 Comments A+ a-

Tersenyumlah


Author : Near
Genre : Life (curhat)
Length : Ficlet, Mix
Cast : Wonwoo, OC (she is the symbolist of my feeling)

***

"Aku hanya mempercayai apa yang ku percayai."

***

cr My Wooniverse

Lelaki itu mengejarnya. Tentu saja langkah-langkah lebar itu berhasil membalapnya.

"Apa? Ada apa denganmu? Biarkan aku mengetahuinya!"

"Ada apa?" sinis gadis itu, "Lebih baik kau tinggalkan aku sendiri." dan melengos begitu saja.

Namun tangannya tak bisa lolos dari cengkeraman lelaki itu.

"What the--"

"Jangan pernah kau pendam apapun sendirian, kau bukan penyendiri!!"

"Aku hanya butuh waktu sendiri! Aku hanya tak ingin melihatmu!"



Ucapan itu membuat cengkeramannya melemah. "Apa hal denganku?" tanya lelaki itu.

"Mereka..., mereka yang bilang..." ucap gadis itu takut-takut, "Mereka yang bilang soal dirimu..."

Lelaki itu mendengus, jengkel. Bahkan dari gerak bibirnya saja, gadis itu tau kata kotor apa yang diucapkannya.

"Ini tidak masuk akal." ucap lelaki itu.

"Aku hanya ingin kau mengatakan yang sejujurnya."

"Kau membenciku?"

"Tidak,"

"Kau membenci tindakanku?"

"Tentu saja, kalau memang kau melakukannya."

Lelaki itu mendengus sinis, "Kau lebih percaya mereka?"

"Tidak,"

"Lalu, apa maumu?"

"Mauku?" ucap gadis itu, "Aku mau ucapan mereka hanya mimpi buruk belaka."

Lelaki itu termangu. "Kau percaya aku, kan?"

"Tidak,"

Kedua matanya terbelalak.

"Aku hanya mempercayai apa yang aku percayai."

***

Author comment :

Oke, ini Near edisi galau super. Kalian pasti tau perkaranya apa, gak jauh-jauh dari crush sekaligus UB nya Near.

Cobaan apalagi ini, Ya Allah Ya Rabb. Salahnya apa? Apalah arti sebuah pohon, yang hendak tumbuh untuk menyentuh langit, kalau belum merasakan tiupan anginnya yang semakin kencang. Dan mereka (termasuk dia) ibarat pohon itu.

Near baru aja adem masalahnya Mas Renatta(?), dan Near nemu lagi trash macam ni di teel nya Near. Sungguh menyedihkan. Near berharap ada konfirmasi terkait berita ini, jadi semuanya bisa jelas dan rampung secepatnya.

Amin.

세봉아, 캐럿들,
우리 사랑하는 워누,
여러분들, 힘내세요~~...!!




*kalau masih bisa kebuka*

***

"Tersenyumlah,"

***

cr 1M1S
cr 1M1S

Terkejut lelaki itu. Di depan ruangan, gadis tersebut mematung dan sengaja menunggunya keluar.

"Kau marah padaku?"

"Sudah kau tulis suratnya?" malah gadis itu berbalik nanya.

Dahinya berkerut, rupanya gadis itu sudah mendengar pengakuan tentang masa lalunya. Itu semua benar, dan lelaki itu teringat kalau gadis ini membenci tindakannya tersebut.

"Kau siapa?" kaget lelaki itu mendengar pertanyaan yang dilayangkan untuknya, "Memangnya kau siapa, menekuk wajah seperti itu di depan publik? Tidak profesional."

Lelaki itu mendengus. "Kemarin, kau caci maki aku karena artikel itu. Sekarang, kau caci maki aku lagi hanya karena--"

"Tersenyumlah," sela gadis itu, si lelaki terdiam, "atau jadilah dirimu yang suka membatu tanpa ekspresi. Kalau kau menunjukkan--"

Ucapan gadis itu terpotong karena lelaki tersebut membekap mulutnya dan membawanya pergi dari gedung itu. Mereka akhirnya menemukan tempat yang lebih nyaman untuk mengobrol di luar, sambil duduk-duduk bahkan juga makan es krim tengah malam.

"Kau tadi bilang aku apa?"

"Kau tidak profesional." ucap gadis itu, "Di sekolah, aku diajarkan bagaimana menjadi seorang hotelier yang baik : tidak menunjukan masalah apa yang sedang ku alami dan selalu tersenyum menyambut guest." katanya, "Menjadi hotelier maupun idol, ya sama saja. Masalah apapun, jangan ditunjukkan pada publik. Itu baru profesional."

Lelaki itu mengangguk kecil.

"Tadinya banyak yang ingin ku katakan, tapi karena kau menyeretku ke sini aku jadi lupa mau bilang apa." gadis itu menjilat es krimnya

"Oya, Wonu, katanya dia temanmu, ya? Teman SD?" lelaki itu menatapnya, "Kita seumuran, jadi aku mengerti bagaimana mentalmu saat itu. Dan soal temanmu itu, shit, dia gak pantas disebut teman. Busuk, aku juga punya banyak teman busuk seperti dia."

