[FF] Paper Plane (Let's Meet Again) - Part III : Paper Plane Day
Paper Plane
(Let’s Meet Again)
Part III : Paper Plane Day
Author : Near
Genre : Sad-Romance, Angst/Hurt
Length : Mini chaptered (5 chapters)
Main Cast : Kang Seul Gi, Jeon Won Woo
[WARNING]
Near itu suka banget sama genre Angst, dan
Near cukup percaya diri kalau bikin fanfiction ber-genre Angst.
Jadi, jangan baper, ya.
***
Siapa itu Seulgi? Siapa itu Wonwoo?
Yeoreobun,
bagi yang ketinggalan, silahkan baca part dan/atau teaser sebelumnya!^^
Happy
reading!
***
“기다림은 내겐 사소한 일일 뿐인 걸”
(gidarimeun
naegen sasohan iril ppunin geol)
“Menunggu hanyalah hal sederhana buatku”
***
“... Terlepas dari dugaan sebelumnya yang mengatakan bahwa beliau
penyebab human
error yang menjatuhkan pesawat, kali ini
kami akan membahas singkat mengenai profil pilot MG707, Kapten Jeon Wonwoo.”
“Kapten Jeon merupakan sosok yang sangat teliti dan berwawasan luas.
Semasa akademiknya, dirinya banyak mendapatkan penghargaan dari berbagai kompetisi
dan lomba. Karena prestasinya tersebut, Wonwoo muda mendapatkan tempat di Geum
Hwa Airline sebagai pilot bahkan sebelum dirinya dinyatakan lulus dari sekolah
khusus penerbangannya.”
“Wonwoo memang anak yang teliti, meski dia tidak banyak bicara tapi dia
sangat pandai dan teladan. Dia suka olahraga dan sangat berambisi untuk menjadi
seorang pilot. Selain itu, Wonwoo selalu mengisi waktu luangnya dengan membaca.
Itu saja yang aku tau darinya.” ―Min Sun Hee, wali kelas Wonwoo di kelas 11.
“Prestasi dan pribadi Kapten Jeon yang pendiam dan teliti ini tak pernah
luput darinya hingga ia menapaki karirnya sebagai pilot di Geum Hwa Airline.”
“Dia junior yang sangat rajin, dan dia selalu menyapa rekan-rekan
kerjanya. Dia disiplin, teliti dan sangat mengutamakan keselamatan kerja. Aku
sebagai seniornya sering merasa malu, karena bahkan dia yang waktu itu belum
ada apa-apanya sudah menunjukkan kebaikan dan kebolehannya di Geum Hwa Airline.
Meskipun junior, kami para senior justru belajar banyak darinya.” ―Kapten Park,
senior sekaligus rekan kerja Wonwoo di Geum Hwa Airline.
“Aku baru sekali bertemu dengannya, ku rasa itu penerbangan pertama dan
terakhir yang aku lakukan bersamanya. Seperti yang rekan-rekan katakan, Wonwoo sunbaenim memang sosok yang sangat rapi dan mengutamakan kepentingan bersama.
Dia tidak pernah lupa untuk mengecek ini itunya sebelum lepas landas.
Benar-benar teliti. Bahkan di penerbangan terakhirnya. Itulah kenapa, aku
―bahkan kami― sangat menentang pendapat mereka yang menyalahkan Kapten kami
dalam kecelakaan ini.” ―Shim Ju Eun, pramugari Geum Hwa Airline.
“Dalam ruang lingkup keluarga, Kapten Jeon memang sosok yang pendiam
namun penuh kasih sayang. Mengakui sering bertengkar semasa kecil, adik Kapten
Jeon, Bohyuk, seringkali merindukannya setelah sang kakak mulai berkarir dan
meninggalkan kampung halaman mereka di Changwon.”
“Hyung selalu ingin membuat Ibu tersenyum. Kalau
di luar mungkin dia sok keren, tapi kalau di rumah dia sebenarnya usil.
Terlepas dari itu semua, Hyung adalah
sosok panutanku, persis seperti Ayah kami. Mereka berdua benar-benar panutanku.
Sebelum berangkat meninggalkan rumah di Changwon, Hyung berpesan padaku untuk selalu membahagiakan Ibu. Setiap kali ada
kesempatan mengirim SMS atau chat, yang
pertama ditanyakannya pasti selalu Ibu. Hyung selalu ingin membuat Ibu tersenyum dan lebih bahagia lagi.” ―Jeon
Bohyuk, adik kandung Wonwoo.
“Dalam interview
eksklusif kami bersama perancang busana muda
yang merupakan kekasih dari Kapten Jeon, Kang Seulgi, profil tentang Kapten
Jeon pun tidak jauh berbeda.”
“Wonwoo..., orang yang sedikit kaku, tapi hatinya penyayang ―terutama
pada keluarganya. Dia selalu mengesampingkan kepentingannya sendiri untuk
kepentingan bersama... Jujur, setiap kali berdebat dengannya, aku selalu kalah.
Itu karena Wonwoo punya wawasan yang sangat luas. Mungkin orang-orang mengira
dia pendiam, tapi sekalinya dia berbicara kau takkan bisa membalas ucapannya...
Apapun yang dikatakannya selalu bermakna... Dia..., benar-benar sosok seorang
kapten..., buatku...” ―Kang Seulgi, fashion designer.
“Masih dalam berita duka MG707, kita beralih ke kabar selanjutnya.
Pemirsa, menganggap hukuman yang dijatuhkan pengadilan pada lima orang ahli
mekanik tidak setimpal, beberapa anggota keluarga korban MG707 melakukan protes
di depan gedung pengadilan. Tak hanya keluarga korban saja, namun beberapa
partisipan dari berbagai kalangan juga menyampaikan pendapat mereka, yang
menganggap hukuman berupa kurungan dua belas tahun penjara tersebut terlalu
ringan, mengingat apa yang telah kelimanya lakukan telah menewaskan 190 nyawa
sekaligus dalam sebuah kecelakaan tragis.
Berawal dari ketidakadilan ini, munculah sebuah gerakan #WithMG707 yang
meramaikan dunia maya. Para netizen memposting gambar pesawat
kertas berwarna merah muda dengan tagar #WithMG707 di setiap akun SNS mereka,
dan menyerukan keadilan untuk para korban dan keluarga yang ditinggalkan.”