"Kalau kau menunjukan kesedihanmu di depan kamera, nanti teman busukmu itu girang, lho. Daripada menunjukkan kesedihanmu, lebih baik kau lupakan saja masalahmu dan juga teman busukmu itu. Teman busuk seperti dia gak pantas kau pikirkan." kata gadis itu, "Aku punya banyak teman busuk seperti dia, tapi aku tidak sudi mengingat-ingat mereka, bahkan sangking tidak ingatnya mereka tidak ada di buku harianku."

"Lalu, siapa yang ada di buku harianmu?"

Gadis itu gantian menatapnya, "Hanya orang-orang yang berarti buatku yang boleh ku tulis di dalamnya."

Lelaki itu tersenyum penuh arti. Dia tau siapa salah satu di antara mereka yang gadis itu tulis di dalam buku hariannya.

"Kau tersenyum!!!" girang gadis itu.

"Kenapa?" wajah lelaki itu kembali membatu.

"Hei, ayo tersenyum lagi!" suruh gadis itu.

"Coba saja kalau berani." cuek lelaki itu.

Usil, gadis itu mencolek es krimnya dan memaparkannya pada hidung lelaki tersebut. Dia jengkel.

"Ya!!!"

Gadis itu tertawa girang melihatnya marah.

"Ini gak lucu!!" dia menyerangnya, namun gadis itu segera mengambil langkah seribu. Dia segera mengejarnya.

"Sudah! Kalau mau senyum, ya senyum saja! Jangan ditahan-tahan!! Nanti sakit perut, lho!!" usil gadis itu.

"Hei!! Kembali kau!!"

***

"Jadi, kau tidak marah?"

"Maumu?"

"Kau percaya mereka?"

"Tidak,"

"Kau percaya aku?"

Gadis itu terkekeh. "Kau tau, ketika aku mendengar artikel itu, ku akui, aku memang langsung membencimu dan tindakanmu itu. Namun entah kenapa dengan mudahnya aku memaafkanmu." katanya, "Dan di saat itu aku sempat bilang pada diriku sendiri."

"Bahwa aku tidak percaya mereka, aku tidak percaya kau. Aku hanya mempercayai apa yang aku percayai. Apalah yang dipikirkan anak SD usia 10 tahun yang belum tau apa-apa. Aku berharap itu hanya mimpi buruk belaka. Selain itu, jikalau kau memang mengakui perilakumu itu, aku tau kau tidak bodoh, Jeon Won Woo. Aku tau kau siapa. Dan kau tidak bodoh."

"Dan sekarang kau telah mengakuinya. Itu hebat, cerobohnya kau malah menunjukkan kesedihanmu pada publik. Kau mengabaikan penonton, Jeon Won Woo. Itu yang ku dengar dari drama Goo Haera."

"Kau tidak perlu bersedih. Aku tau mengakui kesalahan itu sangat berat dan sungguh menyakitkan. Belum lagi hukuman dan konsekuensi yang harus kau terima dari kesalahanmu."

"Tapi ingatlah," pandangan gadis itu menerawang, "manusia yang masih punya harga diri itu adalah manusia yang mau mengakui kesalahannya. Itu yang ku tau dari drama Queen's Classoom." ucapnya, "Aku bangga padamu."

Lelaki itu tersenyum tipis. "Terima kasih," gadis tersebut menatapnya, "karena kau mau kembali ke sisiku."

Si gadis tersenyum, "Berterimakasihlah pada mereka yang masih mau kembali ke sisimu," kedua netra mereka saling bertatapan, "orang-orang seperti merekalah yang patut kau perjuangkan."

***

Author comment :

Sekian dari Near, gak banyak yang pengin Near utarakan karena semuanya udah tertulis di atas.

Near gak akan meninggalkan dia, Near gak akan meninggalkan mereka. Setiap manusia yang hidup pasti punya salah, pasti punya masalah. Tinggal kita yang harus menanggapinya dengan bijak.

Siapapun, yang gak suka, silahkan pintu exit di sebelah sana. Dia sudah berusaha meminta maaf, tinggal kita bagaimana menanggapinya saja. Mengakui kesalahan bukan sekadar membalikkan telapak tangan. Dan teman busuk itu gak pantas kita ingat, gak pantas kita sebut teman. Itu yang Near alami selama bersekolah.

Near lega akhirnya masalah ini sudah kelar dengan pengakuan dan permintaan maafnya.

Dear Carats, kita tinggalkan masalah ini. Semakin larut kita dalam masalah ini, maka kita akan semakin lupa untuk mendukung uri Sebong.

세봉아, 캐럿들,
전원우...,

힘내세요...!!


*kalau masih bisa kebuka*

***

fin

***

A letter from Author...

Oke, ini memang konflik lama, tapi Near baru posting ini sekarang. Jujur, ficlet ini merupakan curahan hati Near di akun Facebook waktu itu.

Near emang kalau lagi kesel atau emosi (untuk rentang masalah ini dlm Kpop) Near punya cara sendiri untuk 'koar-koar'. Mohon dimaklumi.

Gak ada yang mau Near utarakan lebih lanjut, ya karena ini ficlet ini asal inspirasinya dari artikel 'lama', mending gak usah dibahas.

Terima kasih yang sudah mau baca curhatan Near ini.

Author

Near

감사합니다^^

감사합니다^^
Jangan lupa untuk berkunjung lagi!!^